
Di tengah gemuruh kegembiraan dan musik yang riang, arak-arakan dari pihak pengantin laki-laki tiba di rumah pengantin perempuan Zhang Mei .Hari ini dia akan resmi memulai kehidupan barunya sebagai selir. Ini dipenuhi dengan warna-warni dan semaraknya perayaan pernikahan.
Bersama iring-iringan itu ada sebuah tandu pernikahan yang dibawa bersama.
Tandu pernikahan yang indah, meski tidak berlebihan, dipimpin oleh beberapa pelayan berpakaian khas Cina kuno dengan kostum yang elegan.
Tandu tersebut terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kain merah muda yang lembut, dihiasi dengan bordiran emas dan sulaman yang halus. Di bagian atap tandu tergantung payung tradisional dengan hiasan bunga dan pita berwarna cerah, melambangkan keindahan dan harapan dalam pernikahan.
Jika ini adalah pernikahan warga biasa ini sudah pandu yang paling bagus tapi mengingat kondisi dari menteri kanan ini benar-benar membuat mereka kehilangan muka.
dalam hal ini menteri kanan sendiri melihat tandu itu dan mengeluskan dadanya.
Siapa yang menyangka Jika putri yang diharapkan menjadi seorang istri resmi yang akan membuat kediamannya bangga sekarang direkrut menjadi seorang selir saja.
Saat tandu pernikahan tiba di rumah Zhang Mei, terdengar suara meriah dan sorakan dari para hadirin yang telah menanti kedatangan pengantin wanita.
Pintu rumah dibuka lebar, dan Zhang Mei keluar dengan bersemangat dan penuh harapan. Mengenakan pakaian pernikahan yang indah berwarna merah pucat dia tampak anggun dan cantik. Gaun pengantinnya terbuat dari kain sutra berkualitas tinggi yang dibordir dengan motif bunga-bunga yang halus dan mempesona.
"pengantin silakan masuk ke dalam tandu"
inilah perbedaan pernikahan selir dan pernikahan seorang istri mereka tidak perlu menghormati orang tua dan juga langit beserta bumi.
Terkadang memang masih ada orang yang melakukan ini tapi situasinya berbeda karena pangeran ketiga tidak hadir di sini.
Inilah yang menunjukkan yang dia nikahi sebenarnya adalah selir bukanlah istri.
Pada pernikahan yang akan digendong oleh saudara laki-lakinya ketika masuk di dalam tandu tapi, karena Zhang Mei menikah sebagai selir hal ini tidak perlu dilakukan.
Ada beberapa rutinitas yang dipotong karena posisinya sebagai selir tadi.
Saat Zhang Mei memasuki tandu pernikahan, para pelayan dengan penuh keceriaan mengangkat tandu dengan hati-hati. Mereka bergerak perlahan-lahan melintasi pekarangan rumah yang dihiasi dengan bunga-bunga segar dan lampion-lampion berwarna terang.
Di sepanjang perjalanan, masyarakat setempat menyaksikan dengan antusias.
Namun begitu lebih banyak lagi warga yang berbisik-bisik mengatakan banyak hal.
Mereka bahkan tidak berbicara pelan karena perkataan itu jelas masuk ke zhang Mei.
"ihh sayang banget ya nona pertama ini terkenal karena kebaikan hatinya dan kecantikan raganya tapi lihatlah ketika dia menikah, ckckck hanya Selir saja !"
"Hus gini gini kan selirnya pangeran ketiga siapa tahu pangeran ketika kelak akan menjadi Kaisar. kalau punya mulut itu harus dijaga"
"ahem hehehe maaf ini hanya membandingkan saja pernikahan ini dengan pernikahan Dua Putri dari menteri kanan mereka beda jauh kan"kata orang itu lagi.
Bukan dia saja yang berbicara begitu tapi beberapa orang juga melontarkan hal yang sama. Mereka justru membandingkan mas kawin yang dibawa oleh Zhang Mei hari ini dengan mas kawin yang dibawa oleh zhang fei ketika dia menikah.
