
Segera ruangan sunyi lagi, tapi beberapa pelayan masuk dengan hidangan panas.
Mereka berjalan dengan meja Mampan di tangan dan satu persatu di letak kan di depan para tamu.
Katanya tamu tapi sebenarnya mereka masih keluarga sendiri.
Seperti keluarga Jiang, keluarga selir sun dan keluarga selir mo.
Di ruang makan Zhang mansion, tempat mereka duduk mencerminkan hierarki dan status mereka dalam keluarga Zhang. Posisi tempat duduk ditentukan dengan hati-hati, sesuai dengan urutan pentingnya dalam keluarga.
Posisi yang paling penting dan dihormati dalam keluarga, di sini duduk Mentri Kanan Zhang.
Sebagai nenek tua yang bijaksana dan dihormati, dia duduk di sebelah Mentri Kanan. Jiang Moyun sebagai Istri Mentri Kanan, dia juga menduduki posisi penting di ruang makan
Anak-anak Zhang duduk sesuai urutan kelahiran mereka. Putra pertama duduk di posisi terdepan setelah orang tua, diikuti oleh putra kedua, dan seterusnya sesuai dengan urutan kelahiran mereka.
Sementara itu Zhang Mei,sebagai Putri Pertama, dia menduduki posisi yang istimewa dalam keluarga. Dia duduk di sebelah saudara-saudaranya, namun tetap lebih tinggi statusnya dibandingkan dengan mereka karena dia adalah anak perempuan tertua.
Sedangkan sebagai Putri Keempat, Zhang Fei duduk di posisi lamanya dalam keluarga.
Sedangkan para selir hanya bisa duduk di kursi paling jauh,dan meja mereka juga terpisah.
Sedangkan para tamu duduk di meja lain yang sudah di sediakan.
Hidangan juga di sesuai kan dengan musim dingin tapi zhang fei sama sekali tidak ada niat untuk makan.
Tinggal di sebuah istana dengan dirinya sebagai seorang putri,menu apa yang belum dia makan. Dia bahkan berani memberikan menu bagus untuk di masak oleh koki istana.
Jadi selera zhang Fei benar-benar sudah tidak lagi berada di level yang sama dengan yang mereka makan hari ini.
Sebagai hidangan utama, mereka menikmati potongan daging domba panggang yang dihidangkan dengan saus merah anggur yang kaya dan berbumbu. Dagingnya empuk dan juicy, memancarkan kehangatan di setiap gigitannya. Untuk mengiringi hidangan daging, ada pure kentang lembut yang diberi taburan remah-remah bawang putih yang renyah.
Selain itu, ada juga sayuran panggang yang beragam seperti wortel, brokoli, dan bawang bombay yang dipanggang dengan sedikit minyak zaitun hingga karamelisasi yang indah. Sayuran ini memberikan rasa manis dan renyah yang seimbang dengan hidangan daging.
Untuk menambah cita rasa, mereka juga menyajikan salad bayam dengan potongan alpukat yang lembut dan kenari panggang yang gurih, dihidangkan dengan saus balsamic vinaigrette yang segar.
Karena Zhang Mei sedang hamil, mereka juga menyajikan hidangan penutup yang khusus, yaitu puding karamel yang lembut dan manis, disajikan dengan potongan buah persik segar yang segar dan memanjakan.
"Putri ,apa menu ini tidak sesuai dengan selera mu?" sapa mentri kanan.
Untuk kesempatan ini , Mentri kanan benar-benar ingin mendekati kan hubungan dengan putri istana kecil.
Dia melihat potensi yang tidak terbatas dari zhang Fei mengingat sudah dua kali dia masuk ke istana.Jika.
Di rumah masih ada dua putra lagi yang harus memanjat cabang zaitun.Dulu dia pikir, cabang zaitun itu akan dikirimkan oleh pangeran ketiga. Tapi siapa sangka untuk beberapa saat dia mulai merasa kesempatan itu masih akan datang dari rumah Paman pangeran.
Bukan dari menantu yang bodoh tapi malahan datang daripada putri yang tidak pernah di anggap di rumahnya sendiri ini.
