Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
232


__ADS_3

Zhang Fei merasakan konflik batin yang mendalam. Ia tidak ingin kembali berlutut, tetapi kuasa dan pengaruh dari tradisi yang ada begitu besar sehingga ia merasa tak berdaya. Bagian bawah lututnya terasa nyeri dan bengkak akibat berlutut dalam waktu yang lama, sebagai akibat dari kesalahan yang telah dia lakukan.


Perasaan sakit itu menambah beban emosionalnya. Akibatnya, selera makannya pun hilang. Meskipun Gadis Persik berusaha membujuknya dan menawarkan makanan, Zhang Fei hanya mampu menelan beberapa potong kue dan segelas air putih. Tubuhnya lelah dan pikirannya terus terganggu oleh perasaan bersalah dan keterbatasannya.


Namun, waktu terus berjalan. Saat jam menunjukkan pukul 02.00, ia dipaksa untuk kembali ke aula dan berlutut sekali lagi. Gadis Persik mencoba membantu dengan menambahkan bantalan pada lututnya, tetapi rasa sakitnya semakin terasa karena ia harus berlutut dengan cara yang sama selama beberapa jam.


Kali ini, ketika ia berlutut di aula, air mata yang mengalir dari matanya adalah air mata sungguhan. Tangisannya memenuhi ruangan, dan suara isak tangisnya memecah kesunyian. Sambil menangis, ia berbicara dengan suara yang tersedu-sedu, "Kaisar, mengapa kau pergi begitu cepat? Mengapa kau menyiksa kami yang tinggal? Huhuhu..."


Dia merasakan kesedihan mendalam dalam hatinya, yang sebenarnya bukan hanya karena kepergian Kaisar, tetapi juga akibat penderitaan fisik yang sedang ia alami. Beberapa orang di sekitarnya dan Kasim kecil yang menyaksikan tangisannya pun terdiam, terharu oleh ekspresi kesedihan yang tulus.


"Oh , rupanya hubungan almarhum Kaisar dan istana kecil begitu bagus, aku tidak akan menyangka Jika putri peipei bisa menangis begitu sedih ketika Kaisar meninggal"


"Oh Paman Pangeran itu bodoh jadi dukungan Yang ada hanyalah Kaisar. tentu saja Putri peipei begitu sedih , sekarang Kaisar sudah tidak ada lagi bagaimana dia bisa bertahan dengan suaminya itu"


"Ah kasihan sekali Putri peipei "


Semua orang yang melihat kejadian itu berpikir hal yang sama.Mereka tidak menyadari bahwa tangisannya sebenarnya bukan hanya tentang kepergian Kaisar, melainkan juga tentang perasaan sakit di lututnya.


Adalah benar dia tidak mengharapkan kepergian Kaisar, mati boleh saja tapi jika menyusahkan diri sendiri ini sama saja bodoh.


"aah lutut ku...


Tangisannya terdengar di seluruh aula, dan ia melanjutkan, "Kaisar, kau tidak seharusnya meninggalkan kami. Kehilanganmu telah menyiksaku..."


Kabar tentang kesembuhan Paman Pangeran yang telah diobati oleh seorang dokter jenius telah menyebar ke seluruh ibukota. Katanya lagi kabar ini juga sudah dikenal di berbagai kota lain sebelumnya.Hanya saja, ibukota agak terlambat dalam memperoleh informasi tersebut.


Pagi hari datang tanpa adanya perubahan yang mencolok. Namun, saat tradisi berlutut dan menangis dilanjutkan pada pukul 02.00 siang, suasana berubah. Semua orang yang terlibat dalam tradisi ini melirik ke arah Paman Pangeran dengan pandangan yang penuh perbandingan. Mereka membandingkannya dengan sosok Paman Pangeran dari masa lalu yang lemah dan rentan.


Di tengah-tengah keramaian, Paman Pangeran sendiri berlutut dalam keheningan. Matanya bersinar dengan jernih, memancarkan aura positif yang tak terduga. Wajahnya yang kekanak-kanakan sekarang tampak lebih tegas dan bijak. Sosok nya bahkan menjadi lebih kuat dan memiliki kearifan.


