
Di dalam istana pangeran, ruangan yang elegan dan penuh ornamen mewah menjadi latar belakang adegan ini. Tiga selir pangeran ke tiga, masing-masing berpakaian megah dengan hiasan emas dan perhiasan yang melambangkan status mereka sebagai selir pangeran.
Saat ini mereka sedang berdiri di dekat Zhang Mei yang sedang duduk dengan di tengah ruangan. Wajah para selir ini penuh dengan kesombongan dan kemarahan.
Setelah lama menjadi selir pengeran, mereka tidak ada yang hamil.Ini tidak apa-apa karena semua nya bernasib sama.
Tapi ketika Selir yang baru masuk, tiba-tiba saja hamil.Mereka langsung merasa nasib sedang tidak berpihak kepada mereka.
Kehamilan itu membuat zhang Mei keras dengan sayap yang akan naik menjadi istri sah.
Bagaimana mungkin mereka tidak marah dengan ini.
Di tambah lagi setelah istri sah pergi, zhang Mei seperti bos besar di istana.
Dia menekan para selir di mana mana.
Dia melihat Selir seolah olah mereka sama tidak berharga nya. Dengan para budak.
Tapi rupanya dewa masih memiliki mata.Masih ada hari di mana mereka membalaskan dendam ini.
Para selir tersebut bergerak dengan langkah anggun dan menghentikan langkah mereka di depan Zhang Mei. Sikap mereka tampak angkuh, dengan tawa ringan yang mengejek saat melihat ke arah Zhang Mei yang tengah mendalami isi sebuah buku dengan konsentrasi.
Selir Han dengan suara menghina berkata "Oh, pandangan ini membutakan mata kita, Hahaha selir Zhang ,Apakah kamu tidak merasa malu?"
Selir Fu mencibir dan pergi untuk menarik rambut panjang zhang Mei sehingga wajah cantik itu menengadah ke atas.Sungguh kecantikan yang tiada tara nya,tapi sayang tidak di barengi dengan kecantikan Budi pekerti.
"Hah , seorang selir yang hamil bukan dengan benih Pangeran, kan? Ini pasti menyenangkan bagi perempuan rendah sepertimu,cuih "katanya dengan meludah langsung ke wajah zhang Mei yang indah seperti porselen antik.
Di sisi lain,Zhang Mei, meskipun mendengar kata-kata sinis yang dilemparkan padanya, tetap tenang dalam bacaannya. Matanya tetap fokus pada buku yang ada di tangannya, seolah-olah tidak terpengaruh oleh ejekan mereka. Namun, cahaya emosi yang menggelora di balik tatapannya tidak dapat disembunyikan.
"Tidak..ini tidak mungkin? siapa yang membocorkan rahasia ini"
Para selir itu bergerak lebih dekat, mengelilingi Zhang Mei dengan penuh kesombongan. Sekarang mereka menganggap diri mereka lebih tinggi dan lebih berharga daripada Zhang Mei.
Wanita yang tidak setia ini.
Selir Han tidak senang melihat Zhang Mei hanya diam saja tidak menjawab sepatah kata pun.Jadi dia mendorong nya ke lantai dengan mata melotot "Apa? Tidak punya kata-kata untuk membela diri,ya Hem!!"
" Sepertinya dia kehabisan kata-kata, selir. Mungkin perlu kami bisa mengajarinya bagaimana seharusnya seorang selir berperilaku"
" Ayo, selir Zhang,tunjukkan wajah malumu. Tunjukkan bahwa kamu tahu diri, masih belagu untuk menjadi istri sah? hahaha ,bagus sekarang satu negara sudah tahu jika pengeran sedang memakai topi hijau di kepalanya gara gara selir yang tidak baik ini , hahaha "
Hahaha...
Tapi Zhang Mei masih berpikir pasti ada celah untuk dia membersihkan diri sendiri,karena itu dia masih bisa tetap tenang. Tatapannya tetap fokus pada buku yang dipegangnya.
"Aku tidak akan pernah percaya dengan pangeran ketiga yang tidak mampu memiliki keturunan.Ini pasti sebuah jebakan agar nama Pangeran ketiga jadi buruk.Ini pasti alasannya.Heh aku tidak akan di bodohi dengan gosip yang belum jelas ini.Tapi dari mana, orang ini tau rahasia yang aku sembunyikan dalam dalam ini?" pikir nya.
