
Pesta penyambutan bagi Pangeran Ke-4 di ibukota begitu meriah, mengingat bahwa ia adalah salah satu kandidat kuat untuk menjadi kaisar selanjutnya. Meskipun begitu ,kemeriahan terlihat hanya di pintu masuk, sedang kan suasana berduka masih terasa di dalam ibukota.
Pangeran Ke-4 dan rombongan prajuritnya diarahkan menuju Istana Terlarang. Dia memasuki ruangan besar dan di sana ia mengganti pakaian serba putih sebagai simbol suasana berkabung atas mangkatnya Kaisar dan Ratu Dayun.
Sementara itu Para prajurit yang menemaninya diperbolehkan kembali ke tempat masing-masing, jadi sekarang hanya ada Pangeran Ke-4 saja di ruangan besar itu.
Meskipun demikian, beberapa Kasim masih berjaga-jaga di sekitar istana.
Pangeran Ke-4 tiba-tiba saja memanggil seorang Kasim yang ada di sana "Kasim, bisakah kamu membawa Pangeran ini ke tempat di mana Putri Peipei beristirahat? pangeran ini ingin mengucapkan selamat atas kabar kehamilannya secara pribadi."
Kasim mengangguk dan menjawab, "Tentu, Yang Mulia. Ikuti kasim ini."
Segera pangeran Ke-4 mengikuti Kasim melewati lorong-lorong istana hingga mereka akhirnya tiba di depan pintu kamar tempat Putri Peipei beristirahat.
Pintu itu terbuka perlahan dan Pangeran Ke-4 melangkah masuk kedalam, sementara itu Kasim tadi berbalik untuk mengerjakan tugas nya lagi.
Saat ini Putri Peipei duduk di sana dengan perasaan campur aduk ,dia segera mengalihkan matanya dan bertemu dengan mata Pangeran Ke-4. Zhang Fei tersenyum lembut dan bangkit dari tempat duduknya.
"Pangeran Ke-4," sapa Putri Peipei dengan lembut. "Terima kasih atas kepulangan mu ke ibukota. Putri ini sudah lama menunggu pangeran kembali."
Zhang Fei benar-benar senang dengan kepulangan pangeran.Akhir akhir ini dia sedang memikirkan dekrit ke dua dari almarhum Kaisar. Sekarang pangeran ke empat sudah pulang maka dia tidak akan menghawatirkan dekrit itu lagi.
Pangeran ke empat adalah Kaisar Dayun selanjutnya.
Pangeran Ke-4 menyimpan kebencian di hati tapi dia masih membungkukkan badannya. " bibi Peipei, pangeran ini ingin mengucapkan selamat atas kabar kehamilan bibi .Ini adalah berita yang sangat membahagiakan."
Putri Peipei tersenyum lebih lebar, dan mata mereka saling bertemu dalam kehangatan. "Terima kasih, Pangeran Ke-4. Putri juga sangat bersyukur atas berkat ini."
Pangeran Ke-4 merasa ada yang berbeda dalam tatapan Zhang Fei,baginya ini adalah pandangan yang melecehkan dan menertawakan dia yang bodoh.
" bibi, pangeran ini berharap kamu selalu bahagia. Kehadiranmu penting bagi Dayun."
Zhang Fei tersenyum dan berkata,"Pengeran, Dayun di masa depan ,akan menjadi tanggung jawabmu kelak.Sebagai seorang bibi, katakan saja jika pangeran membutuhkan sesuatu "
"Begitu bibi, pangeran ini pasti akan akan menagihnya nanti "
Setelah berbicara sejenak, Pangeran Ke-4 meninggalkan kamar Putri Peipei dengan perasaan aneh. Di balik itu semua, ada benih-benih kebencian yang mulai tumbuh dalam hatinya terhadap peran Paman Pangeran.
