
Di tengah ranjang yang sederhana, Zhang Mei berbaring dengan perasaan campur aduk setelah mendengar kabar kehamilannya. Ranjangnya terbuat dari kayu yang halus dan dilapisi dengan seprai sutra berwarna lembut yang memberikan sedikit sentuhan kemewahan. Di sampingnya, terdapat sebuah meja kecil dengan lampu minyak yang memberikan cahaya lembut di ruangan itu.
"Aku hamil tapi pengeran ke tiga tidak pulang? tapi apapun terjadi aku harus melahirkan seorang Putra untuk pangeran ketiga hehehe dan ini adalah putra pertamanya"gumam zhang Mei.
Dia mengelus perutnya yang masih rata. apapun yang terjadi harapannya sekarang terletak ke atas pundak bayi yang belum lahir.
"kau harus jadi laki-laki, laki laki Hem. jangan kecewakan ibu " bisik nya lagi.
Saat itu pelayan budak maharnya datang dengan seorang pelayan lain di belakang nya, mereka masuk dengan langkah hati-hati dan membungkuk hormat kepada Zhang Mei. Ia membawa sekeranjang buah yang dikemas dengan indah. Buah-buah segar itu menghiasi keranjang dengan warna-warni yang menarik perhatian.
Pelayan budak itu meletakkan keranjang buah di atas meja kecil di dekat ranjang Zhang Mei. Di sampingnya, ia menggenggam segulung kain sutera berwarna biru dengan motif bambu. Kain tersebut terlihat halus dan berkilau, menunjukkan keindahannya yang khas.
" selir, budak ini datang membawa hadiah ucapan selamat dari Putri Pangeran ketiga. Ia mengirimkan ini untuk mengucapkan selamat atas kehamilan selir"
"Hem jadi apa rasanya sekarang hahaha "pikir zhang Mei di dalam hati. mereka menikah hanya selang 7 hari tapi rupanya dia yang hamil terlebih dahulu bagaimana sekarang rawat wajah Putri Pangeran ketiga.
Zhang Mei tersenyum lembut sambil memandangi hadiah yang diberikan. Ia merasa sangat senang atas hadiah yang diberikan oleh Putri Pangeran ketiga.
Senang mengejek tentunya.
" Sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan saya kepada Putri Pangeran ketiga. Selir akan menghargai hadiah ini." kata nya tanpa ragu.
"Tentu, Selir, budak akan menyampaikan pesan tersebut"
Pelayan budak itu kemudian meninggalkan ruangan dengan hati-hati, meninggalkan Zhang Mei sendirian dengan hadiah yang diberikan.
Ia merenung sejenak tentang arti dari hadiah tersebut dan harapannya untuk masa depannya yang semakin mendekati.
Tidak mungkin ada hal baik dari Putri pangeran ketiga.
"Paria,buang semuanya cepat" kata zhang Mei yang membuat pelayan budak mahalnya terkejut.
Seolah-olah tahu apa yang dipikirkan oleh pelayan budaknya ini dia menatap pelayan itu sebelum berkata lagi.
"sejak kau menjadi pelayan maharku Kau harus tahu tentang ini. tidak akan ada persahabatan antara selir dan istri sah. Dia belum hamil sedangkan aku sekarang dalam kondisi ini, bagaimana mungkin dia tidak melakukan beberapa trik untuk melukai bayi yang belum lahir ini?"
Pelayan budak yang tadinya terkejut tiba-tiba membelalakkan matanya dan mengerti apa yang dimaksudkan oleh Selir zhang.
Zhang Mei: "Panggil semua budak di sini."
Pelayan budak mendengar perintah Zhang Mei dan segera pergi memanggil budak-budak yang ada di dekatnya. Beberapa saat kemudian, beberapa budak berkumpul di depan Zhang Mei, menanti perintah selanjutnya.
"Selir ini telah memutuskan untuk membuang atau membakar hadiah ini. Siapa pun di antara kalian yang ingin mengambilnya, silakan lakukan"
Beberapa budak langsung berpindah-pindah mendengarnya, mungkin para bagi para bangsawan sekeranjang buah adalah hal yang tidak berharga .Tapi bagi para budak itu adalah hal yang bahkan tidak bisa mereka mimpikan ketika tidur.
lihat juga kain yang ada di sana itu sangat cantik, uh bolehkah.
