Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
126


__ADS_3

Paman pangeran sedang berada di ruangan pribadinya ketika penjaga bayangannya masuk dengan langkah ringan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, penjaga bayangan menyerahkan selembar surat kepada Paman pangeran.


Paman pangeran menerima surat tersebut dan membuka isinya dengan hati-hati. Dia membaca isi dekrit yang baru saja diumumkan oleh Kaisar yang Agung, dan ekspresinya terlihat sedikit tegang. Setelah membaca dengan seksama dia menyimpan surat itu kembali dan duduk di kursi dengan berpikir keras.


"Dekrit ini sangat mengejutkan," gumam Paman pangeran dalam hati. "Pergi ke provinsi yang sedang dilanda kekeringan dan wabah penyakit? Dan Pangeran kedua, ketiga, serta keempat dikirim bersama-sama? Apakah ada rencana yang lebih besar di balik semua ini?"


Dia mulai merenung dan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.


"Diperlukan permainan politik yang cerdik," pikir Paman pangeran dengan serius. "Saya harus merencanakan langkah-langkah yang tepat untuk memanfaatkan situasi ini. Apapun tujuan Kaisar yang Agung, saya harus tetap berada di garis depan dan mengambil peran yang tepat."


Penjaga bayangan tetap berdiri dengan diam di sampingnya, menunggu dengan kesetiaan. Paman pangeran merenung sejenak lagi sebelum akhirnya mengangguk kecil sebagai tanda pengertian.


"Persiapkan perjalanan saya ke provinsi itu," ucap Paman pangeran tegas. "Kita akan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, dan kita harus mencari tahu lebih banyak tentang apa yang ada di balik dekrit ini."


Penjaga bayangan hanya mengangguk dan kemudian meninggalkan ruangan dengan langkah lembut seperti bayangan yang tak terlihat. Paman pangeran kembali terdiam, merenungkan rencana-rencana yang akan dia lakukan untuk memanfaatkan situasi ini.


"Putri sudah mengetahui isi dekrit ini sejak kemarin apakah dia memiliki rencana?"pikir nya.


dengan asumsi seperti itu Paman pangeran segera berjalan menuju halaman zhang Fei.


Paman pangeran mendekati zhang Fei dengan langkah santai, sambil tersenyum nakal. Dia melihat zhang Fei yang duduk di bawah pohon besar di halaman istana, dikelilingi oleh camilan kecil dan teh susu. Di depannya, terdapat sebuah keranjang berisi anggur yang baru saja matang dari kebun nya.


Anggur yang dikirimkan dari Zhuangzi ini sangat istimewa. Buah-buah anggur tersebut memiliki warna ungu yang menggoda dan mengeluarkan aroma manis yang menggugah selera. Mereka tampak segar dan menggiurkan, menjadi tontonan yang menggoda di tengah-tengah halaman yang indah.


Jaminan kecil yang menghiasi halaman itu juga menambah suasana yang nyaman dan tenang. Bunga-bunga yang indah dan wangi menghiasi taman tersebut, menciptakan lingkungan yang menenangkan bagi zhang Fei.


Saat Paman pangeran mencapai tempat zhang Fei, dia dengan santainya mengambil satu buah anggur dari keranjang dan menatap zhang Fei dengan senyum nakal. "Kau tahu tentang dekrit Kaisar yang Agung, bukan?" godanya.


Zhang Fei hanya tersenyum manis sebagai responsnya. "Tentu saja aku tahu," jawabnya. "Tapi aku tidak tahu dan tidak mau tau solusi untuk masalah itu"


Siapa yang mau main dengan lumpur politik macam ini,hei menyusahkan saja.


Paman pangeran tertawa ringan. "Kau selalu penuh misteri dan kecerdikan, Putri. Aku tahu aku bisa mempercayakanmu untuk mencari jalan keluar dari situasi ini."


Zhang Fei menepuk-nepuk kursi di sampingnya, mengundang Paman pangeran untuk duduk. "Ayo, mari kita nikmati anggur ini , lupa saja semua nya dulu, toh bukan kau yang akan jadi kaisar kan"ajaknya.


