
Di tengah taman yang luas dengan sebuah danau buatan yang tenang. Di tepi danau, terdapat bangku marmer putih yang nyaman untuk duduk bersantai. Di atas bangku tersebut, Zhang Fei duduk dengan anggun, menikmati keindahan alam yang mengelilinginya.
Zhang Fei mengenakan pakaian ala putri istana dengan gaun panjang berwarna pastel yang lembut. Rambutnya yang hitam mengalir panjang, dihiasi dengan bunga-bunga kecil yang segar. Dia terlihat anggun dan memancarkan pesona keanggunan.
Di sebelahnya gadis Persik yang setia mendampinginya. Gadis persik mengenakan pakaian tradisional Cina dengan warna yang cerah, mencerminkan keceriaan dan kesegaran. Dia berdiri dengan postur yang baik, siap untuk melayani dan memenuhi kebutuhan Zhang Fei.
Di sekeliling mereka, terdapat pepohonan yang rimbun dan berbunga, memberikan suasana yang sejuk dan menenangkan. Bunga-bunga yang indah bermekaran di sekitar taman, menghiasi pemandangan dengan warna-warni yang menakjubkan.
Zhang Fei duduk dengan nyaman, menikmati keheningan taman yang damai. Sinar matahari senja yang lembut mulai turun, memberikan sentuhan keemasan pada suasana taman.
Suasana hati zhang fei sedikit tidak nyaman, mungkin dikarenakan Paman pangeran tidak kembali ke kediaman hampir satu minggu setelah acara pernikahan pangeran ketiga kemarin.
Paman pangeran juga tidak datang ke acara pernikahan zhang Mei dengan alasan kondisinya sedang tidak memungkinkan.
Tapi sebenarnya pada hari itu Paman pangeran sudah disibukkan dengan segala sesuatu yang tidak diketahui oleh zhang fei karena sistem tidak mampu menjangkau dirinya.
Biasanya mereka akan sering berdebat di taman ini tapi setelah satu minggu berlalu pada akhirnya zhang fei menyadari jika ada sesuatu yang kurang di sini tanpa kehadirannya.
"Putri"Sapa penjaga satu pada zhang Fei.
Zhang Fei mengangkat kepalanya sedikit dan bertanya dengan matanya.
"Putri ada berita dari ketua satu"katanya.
"Oh tunggu sebentar "kata zhang Fei.
Mungkin karena dia lebih sering bersama paman pangeran dan juga sering berpikir tentang masalah bisnis. Jadi dia melupakan sebentar tentang keberadaan pavilion anggrek.
selain dari rutinitasnya setiap pagi, menulis jawaban dari sebuah pertanyaan. Dia tidak ada hubungannya lagi dengan pavilion anggrek.
Adapun keuntungan sudah mulai bisa diterima sejak bulan kemarin. Itupun sudah dipotong dengan pembiayaan beberapa anggota yang ingin kembali menjadi pedagang.
Keuntungan bersih dari Paviliun anggrek ini disimpan langsung oleh zhang fei ke dalam rumah kostnya. Karena itu pembukuannya bahkan tidak akan pernah ditemui oleh siapapun juga di istana kecil ini.
Diyakini keuntungan ini akan berlipat ganda jika semua pedagang yang direkrut dari mantan pengemis ini. Sudah bisa menghasilkan keuntungan mereka masing-masing.
"Mama bagaimana dengan situasi Paviliun anggrek hari ini. tidak biasanya pak ketua 1 meminta bertemu"kata zhang Fei.
Ketika di tanya , barulah Sistim menjawabnya.
("selain dari keuntungan yang akan dikemukakan oleh ketua 1 ini juga tentang masalah keamanan di dalam partai sendiri. Sampai saat ini belum ada satu orang pun yang berhasil menjadi ketua dalam kelompok partai pengemis karena tidak ada yang bisa mengembangkan teknik dari keseluruhan jurus pengemis tersebut.")
"Ya Mama kenapa sih sulit banget untuk mereka semua pelajari jurus tersebut?" kata zhang Fei kesal.
