Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
248


__ADS_3

Paman Pangeran masuk dengan langkah perlahan ke dalam kamar di mana Zhang Fei sedang beristirahat. Langkah-langkahnya yang pelan seolah-olah mencerminkan ketakutannya, namun langkah tersebut juga mengganggu tiduran Zhang Fei.


Dengan statusnya yang saat ini sebagai calon Ratu, beberapa dayang selalu berjaga di pintu kamar. Mereka melakukan pergantian shift, sehingga kamar tempat seorang Ratu beristirahat tidak pernah kosong.


Gadis Persik akan menjabat sebagai dayang peringkat satu di istana terlarang di masa depan.Dia adalah pelayan langsung dari Ratu.


Dia juga sudah menyampaikan kabar ini di istana kecil dan sekarang sedang menunggu kedatangan Mawar dan Melati untuk melanjutkan pekerjaan mereka dalam melayani Ratu.


Ketika Paman Pangeran tiba, Gadis Persik memberikan isyarat kepada para dayang istana untuk tetap diam di tempat tanpa mengeluarkan suara. Tidak ada yang berani menghalangi Paman Pangeran untuk bertemu dengan Zhang Fei.


Saat Paman Pangeran berdiri di dekat tempat tidur Zhang Fei, dia tidak bisa menghindari pandangan penuh rasa tertekan dan bersalah. Dia memperhatikan dengan seksama wajah Zhang Fei yang tengah tertidur, betapa nyamannya itu.


Tapi dalam pandangannya itu, jelas tergambar rasa bersalah yang mendalam. Paman pangeran sekarang membawa beban berat yang tak dapat dia ungkapkan.


 "Ratu." bisik Paman pangeran.


Dia tau jika Zhang Fei sebenarnya tidak tertidur dari cara dia menarik nafas.


Dengan suara yang lembut tapi penuh pertanyaan, Paman Pangeran mulai bertanya, "Ratu, kau sudah tahu isi dekrit dari almarhum Kaisar kan sejak awal? Mengapa kau tidak pernah mengabari aku Hem? Apakah kau berencana untuk kabur dan menolak untuk menjadi Ratu Dayun?"


Hanya Paman Pangeran saja yang mengetahui kemampuan Zhang Fei dalam mencari informasi yang absolut. Mana mungkin dia percaya jika Zhang Fei mengatakan dia tidak tahu isi dekrit itu.


"Aku tau, kau hanya membuat beberapa alasan saja untuk pergi dari Dayun bukan? Ratu,seumur hidup aku baru melihat ada seorang yang menolak untuk jadi ratu di sebuah negara.Kau satu satunya di dunia "


Zhang Fei yang sebenarnya masih ingin pura-pura tidur, membuka matanya yang terlihat sedikit lelah. Dengan nada yang agak getir, dia menjawab, "Apa enaknya menjadi Ratu? Pekerjaan begitu banyak dan tidak ada waktu untuk istirahat. Akan ada begitu banyak kerabat yang memanfaatkan kondisi. Pertarungan di istana belakang juga akan membuatku muak."


Paman Pangeran maju dan mengambil tangan Zhang Fei dengan lembut. Dia berkata, "Apa kau lupa bahwa dalam dekrit itu,dikatakan bahwa jika aku tidak bisa mengambil selir? dekrit itu masih berlaku kan Ratu? Jadi tidak akan ada pertarungan di istana belakang, karena hanya kau yang ada di istana ini."


Zhang Fei tidak lupa peraturan itu, tapi dia selalu merasa skeptis terhadap kata-kata lelaki. Dengan nada yang tegas, dia bertanya, "Apakah sekeping dekret itu bisa berlaku seumur hidup? Bisakah itu menjamin bahwa kau tidak akan tertarik pada gadis lain yang lebih cantik, lebih muda dan memiliki latar belakang yang lebih bagus?"


bisakah kau percaya jika seekor kucing menolak untuk memakan ikan atau daging yang diberikan di depan matamu.


laki-laki semuanya bejat, dia masih ingat dengan ayah kandungnya di kehidupan sebelum ini. punya istri satu saja tidak cukup jadi dia selingkuh dan selingkuh lah yang menjadi puncak segalanya.