Ketika dia meninggalkan kamar Zhang Fei,dia sudah menjadi pribadi yang berbeda. bagi Pangeran keempat senyum yang diberikan oleh Zhang Fei sebenarnya menyiratkan jika tebakannya itu adalah benar.
Semakin banyak dia berpikir maka Pangeran berempat berpikir itulah kenyataannya.
Sebagai pangeran tunggal yang tersisa, Pangeran Ke-4 diarahkan untuk melaksanakan kewajiban yang telah menjadi tradisi, yaitu berlutut di hadapan mayat Kaisar dan ratu untuk penghormatan terakhir.
Khusus untuk pangeran keempat, lokasi dia berlutut berlangsung di aula istana,di depan mayat Kaisar dan Ratu.Dua orang yang saat ini menjadi mayat dan di tempat kan dalam peti mati yang indah.
Sebelum pangeran keempat,pergi ke titik dia kan berlutut,Paman Pangeran tiba tiba saja datang dengan wajah yang penuh dengan gelombang kegembiraan. Kedatangan Pangeran Ke-4 sangat dinantikan karena itu akan menjadi langkah awal menuju jalan Dayun yang baru.
Paman Pangeran menyapanya dengan senyuman lebar. Dia menganggukkan kepala sebagai tanda penghormatan dan bertanya, "Bagaimana kabarmu, Pangeran Ke-4? Apakah perjalananmu lancar?"
Tapi entah kenapa Pangeran Ke-4 hanya menjawab dengan nada dingin dan acuh tak acuh, "Baik-baik saja."
Paman Pangeran tidak terpengaruh oleh sikap itu dan tetap antusias. "Paman senang kamu kembali dengan selamat. Kita semua sudah menanti-nantikan kedatanganmu."
Pangeran Ke-4 yang semula berpikir untuk mengendalikan emosinya, akhirnya tak bisa menahan amarah dalam hatinya. "Jangan berlebihan dalam mengungkapkan kesenanganmu, Paman .Kita sedang berkabung sekarang jadi perhatikan tingkah laku "
Paman Pangeran terkejut dengan nada kasar yang digunakan Pangeran Ke-4, tetapi dia mencoba untuk mengatasi kejutan itu dengan ceria. "Tentu saja, tentu saja. Pangeran, persiapan sungguh merepotkan tapi masih terbayar dengan kedatangan mu ke ibukota "
__ADS_1
Tapi Paman pangeran tidak menyangka jika,kata kata yang dia lontarkan secara santai , sudah membuat Pangeran Ke-4 semakin marah dan berkata dengan tajam, "Persiapan itu sudah cukup. Jangan mencampuri urusan lebih jauh. Biarkan semuanya berjalan sesuai prosedur, paman."
Awalnya Paman Pangeran terkejut dengan sikap Pangeran Ke-4 yang tiba-tiba berubah. Tapi kemudian dia berpikir jika pangeran Ke-4 sedang merasakan tekanan yang besar setelah kehilangan anggota keluarga dari sebelah ibu yang semuanya dihabisi dalam pemberontakan pangeran ketiga kemarin.
Paman Pangeran memutuskan untuk tidak menekan lebih jauh, meskipun perasaan penasaran tetap ada dalam hatinya.
Jadi Paman pangeran pergi meninggalkan pangeran ke empat yang sebenarnya merasa jijik dengan kehadiran paman pangeran.
Sebelum memasuki Aula untuk melaksanakan kewajiban berlutut, Pangeran Ke-4 memanggil Kasim istana. Kasim yang menggantikan peran Kasim tua setelah kematian Kasim tua, segera datang dengan hormat.
Dalam suasana tenang, Kasim memberi salam pada Pangeran Ke-4. "Yang Mulia Pangeran Ke-4, apakah ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan?"
Pangeran Ke-4 menatapnya tajam dan menganggukkan kepala. "Kasim, aku ingin kamu melaporkan kembali semua aktivitas dan prosedur yang telah dilakukan dalam pemakaman Kaisar dan rencana selanjutnya terkait pergantian Kaisar."