Meskipun demikian,tidak ada kecemasan atau takut yang terpancar dari wajahnya. Ini menyangkut dengan harga diri nya di mata para Selir busuk ini.
Dia tidak akan menyerah kalah hanya dengan rumor saja.
Zhang Mei tanpa melihat mereka, berbicara dengan suara tenang. "Kata-kata kalian tidak lebih berarti daripada angin berlalu. Kalian hanya mencoba mengalihkan perhatian dari ketidakamanan dan kehampaan kalian sendiri.Buku ini di jadikan alasan untuk kalian meremehkan aku? Hahaha,kita tunggu sampai pangeran kembali, setelah itu baru kalian tahu tinggi rendahnya langit "
Kata-kata tegas Zhang Mei membuat para selir tercengang sejenak. Mereka tidak bisa menerima bahwa Zhang Mei, yang seharusnya merasa terhina, justru berbicara dengan begitu tenang dan penuh kepercayaan diri.
" Kau...
Zhang Mei mengangkat pandangan dengan tatapan tajam , berkata."Aku tidak punya waktu untuk urusan sepele seperti ini. Aku sarankan kalian mengambil sikap yang lebih pantas daripada mengganggu saya.Jika tidak, jangankan salah kan aku karena bersikap kejam "
__ADS_1
Para selir itu terkesima oleh sikap dan kata-kata Zhang Mei. Tiba tiba saja, mereka merasa jika buku ini hanya membuat gosip yang tidak benar.
Apalagi dengan panas nya situasi politik di negara Dayun ini.Jadi apakah mereka salah dalam menebak.
Para selir terdiam sejenak, sebelum akhirnya beranjak pergi dengan wajah marah dan merah padam.Ada beberapa kata makian yang di lontarkan oleh mereka sebelum pergi dari halaman zhang Mei.
Setelah di tinggal pergi,Zhang Mei kembali memusatkan perhatiannya pada buku yang ada di tangannya, seolah-olah tidak terpengaruh oleh drama yang baru saja terjadi di sekitarnya.
Tapi itu hanya ketenangan sebelum gempa bumi.
Zhang Mei secara bertahap dengan tatapan yang memancarkan amarah. Wajahnya yang biasanya cerah ,kini dipenuhi oleh ekspresi marah yang mendalam.
Dia merasakan darah mendidih dalam tubuhnya.Dan tanpa disadari, tangannya mulai menggenggam erat hingga kukunya menancap pada telapak tangannya sendiri, menyebabkan luka-luka kecil berdarah muncul.
Di tengah keadaan yang penuh tekanan, pertanyaan-pertanyaan yang merayap ke pikirannya semakin intens. "Bagaimana mereka bisa tahu rahasiaku? Apa yang harus aku lakukan jika Pangeran Ketiga mulai curiga? Apa pendapat orang lain tentangku sekarang?"
Zhang Mei merasakan keruhnya udara sekitarnya saat kebenaran mulai terungkap. Betapa rapuhnya posisinya sekarang ,terutama dengan buku anonim yang mengungkap segala rahasia.
"Apakah orang-orang di istana juga mulai meragukan diriku? Bagaimana jika Pangeran Ketiga mulai mengaitkanku dengan isi buku tersebut? Aku perlu bersikap hati-hati, memastikan langkah-langkah selanjutnya tidak akan semakin merugikan diriku"
Dalam keheningan ruangan, Zhang mei masih memancarkan ketegangan dengan sikapnya yang terus tegang. Zhang Mei memutuskan untuk tetap tenang dan tetap berfokus pada rencananya untuk menjaga rahasia dan posisinya di istana Pangeran.
"Harus tetap tenang dan tidak menunjukkan kecemasan. Aku tidak bisa membiarkan siapa pun meragukan diriku lebih lanjut. Ini adalah permainan politik yang rumit dan aku harus menemukan cara untuk menjaga kepentinganku sendiri"
Baru saja Zhang Mei berpikiran positif, tiba-tiba saja Pangeran ketiga masuk ke dalam ruangan dengan langkah besar. Dia menunjukkan ekspresi wajah yang dingin dan mata yang menyala merah.
"Pengeran ketiga!!"seru Zhang Mei terkejut.