Sekarang memiliki selir itu dikatakan sebagai perilaku halal. Bisakah kau percaya ada pria yang menolak godaan ini?


Sampai mati pun, Zhang Fei tidak akan pernah percaya sama sekali.


Paman Pangeran menggelengkan kepala dengan lembut namun tertawa di saat yang sama. "Ratu, apa kau cemburu?"


Zhang Fei mungkin merasa sedikit lemah, mengalihkan tubuhnya ke sisi lain dengan wajah marah.


Dia berkata" katanya tidak mau jadi Kaisar tapi diambil juga, heh munafik!!"


"Munafik, apa itu munafik?"Paman pangeran sudah sering berdebat dengan Zhang Fei. terkadang dia cukup heran dengan pembendaharaan kata yang dikeluarkan oleh istrinya ini.


Kata-kata yang dia keluarkan sama sekali tidak familiar dan tidak umum digunakan.


Jadi apa itu munafik?


"Ya itu dia, di mulut katanya nggak mau tapi di dalam hati nggak nolak. Jika Itu Bukan munafik ,apalagi coba?" Zhang Fei sangat kesal sampai bangun dari atas ranjangnya.


"Ratu, aku memang tidak ingin menjadi Kaisar tapi lihat sendiri apa yang dilakukan oleh pangeran keempat pada Dayun ku. situasi mentalnya sedikit tapi ganggu dan pengalamannya dalam beberapa hal juga tidak cocok.Jadi...


"Ohh jadi Paman Pangeran itu cocok jadi Kaisar kalau gitu jadi aja sana,aku ogah jadi Ratu.Tadi paman pangeran tidak lulus ujicoba.Kau bisa saja mengorbankan aku hanya untuk negara ini.Is aku tidak suka itu ,laki-laki macam apa yang tidak bisa menjaga wanitanya sendiri?"


"Hei...Ratu .. ini..


"Hah mau jawab apa? nggak bisa kan kalau nggak bisa minggir sana,bosan aku "


"Ratu...sabar dulu, dengarkan penjelasan suamimu"


"nggak mau, dasar pria, bagaimana mereka itu sama. Kalau pada maunya itu baik banget tapi kalau udah nggak ada kegunaannya lagi sembunyi dibuang seperti sampah. Ini juga...

__ADS_1


Cup..


Tiba-tiba saja bibir zhang Fei yang sedang ngoceh ditutup dengan bibir Paman pangeran.Alhasil Zhang Fei terkejut yang jadi melunak.


Dia mendorong Paman Pangeran agar lebih jauh tapi pemandangan adalah seorang pria besar. Tidak mudah untuk mendorong. bukannya terdorong tadi marah semakin maju dan memeluk Zhang Fei dengan erat.


"Ratu ku.. kau tahu apa yang aku rasakan ketika aku di tuduh bersalah? rasanya ada sesuatu yang menusuk ke dalam jantungku dan itu sakit sekali.Pangeran tempat adalah calon yang aku pilih sendiri. tapi setelah berhasil dia sendiri yang mencurigai aku dan mengatakan aku di posisi bersalah "


"Ya kan sudah aku bilang dari awal tapi nggak mau dengar.nah sekarang menyesal kan!!" Zhang Fei tidak lagi memberontakan namun memberontak juga percuma jadi diri membiarkan Paman pangeran m memeluk nya.


Hanya saja setitik air mata jatuh ke tangan Zhang Fei.Itu hangat tapi membuat Zhang Fei membeku.


Tidak mudah bagi seorang pria untuk menipiskan air mata.Ini artinya Paman Pangeran begitu tertekan dengan kejadian hari ini.


"Aku rela mati untuk Dayun tapi aku tidak rela jika kau terlibat dalam tuduhan itu.Kau tahu, selain dayung yang penting di dalam hati ini adalah kau Ratu ku.Sebelum menjadi ratu kau sudah membuat tahta sendiri di dalam hati.Tapi karena keinginan dan keegoisan ku, kau jadi terlibat dan terancam mati bersama aku tidak rela, aku tidak ikhlas"


Dia bangkit dan menatap zhang Fei.Rasa bersalah itu memancar dari matanya, tapi jelas dia menutupi kenyataan jika tadinya dia sedang menitiskan air mata.


