
Pandangan antara Pangeran Ketiga dan Jenderal Su bertabrakan di tengah halaman istana. Pangeran Ketiga menatap Jenderal Su dengan pandangan meremehkan, senyuman arogan terukir di bibirnya. Dia tampak yakin bahwa dia memiliki kendali atas situasi ini, bahwa Jenderal Su tidak akan berani melangkah lebih jauh dari yang dia perbolehkan.
Sementara itu, Jenderal Su memandang Pangeran Ketiga dengan tatapan penuh penyesalan dan kepahitan. Dia merasa kesedihan yang mendalam melihat adik perempuannya yang begitu rapuh berada dalam pelukannya. Pandangannya mencerminkan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap Pangeran Ketiga, tetapi juga menunjukkan tekad untuk melindungi adiknya dari ancaman apa pun.
Ketika Pangeran Ketiga memulai percakapan dengan nada merendahkan, Jenderal Su tetap tenang dan terkendali. Dia menjawab dengan suara yang tegas " jendral ini akan merawat adik perempuannya sendiri di rumah."
Pangeran Ketiga merespon dengan ejekan, "Apakah kau punya uang untuk membayar tabib? Ataukah kau akan merawatnya dengan menjual panci dan wajanmu?"
Tapi Jenderal Su hanya tersenyum pahit, mengabaikan ejekan itu dengan hening. "Walaupun jenderal harus menjual segala yang jendral punya, dia tetap bisa merawat adik sendiri tanpa campur tanganmu, Pangeran."
Pangeran Ketiga merasa kebencian mendalam terhadap dirinya sendiri karena telah salah menilai Jenderal Su. Dia merasa marah dan kecewa pada dirinya sendiri karena telah mengira Jenderal Su akan menjadi alatnya untuk mencapai tahta Kaisar. Penilaian buruknya terhadap Jenderal Su telah merugikan rencananya untuk naik ke tahta dengan mulus.
Tapi memiliki reputasi yang baik adalah hal yang sangat penting bagi seseorang yang ingin menjadi Kaisar.Jika dirinya terlibat dalam tindakan atau skandal yang merugikan nama baiknya, itu bisa merusak peluangnya untuk mengambil alih tahta. Oleh karena itu, dia tidak boleh membiarkan istrinya itu , pergi bersama Jenderal Su.
Situasi ini dapat memberikan dampak negatif pada citranya sebagai calon penguasa. Jika isu ini tersebar dan masyarakat mengetahui bahwa istrinya meninggalkan istana , reputasinya bisa hancur. Dia mungkin akan dianggap lemah dan tidak berdaya dalam menjaga istana dan keluarganya.
"Jendral Su, dia sudah menikah dengan pangeran ini, hidupnya sekarang untuk pangeran ini dan mati menjadi hantu pun atas nama pangeran ini. Jangan pernah melewati batasan mu" kata pangeran ketiga .
Segera dia memerintahkan beberapa penjaga mengambil alih, wanita itu dari tangan jendral.
Tapi jenderal tidak bergeming sama sekali dan mengangkat tangannya sehingga para penjaga yang akan bergerak mundur lagi.
Aura yang dikeluarkan oleh seseorang yang sudah membunuh jutaan nyawa benar-benar membuat mereka tidak bisa menahan nafas.
"Jendral....
" pangeran ketiga, jenderal ini Jadi sampah di matamu sekarang.Adik perempuan adalah kelemahan jenderal ini.Kita tidak lagi bisa duduk di dalam kapal yang sama" kata nya dengan tegas.
Wajah nya segera berubah menjadi lembut ketika jatuh pada wajah adiknya.
Jenderal Su tumbuh dalam kemiskinan, lahir dari keluarga petani miskin di desa kecil. Ayahnya meninggal saat dia masih sangat muda, meninggalkan mereka dengan tanggung jawab yang berat. Ibu mereka juga meninggal beberapa tahun kemudian karena penyakit yang tak tersembuhkan, meninggalkan Jenderal Su sebagai yatim piatu yang hanya memiliki nenek dan adik perempuannya.
Dia bergabung dengan militer sebagai seorang prajurit kecil dengan tekad untuk meraih kesuksesan dan melindungi adik perempuannya dari kehidupan yang keras. Di medan perang, pikirannya selalu tertuju pada bagaimana membuat adiknya bahagia. Dalam pertempuran dan pelatihan, dia berjuang keras dan berhasil naik pangkat, menjadi seorang jenderal yang disegani oleh banyak orang.