Sementara itu zhang Fei yang ditanya mengangkat kepalanya dan terkejut untuk beberapa detik tapi kemudian dia mulai mengatur wajahnya lagi.
"ayah,ini baik baik saja, Putri ini hanya memikirkan masalah istana kecil kira-kira apa yang sedang dilakukan Paman pangeran di sana.Hem Sebenarnya dia sedikit berisik jika berada di istana"Kata zhang Fei yang mengundang rasa iri hati oleh orang lain.
" lalu kenapa dia tidak ikut saja tadi, jika kamu khawatir?" kata Jiang moyun dengan nada suara rendah.
" oh ibu,dia agak licin sedangkan kakak perempuan sedang hamil, jadi...
Jiang moyun tercekat saat mendengar nya. Siapa yang tidak tahu jika sebenarnya Paman Pangeran adalah pria dengan penyakit bisa disembuhkan sama sekali.
Sekarang zhang Mei sedang hamil jadi dia tidak bisa terpapar dengan sesuatu yang seperti itu.
__ADS_1
Takut berjangkit.
Segera Jiang moyun melambaikan kan tangannya agar pembicaraan ini berhenti.
Mentri kanan tidak berharap jika sang Putri mengatakan hal yang bodoh seperti itu tapi dia berpikir tidak ada hal lain bisa diperbincangkan lagi.
Jadi segera saja , dia fokus mengangkat hidangan dan memakannya dengan lahap. Jarang rumah mereka mengadakan perjamuan seperti ini jadi hidangan hari ini agak dilebih-lebihkan.
Selir fei juga menyumbang sedikit hidangan untuk hari ini. Anggap saja ini hadiah murah hati dari dia untuk janin yang di kandung nya.
"Ahh selir Zhang, cobalah makan lebih banyak,ibu berharap jika ini adalah Putra pertama"Kata Jiang moyun.
Zhang Mei yang merasa tidak enak segera saja melebur dalam kebahagiaan nya karena kata kata dari ibunya ini.
Zhang Mei berharap ada seseorang yang akhirnya bertanya tentang kehamilannya, ingin merasa dihargai dan diberi perhatian atas kebahagiaannya yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Tapi sampai sekarang, tidak ada yang berkomentar tentang kehamilan nya selain dari pada ibunya sendiri.Sedang ayah dan nenek seperti nya sedang memiliki pendapat lain di hati mereka.
Zhang Mei masih diam tapi kenapa saat para tamu berbincang-bincang, yang ditanya malah Zhang Fei tentang pakaian dan perhiasan yang dia kenakan.
Zhang Fei sedang mencuri perhatian yang seharusnya dia dapat kan.Dia adalah bintang nya hari ini bukan zhang Fei.
Meskipun Zhang Mei mencoba menahan kemarahan di dalam hatinya, namun kekecewaannya jelas terlihat di matanya. Dia mencoba tersenyum, tapi bibirnya sedikit kaku. Hatinya bergemuruh dengan perasaan diabaikan dan kurang dihargai.
Zhang Fei, y menyadari perasaan kakaknya tapi dia tidak peduli dan menjawab dengan santai, "Oh, aku tidak terlalu tahu tentang nilai barang-barang ini. Aku hanya mengambilnya dari gudang keluarga tanpa terlalu memikirkannya."
Kata-kata Zhang Fei itu seakan menusuk hati Zhang Mei lebih dalam. Dia merasa sedikit iri karena semua perhatian tertuju pada adiknya yang terlihat begitu polos dan tanpa cela. Kemarahan dan kekecewaan Zhang Mei semakin terpendam ketika para tamu memberikan pujian dan sanjungan untuk Zhang Fei atas ketulusan dan kepolosannya.
"Putri memang memiliki selera yang baik. Barang-barang ini benar-benar cocok untukmu," ucap salah satu tamu dengan penuh kagum.
Bibi dari keluarga ibu Zhang Mei juga memberikan pujian, "Bukankah ini cantik sekali, Putri? Apa pun yang kau kenakan pasti terlihat anggun di tubuhmu."