("Sayang saat ini kita berada di sebuah negara yang menghargai sastra daripada seni kungfu. jadi jurus itu salah alamat")
"eh begitu kah? tapi aku melakukan ini karena partai pengemis juga memerlukan orang kuat yang menjadi dukungannya. lihat saja keberadaan para penjaga bayangan yang mereka semuanya adalah orang-orang ahli di bidang itu"
("Hem jelas saja mereka beda sayang penjaga bayangan itu memang sudah dilatih dari kecil dan mereka sudah dipilih dari benih-benih yang terbaik juga")
("beda lah kan ,say daripada pengemis yang tidak memiliki bibit dan bakat tentang seorang legenda kungfu.Ahh sejak kapan ada tuan rumah yang sebego ini")
"His mama "
("Sorry say hehehe ")
sistem kembali ke topik pembicaraan.
Dikatakan permintaan ini didasarkan dari pria tua itu yang ingin memberikan keuntungan bulan ini .Tapi juga ingin melaporkan juga Mereka melihat indikasi jika pavilion anggrek sudah mulai dimata-matai oleh seseorang yang tidak dikenal.
"Ahh Mama kalau ada masalah mendesak seperti ini kenapa nggak bilang aja sih?" kata zhang Fei.
Ada orang yang sedang memata matai tapi dan anggrek.
"apakah mama bisa menelusuri siapa orang itu?"
("Sayang kamu jelas sudah meremehkan mama ya. tapi tidak apa-apa dengarkanlah sendiri")
sistem mulai mengatakan nama seseorang dan orang ini adalah penjaga bayangan. jika ditelusuri lagi Sebenarnya ini arah penjaga bayangan milik pangeran kedua.
Dikatakan pangeran kedua juga memiliki koneksi tersendiri untuk mencari informasi. Meski begitu informasi yang didapatkan tidak akan sebanding dengan apa yang diberikan oleh pavilion anggrek.
__ADS_1
"Hem pangeran ke dua ya?"pikir nya.
Pada saat ini penjaga satu masih saja berlutut dengan patuh menunggu perintah dari zhang fei tapi setelah hampir 20 menit berlalu zhang Fei sendiri tidak berbicara.
Tentu saja ini karena dia sedang berbicara dengan sistemnya .Tapi pada pandangan penjaga satu dan gadis Persik , zhang Fei sedang memikirkan sebuah strategi bagus untuk Paviliun anggrek.
"Penjaga satu, hubungi penjaga bayangan dari sisi Paman pangeran . lalu berikan surat ini kepadanya langsung"karena perintah ini pendek dan juga padat tidak perlu menggunakan tangan gadis persik untuk menulisnya.
Sebuah kertas diberikan kepada penjaga satu dan penjaga ini langsung mengerti apa yang harus dilakukan.
Seorang penjaga bayangan harus dibereskan oleh penjaga bayangan juga. Itulah lawan yang seimbang untuk penjaga bayangan tersebut.
"katakan pada ketua 1 semuanya akan beres. ketika kembali bawakan juga semua keuntungan bulan ini kepada putri ini"Kata zhang Fei lagi.
Penjaga bayangan ini mengganggu kepala dan langsung pergi meninggalkan lokasi taman.
Tidak perlu ditata lagi dikatakan lagi jika berjaga ini tahu apa yang harus dilakukan.
Namun begitu sister lagi-lagi dimarahi oleh Zhang Fei karena dia memang benar-benar tidak amanah sama sekali.
Sudah dikatakan berkali-kali jika ada sesuatu yang mengganggu dan hal itu penting, maka katakan saja tanpa perlu diminta.
Sudahlah dia adalah sebuah sistem hanya bisa mengintip .Tapi juga sebuah sistem yang keras kepala dan tetap berpegang teguh pada peraturan yang tidak fleksibel.
Di sisi lain selagi selfie sedang memarahi sistemnya. penjaga bayangan yang dimaksudkan oleh sampe tadi sudah pun mendapatkan surat yang diberikan langsung oleh penjaga satu.
Begitu penjaga satu pergi ,dia langsung membuka kertas itu dan membuka isinya.
Dalam surat itu dikatakan dia harus menemukan penjaga bayangan yang berada di sekitar pavilion anggrek dan membawanya ke istana kecil.
Semakin banyak penjaga bayangan yang bisa ditangkap maka itu semakin baik.
Penjaga bayangan ini adalah penjaga bayangan dari Paman pangeran yang diletakkan di depan rumah untuk mengawasi istana kecil.
Dia mengerti apa yang harus dilakukan jadi dia membawa beberapa penjaga bayangan lain dan bergegas pergi ke Paviliun anggrek.