"Selir,keranjang ini begitu cantik. Apakah kami juga harus membuangnya?""kata pelayan mahar Zhang Mei.
bisa saja buah itu sudah direndam dengan racun sebelumnya tapi dan juga kain diperlakukan dengan cara yang sama tapi tidak mungkin keranjang itu diperlakukan dengan cara sedemikian kan.
Sayang sekali jika keranjang cantik ini dibuang.
Zhang Mei melirik ke arah keranjang buah yang diletakkan di meja kecil di dekatnya. Ia memperhatikan dengan cermat dan kemudian menganggukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa membiarkan keranjang buah itu di sini. Keranjang itu mungkin masih bisa digunakan untuk tujuan lain di masa depan."
__ADS_1
Pelayan budak dengan hati-hati mengangkat keranjang buah dari meja kecil di samping Zhang Mei. Keranjang tersebut terbuat dari rotan yang halus, dengan anyaman yang rapi dan kuat. Bentuknya bulat dengan ukuran yang cukup besar, memberikan ruang yang cukup untuk menampung sejumlah buah-buahan.
Ketika pelayan budak meninggalkan ruangan, ia kembali dengan keranjang buah yang sama. Kali ini, keranjang yang ia bawa terlihat berbeda. Terlihat jelas bahwa keranjang ini telah dihiasi dengan benang jarum yang halus, membentuk motif-motif yang rumit dan indah. Pernak-pernik kecil seperti manik-manik dan hiasan kain juga terlihat di sekitar keranjang, memberikan kesan yang lebih anggun dan mewah.
Ketika pelayan budak kembali dengan keranjang yang telah dihiasi dengan benang jarum dan pernak-pernik, Zhang Mei memandangnya dengan rasa kagum. Ia memperhatikan dengan seksama setiap motif dan hiasan yang terdapat di keranjang tersebut. Bentuknya yang bulat dan ukurannya yang cukup besar memberikan kesan mewah dan eksklusif.
"Keranjang ini benar-benar indah. Setiap detailnya begitu teliti dan menakjubkan. Letakkan keranjang itu di sana."
Pelayan budak dengan hati-hati meletakkan keranjang buah yang telah dihiasi dengan benang jarum dan pernak-pernik di sisi lain ruangan, menampilkan keindahannya dengan bangga. Zhang Mei mengagumi keranjang tersebut, menyadari bahwa itu adalah hadiah yang "luar biasa" dari putri Pangeran ketiga.
"Keranjang ini mungkin memiliki kegunaan yang berbeda sekarang"
Zhang Mei sedang hamil sekarang jadi dia bisa mencoba untuk merajut pakaian bayi mulai saat ini. Mari kita mulai dengan kaos kakinya terlebih dahulu.
Pelayan budak memposisikan keranjang dengan penuh kehati-hatian, meletakkannya di tempat yang terlihat. Zhang Mei senang melihat keindahan keranjang buah tersebut terus bersinar, meskipun isinya telah diganti dengan benang jarum dan pernak-pernik.
Pelayan budak itu memberikan senyum penuh kerendahan hati kepada Zhang Mei, kemudian meninggalkan ruangan dengan rasa bangga karena berhasil memenuhi keinginan tuannya.
Sementara itu para budak yang menerima hadiah membagi jarahan mereka sama banyak.
berbicara tentang kemungkinan ada racun di dalam kain itu mereka tidak perlu repot rebus saja beberapa kali pakaian itu dan jemur dengan sinar matahari yang terik.
Sementara buah ,tusuk saja dengan jarum emas. Jika memang beracun maka itu bisa dibuang jika tidak beracun maka makan saja.
Rezeki.
alhasil setelah menusuk keseluruhan buah tadi tidak satupun yang dikatakan beracun.
Pelayan mahar dari Zhang Mei melihat itu dan menggelengkan kepala .Dalam pikirannya dia hanya berkata jika selir yang sebenarnya terlalu khawatir.