Dalam satu gerakan tiba-tiba, pangeran ke tiga melemparkan sesuatu di kaki Zhang Mei, yang membuat Zhang Mei terkejut dan segera melihat apa yang baru saja dilemparkan kepadanya.
Namun, pandangan tersebut menyebabkan teriakan lantang terlepas dari bibirnya, teriakan kejutan yang meluncur ke udara dengan lantang dan penuh ketakutan.
Saat pandangannya jatuh pada benda yang tergeletak, kejutan semakin melonjak di mata Zhang Mei. Itu adalah potongan kepala yang penuh dengan darah di mana mana.
Wajah kepala ini masih memancarkan ekspresi terakhir ketakutan dan penderitaan yang bdia alami sebelum mati.Zhang Mei mengerang terkejut dan mundur beberapa langkah,tangannya menutup mulutnya karena rasa mual dan shock yang melanda.
"Hu..huek..."
Dalam suasana yang begitu mencekam, Pangeran ketiga menatap Zhang Mei dengan pandangan tajam dan mata merah menyala. Suaranya terdengar dingin dan penuh amarah ketika dia mulai berbicara, "Ini adalah kepala kekasihmu. Kau tahu, orang yang berani memberikan topi hijau ke atas kepala ku. pangeran ini ingin kau melihat apa yang bisa terjadi jika kau berlaku curang.Berani berani nya kau berbohong hah!"
"Pa.. pangeran,aku aku tidak salah pangeran,aku..aku setia selalu begitu.Ini..ini hanya gosip dari orang yang tidak senang.dengan pa.. pangeran " jawab Zhang Mei terbata bata.
Zhang Mei merasa jantungnya berdebar keras di dalam dadanya. Wajahnya pucat dan dia merasa gemetar karena perasaan takut dan trauma atas apa yang baru saja dia lihat.
"Itu memang dia,ya dewa, akhirnya... tidak aku tidak bisa berakhir di sini"pikir zhang Mei dalam hati.
Dia tahu bahwa Pangeran ketiga adalah orang yang tidak akan ragu untuk menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya dan dia sadar bahwa posisinya semakin rentan.
"Ini adalah ancaman nyata. Dia tahu rahasiaku dan sejauh apa dia akan pergi? Bagaimana aku bisa melawan seseorang sekuat dia?"Zhang Mei merasakan perasaan putus asa merayap dalam dirinya, tetapi dia juga tahu dia tidak bisa menunjukkan kelemahannya pada Pangeran ketiga.
Zhang Mei berkata beberapa hal lagi tentang cinta mereka, tentang dia yang setia meskipun hanya menjadi selir untuk pangeran ketiga.
Jika tabib belum mendiagnosis kemandulan nya pagi ini, mungkin dia akan jatuh dalam pesona dan air mata selir yang cantik ini.
Tapi sekarang dia tahu lebih banyak daripada ini.
Penjaga bayangan sudah menarik kekasih zhang Mei yang membuat dirinya hamil. Saat diinterogasi pria ini mengaku dan mengatakan jika zhang Mei sendirilah yang mengajukan diri sendiri .Sebagai laki-laki dia tidak kuasa untuk menolak pesona gadis cantik.
Dia juga mengatakan jika tidak tahu mengenai pernikahan pengeran ke tiga. Di bawah pesona zhang Mei dikatakan jika pernikahan itu dibatalkan.
__ADS_1
Baru setelah ada pergerakan, pria ini menyadari jika pernikahan itu masih berlanjut namun posisinya yang diubah.
Zhang Mei sudah di pesan untuk menjadi seorang selir pangeran ke tiga.
Dia sempat takut dan memutuskan tidak memiliki hubungan lagi.Tapi dia tidak menyangka jika hasil hubungan sesaat mereka,sebenarnya memberikan sebuah kejutan yang tidak terduga.
Lagi lagi zhang Mei, tidak memiliki jawaban atas penjelasan dari pangeran ketiga.
Apalagi yang harus dia katakan jika hal itu sudah dikonfirmasi.
Tapi dia masih tidak mau mati konyol.Segera zhang Mei berlutut di tanah dan menghentakkan dahi nya ke sana dengan bunyi "bam" yang keras.
"Pangeran, selir ini di fitnah Pangeran,ini jebakan"
"Pangeran, selir ini setia...