Meskipun demikian tidak ada pergerakan dari sisi penjaga bayangan papan pangeran ini hanya saja sistem terus-menerus diminta untuk memantau pergerakan dan mereka dan harus memberitahu jika pertarungan akan dimulai.
("yuhu.. putri mau dengar nggak pertarungan malam ini?")
"hah pertarungan apa Mam,a apakah penjaga bayangan dari Paman pangeran itu sudah menemukan lawan mereka?" kata zhang Fei.
Untung saja dia belum tertidur dan masih memikirkan tentang Paman pangeran yang jauh di mata. Sekarang ada kisah baru yang lebih layak untuk didengar.
Meskipun tidak bisa melihatnya secara langsung tapi membayangkan adegan ini sama seperti kita mendengar siaran radio yang menceritakan kisah pertarungan seru kan.
Ya lumayanlah untuk buat hiburan, sambil menunggu suami pulang Hahaha.
"Oke nah tuh ,Dalam adegan yang gelap dan misterius, dua penjaga bayangan berhadapan dalam pertarungan tanpa kata-kata ,is mantap benar ")
Dalam seragam hitam mereka yang melengkapi kegelapan malam, mereka bergerak dengan kecepatan dan keahlian yang luar biasa. Tidak ada suara yang terdengar selama pertarungan, hanya suara langkah-langkah ringan mereka yang menyelinap dan hembusan angin yang melintas.
"stop dulu mah stop, emang ada berapa kelompok sih bertarung malam ini?"
("aduh say orang itu lagi enak-enaknya melihat orang bertarung, kok pakai nanya gitu sih ya dengar aja lah, kan ckckck ")
"Oh oke, Ayo lanjutkan "
Pertarungan ini dimulai di dalam rumah, di lorong-lorong gelap yang penuh dengan bayangan. Kedua penjaga bayangan saling berhadapan, melancarkan serangan dan gerakan akrobatik dengan gesit. Mereka bergerak dengan kecepatan kilat, menghindari serangan dan menyerang dengan pukulan dan tendangan yang presisi.
("uf bahaya banget, Tapi anehnya mereka nggak mengeluarkan suara apapun Lo,tuh liat. genteng pun nggak menimbulkan suara hebat nggak tuh")
Di atas genting yang licin. Kedua penjaga bayangan melompat dan berputar di udara, saling mengejar dan berusaha menjatuhkan satu sama lain. Di antara loncatan dan gerakan akrobatik mereka, mereka tetap diam, tidak mengeluarkan suara sekalipun.
Ketika pertarungan mencapai puncaknya, kedua penjaga bayangan jatuh dari atap rumah, mendarat dengan keras di tanah.
("Ups sakit banget itu!")
"mati apa hidup Mah?"tanya zhang Fei yang juga penasaran.
("ya masih hidup lah orang juga masih bertarung kok")
__ADS_1
"Ohh lanjutkan "
Mereka terus bertarung dalam pertarungan yang berkecamuk, menggulung, menendang dan saling memukul dengan kecepatan yang tak terlukiskan.
Tiba tiba salah satu dari penjaga bayangan berhasil mematahkan pertahanan lawannya dan mendaratkan serangan terakhir yang menghantam dengan keras.
Pihak yang kalah jatuh pingsan, tetapi tidak ada yang mati dalam pertarungan ini.
"Eh dari mana Mama tahu orang itu pingsan tidak mati?" tanya zhang Fei heran. Emangnya sistem bisa mendengar suara detak jantungnya, itu tidak mungkin kan.
("his jadi tuan rumah kau bodo amat tuh dadanya masih turun naik kan artinya hidup tuh")
"Oh. Iya ya, lanjut mah"
Dalam adegan pertarungan lain di lokasi yang sama, kedua penjaga bayangan lain juga sedang bertarung. Kali ini dengan senjata pedang yang mereka kuasai dengan sempurna. Dalam suasana yang sama gelap dan misterius, mereka memasuki pertarungan yang memukau.
"Mah tunggu dulu, bisa nggak Mama jelasin ,itu jurus apa yang mereka pakai?"tanya zhang Fei yang gemes mendengarnya.
Apa mereka memakai jurus pedang dari timur atau jurus pedang maut dari neraka.Wui apa pertarungan mereka masih sedikit mirip dengan adegan di dalam film ya.
Sayang sekali zhang Fei tidak bisa melihat tapi hanya bisa mendengar.