Mendengar itu Paman pangeran hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan serius. Setelah mengetahui rahasia di balik informasi yang didapatkan oleh sang putri. Sekarang Paman pangeran menyadari jika istrinya adalah seorang wanita yang luar biasa.


Mungkin dia adalah satu-satunya wanita yang pernah bertemu dengan dewa dan Dewi di langit di negara dayun ini.


Oh mungkin saja dia adalah satu-satunya yang pernah bertemu untuk dewa dan Dewi di dunia bukan hanya di negara dayun.


Jadi wajar saja jika dia tidak menginginkan tahta apalagi status kehormatan.


"Paman pangeran, apa yang ingin kamu ketahui hari ini?"tanya zhang Fei.


"Kau melihat wajah pangeran ketiga saat dekrit dibacakan tadi?" tanya Paman pangeran.


Zhang Fei tersenyum, mengetahui bahwa pangeran ketiga sebenarnya marah tetapi berusaha menyembunyikan emosinya. "Iya, aku tidak bisa melihatnya," jawabnya .


" tapi semuanya bisa ditebak kok,ternyata dia tidak sebahagia kita dengan isi dekrit itu."


"Hem apakah kau tidak bisa membaca isi hatinya?"tanya Paman pangeran.


Tuk...


Zhang Fei dengan kurang ajarnya melempar sebutir anggur ke wajah Paman pangeran sehingga pria itu mengeryitkan dahinya.


"paman pangeran Aku hanya bisa mencuri dengar tapi tidak bisa mencuri lihat. kau dengar itu aku hanya bisa menguping!"katanya dengan kesal.

__ADS_1


Hei sebenarnya lebih cocok dikatakan kesal dengan sistem yang tidak begitu berfungsi. Andai saja dia bisa menggambarkan melalui video tentu saja akan lebih akurat.


Tapi sistemnya hanya bisa membuat gosip yang tidak penting, huhuhu apakah sang Putri boleh menangis?


Sistem tutup layar dulu jika pasangan ini sedang berdua,kan takut kepengen kan. Jadi sistem sekarang tidak mendengar isi pembicaraan mereka berdua jika mendengar mungkin dia hanya bisa memutar matanya dengan jengah.


Ya itupun jika sistem memiliki mata.


"Ohh Putri sayang, jangan terlalu cepat marah nanti kau jadi tambah jelek loh. Aku hanya bercanda dan itu juga sudah bersyukur karena mendapatkan anugerah seperti putri.ohh istriku sayang tolong jangan buat bibirmu seperti itu. Aku malah ingin ehem.. Ehh hehehe kau tau kan "kata Paman pangeran dengan mesum.


"Kau ahh sudah lah,dasar pria ...


Merasa tidak nyaman Ketika istrinya dalam keadaan bad mood, jadi Paman pangeran mengalihkan pembicaraan mengenai sesuatu yang bisa membuat suasana hati sang Putri menjadi baik lagi.


"Hem Putri, kenapa pangeran ketiga tidak bisa menyembunyikan rasa marah nya kan,apa dia tidak takut orang lain curiga?"


Zhang Fei mengangguk mengerti, sambil tertawa kecil. "Tentu saja, dia adalah pangeran ketiga yang sombong. Tidak mudah baginya untuk menahan emosinya, terutama ketika merasa situasinya tidak sesuai dengan harapannya."


Paman pangeran tersenyum dan menggenggam tangan zhang Fei erat. "Tapi yang terpenting, kita berdua tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Kita akan bekerja sama untuk mencari solusi terbaik, baik untuk provinsi maupun untuk pangeran ke empat"


Mereka berjalan beriringan, berbicara dengan canda tawa, seolah tidak ada masalah di dunia ini yang bisa mengganggu kebahagiaan mereka.


"Sayang kira kira apa yang di lakukan oleh pangeran ketiga sekarang Hem?"kata Paman pangeran dengan rasa ingin tahu.