Namun, sekarang dia merasa keputusasaan dan ketidakberdayaan yang dalam. Di tengah kenyataan bahwa adik perempuannya yang telah menjadi istri sah Pangeran Ketiga menderita, semua prestasi dan kekuatan yang dia peroleh sebagai jenderal seolah-olah menjadi tidak berarti. Pikirannya terus memutar tentang bagaimana adiknya harus menderita bahkan setelah dia berjuang untuk melindunginya dengan segala cara.
" Adikku, aku bertarung melalui medan pertempuran dan naik pangkat demi untuk melindungimu, untuk memberimu kehidupan yang lebih baik. Tapi sekarang, apa gunanya semua itu jika aku tidak bisa menjagamu dari penderitaan ini? Aku telah menjadi seorang jenderal yang kuat, tetapi aku merasa lemah karena tidak bisa menghilangkan penderitaan dari hidupmu. Aku merasa seperti gagal sebagai seorang kakak dan pelindung. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku dengan damai ketika adikku menderita seperti ini? Apa artinya semua ini jika aku tidak bisa memberimu kebahagiaan yang seharusnya kau dapatkan?"
Tatapan Jenderal Su penuh dengan kegelisahan dan rasa tidak puas saat dia terus memikirkan nasib adik perempuannya. Meskipun dia telah mencapai posisi yang tinggi dan memiliki kekuatan dalam dunia militer, tetapi saat ini, hatinya hancur karena tidak bisa memberikan perlindungan dan kebahagiaan kepada orang yang paling dia cintai di dunia.
"Jendral Su, kau ingin membantahku sekarang?"kata pangeran ketiga.
"jenderal ini tidak berani dan tidak akan pernah berani.Tapi jenderal ini selalu mengorbankan nyawa untuk negara dan kali ini tinggal akan mengorbankan pangkat untuk adik ini"kata nya dengan tegas.
"Apa katamu?"
"Pangeran,Aku sudah menuliskan surat pengunduran diri sebagai jenderal ke istana negara.Juga heli untuk adik perempuan ku"
Segera wajah pangeran ketiga memburuk mendengar kata heli.Heli adalah kata lain dari cerai.
Ini sebenarnya bisa dilakukan jika seseorang itu adalah pasangan suami istri bukan Selir.
Tapi sejauh ini bisa disebut tidak pernah ada orang yang melakukan heli terlebih lagi seorang pangeran.
__ADS_1
Jika heli dilakukan sekarang bukankah ambisinya menjadi Kaisar akan mati di sini. Ini artinya jendral sebenarnya akan melawannya secara terang-terangan.
Segera Pangeran ketiga maju dan ingin menghunuskan pedangnya ke arah jenderal su yang masih dalam kondisi tenang.
matanya memerah seakan-akan berdarah begitu banyak padahal lokasi hanya diterangi dengan beberapa lilin yang temaram.
"jenderal apa kau sedang mengancam Pangeran ini?"
Tapi sayang sang jendral sudah pun mengeraskan hatinya. Dia tidak takut tapi terkekeh kekeh.
"Pangeran, Aku bukan jenderal lagi saat ini, aku hanyalah petani miskin yang tidak memiliki akar. Perlu Pangeran ketahui, identitasku sekarang hanya akan menghalangi Pangeran untuk maju sebagai kandidat putra mahkota. Jadi aku ingin mengingatkan Pangeran apakah Pangeran serius ingin mempertahankan adikku di sini atau membiarkan heli?"
latar belakang dari istri sah juga menjadi kriteria tertentu dalam pemilihan calon putra mahkota. ini dikarenakan suatu hari dirinya akan menjadi Kaisar dan tentu saja isi sah akan diangkat menjadi seorang Ratu.
karena itu latar belakang seseorang calon Ratu juga menentukan dalam pemilihan kandidat.
Sekarang jendral su mengundurkan diri, yang artinya dia bukanlah siapa-siapa bahkan tidak memiliki harta di tangannya.