Bayangkan saja beberapa banyaknya itu. Ketika Zhang fei tiba ke istana kecil ekor dari mas kawin itu belum selesai dibacakan.
Apakah anda bisa membayangkannya.
Tapi lihat lagi mas kawin yang dibawa oleh zhang Mei hari ini, ini memang benar-benar memalukan sekali.
Mas kawinnya tidak ada sepertiga dari yang dimiliki oleh zhang fei hari itu.
Tidak ada orang yang melihat jika sebenarnya saat ini zhang Fei sedang menggigil marah dan kuku-kukunya sudah menancap di dalam dagingnya ketika dia menggenggamnya dengan erat.
__ADS_1
"kenapa semuanya menjadi seperti ini. aku yang seharusnya menjadi seorang istri. mas kawin kulah yang seharusnya paling banyak di sini.Uh ini gara-gara zhang Fei, kenapa setelah hidup dari kematian dia menjadi beruntung"katanya di dalam hati.
Si sini dia benar-benar letakkan semua kemarahannya di pundak zhang Fei. Bayangkan saja jika dirinya menikah biasa-biasa saja kemarin bagaimana mungkin orang membandingkan antara pernikahannya hari ini dengan pernikahan si ****** itu.
"ke mana pula perginya orang-orang yang bersedia menambahkan mahar pernikahan. kenapa berbeda pada hari pernikahan dia dulu" pikir nya lagi.
Mana mungkin Zhang mei mengetahui jika dulu mas kawin tambahan dari beberapa toko itu .Adalah hasil dari kerjasama antara selir ibu, zhang Fei sendiri dengan toko dan restoran yang melibatkan pembelian resep.
Tapi di dalam hatinya Ini semua adalah permainan yang dilakukan oleh selir Fei. Dia pikir pada saat itu selir sudah pun mulai menyembunyikan uang dan itu dilakukan untuk menipu mata orang-orang sehingga dikatakan itu adalah pemberian khusus dari tokoh-tokoh yang menghormati Paman pangeran.
Huh toko dan restoran mana yang mau menghargai Paman pangeran yang benar-benar bodoh dan tidak berguna itu.
Si sinilah letak kesalahpahaman zhang Mei lantaran dia kecewa dengan posisi yang dia dapatkan ketika menikah dengan pangeran ke-3.
Segera tandu pernikahan melaju menuju ruang perjamuan, di mana acara pernikahan akan diadakan.
Tandu pernikahan yang mempesona akhirnya tiba di istana pangeran ketiga. Zhang Mei, yang masih menatap dari balik tirai tandu segera terpukau oleh kebesaran dan kemegahan istana tersebut.
Namun, ketika dia melihat lebih dekat, kekecewaan pun menyelimuti hatinya. Pernak-pernik yang menghiasi istana tidaklah seindah dan semegah biasanya saat acara pernikahan seorang istri yang diadakan di sini.
Dalam istana tersebut, terlihat beberapa dekorasi yang sederhana dan minim hiasan. Lampu-lampu berwarna hangat menyala lembut, menerangi ruangan dengan keanggunan yang sederhana. Tidak ada pernak-pernik yang mencolok atau hiasan-hiasan yang berlebihan. Walaupun istana ini tetap megah dan anggun, tetapi terasa kurang dari apa yang biasanya diharapkan saat acara pernikahan seorang istri.
"Apa apaan ini, Ini pasti ulah dari putri pangeran ketiga.Huh awas aja hari ini kau bisa tertawa tapi tunggulah giliranmu"kata zhang Mei geram.
Adik perempuan dari jendral su menikah 2 hari sebelum ini dan dia memiliki gelar sebagai Putri pangeran ketiga.
Nantinya jika dia sudah masuk maka Zhang Mei harus memanggilnya nyonya ataupun Kakak ketika mereka akrab.Tapi bisakah mereka menjadi akrab jika sebenarnya mereka adalah rival dalam memperebutkan hati seorang pria.
Zhang Mei merasa sedikit kecewa. Ia menyadari bahwa perbedaan perlakuan dan tata cara yang ada dalam pernikahannya sebagai selir membuat istana tidak dihiasi sepraktis biasanya. Namun, meski hatinya sedikit terluka, Zhang Mei tetap mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Secara dia yakin jika pangeran ketiga benar-benar jatuh hati kepada dirinya.