"aku bisa saja menolak tahta itu dan membiarkan Pangeran keempat menjadi Kaisar seperti yang sudah direncanakan. tapi kupikir hanya dengan menjadi Kaisar maka aku bisa menjagamu. hanya dengan menjadi Kaisar maka aku bisa membuat kau dan anak-anak itu selamat"


"Ini semua karena mu ratu. Dengan pemikiran dan perasaan seperti itu, bagaimana mungkin aku akan menghiasi istana ini dengan selir-selir yang tidak enak dipandang? Kau adalah bunga yang paling langka .Bukan saja di Dayun tapi di benua ini.Jadi Ratu di sini bersamaku dan aku janji, tidak akan ada bahaya lagi untuk kau dan Putra kita"


Zhang Fei melongo dan tidak bisa menjawab mendengar pengakuan tersebut. Ini bukan saja pengakuan yang paling romantis yang ditujukan hanya untuk dirinya tapi yang paling menyentuh adalah hanya karena dia Paman Pangeran rela menjadi Kaisar.


"Ohh sejak kapan paman pangeran bisa berbicara semanis madu?"


("Ya tapi, dia juga membutuhkan Mama sih, kau tahu tadi dia mengatakan akan membuat departemen khusus menyidak orang-orang yang tidak jujur di Dayun.Apa itu jika bukan mama Hem")


Kebahagiaan dan kehangatan yang tadinya dirasa oleh zhang fei tiba-tiba saja seperti disiram dengan air dingin ketika mendengar ucapan dari sistem.


"Kau... tadi kau bilang aku bisa jadi ratu yang santai seharian tidak ada bahaya lagi setelah itu tapi departemen apa? apa kau ingin mempekerjakan erat ini sebagai informan gratis?"matanya tiba-tiba melotot melihat Paman pangeran.


Paman Pangeran tidak takut tapi sekarang dia malah terhibur melihat perubahan wajah Zhang Fei itu.


Ya inilah wajah asli dari Zhang Fei yang sesungguhnya.


"Ya ya, Jelaskan jika Paman Pangeran tidak ingin menggunakan kemampuanku untuk menggali informasi kan?ahh aku seorang Ratu tapi masih menjadi alat? Ahhh tidak mau"


"Bukan Ratu ,bukan begitu..ini..


"Ohh ya, jika bukan itu , jadi apa?"


Suasana di dalam kamar jalan Ratu menjadi berisik. Para dayang di istana sedikit menaikkan keningnya tidak mengerti kenapa bisa seberisik itu, tapi gadis Persik sudah terbiasa.


Jadi dia hanya menggeleng-gelengkan kepala dan meminta semuanya diam.


Sekarang pasangan itu sudah masuk dalam mode berdebat.


Yang tidak bisa mengerti oleh semua orang perdebatan itu sangat memungkinkan untuk Dayun menjadi lebih baik di masa depan.


mungkin Zhang Fei sudah menerima identitasnya sebagai calon Ratu Hanya dua hari kemudian. Jadi dia mulai membicarakan beberapa beberapa pengaturan dan undang-undang yang dipikirnya sudah lapuk.


Ada begitu banyak hal yang ingin dia buat, contohnya membuat departemen yang dikhususkan untuk wanita. Dia ingin wanita bisa berdiri sama tinggi dengan laki-laki.


Dia juga ingin membuat identitas para pedagang itu lebih baik dari sekarang. Tapi masalah status tidak bisa dihilangkan begitu saja ini sudah mendarah daging saja turun temurun.


Jadilah mereka berdua berdebat tentang masalah pajak di mana, Zhang Fei ingin pajak di samaratakan antara kaya dan miskin, pajak hanya dihitung tentang jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang terlepas dari status mereka masing-masing.


Jadi kemarahan Zhang Fei malam itu benar-benar dipadamkan hanya dengan berdebat.


Keesokan harinya, Zhang Fei sudah bangun dari tidurnya dengan wajah yang ceria lagi.


"Ratu...!"beberapa dayang-dayang istana segera menyambut Zhang Fei begitu kakinya turun dari ranjang.