Zhang Fei tidak tahu apa yang terjadi tapi kemudian sistem mengatakan sesuatu yang membuat dirinya tercengang.
Salah satu penentua Jiang, sudah menelan pil kesetiaan khusus dari zhang Fei.
Meskipun para bibi yang datang hari ini tidak mengetahui tentang keberadaan pil kesetiaan tersebut .Tapi mungkin penetua sudah mewanti-wanti dari rumah agar mereka tidak menyinggung sang Putri entah bagaimanapun.
"Pantas saja hehehe"
Merusak suasana hati sang Putri, risikonya sama besar dengan anda merusak suasana hati Kaisar saat ini.
Zhang Fei merasa tenang mendengarnya dan dia mulai menikmati bagaimana rasanya disanjung dan dipuja oleh orang lain.
Rupanya di puji itu rasanya seperti ini.
Terlepas daripada itu ,Zhang Mei semakin merasa tersingkirkan dan terlupakan. Dia ingin mencurahkan perasaannya, tapi dia tidak ingin menimbulkan kegaduhan di tengah perjamuan yang begitu meriah. Zhang Fei mencoba tersenyum dengan paksa dan berusaha menikmati sisa acara dengan sikap yang anggun.
Wajah cantiknya seperti sedang menelan lalat.
"tiba-tiba aku merasa ada baiknya menteri kanan juga menelan pil ini, mama apa katamu Hem?"
("apakah mama pernah punya pendapat?")
"Is. tapi nggak seru juga sih kalau menteri tua yang tidak tahu diri ini dikasih pil kesetiaan.Ah biarkan saja dia"
Terkadang lebih baik membiarkan segalanya berjalan secara natural.Seperti menteri kanan yang saat ini merasa dirinya sebagai seorang ayah dan memaksakan kehendaknya di mana mana.Sebenarnya itu sedikit menjengkelkan tapi di sisi lain seperti ada kejutan di dalam hidup.
Jika semua orang diberi pil kesetiaan, bukankah hidup akan berjalan secara mononton, emang nya zhang Fei ingin jadi kaisar.
__ADS_1
Berkat dua bibi dari Jiang,pada akhirnya pesta hari ini, lancar tanpa hambatan.
Tapi segera suasana menjadi tegang lagi ketika Menteri Kanan mulai membicarakan tentang pentingnya selalu berpihak dengan keluarga sendiri.
Dia dengan tegas menyatakan bahwa sebagai kakak tertua, Zhang Mei harus lebih di jaga dan di dukung. Sebagai seorang adik perempuan, Menteri Kanan menegaskan bahwa peran zhang Fei dan Zhang Mei adalah untuk membantu dua saudara laki-lakinya agar bisa memiliki ruang untuk bergerak di dunia politik.
Zhang Fei mendengarkan pembicaraan itu dengan ekspresi wajah yang datar. Dia merasa kesal dengan perlakuan Menteri Kanan yang selalu menekankan perbedaan posisi mereka sebagai seorang wanita.Namun, dia memilih untuk tetap tenang dan tidak menjawab.
Menteri Kanan terlihat tidak peduli dengan ketidakresponan Zhang Mei. Dia terus melanjutkan kata-katanya dengan sikap yang sangat tegas, sebagai seorang ayah yang mengharapkan patuh dari anaknya.
"Kau harus mengerti posisimu, Zhang Fei," kata Menteri Kanan dengan suara serius. "Sebagai seorang saudari, tugasmu adalah untuk mendukung dan membantu keluarga, terutama kakak tertuamu."
"Ayah, bukannya ayah tidak tahu bagaimana kesibukanku di istana itu. aku tidak bebas seperti kakak, walaupun istana sepertinya megah tapi semua memerlukan uang.Tapi ayah, apakah rumah kekurangan uang sekarang?" tanya zhang Fei.
implikasi dari pertanyaan ini adalah,apakah zhang mention sekarang sedang miskin?