"Hem nggak ada drama dong mah kayaknya nggak beracun buahnya juga, ckckck" kata Zhang Fei yang saat ini duduk di dalam istana kecilnya.
("Uh say , dramanya tuh sebenarnya ada di sini. bagaimana mungkin Putri Pangeran ketiga itu berbaik hati mengirimkan hal-hal terbaik untuk saingan cintanya.Hehehe")
Awalnya Zhang Fei sudah ingin tidur dan menarik selimutnya, mendengar kata-kata dari sistem dia duduk lagi dan merasa tertarik.
Sebenarnya drama itu ada di mana sih.
("Nah kepo kan hahaha , jadi gini say. Putri Pangeran ketiga sebenarnya sudah pun berpikir jika hadiah ini akan ditolak oleh selir Zhang. Jadi dia mengubah strategi jitu. racun tidak akan disematkan pada buah ataupun pakaian tapi justru pada keranjang itu")
Keranjang dari rotan yang telah direndam dengan ramuan racun memiliki tampilan yang sama seperti keranjang biasa. Anyaman rotan yang rapi dan kuat masih terlihat jelas, memberikan kesan bahwa itu adalah sebuah keranjang biasa-biasa saja. Namun yang tidak terlihat oleh mata adalah proses perendaman keranjang dalam ramuan beracun yang dilakukan dengan cermat.
Ramuan yang digunakan dalam perendaman keranjang tersebut adalah ramuan yang dirancang khusus untuk tujuan jahat. Ramuan ini terdiri dari campuran bahan-bahan berbahaya, yang disuling dan dikombinasikan secara hati-hati untuk menciptakan efek racun yang rendah. Tujuan utama ramuan ini adalah untuk menyebabkan keguguran pada wanita hamil jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.
Ramuan tersebut terdiri dari berbagai bahan herbal dan mineral yang dihancurkan menjadi bubuk halus. Beberapa bahan yang mungkin digunakan dalam ramuan ini adalah daun tumbuhan beracun, akar-akaran langka, dan mineral yang memiliki efek abortif. Campuran bahan-bahan tersebut kemudian direndam dalam larutan khusus yang dapat meresap ke dalam serat rotan.
Keranjang yang telah direndam dalam ramuan tersebut tampak seperti keranjang biasa dengan warna alami rotan yang khas. Tidak ada perubahan warna atau tekstur yang mencolok yang dapat mengindikasikan adanya ramuan berbahaya. Karena sifat racunnya yang rendah, tidak ada aroma yang dapat tercium atau rasa yang dapat dirasakan.
Meskipun keranjang itu terlihat seperti karya seni yang indah dan tidak mencurigakan, namun di dalamnya tersembunyi bahaya yang dapat mengancam nyawa.
"Wow amazing banget kan. Maksudnya semakin lama keranjang itu di dalam kamar maka kemungkinan yang keguguran akan semakin besar?"
("Ya say,uh makin pinter aja sejak bergaul sama mama hahaha")
Zhang Fei merinding sendiri mendengarnya .Bagaimana mungkin seorang wanita tega melakukan hal sekeji itu pada wanita lain. Bukankah mereka sama-sama menderita di sini. Yang disalahkan bukanlah sesama wanita tapi laki-laki yang serakah dengan wanita itu yang perlu disalahkan.
Coba saja kalau mereka itu menikah dengan satu wanita tentu tidak ada kecemburuan yang keterlaluan seperti ini.
__ADS_1
"Mah apakah kita harus memperingatkan Zhang Mei tentang ini? biarkan dia membuang keranjang itu jauh-jauh?" bisik zhang Fei.
Memikirkan itu saja dia jadi mengelus perutnya sendiri.
Sejak dirinya aku dengan apa manfaat pangeran dia tidak lupa meminta resep KB.
Mungkin Itulah sebabnya dia tidak hamil sampai saat ini.
Bukan tidak bisa tapi tidak mau.
Lagian berapa sih umur dari tubuh ini, tiga bulan lagi baru tujuh belasan. Belum cocok untuk hamil dan memiliki anak.