__ADS_1


"Ratu pemandian sudah selesai apakah Ratu ingin mandi sekarang?"tanya seorang gadis yang rupanya adalah mawar.


"Ohh mawar kapan kau datang?"


"tadi malam Ratu, pada saat itu Ratu sudah tidur"


Zhang Fei hanya mengatakan beberapa kata kerja dan membiarkan semua orang melayaninya dari membuka pakaian dan mengirimnya ke sebuah ruangan besar.


Pemandian yang disebutkan adalah bak mandi berukuran 2 x 2 m. Mereka bukan saja mengisi bak mandi dengan air panas tapi juga menaburkan ribuan kelopak bunga yang harum.


"cantiknya, tidak buruk menjadi ratu" kata zhang Fei dalam hati.


Tapi..


"UPS mama seperti nya ada masalah deh mah "


("apa say kehidupan kamu sebagai Ratu itu sudah cukup nyaman Jadi masalah apalagi sih?")


"Ohh apa Mama lupa Sebenarnya aku tidak pernah Bab di luar, selalunya aku melakukan itu di rumah kost kan"


Gadis Persik, mawar dan melati pernah melaporkan ini sampai-sampai mendatangkan tabib untuk menanyai, kenapa sang Putri tidak pernah Bab, padahal makannya banyak loh.


mana mereka tahu kita sebenarnya Zhang Fei melakukan itu di kamar mandi di rumah kosnya.


Di Dayun, hanya rakyat jelata saja yang memiliki gubuk kecil untuk itu. sementara para bangsawan itu beda lagi.


Emang ada gubuk sih tapi itu bukan lubang atau sesuatu. Hanya sebuah bak kecil untuk menampung kotoran.


Nanti bak itu akan diganti secara berkala.Tapi sekarang Zhang Fei akan menjadi seorang Ratu. Jadi dia memiliki bak porselin mahal yang dibuat secara khusus.


"Mereka ini tidak pernah meninggalkan aku sedikitpun jadi agak sulit untuk pergi ke rumah kost"


("Sekarang kan bisa, udah bilang aja pergi kalian dari sini, udah kan")


"Eh begitu?"


"Ehem ehem, gadis Persik bawa semua orang keluar aku ingin sendirian saja di sini"kata Zhang Fei.


"Ratu , rendahan ini takut nanti Ratu akan pusing jika berendam lama-lama"


"Hem pergi dia datang lagi setelah 20 menit, oke "kata Zhang Fei.


20 menit itu sudah cukup lama jika dia pergi ke kamar kos.Ahh sekarang dia bingung bisakah dia selalu pergi ke kamar kostnya dengan apa ada yang selalu mengikuti?


Ribet kan jadi nya.


Gadis Persik tidak memiliki pilihan lain. Jadi dia meninggalkan Zhang Fei sendirian di kamar mandi. Mana dia tahu, sebenarnya Zhang Fei tidak tinggal di kamar mandi tapi menghilang dan pergi ke kamar kostnya.


Terlepas dari semua hal, Zhang Fei buru-buru pergi ke toilet dan lega setelah itu.


Hanya ketika menyadari tidak ada toilet Di Dayun baru kemudian dia merasakan betapa pentingnya sebuah toilet.


"Mama cari cetak biru untuk membuat toilet, jika dipaksa untuk buang BAB di mangkuk porselen ,aku bisa mati"


("Oke say,tidak masalah tinggal sebut aja")


Zhang Fei yang saat ini sudah menerima Identitas barunya sebagai Ratu Dayun selanjutnya.


Sekarang dia mulai mengagendakan toilet yang bisa diaplikasikan di berbagai kota.


 Jika orang luar mengetahui ide pertama yang akan dilakukan seorang Ratu yang baru diangkat ,sebenarnya adalah membangun sebuah toilet dan memasyarakatkan toilet itu sendiri di masa depan.


Mungkinkah mereka akan bahagia? Entah lah, tapi itu akan terjadi di episode lain. Tapi sekarang fokus calon Ratu ,tetap saja mengedepankan sanitasi terbaik di benua ini.

__ADS_1


Tentu saja sebagai seorang Ratu ,dia harus mendapatkan prioritas.


"Baik lah, bisakah aku mandi sendirian saja ?


__ADS_2