
Tidak lama kemudian mereka tiba juga di tempat yang katanya adalah restoran umum. Hanya segelintir budak yang sedang mengemas meja dengan cara menggosoknya selicin mungkin.
Melihat kedatangan dua tuan yang tidak diinginkan ini semua orang bahkan acuh tidak acuh.
Setelah para pelayan budak itu pergi Putri dan selir ini tidak bisa duduk tetapi mereka tetap berdiri di tempat.
Tentu saja ini mengundang rasa keingintahuan dari Zhang Fei, mengapa berdiri, kenapa tidak duduk aja tuh ada meja dan kursi kan.
("Bos di rumah ini adalah Mentri Zhang tapi bos di kamar belakang adalah ibu yang juga istri resmi.Ada juga tetua yang tidak bisa di provokasi, yaitu nenek Zhang.Selir Fey bahkan tidak layak untuk duduk sebelum tiga orang ini turun ")
"Astaga, jadi ngapain datang pagi pagi sekali,sialan.udah jalan jauh jauh ehh kena mental lagi?"
("Sabar sayang,ma tau kamu udah kenyang kan, lihat lah selir fei dia kurus dan kurang vitamin.padahal usia nya baru 31 tahun, kasihan banget deh ")
Zhang Fei melirik selir fei dan juga berpikir begitu.Tadinya dia pikir selir ini udah di awal Lima puluh gitu tapi sebenarnya masih muda juga.
Sistem benar sekali,dia tidak bisa egois gini.
Dengan terpaksa Zhang Fei harus menunggu, Untung saja tidak lama kemudian seseorang turun.
Seorang wanita yang masih bisa disebut cantik tiba dengan pakaian brokat biru dengan sulaman bunga poni. Bersamanya ada pria separuh baya yang tentu saja adalah ayah dari tubuh ini. Menteri yang sang menteri kanan yang begitu populer dan terkenal dengan kejujurannya.
Cuih, kejujuran apa yang dimiliki seorang ayah yang bahkan tidak melihat bagaimana putrinya mati kemarin.
Semua orang yang datang ini ditemani oleh para budak masing-masing. Istri sah atau yang dipanggil ibu ada lebih dari 10 budak di belakangnya.
Seperti orang pesakitan dia duduk di kursi bahkan perlu dibantu oleh pelayan samping. Betapa indahnya hidup, ckckck
Menteri Zhang juga duduk di kepala meja dengan gaya yang arogan tapi wibawanya segera tiba dan menusuk mata sampai yang tidak mau menatap langsung ke arahnya.
__ADS_1
"bisakah kami duduk sekarang?"tanya Zhang Fei pada sistem.
("jangan dulu, pengaturannya seperti ini sayang. paraselir dan anak-anak bahkan tidak boleh duduk sebelum situa Bangka itu duduk. kecuali kalau ada seseorang yang datang mengatakan dia tidak turun untuk makan bersama. Di sini selir dan dirimu harus menunggu dia datang dan duduk terlebih dulu. anda akan dikatakan melanggar pengaturan jika duduk lebih awal")
"tahu gitu kita datangnya 1 jam kemudian kan lebih aman datang langsung duduk dan makan langsung pergi .nggak kayak gini harus nunggu sana nunggu sini ,bosan deh"
("nggak juga sih, itu karena posisi selirmu yang paling rendah. karena itu dia harus datang lebih awal jika ingin makan .lihat saja selir lain belum tiba karena mereka memiliki hak untuk itu. kalau kamu pengennya memiliki hak seperti itu .jadi usahakanlah dengan bagaimana caranya menteri Zhang bermalam di kamar selir ibu")
"Huh aku nggak ada bakat jadi ibu ayam kok "keluh nya.
Tapi tidak lama kemudian penantian sudah berakhir.
Wanita tua yang dibopong oleh seseorang tidak perlu sistem mengatakan ini pastilah sang nenek yang begitu arogan dan tidak memiliki hati nurani. Tapi dia adalah nenek dari tubuh ini.
Wanita tua itu bahkan tidak memandangnya sedetikpun tapi langsung duduk di kursinya.
"Duduk lah"
Hanya setelah wanita tua itu datang barulah para pelayan dan budak dapur menyajikan makanan.
Menu utama adalah nasi kukus, tidak ada daging di sini hanya sayuran yang direbus. Selir fei menelan ludahnya.Dia lapar semalaman dan tidak pernah makan kenyang sejak keluarganya menghilang dari dunia. walau bagaimana sulitnya ini tapi dia tetap bisa makan . Sayuran rebus yang di depannya ini bisa dikatakan sesuatu yang mewah untuknya.
Sementara itu Zhang Fei menatapnya dengan sedikit menghina.
"katanya rumah menteri tapi makanannya hanya sayuran rebus, cih kalau mereka melihat aku makan hotspot tadi malam mungkin mereka akan muntah darah"pikir nya lagi.
Tidak lama kemudian satu persatu anggota keluarga masuk dengan cara yang anggun dan sekaligus memuakkan.
Pantas saja mereka datangnya lama mereka berhias begitu rupa padahal hanya untuk menunjukkan dirinya pada sang menteri.
__ADS_1
Segera aroma harum yang begitu sengit menguar dari setiap selir yang datang untuk makan.
("sebenarnya mereka tidak perlu datang untuk sarapan bersama tapi yang terpenting di sini adalah bagaimana menunjukkan diri sendiri pada sang mantri. berharap malam ini adalah gilirannya")
"Omo Omo, aku tidak bisa bicara"
memikirkan beberapa kata lagi yang disebutkan oleh sistem tiba-tiba membuat perutnya mual. mereka semua bukanlah keluarga yang penuh kasih dan sayang melainkan penjual diri profesional.Walaupun pada dasarnya sasaran target hanyalah satu orang yaitu pria separuh baya di depannya ini.
Tapi gimana cara menggoda pria tua itu sementara wajah mereka begitu menakutkan seperti boneka Annabelle.
("ya riasan yang sangat populer pada tahun ini, begitu lah kan hihihi. Mama sudah tahu tapi masih terkejut ketika melihatnya")
Mereka bukan memakai hiasan tapi sebenarnya adalah topeng tebal yang terbuat dari tepung putih.
lihat saja , wajah mereka sudah seperti Geisha putih bersih tapi dengan bibir yang merona merah. ada juga blush on di pipi yang sedikit mencolok.
Kalau mereka pikir itu indah itu mungkin saja karena pada tahun ini memang begitu cara bersolek. Tapi bayangkan saja warna wajah dan warna leher itu jauh berbeda.
Tidak bisakah menteri pintar yang katanya dihargai kaisar ini berpikir jika itu cantik.
Hah di mana-mana laki-laki itu sama saja. Kadang-kadang mereka hanya berpikir dengan bagian bawah.Sialnya itu adalah ayah tubuh ini.
Zhang Fei memucat lagi dan wajah pucat ini jelas kentara karena dia tidak memakai riasan apapun untuk menyembunyikan wajah aslinya.
Mungkin selir ibu tidak memiliki uang untuk membeli kosmetik yang populer tahun ini.
Tapi untung saja dia tidak punya uang jika punya maka pasti nona keempat akan dijajali dengan kosmetik yang sama.
Katanya sih agar cantik dan bikin menteri kanan klepek-klepek tapi cantik apaan tuh, mereka cantik seperti pantat monyet.
__ADS_1
Sampai menahan muntahnya tapi juga harus menahan rasa geli yang tiba-tiba menggelitik di otaknya. Bisakah dia pergi saja ,tolong..