Kasim menganggukkan kepala, memahami keinginan Pangeran Ke-4. "Tentu, Yang Mulia. Semuanya telah diatur oleh Paman Pangeran sebelum ini. Namun, jika Yang Mulia memiliki instruksi khusus, rendahan ini akan melaksanakannya dengan setia."
Pangeran Ke-4 tersenyum dingin. "Instruksi khusus yang ada hanyalah satu,bahwa semua pekerjaan harus dilakukan dengan tepat dan efisien. pangeran ini telah kembali dan saatnya peran yang tepat diambil oleh orang yang tepat."
Kasim mengangguk mengerti , tapi perintah ini membuktikan jika Pangeran Ke-4 jelas telah menganggap dirinya sebagai pewaris sah dari takhta.
"Paman Pangeran mungkin sudah memiliki rencana yang matang, tetapi perlu diingat bahwa pangeran ini adalah putra kandung Kaisar yang mangkat.Pergantian tahta harus berjalan lancar dan pangeran ini akan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan tata tertib," ujar Pangeran Ke-4 dengan mantap.
Kasim mengerti pesan yang disampaikan Pangeran Ke-4. Dia merasa sentuhan perubahan dalam udara. " rendahan ini akan melaporkan ini pada waktu yang sesuai, Yang Mulia."
Pangeran Ke-4 mengangguk puas. "Lakukan itu. Ingatlah, Kasim, bahwa kebijakan dan tindakan yang pangeran ini ambil akan selalu demi kebaikan Dayun dan keluarga kerajaan."
Kasim kembali memberikan salam dan menjawab, "Tentu, Yang Mulia."
Dengan itu, Pangeran Ke-4 memberi isyarat agar Kasim pergi. Pangeran Ke-4 menatap ke arah Aula dengan mata penuh tekad. Dia telah kembali dengan niat yang kuat untuk mengambil peran yang seharusnya menjadi haknya sebagai pewaris Kaisar.
Di sisi lain,Penjaga bayangan Paman Pangeran melangkah dengan hati-hati mendekati Paman Pangeran yang sedang berada di aula tempat dia berlutut.Dengan wajah tegang, dia membisikkan informasi yang baru saja dia dengar dari Pangeran Ke-4 mengenai pertemuan dengan Kasim.
Penjaga bayangan dengan hormat mengangguk. "Saya sangat yakin, Tuan."
Paman Pangeran mengerutkan kening, memproses informasi yang dia dengar. "Ini tidak masuk akal. Mengapa Pangeran Ke-4 akan berbicara seperti itu kepada Kasim? Apakah mungkin ada kesalahpahaman?"
Tepat ketika Paman Pangeran sedang mempertimbangkan kemungkinan itu, seseorang datang mendekatinya dengan terburu-buru. "Tuan, ada laporan baru yang datang!"
Paman Pangeran menoleh kepada orang tersebut, menunjukkan ekspresi yang menunjukkan dia siap mendengar berita apa pun. "Apa itu?"
"Kebijakan terbaru telah dibuat oleh Pangeran Ke-4. Ia akan mengambil alih tanggung jawab atas pemakaman Kaisar dan seluruh prosedurnya. Paman Pangeran tidak lagi perlu terlibat dalam hal tersebut dan diharapkan akan fokus pada Putri Peipei yang sedang hamil."
Paman Pangeran kembali terkejut oleh kabar tersebut. Wajahnya berganti dari rasa bingung menjadi ketidakpercayaan. "Apa maksudnya? Apakah ini benar-benar keputusan Pangeran Ke-4?"
Orang tersebut mengangguk tegas. "Iya, Tuan. Semua telah diumumkan dan diatur."
Paman Pangeran menutup matanya sejenak, merenungkan arti dari perkembangan ini. Jelas ada sesuatu yang terjadi di balik layar dan Pangeran Ke-4 secara diam-diam sedang mengambil langkah untuk mengamankan posisinya.