"Hem begitu? oke mari kita intip hehehe"


Paman Pangeran turun dari gerbong kereta kudanya dengan gagah. Ia memasuki halaman istana yang megah, dihiasi dengan taman-taman yang indah dan kolam-kolam berkilauan. Gerbang istana terbuka lebar, menyambut kedatangannya dengan megah.


"Hei apa seakurat itukah, informasi nya putri?" kata Paman pangeran.


"Hem aku hebat kan, jadi Paman pangeran jika kau pergi ke rumah bordir hehehe siap siap saja lah "kata zhang Fei dengan nada mengancam.


Ini bukan kisah tapi diskripsi nya juga akurat sekali.Paman pangeran tidak pernah pergi dengan jujur tapi juga pernah pergi secara diam-diam jadi diskripsi istana juga sama seperti yang di perdengarkan orang zhang Fei.


Ahh tiba-tiba saja Paman pangeran berpikir apa yang dikatakan oleh sang putri bukan hanya sekedar ancaman belaka tapi agak benar-benar terjadi jika dirinya nekat.


Ups ini adalah kerugian yang paling besar bagi Paman pangeran.


"Hem Putri jangan marah dulu ayo kita dengarkan lagi apa yang terjadi setelah itu kan "kata Paman pangeran.


Di sini zhang Fei mendengus dengan bangga tapi dia tetap melanjutkan apa yang didengarnya melalui sistem, seolah-olah itu adalah hal yang dia lihat sendiri.


Di istana pangeran ke tiga.


Dengan langkah cepat, seorang Kasim pribadi Pangeran, masuk ke dalam istana dan berjalan menuju kamar kerja Pangeran Ketiga. Ketika pintu kamar kerja terbuka, terlihat suasana yang berbeda di dalamnya.


Kamar kerja Pangeran Ketiga penuh dengan buku-buku dan gulungan dokumen yang tertata rapi di atas meja besar. Di sekitar ruangan, terdapat lukisan-lukisan berharga yang menghiasi dinding. Kursi kerja yang besar dan nyaman terletak di tengah ruangan, menghadap jendela yang memberikan pemandangan indah ke taman istana.


Namun, saat ini suasana kamar kerja itu berubah. Barang-barang tergeletak berserakan di lantai, menandakan kekesalan Pangeran Ketiga. Buku-buku dilemparkan secara acuh tak acuh, dan beberapa barang hiasan yang biasanya tersusun rapi, kini tercecer di berbagai sudut ruangan.


Pangeran Ketiga berdiri di tengah kamar dengan wajah yang terlihat marah dan frustasi. Ia merasa terhina dan tidak terima dengan isi dekrit yang dikeluarkan oleh Kaisar. Dalam kekesalan, Pangeran Ketiga melempar beberapa barang ke lantai, mengeluarkan kekesalannya melalui tindakan tersebut.


Brak...


Brak...


("Ups sayang ku,itu batu tinta yang bagus,ohh untung aja Mama nggak jantungan kan , sayang benget tuh batu kan")


"Ohh Paman pangeran pangeran ketika melempar batu tinta yang cukup mahal.ohh Aku tidak tahu berapa harga batu tinta itu tapi yang jelas itu adalah sebuah pemborosan" kata zhang Fei.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh zhang Fei saat ini ,hanya melanjutkan isi pembicaraan dari sistemnya, seolah-olah dia memang menyaksikan kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.


Sementara itu Paman pangeran , mencerna mencoba mencerna isi dari kejadian yang dikatakan oleh sang putri.


("Ohh tuhan,tuh lukisan di apain ,hei astaga,ini lukisan mahal lho.ckckvk orang kaya memang beda ya kalau marah begini, hei aduh sakit Mak,porselen antik ooh..matikan.. matikan..say..")


Suasana kamar kerja terasa tegang dan penuh dengan ketegangan. Pangeran Ketiga mencerminkan kemarahan dan ketidakpuasannya dengan cara yang kasar dan tidak terkendali. Semua barang yang berada di dalam kamar kerja menjadi saksi bisu atas kekesalannya yang mendalam.