Dengan hati yang sedikit terhibur, Zhang Mei keluar dari tandu pernikahan dengan penuh keanggunan dan menapaki lorong-lorong istana. Meskipun pernak-pernik tidak secemerlang yang diharapkannya, dia tetap ingin menjalani pernikahannya dengan penuh kebahagiaan dan pengabdian.
Berbeda jika orang menikah menjadi istri dia akan masuk melalui pintu depan dan melangkahi bejana api, yang merupakan simbol sebuah pernikahan.
Tapi karena posisinya adalah sebagai seorang yang selir, di sini Zhang Mei masuk melalui pintu samping.
Wajahnya masih saja ditutupi dengan sehelai kain berwarna merah. Jadi untuk berjalan lurus dan tepat pada kamar nya dia memerlukan bantuan seorang pelayan budak.
Sama seperti ketika zhang Fei menikah, Zhang Mei juga membawa pelayan budak sebagai mahar, yang akan mengikutinya sampai kapanpun.
Tapi karena dia menikah sebagai selir pelayan maharnya hanya ada dua orang. Merekalah yang sekarang membantu Zan Mei untuk tetap berjalan lurus ke kamar pernikahannya.
Zhang Mei berjalan terus kedepan dengan bantuan mereka berdua dan hanya berhenti ketika sudah tiba di sebuah Aula kecil.
Tiba di Aula sudah ada beberapa orang. Ada sebuah kursi yang menunggunya dan kursi ini bukanlah kursi para penetua melainkan dari kursi istri sah itu sendiri.
Sebagai seorang ibu seharusnya berada di tempat ini. Tapi karena posisinya sebagai seorang Ratu maka dia tidak diwajibkan untuk datang.
Lagi pula ini adalah pernikahan selir bukan seorang istri.
"Selir hormat pada nyonya rumah"kata Mak comblang .
Entah siapa yang maju yang jelas seseorang memberikan segelas teh kepada zhang Mei, teh ini langsung diambil oleh hormat.
__ADS_1
Zhang Mei membenci tradisi seperti ini tapi dia harus menahan kemarahannya dengan baik.
"Nyonya, silakan minum tehnya nyonya"katanya dengan suara lembut.
Dia mengarahkan teh itu langsung ke hadapan putri su. Karena ada Putri itu mengambil teh itu dan mencicipinya sedikit. Di sini dia tidak benar-benar meminumnya tapi cukup untuk meletakkan bibirnya saja ke permukaan teh.
Hanya sebagai sebuah simbolis jika dia menerima kedatangan seler baru di rumahnya. Tapi ini juga menyiratkan jika posisinya lebih tinggi dibandingkan selir yang baru masuk ini.
"Adik sekarang kita benar-benar harus melayani satu Tuan yang sama. Harap ingat pelajaran hari ini dan jangan pernah melampaui batasanmu" kata putri Su serius.
wanita mana yang sudi diperlakukan seperti ini dia baru saja menikah selama 3 hari dan 3 hari kemudian wanita lain masuk ke dalam rumah dan memiliki hak yang sama seperti dirinya.
Di sini Putri Su harus menunjukkan otoritasnya lebih dulu. Jika tidak dia pasti akan dianggap lemah oleh wanita-wanita yang kemudian masuk.
selain lain mungkin dianggap tidak berbahaya karena mereka memang sudah ada sebelum dia masuk tapi seluler yang baru masuk ini berbeda.
Selain dari identitas dan latar belakangnya yang memang cukup berarti .Dia juga memiliki posisi sebagai selir samping ,seorang selir yang kelak bisa menggantikan dirinya jika keadaan berubah.
"Baik nyonya"Jawab zhang Mei,oh mulai saat ini namanya dipanggil dengan sebutan selir mei.
Mak comblang mulai membawa masuk Zhang me ke dalam kamar pengantinnya.