"Baiklah. Beri tahu Pangeran Ke-4 bahwa saya akan patuh pada keputusannya," ucap Paman Pangeran dengan nada yang terdengar seakan-akan dia menerima keadaan ini.
Pada saat istirahat tiba,Paman Pangeran mengambil langkah tegas menuju ruang Pangeran Ke-4, tidak ada keraguan dalam pikirannya.
Setelah menghadapi berbagai pikiran , dia merasa perlu untuk berbicara dengan Pangeran Ke-4 sendiri untuk memastikan kebenaran dari apa yang telah terjadi.
Pintu ruangan terbuka dan Paman Pangeran masuk dengan langkah mantap. Dia menemukan Pangeran Ke-4 sedang duduk dengan santai di meja, sepertinya tidak terkejut dengan kedatangan Paman Pangeran.
"Dengar, Paman mendengar kabar yang cukup mengejutkan. Apakah benar kau telah mengeluarkan perintah khusus tentang pemakaman Kaisar dan segala persiapan yang melibatkan pergantian Kaisar?" tanya Paman Pangeran dengan wajah yang serius.
__ADS_1
Pangeran Ke-4 hanya tersenyum dan mengangguk. "Benar sekali, Paman. Aku telah mengambil alih tanggung jawab itu."
Paman Pangeran merasa kaget oleh kejujuran langsung Pangeran Ke-4. Dia bertanya dengan nada yang memaksa, "Mengapa kau melakukannya? Apakah ada alasan tertentu?"
Pangeran Ke-4 tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa yang terasa merendahkan. "Alasan? Oh, tentu saja ada alasan. Apakah Paman ingin tahu?"
Paman Pangeran menatap Pangeran Ke-4 dengan tajam, mengharapkan jawaban yang jelas dari keponakannya ini.
"Aku melakukan ini karena aku akhirnya menyadari kebenaran, Paman. Kau tidak pernah berniat menjadikanku Kaisar yang sebenarnya. Kau hanya ingin aku menjadi boneka di tanganmu, bukan? Kamu berpura-pura ingin membantuku, tapi sebenarnya kau ingin mengendalikanku sepenuhnya," kata Pangeran Ke-4 dengan nada tajam.
Paman Pangeran terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Pangeran Ke-4. "Tidak, itu tidak benar. Paman tidak pernah berpikir begitu. Paman ingin kau menjadi Kaisar yang bijak dan adil, yang mampu membawa kebaikan bagi Dayun."
Pangeran Ke-4 menggelengkan kepala dengan sinis. "Maaf, Paman. Aku tidak cukup bodoh untuk mempercayai kata-katamu. Aku tahu siapa aku.dan aku tahu apa yang kau rencanakan."
Paman Pangeran mulai merasa marah oleh ketidakpercayaan Pangeran Ke-4. "Kau berbicara dengan tidak hormat, Pangeran. Aku ingin kaumenjadi Kaisar karena aku percaya kau adalah yang terbaik di antara para pengeran yang lain.Tapi......"
Pangeran Ke-4 tertawa dengan penuh kebencian. "Oh, Gimana aku bisa percaya pada mu sekarang, Paman? Selmaa bertahun-tahun , Paman bersembunyi dibalik citra orang bodoh? Jangan bilang, Paman tidak mengharap tahta setelah itu Hem!"
"Paman ,aku tidak akan jadi boneka dalam rencanamu,aku akan menjalani takdirku sendiri."
Paman Pangeran terpana dan tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa terperangkap oleh Pangeran Ke-4 yang jelas-jelas berubah menjadi sosok yang lebih berani dan tegas.
Pangeran Ke-4 memandang tajam ke arah Paman Pangeran dengan ekspresi penuh pengecaman. Dia menyuarakan ketidakpercayaan dan keraguan yang selama ini dia simpan.