Tapi...


"Putri ? Tapi apa lagi Hem?"


"Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi saat ini pangeran ketiga diam di meja kerjanya tanpa melakukan apapun di sana"kata zhang Fei.


seperti yang dikatakan oleh sistem usaha ini pangeran ketiga tiba-tiba menjadi diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu hanya saja dia tidak melakukan beberapa hal yang seharusnya mengarah kepada itu seperti menulis atau membicarakan dengan Kasim kepercayaan yang saat ini berdiri teguh di sampingnya.


"Diam? dia hanya sedang dalam posisi diam? Begitu kah?" Kata paman pangeran yang juga heran dengan kejadian ini.


Seharusnya pangeran ketiga yang marah tadi,mungkin akan membicarakan masalah ini dan mencari solusi bersama kasim nya .Tapi kenapa dia justru menjadi diam seribu bahasa tanpa melakukan tindak apapun.


Ini aneh sekali.


Yang tidak diketahui oleh keduanya termasuk sistem ada apa yang sedang dipikirkan oleh pangeran ketiga.


saat ini pangeran bertiga berpikir ada penghianat di dalam kelompoknya yang saat ini tidak diketahui keberadaannya.


jika tidak begitu kenapa beberapa informasi bocor di luar sana. Bukan saja mengenai kisah yang dikemas di dalam buku .Tapi beberapa rencana juga bisa diantisipasi oleh pihak tertentu yang membuat dia mengalami kerugian besar.


Sampai saat ini pangeran ketika tidak menemukan orang yang cocok dengan kejadian ini. Sebenarnya siapa yang diuntungkan jika dirinya mengalami kerugian dan tercoret dan daftar calon putra mahkota selanjutnya.


"aku harus merencanakan dengan baik-baik tapi rencana ini tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga selain diriku sendiri"Pikir nya dalam hati.


untuk sesaat dia melirik Kasim yang selalu berada di sini sejak dulu. kondisi saat ini membuat pangeran ketika berpikir tentang semua orang yang berpotensi menjadi penghianat.


Bahkan dia tidak melewatkan Kasim yang berada di sampingnya ini.


Inilah mengapa dia merencanakan sesuatu tapi tidak membicarakan dengan orang lain bahkan juga tidak menuliskannya ke dalam sebuah kertas.


Sehingga sistem juga tidak melihat informasi untuk menjelaskan apa yang sedang dipikirkan oleh pangeran ketiga.


"Kasim, dua hari setelah acara pernikahan bawa selir zhang untuk masuk" kata nya pada kasim.


Selir Zhang ini mengacu kepada yang setelah menikah akan mendapat posisi sebagai selir samping.


Karena dia memiliki nama keluarga Zhang maka lebih cocok disebut dengan selir zhang.


Selir samping posisinya lebih mirip disebut sebagai seorang istri kedua. Jika ada sesuatu yang terjadi kepada istri sah maka dia akan mengambil alih posisi itu secara otomatis.


Jika angin bertiup ke arahnya, bukan tidak mungkin dia juga bisa merebut posisi istri sah ini walaupun dengan cara yang sedikit kejam.


Ini berbeda jika dirinya memiliki posisi selir biasa. Perbedaan ini seperti perbedaan antara langit dan bumi.


Kasim mendengar perintah itu tidak pernah meragukan perintah majikan. Padahal tanpa setahu nya majikan juga sempat berpikir jika dia mungkin adalah calon mata-mata yang cocok. Kasihan sekali kasih ini.


Kasim jujur ini hanya mengangguk setuju dan pergi untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan dalam hal ini.


Istana akan mengadakan perjamuan pernikahan 3 hari setelah ini, lalu dua hari setelah pernikahan seharusnya dibawa masuk.


Dua minggu setelah kejadian pangeran ke-3 harus pergi ke provinsi x, di mana tidak tahu kapan dia akan kembali.

__ADS_1


Jadi sebuah rencana harus di peta kan sebelum dia pergi.


__ADS_2