"Putri, yang dimaksud oleh ayahmu adalah kalian semua harus saling tolong-menolong saat ini posisimu dikatakan lebih beruntung dibandingkan dengan posisi kakak perempuan tertua jadi bantulah dia sebisanya. Jika ada hal yang di istana kamu juga bisa membantu sang mansion untuk membiayai pelajaran dua saudara laki-laki. Saat ini sekolah benar-benar memerlukan dana di mana-mana"kata nenek yang tua yang pura-pura menengahi keadaan.
Tapi zhang fei memutar matanya dan bertindak seolah-olah dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sang nenek.
"Ohh maksudnya kita sangat miskin sehingga tidak bisa membiayai hidup sekolah 2 saudara laki-lakiku? Nenek, ayah, apakah kita miskin sekarang? Jika benar begitu mungkin aku bisa bertemu Kaisar agar gaji ayah dinaikkan"
Mendengar sebutan Kaisar tiba-tiba saja menteri kanan perdana dengan cepat dan membiarkan ibu duanya tidak melanjutkan pembicaraan yang merugikan diri sendiri ini.
Jiang moyun sempat tercengang mengetahui jika suami yang sering bersilat lidah di pengadilan sebenarnya kalah dari Putri yang bahkan belum pernah melihat dunia.
Tapi saat ini mereka masih menyambut tetamu luar jadi dia harus memasang senyum terbaiknya di sini.
"Ohh kenapa kalian masih harus berbicara. makanlah dulu nanti menunya akan menjadi dingin dan itu tidak akan enak lagi" kata nya.
dua putra dari Zhang mendengar pembicaraan itu yang menyangkut dengan dana sekolah mereka. Putra pertama bahkan mencibir dan berpikir masalah uang dari istana itu lambat laut akan menjadi miliknya secara pribadi.
Sekarang ayah mengatakan hanya sebatas Mama juga uang jatuh ke tangannya lebih awal.
Tapi dia sama saya tidak menyangka jika ini dari ayahnya ini ditolak oleh mentah-mentah.
Mau tidak mau dia juga menatap yang dengan pandangan yang sedikit menghina.Tapi dia juga tahu diri dan berusaha untuk menutup mulutnya sepanjang perjamuan makan itu.
Suasana di meja makan menjadi relatif dingin karena ketegangan yang tercipta akibat perbedaan pandangan dan perasaan di antara mereka. Semua orang merasa tegang dan canggung karena adegan ini, dan mungkin ada yang merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.
Menteri Kanan tidak menghiraukan ketegangan itu dan melanjutkan makan dengan sikap yang angkuh dan tidak acuh. Dia merasa bahwa apa yang dia katakan adalah benar dan harus ditaati oleh Zhang Mei tanpa ragu.
Zhang Mei merasa frustasi dan kesal, tetapi dia memilih untuk menahannya. Dia tidak ingin membuat situasi semakin rumit dan ingin tetap menjaga sikap yang sopan di depan para tamu yang hadir.
Setelah makan makan, baru kemudian zhang Fei bisa bicara dengan selir ibu nya.Mereka berbicara tentang banyak hal yang menyenangkan.
Begitu juga dengan selir sun yang muncul untuk mengetahui sesuatu.
Zhang Fei membisikkan dengan pelan , tentang kabar dari zhang muhua.
Selir Sun hampir menangis mendengarnya, dia tidak tahu apakah bisa melihat cucu yang di lahir ka oleh putri nya ini kelak.Tapi mendapatkan zhang muhua sedang tidak kekurangan apapun dia lebih bahagia lagi.
Paling tidak , zhang muhua tidak perlu menderita menjadi seorang selir seperti dia saat ini.
Sebagai seorang tamu, zhang Fei tidak bisa tinggal lama, dia meninggal kan beberapa hadiah untuk saudari ke ketiga dan ke lima.
Sengaja hadiahnya di berikan secara diam-diam karena tidak ingin hadiah di sita oleh nenek ataupun Jiang moyun.
Hadiah di terima dan buru buru di simpan oleh kedua nya.
__ADS_1
Mereka tidak berharap dapat hadiah hari ini, tapi hadiah ini menjadikan hati mereka semakin condong ke arah zhang Fei alih-alih zhang Mei sebagai Putri pertama di zhang mansion ini.