Sebagai seorang jenderal yang pensiun, dia juga harus memberikan token kepemilikan 20.000 prajurit di tangannya.
selain daripada 20.000 prajurit itu jenis mantan jenderal ini tidak memiliki apapun yang bisa diandalkan untuk menjadi tulang punggung adik perempuannya.
Kehadirannya sebagai seorang istri dari pangeran ketiga benar-benar akan menjadi batu sandungan untuknya dalam meraih kursi Kaisar.
Jadi seperti yang dikatakan oleh sang jenderal tidak ada gunanya adik perempuannya itu bertahan di istana pangeran.
"Meskipun itu masuk akal ,tapi heli tidak bisa masuk ke dalam sejarah pangeran ini .Setelah masuk ke rumah Pangeran hanya mayatnya saja yang bisa keluar dari istana ini kau mengerti maksud pangeran ini jenderal?"
Jendral Su sudah memperkirakan jika Pangeran yang licik ini akan mengatakan hal itu. Dia sudah siap lahir dan batin demi adik perempuannya.
dengan begitu dia berkata..
"agar tidak merusak nama baik Pangeran sebarkan berita jika adikku selingkuh dan memberimu topi hijau, atau apapun berita yang Pangeran inginkan agar heli bisa dilaksanakan. Setelah itu ambil selir Zhang menjadi istri sahmu sebagai gantinya. Selain daripada ini tidak ada yang bisa aku persembahkan untuk pangeran ketiga yang agung"
Mendengar perkataan itu, amarah Pangeran ketiga mulai surut lagi. Jika rumor bisa membuat Zhang Mei menjadi istri sahnya, maka kenapa tidak. Bukankah ini artinya membunuh dua burung hanya dengan satu batu.
Dia bisa mendapatkan kesetiaan dari menteri kanan dan juga membuang lintah penghisap darah di sisinya ini.
Tapi...
"apa kau serius ingin , pangeran ini menghancurkan reputasi adikmu sendiri?"setahu Pangeran ketiga jenderal sangat menyayangi adik perempuannya ini dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membahagiakannya.
Tapi sekarang dia rela membuat reputasi adik perempuannya itu buruk hanya untuk pergi dari kediaman istana pangeran.
Segera Pangeran ketiga melihat ke dalam mata jendral ,untuk melihat apakah dia serius atau sedang merencanakan sesuatu yang tidak diketahui.
Tapi sayangnya dia hanya melihat kejujuran di sana.
"Aku akan pergi meninggalkan ibukota malam ini juga"
Implikasinya sang jenderal tidak peduli dengan reputasi buruk karena dia benar-benar akan meninggalkan ibukota dan menjadi seseorang yang tidak dikenali setelah itu.
"Token nya dimana?"
__ADS_1
Jendral Su melepaskan sebuah token khusus di dadanya.Ini adalah token kepemilikan 20 ribu prajurit elit milik nya.Pangeran ketiga benar-benar gembira melihat Token itu sudah ada di tangan .Yang ini artinya dia memiliki 20.000 prajurit dan tiap tiap prajurit itu memiliki 200 orang bawahan lagi.
Prajurit adalah hal yang diperlukan dalam pemberontakan kali ini.
"Untuk sekarang mereka semua tidak bisa digunakan. Aku tidak membayar upah mereka dalam satu tahun ke belakang ini. Lagi pula mereka sekarang sedang tersebar ke beberapa tempat. Untuk mengumpulkan mereka lagi itu memerlukan waktu untuk beberapa bulan paling cepat satu bulan lagi "
Setelah mengatakan itu jenderal su langsung berjalan pergi tanpa dihentikan oleh siapapun.
Surat pengunduran diri dan permintaan heli sudah pun dikirim dan saat ini mungkin sudah dibaca oleh seseorang yang berwenang dalam hal tersebut.
Dia baru saja kecewa dan memutuskan hal ini sebelum datang ke istana, adiknya pasti akan menangis tapi tangisan ini tidak akan berlangsung lama dibandingkan jika dia terus-menerus tinggal di istana pangeran.
Adikku yang malang.
Di tengah gemuruh perasaannya yang penuh dengan berbagai emosi, Jenderal Su keluar dari istana Pangeran Ketiga, membawa adik perempuannya dalam pelukannya. Wajahnya penuh dengan tekad yang bulat, mengarahkan langkahnya ke arah kuda kesayangannya. Dia meloncat ke atas kuda dan membawa adik perempuannya dengan penuh kasih sayang.Kuda itu melaju dengan kencang, menempuh perjalanan menuju ke su mansion, kediaman pribadinya.