Pandangan orang-orang terfokus pada Paman Pangeran yang berlutut dengan sikap yang berbeda dari sebelumnya. Mereka bisa merasakan transformasi yang luar biasa pada pria itu.


 Bisikan-bisikan mulai terdengar di antara kerumunan orang-orang. "Apakah ini benar-benar Paman Pangeran yang sama?" bisikan pertama terdengar, suara ragu di baliknya. "Saya tidak pernah berpikir dia bisa berubah secepat ini," bisikan lain bergema. "Apakah gosip tentang penyembuhannya benar adanya?" terdengar bisikan yang penuh keraguan.


Tetapi, seiring perlahan Paman Pangeran berlutut dengan tatapan yang penuh kebijaksanaan, bisikan-bisikan skeptis mulai bergeser menjadi bisikan-bisikan tercengang. "Saya tidak percaya ini," bisikan suara yang tidak bisa menyembunyikan kekaguman. "Ini nyata, bukan?" terdengar bisikan yang penuh keheranan. "Dia benar-benar telah berubah," bisikan-bisikan itu akhirnya mengakui kenyataan yang ada di depan mata mereka.


Meskipun perhatiannya sebenarnya tertuju pada Paman Pangeran yang berlutut, Paman Pangeran sendiri terkesan tidak peduli. Kehilangan Kakak Kaisar dan saudara sedarah nya yang terakhir telah meninggalkan bekas kesedihan yang dalam dalam hatinya.


Sebagai praktisi ahli bela diri, ia memiliki telinga yang sensitif. Meskipun tampak seakan tidak memperhatikan, ia mendengar inti dari bisikan-bisikan yang mengalir.


Di sisi Paman Pangeran, ia berpikir, "Mungkin ini adalah sesuatu yang dilakukan oleh Putri setelah kematian Kaisar."


Di sini, paman pangeran tau, jika Putri memiliki kekuatan di tangannya.Bukan tidak mungkin pengaruhnya merambah hingga pada ada kabar tentang kesembuhannya.


Dia sama sekali tidak tau, jika penyebaran rumor itu sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan zhang Fei.


Meskipun ada ,itu hanya sedikit dan gosip tersebar secara sukarela.


Sementara itu, beberapa bangsawan dan menteri yang hadir dalam kejadian itu sebenarnya mengetahui beberapa seluk beluk yang terjadi di balik layar. Meskipun mereka memiliki pengetahuan tentang transformasi Paman Pangeran, mereka sengaja memilih untuk bersikap seperti tidak tahu.


Yang di takut kan sekarang, bukan mantan kaisar atau para pangeran.Tapi putri peipei sendiri.


Adapun Paman pangeran adalah orang dari putri jadi menyinggung Paman Pangeran adalah menyinggung sang Putri.


Hukuman dari menyinggung suami Putri Peipei sama saja dengan mati. Jadi di sini semua orang hanya mencari aman.

__ADS_1


Dengan begitu,sore hari berlalu dengan cepat, sampai lah jam lima sore di mana air mata zhang fei sudah kering kerontang seperti sumur tua di musim panas.


Tepat ketika Gadis persik datang untuk membantu zhang Fei berdiri,pada saat itu lah seorang Kasim berteriak mengatakan jika ada dekrit dari almarhum kaisar.


Karena ini dekrit mantan kaisar,mau tidak mau, zhang Fei yang sudah akan berdiri, jadi berlutut lagi di lantai yang keras.


Bukan saja zhang Fei tapi semua orang termasuk dengan gadis Persik juga harus berlutut.


Dekrit kaisar, sifat nya adalah kata kata kaisar sendiri.Jadi mereka harus berperilaku seperti sedang mendengarkan suara nya bukan sepotong kertas biasa.Karena itulah semua orang segera berlutut lagi.


Dengan hening yang khusyuk, seorang Kasim membacakan dekrit yang ditulis oleh almarhum Kaisar. Suaranya memenuhi ruangan, mengangkat kata-kata dengan penuh hikmat, sementara tangannya yang memegang kertas seolah-olah sedang memegang harta karun .