("Hei Mama bukan asisten yang bisa memberikan saran ataupun sebuah peringatan. Itu semua terserah tuan rumah. tapi jika dipikir-pikir lagi apakah saat ini tuan rumah terjangkit penyakit Paman pangeran?")
"Eh..aku...
Zhang Fei ingat bagaimana paniknya Paman Pangeran ketika mengetahui saat ini Kaisar sedang mengalami keracunan.
Itulah kenapa dia buru-buru pergi secara pribadi untuk mencari bahan tersebut.
Padahal Kaisar juga sudah berlaku tidak adil pada dirinya sehingga Paman Pangeran sendiri terpaksa bersembunyi dari topeng pria bodohnya.
Apakah perilaku seperti itu memang berjangkit, tidak kan.
"Ya kalau begitu udahlah jangan masuk campur dalam hidup orang. lagian menjadi istri ataupun selir saat ini benar-benar harus bertarung. dan pertarungan seperti itu tidak akan pernah selesai sampai mati, ckckck" kata zhang Fei.
Zhang Fei benar-benar tidak ingin dipusingkan dengan masalah yang dialami oleh kakak perempuan tertuanya itu.
Lebih baik tiduran cantik untuk membangun besok pagi.
Bukannya dia tidak mau menolong tapi ini adalah kali pertama dan pasti akan ada yang kedua dan ketiga kalinya setelah itu
Apakah bisa zhang Fei terus-menerus menolongnya.
Bukankah pergi ke rumah Pangeran ketiga adalah mimpi dari zhang Mei sendiri dan juga kehendak dari menteri kanan.
Seseorang harus bertanggung jawab tentang pilihannya sendiri bukan.
Contohnya dengan Zhang muhua.
Zhang Muhua sekarang bergelar seorang istri sah yang tinggal di perbatasan bersama suaminya. Dia menikmati kehidupan sederhana namun bahagia.
Meskipun suaminya adalah seorang penjaga pintu gerbang di perbatasan, mereka hidup dengan penuh kecukupan. Zhang Muhua memiliki tiga toko kecil yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka tidak pernah kekurangan uang.
Meskipun kehidupan mereka sederhana, Zhang Muhua merasa puas dan bahagia dengan apa yang mereka miliki. Kedekatan dengan suaminya dan kebersamaan di perbatasan memberikan kedamaian dan kebahagiaan yang tak ternilai baginya. Mereka saling mendukung dan mencintai satu sama lain, menciptakan ikatan keluarga yang kuat.
Setiap hari Zhang Muhua bersama suaminya melihat matahari terbit di perbatasan, dengan pemandangan perbukitan yang hijau dan alam yang indah di sekelilingnya.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di sekitar perbatasan, menikmati keindahan alam dan udara segar yang mengisi paru-paru mereka.
Kehadiran toko-toko kecil Zhang Muhua memberikan kesibukan dan kegiatan sehari-hari yang menyenangkan. Ia bertemu dengan berbagai pelanggan dan tetangga, berinteraksi dengan mereka dalam suasana yang akrab dan hangat. Meskipun tidak menjadi orang kaya, mereka hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur, menikmati kebahagiaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Kabar kehamilan Zhang Muhua yang telah mencapai usia 4 bulan belum dikirimkan ke ibukota.Yang jelas mereka memilih untuk menikmati momen ini secara pribadi di tengah kedamaian perbatasan. Zhang Muhua sangat bersemangat dan penuh harapan menghadapi kehadiran bayi yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.
Dalam kehidupan sederhana dan cinta yang tulus, Zhang Muhua dan suaminya menemukan kebahagiaan yang tak ternilai. Mereka menghargai kehidupan di perbatasan sebagai anugerah dan mampu menciptakan kebahagiaan dalam hal-hal yang sederhana.
Kau tahu kawan, sebenarnya untuk bahagia itu adalah sederhana.
__ADS_1
Selalulah bersyukur tentang apa yang kau miliki saat ini. Dan ingat jangan pernah serakah dengan milik orang lain.
Ya kan.