"Jika Paman benar-benar ingin membantuku, mengapa kau menciptakan reputasi untuk Putri? Mengapa kau mempengaruhi rakyat untuk memujanya dengan begitu intens? Bahkan para bangsawan juga terkesan olehmu melalui citra yang kau ciptakan untuk putri."
Pangeran Ke-4 tidak berhenti sampai di situ, dia melanjutkan, "Aku tidak bodoh, Paman. Aku melihat melalui tipu dayamu. Saat kami dalam perjalanan menuju ibukota, rakyat memuji Putri dengan seribu kebaikan dan pura-pura tidak mengenal Paman Pangeran. Padahal sebenarnya Paman Pangeran lah yang bekerja di balik layar."
Paman Pangeran mulai membantah, namun Pangeran Ke-4 tidak memberi kesempatan. "Jangan membantah. Paman berpura-pura menjadi pria bodoh selama ini, tapi aku tahu betapa pintarnya kau Paman. Kau menciptakan buku anonim yang mengacaukan ibukota dan mengadu domba antara pangeran-pangeran. Bahkan, kau mengatur jatuhnya Pangeran Ketiga ke penjara atas tuduhan pemberontakan."
Tuduhan demi tuduhan dilemparkan oleh Pangeran Ke-4, "Pangeran Ketiga memiliki potensi untuk menjadi Kaisar yang tangguh, tapi kau membungkamnya dengan cara curang. Kau takut pada kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya."
Dia tahu pangeran ketiga itu nekad tapi ini pasti permainan paman pangeran yang mendorong nya ke arah pemberontakan yang gagal.
Paman Pangeran berusaha membela diri, tetapi suaranya ragu. "Itu tidak benar. Paman tidak pernah melakukan hal itu."
Tapi Pangeran Ke-4 tak tergoyahkan,dia ingin menunjuk jika Paman pengeran sudah meremehkan dia selama ini "Aku tahu kebenarannya, Paman. Kau menciptakan lingkaran berbahaya, mengatur permainan yang tidak adil, semua demi menjadikan aku Kaisar boneka yang bisa kau kendalikan."
"Pangeran, tidak ada skema tentang hal yang kau tuduhkan .Kau harus percaya padaku, Paman hanya ingin kebaikan bagi Dayun."
Dalam ketegangan yang semakin meningkat, Pangeran Ke-4 dengan tiba-tiba mendekat ke arah Paman Pangeran. Saat mereka berada dalam jarak yang sangat dekat, Pangeran Ke-4 melontarkan pandangan tajam dan penuh penghinaan ke arah Paman Pangeran.
"Apakah Paman benar-benar jujur? Jika kau begitu jujur, maka buktikanlah."
Paman Pangeran, yang masih tercengang dengan pernyataan-pernyataan yang dia dengar, memberanikan diri untuk menjawab, "Paman memang jujur, dan Paman akan membuktikan..."
Tapi Pangeran Ke-4 tidak memberi kesempatan untuk selesai bicara. Dengan sinis dan pandangan jijik, dia menyela, "Bagaimana paman bisa membuktikannya? Jika memang ingin membuktikan, pergilah dari Dayun dan jangan pernah kembali."
Pernyataan tajam dan perintah tak terduga ini membuat Paman Pangeran terkejut seperti disambar petir. Wajahnya yang tadinya tegang dengan pembelaan dan penjelasan seketika berubah menjadi ekspresi yang penuh kebingungan dan ketidakpercayaan.
Dia mungkin tidak pernah mengharapkan bahwa Pangeran Ke-4 akan menantangnya sejauh ini,dengan tegas mengusirnya dari Dayun.
Dalam sekejap, segala rencana telah dia usahakan selama ini tampak seperti runtuh di depan matanya.
"Apakah aku salah memilih orang?"pikir Paman pangeran terkejut.
Dalam tujuh pangeran,satu persatu mereka jatuh ,dia tidak tahan dan pergi memutuskan pangeran ke empat yang di kira memiliki karakter bagus.
__ADS_1
Tapi apa yang dia dengar tadi....