Ketika tiba di su mansion, Jenderal Su dengan hati-hati menurunkan diri dari kuda, masih memeluk erat adik perempuannya. Dengan perlahan, dia membawanya masuk ke dalam kamar, memasukkannya dengan lembut ke tempat tidur yang nyaman.
"Panggil Tabib ke sini"katanya dengan lirih.
Pelayan segera pergi untuk menemukan tabib.
 Kemudian, Jenderal Su meminta semua pelayan pergi, meninggalkan dirinya dan istrinya sendirian.
"Aku perlu berbicara denganmu, sendirian"
Istri Jenderal Su merasa hatinya berdebar kencang, tetapi dia mengangguk dan dengan penuh hormat meminta para pelayan untuk pergi. Setelah ruangan benar-benar sunyi, Jenderal Su menatap istrinya dengan tulus.
Aneh sebenarnya seorang gadis yang sudah menikah pulang ke rumah kelahirannya karena itu Chen Li Wen, menyadari jika ada sesuatu yang rumit di balik kejadian ini.
Tapi dia masih menunggu kata kata suami nyam
" Aku sudah membuat keputusan besar, dan aku ingin kau tahu. Aku telah mengundurkan diri dari posisiku sebagai jenderal. Aku berniat untuk membawa adik perempuanku pulang ke kampung halamanku, di tempat kami lahir dan besar. Dia sudah heli dan aku ingin memberinya hidup baru, jauh dari kekacauan dan penderitaan yang terjadi di sini"
"A..apa ,mengundurkan diri?he..heli?"
Istri Jenderal Su merasa terkejut mendengar keputusan ini, dia mengatupkan bibirnya, memandang suaminya dengan penuh keheranan.
"Ya, kami akan bertani lagi untuk hidup.Jika kau mau kita juga bisa heli.Untungnya kita belum punya anak. kau bisa menikah lagi dengan pria yang lebih menjanjikan"Kata nya.
Dia tidak akan menyalahkan istri jika dia tidak mau ikut. tapi yang tidak diketahuinya adalah istrinya sudah tidak memiliki harapan lagi di rumah kelahirannya. mereka sudah marah dengan jenderal yang mau obrak-abrik rumahnya tempo hari. karena hal itu dan ditambah dengan pengembalian hadiah membuat keluarga kelahirannya bangkrut.
apalagi dia juga menyadari jika selama ini dia benar-benar menjadi sapi perah untuk keluarga tersebut tanpa ada kasih sayang di dalamnya.
Jadi dia langsung memutuskan hidup dan matinya adalah untuk suami tercinta dan mereka harus membina hubungan mereka sejak awal Meskipun tidak menjadi sekaya saat ini.
Baik juga menjadi petani karena tidak perlu mengkhawatirkan jenderal yang pergi bertarung setiap harinya di medan perang.
"Aku akan ikut denganmu, di manapun kau pergi. Aku menikahi seorang jenderal, tapi lebih dari itu, aku menikahi seorang pria yang aku cintai. Kehormatan dan status bukanlah segalanya bagiku. Aku ingin bersamamu, menghadapi apapun bersama-sama. Meskipun kita harus menjadi warga desa, aku tidak peduli. Yang penting, aku bersamamu"
jenderal menatap ke arah Chandelier dengan pandangan heran dan bertanya sekali lagi apa kau serius ingin mengikuti walaupun hanya menjadi seorang petani? akan ada kesulitan makan dan juga tidak akan pernah memiliki pakaian bagus seperti sekarang. Sebaiknya kau pikirkan lagi jangan asal bicara" kata jenderal meminta kepastian.
"tidak perlu memikirkan lagi, jika kita menjadi petani,kau tidak akan pernah berpikir untuk memiliki selir hahaha"jawab istrinya dengan tertawa.
__ADS_1
Segera wajah jenderal memerah dan dia setuju dengan ide itu .Padahal selama ini dia tidak pernah mengambil seorang selir pun meski memiliki banyak uang.
Toh dia tidak punya waktu untuk dihabiskan dengan wanita, karena sibuk dengan urusan perbatasan dan keamanan negara.