"Pernikahan Kaisar dan Ratu adalah anugerah yang diberikan oleh langit. Sebuah ikatan yang tak boleh putus, bahkan oleh kematian sekalipun. Oleh karena itu, pada saat Kaisar ini disemayamkan di tanah peristirahatan terakhirnya, Ratu yang telah bersamanya juga harus menemani dengan membawa pernikahan dan kesetiaan mereka ke alam yang lain."


Kata-kata yang terucap melalui suara Kasim , melambangkan keputusan yang dari almarhum Kaisar. Keinginan untuk bersatu bahkan dalam kematian adalah ide dari sang Kaisar.


Saat kata-kata itu terdengar, suasana di aula berubah. Setiap orang yang berlutut langsung tercengang. Mereka yang sebelumnya menangis dan melibatkan diri dalam ritual itu terdiam, terpana oleh makna yang terkandung dalam dekrit tersebut.


Mata mereka melebar dan wajah mereka tak bisa menyembunyikan kebingungan. Mereka merasa seperti tersentak dari dan tiba-tiba terpaku pada kata-kata yang baru saja mereka dengar.


Keputusan Kaisar yang menginginkan Ratu dimakamkan bersamanya dalam kondisi hidup-hidup adalah hal yang tak terduga yang tidak pernah di duga sebelumnya.


Semua orang tercengang dan terkejut termasuklah paman pangeran.Dia tau Kaisar membuat dekrit di menit-menit terakhir nya tapi sama sekali tidak tau apa isi dari dekrit itu.


Seketika hidung paman pangeran menjadi masam.Mungkin ini di lakukan untuk membalas kan dendam pengeran ke tiga.Pada akhirnya, putral kesayangan nya masih pangeran ke tiga.


Ironis memang tapi ini sudah lebih baik. Dengan begitu Kaisar sudah menyingkirkan satu musuh dari pangeran ke empat.


Tidak apa apa.


Jika orang lain terkejut tapi tidak begitu dengan zhang Fei.Dia sudah tau ini dari sistem gosip nya.


("Namun, ini adalah kata-kata dari Kaisar, yang harus dihormati dan diikuti dalam kerajaan Dayun ini.")


 "Benar, ini adalah kata-kata Kaisar yang harus dihormati. Meskipun begitu, sebagai manusia , aku merasa hukuman seperti ini mungkin terlalu berat. Apapun alasannya, mereka adalah suami istri yang telah mengalami hidup bersama-sama bertahun-tahun lamanya."


(" sayang,Tradisi dan hukuman memiliki peran dan tujuannya masing-masing, untuk menjaga keseimbangan dalam masyarakat dan memberikan contoh yang adil. Meskipun terkadang sulit untuk memahami atau merasakan keputusan ini, terkadang kita harus mencari pengertian dalam konteks yang lebih luas.")


"Aku mengerti mama, orang harus mencari keseimbangan antara menghormati tradisi dan mempertimbangkan kemanusiaan serta martabat individu. Semoga di masa depan,ada cara untuk menjembatani perbedaan ini, bahkan dalam situasi yang kompleks seperti sekarang."


("Hem , waktu nya akan tiba untuk tuan rumah membuat dunia berubah ')


"Ckckck aku benci ini "


("Hahaha terima nasib lah say Hahaha")


Sementara itu di saat yang sama, Ratu di datangi oleh para kasim dengan pakaian berkabungnya.


Dari apa yang di bawa, itu jelas sebuah dekrit dari almarhum kaisar.


Dalam pikirannya, dia mengira isi dekrit akan berbicara tentang menaikkan putra keduanya sebagai Kaisar di masa depan. Siapa lagi yang bisa selain dari putra,yaitu pangeran ke empat.