Dengan dibantu oleh pelayan budaknya Dia segera dibawa masuk ke dalam ruangan pengantin.
Kamar pengantin yang disiapkan untuk Zhang Mei yang menikah menjadi seorang selir, memiliki tampilan yang sederhana namun tetap mengandung unsur pernikahan. Riasan kamar tersebut tidak berlebihan atau mewah, namun juga tidak terlalu sederhana. Terdapat beberapa pernak-pernik pernikahan yang tertata rapi di sekitar kamar, menambah nuansa pernikahan yang masih terasa di udara.
Warna merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan dalam pernikahan terlihat di beberapa elemen di kamar tersebut. Aksen merah terdapat pada tirai, seprai, dan beberapa hiasan dinding. Namun, warna merah tersebut sudah sedikit pudar, memberikan kesan yang lebih lembut dan tidak mencolok. Meskipun tidak secerah dan segemerlap biasanya, tetap terasa kehangatan dan keindahan pernikahan di dalam kamar tersebut.
Namun, tiba-tiba, kekesalan dan kemarahan melintas di pikiran Zhang Mei. Meskipun dia berusaha menerima peran sebagai selir dengan lapang dada, tetapi ada momen-momen di mana perasaan tidak puas dan kekecewaan muncul kembali.
"Aku adalah gadis dalam 10 daftar gadis tercantik di ibukota tapi kenapa aku harus menjadi seorang selir, kenapa?"gumam nya dalam hati.
Melihat pernik-pernik pernikahan yang masih ada, tetapi dalam keadaan yang pudar dan tidak begitu mewah, membuatnya merasa tidak dihargai sebagaimana seharusnya.
"huh zhang Mei, bersabarlah ini baru saja permulaan. akan ada hari di mana semua ini akan berbalik dan semua orang akan tersungkur di bawah kakimu. dan itu juga termasuk dengan zhang Fei"katanya lagi di dalam hati.
Zhang Mei menghela nafas dalam-dalam, mencoba mengendalikan emosinya yang berkecamuk. Dia tahu bahwa dia harus menerima situasi ini dengan bijaksana dan berusaha menjalani pernikahannya dengan penuh pengertian.
Walaupun di hati kecilnya masih ada kekesalan, dia berusaha untuk menjaga sikap yang tenang dan menyembunyikan perasaannya dari orang-orang di sekitarnya.
Dengan tekad yang kuat, Zhang Mei memasuki kamar pengantin dengan kepala tegak dan sikap yang anggun. Meskipun terdapat ketidakpuasan dalam hatinya, dia berjanji untuk membuat pernikahannya hari ini. membuat pangeran ketika merasakan betapa berharganya dia.
"Aku zhang Mei, adalah penguasa sebenarnya dari hati pangeran ketiga. meskipun diri ini bukanlah seorang istri tapi di dalam hatinya Aku adalah penguasa hahaha siapa yang takut menghadapi Putri Su.hei gelar itu juga satu hari akan aku ambil "kata nya pelan.
Karena saat ini Zhang Mei masih menutup wajahnya dengan sehelai kain sutra berwarna merah. Tiga budak pelayan maharnya tidak melihat reaksi aneh yang dikeluarkan oleh Selir mei ini.
Mereka dengan tegas mempersiapkan segala sesuatunya termasuk dengan makanan kecil untuk selir ini. Dan hanya meninggalkan ruangan itu ketika segala sesuatunya sudah selesai disajikan.
"Selir, apakah masih ada pesanan lain?"kata pelayan budak itu dengan hormat.
Tapi walau bagaimanapun hormatnya dia, kata-kata selir saja sudah membuat zhang Mei,merasakan sakit hati.
Ingin rasanya dia mencakar wajah pelayan ini, tapi apa mau dikata memang itulah statusnya sekarang.
Karena tidak ada jawaban dari selir Mei jadi para pelayan ini menganggap jika selir mei itu dalam kondisi malu ,karena ini adalah hari pertama dia menikah.
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi mereka semuanya meninggalkan kamar pengantin itu dan menutup pintu dengan pelan, meninggalkan zhang Mei sendirian di dalam kemarahannya.