("sayang jelasin itu nanti aja bisa kan. Sekarang kan ini lagi asik-asiknya ntar ketinggalan adegan terbaiknya kan sulit jelasin lagi ")
"Oh oke "
Sistem yang lagi ogah-ogahan langsung melanjutkan pembicaraannya seperti siaran radio saja lainnya.
zhang Fei juga tidak ingin mengganggu sistem lagi .Tapi dia bersikeras agar sistem memberikan sedikit musik agar membuat pembicaraannya itu menjadi lebih mendebarkan.
Tapi sistem lagi-lagi mencibir nya dan mengatakan ,dia tidak memiliki aplikasi musik.
Dengan begitu zhang fei resmi tutup mulut.
Dengan pedang mereka yang berkilauan di tangan, kedua penjaga bayangan saling berhadapan. Gerakan mereka yang elegan dan lincah mengisi udara, pedang mereka berdenting dengan suara yang memecah keheningan malam. Setiap gerakan dan serangan dilakukan dengan presisi yang menakjubkan, menguji ketangkasan dan ketepatan mereka.
("Uh gerakan bagus, Hem pukul dia ,hahaha bagus ,mati kau mati hahaha")
Zhang Fei ???
Mereka sekarang sedang berputar dan meloncat, bergerak dengan cepat dan lincah di antara hembusan angin malam. Pedang mereka saling beradu, menciptakan percikan api saat besi bertemu besi. Keterampilan mereka dalam seni bela diri pedang ini terlihat jelas, dengan gerakan yang tampak seirama dan harmonis.
("Ihh bunyi pedang dan kilatan pedang itu benar-benar mendebarkan sekali,say. Jika putri bisa melihat mungkin kau juga akan bergidik seperti mama")
("ini benar-benar hanya suara dari pedang saja say mereka sama sekali tidak membunyikan suara apapun termasuk dengan "ah" atau "uh"atau "eh". Hebat banget kan mereka itu benar-benar berbakat dalam bertarung, ckckck ")
Tidak ada suara yang keluar dari bibir mereka saat mereka saling menantang, tetapi tatapan mata mereka penuh dengan intensitas dan ketegasan. Gerakan mereka seolah terjadi dalam keheningan sempurna, hanya diiringi oleh suara langkah-langkah mereka yang tegas dan berirama.
Pertarungan berlanjut di seluruh lokasi, dari dalam rumah hingga ke atap dan kembali ke tanah. Mereka memanfaatkan setiap ruang dan posisi dengan cerdik, bermain-main dengan bayangan yang diciptakan oleh cahaya bulan.
("Ups darah putri, darah tuh.Yang satunya sudah mulai berdarah ,ups bau darah di sini mulai membuat Mama pengen muntah")
Zhang Fei memutar matanya dan mencibir di dalam hati. Emangnya sistem bisa muntah? cis dasar sistem tidak tahu diri.
Di lokasi pertarungan percikan darah mulai terlihat diantara serangan mereka yang mematikan. Kedua penjaga bayangan ini memperlihatkan keahlian yang sama-sama mengagumkan dalam seni bela diri pedang, menyuguhkan aksi-aksi yang penuh dengan ketegangan dan keindahan.
Akhirnya, setelah pertarungan yang sengit dan penuh dengan ketegangan, salah satu dari mereka berhasil melancarkan serangan akhir yang menghancurkan pertahanan lawannya. Lawannya terpaksa menyerah di hadapannya, kehabisan tenaga dan tidak mampu melanjutkan pertarungan.
("aahh selesai.fuih akhirnya selesai sudah, hahaha Putri kita menang putri, tadinya yang pergi sebanyak 22 orang penjaga bayangan yang mengawasi paviliun anggrek. tapi setelah pertarungan panjang sebenarnya mereka hanya ada 18 orang lagi")
("sayang sekali menghabiskan komoditas seperti itu dengan sia-sia kan, putri?")
Zhang Fei. ???
("Putri? Ahh Putri kamu tidur? ah Jadi untuk apa aku tadi capek-capek menjelaskan seperti ini Dasar tuan rumah yang tidak tahu bersyukur")
Sistem susah payah menjelaskannya tapi pada dasarnya sampai saat itu sudah pun tertidur.
Gimana mungkin sistemnya tidak marah ,untung tuan rumah jika tidak..
Hadei .
__ADS_1