"pangeran percaya lah pengeran, selir ini di fitnah"
Pangeran ketiga merasa amarahnya semakin memuncak ketika Zhang Mei tetap bersikeras tidak mengakui apa pun. Wajahnya merona merah, mata berapi-api dan tinju-tinjunya mengencang saat dia mencoba menahan kemarahannya yang meluap. Dalam pandangannya, Zhang Mei menjadi simbol ketidaktaatan dan ancaman terhadap kekuasaannya.
"Percuma kau berbohong, Zhang Mei," ucap Pangeran ketiga dengan nada yang tajam dan penuh amarah. "Aku tahu kebenaran dan kau tidak bisa bersembunyi dari hukuman."
Saat itu beberapa pengawal yang setia kepada Pangeran ketiga sudah menunggu di luar pintu. Pangeran ketiga dengan tegas memerintahkan mereka, "Bawalah dia ke istana dingin. Tidak seorang pun boleh memberinya makanan atau air."
Pengawal-pengawal tersebut segera bergerak, mereka masuk ke dalam ruangan dan menggenggam tangan Zhang Mei yang masih berusaha melawan.
Zhang Mei meronta-ronta dan berteriak, mencoba membebaskan diri dan dengan suara penuh putus asa, dia mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan bahwa dia dijebak.
Namun, tangisannya dan teriakannya tidak berhasil mengubah situasi. Pengawal-pengawal tersebut tetap tegar dalam tugas mereka dan dengan keras menggiring Zhang Mei keluar dari ruangan.
Tak...
Pangeran ketiga menendang potongan kepala tersebut sampai ke kaki zhang Mei lagi.
"jangan lupa bawa juga kepala kekasihmu itu dan pergilah bercinta sesukanya sampai mati"katanya dengan nada perintah.
Segera penjaga menarik zhang Mei dan juga potongan kepala yang penuh darah itu bersama. Potongan kepala dan selir ini benar-benar akan diikat bersama-sama dan dibiarkan mati dengan cara yang menyedihkan.
"Aku tidak bersalah! Aku tidak bersalah!" teriak Zhang Mei sekuat tenaga saat dia ditarik pergi, tetapi suaranya semakin memudar seiring dia menjauh.
Pangeran ketiga yang masih berdiri di tengah kamar Zhang Mei, pandangannya melintasi setiap sudut ruangan dengan perasaan campur aduk.
Di mata Pangeran ketiga, dinding-dinding dan benda-benda dalam kamar ini seolah-olah menjadi saksi bisu dari masa-masa bahagia yang pernah mereka habiskan bersama. Dia merenung pada setiap sudut ruangan, ingatan manis dan canda tawa yang pernah mereka bagi di dalamnya kini terasa seperti pisau yang menusuk hatinya sendiri.
Pandangannya melayang ke tempat-tempat di mana mereka dulu sering duduk berbincang-bincang, tempat tempat di mana mereka pernah berbagi rahasia dan candaan. Tapi sekarang, semua itu telah menjadi kenangan yang terasa begitu berat, penuh kekecewaan dan kemarahan.
Dalam keputusasaan dan kemarahan, Pangeran ketiga mengangkat tangannya dan mengeluarkan perintah. Dia memerintahkan beberapa orang untuk membakar semua halaman dan barang-barang yang terkait dengan kenangan mereka di dalam kamar itu. Dia ingin menghapus setiap jejak dan memastikan bahwa kenangan itu tidak akan lagi mengganggunya.
Para pengikutnya dengan cepat mengambil tindakan, mengumpulkan barang-barang dan lembaran kertas yang pernah menjadi saksi bisu dari hubungan mereka. Api yang berkobar di dalam tungku segera memercik dan membakar semua itu. Pangeran ketiga melihat dengan pandangan kosong, kenangan itu segera menghilang dalam bara yang merah menyala.
Tapi pangeran ke tiga tidak puas,dia akan mencari sosoknya di balik kehancuran ini.
Ratu.. Ratu dari Dayun.
Jika bukan karena wanita itu, bagaimana mungkin dia menjadi buah bibir masyarakat dan menjadi pria yang tidak berguna sekarang.
"Ratu, tunggu pembalasanku "
Pada akhirnya pengeran ke tiga hanya bisa tertawa terbahak bahak,dia sedang menertawakan dirinya sendiri
__ADS_1
Hahaha.. Hahaha.. hahaha