"Pangeran ketiga jelas sudah melakukan pemberontakan, dia akan selalu dikenal sebagai pangeran yang durhaka. sementara keluarga kelahiran dari pangeran ke-4 semuanya sudah meninggal dunia sehingga dia tidak memiliki kekuatan sama sekali di belakangnya. Tapi putraku berbeda ,Aku adalah ratu dan putraku lebih daripada layak untuk menjadi Kaisar selanjutnya hahaha" pikir Ratu yang tidak menangis tapi malah menunjukkan senyumnya.


Meskipun dia mengenakan gaun serba putih, simbol bergabungnya dengan meninggalnya Kaisar . Tapi bahan kain mewah yang menghiasi pakaian itu tidak bisa diabaikan. Senyuman ringan muncul di bibirnya, yang mengisyaratkan bahwa di balik semua kejadian, ia tidak merasa terlalu terpukul oleh kepergian Kaisar.

__ADS_1


Beberapa orang yang berada di sekitar, termasuk Kasim yang memegang dekrit, menyadari ekspresi Ratu yang tak terpengaruh oleh kepergian sang Kaisar. Namun, karena status mereka dan isi dekrit yang mereka ketahui, pandangan mereka tetaplah tertuju dengan simpati dan sedih.


"Kasian"


Hanya satu kata itu yang tertulis di dahi semua kasim yang hadir saat itu.


Kemudian, Kasim membacakan dekrit dengan suara lantang. Segera isi dekrit itu mengguncangkan suasana dan Ratu yang tadinya tampak bersemangat tiba-tiba merasa kehilangan keseimbangan. Pelayan-pelayan istananya tercengang dan tak sempat membantunya berdiri tegak.


Brak...


"Ratu!"


Ratu yang agung dengan berpakaian mewah berwarna putih ini sebenarnya jatuh ke lantai tanpa pernah diduga sebelumnya. Orang yang menjadi wanita pertama di Dayun ini , sebenarnya jatuh dengan kondisi yang begitu memalukan sekali.


Beberapa orang berpikir demikian tapi Ratu sama sekali tidak berpikir begitu.


"Apa yang kau katakan?" Ratu bertanya kepada Kasim dengan wajah yang tak percaya.


Kasim, terpukul dengan reaksi Ratu,dia mundur dua langkah gemetar dan menyerahkan dekrit itu kepada Ratu untuk dibacanya secara pribadi


"Dengan segala hormat ratu"kata kasim yang mengulurkan dekrit itu ke hadapan Ratu.


Ratu meraih dekrit itu dengan tangan yang gemetar. Dia merasa keberanian menyusut seiring dengan setiap kata yang dia baca. Meskipun ada perasaan kebencian di antara mereka, tetapi selama puluhan tahun menikah, pasti ada saat-saat ketulusan dan kerinduan di antara mereka.


Namun, begitu Ratu membaca kata-kata yang tertulis dengan jelas di atas kertas, tubuhnya merasa lemah. Rasa cemas memenuhi dirinya dan dia membaca dekrit itu lagi, mencoba mencari celah yang mungkin bisa memberikan makna yang berbeda. Namun, kengerian makin merasuki wajahnya.


"ini tidak mungkin Kaisar tidak mungkin tega melakukan ini! Tidak mungkin!!"


"Tidak .. Kaisar tidak akan.Pangeran ke dua, suruh pangeran ke dua untuk pulang ke ibukota"


Kepala ratu berputar putar ,dia mencari rencana untuk menyelamatkan diri.


"Panggil ayah dan kakak ku masuk ke istana, cepat, katakan ratu memaksa untuk masuk ke istana" pekik nya dengan keras.


"Maaf ratu, kediaman Mentri so adalah salah satu kediaman yang di serang oleh pangeran ke tiga, jadi...


"Apa?apa katamu?"pekik ratu lagi .


Dia pasti tidak akan pernah berpikir jika kediaman keluarga nya juga jadi sasaran pangeran ketiga.


"Beberapa orang meninggal dan termasuk dengan menteri so dan...


Tiba-tiba, dekrit itu terjatuh dari tangannya dan tubuhnya jatuh lunglai. Ratu pingsan, keseimbangan emosinya hancur oleh isi dekrit dan kabar yang mengejutkan itu.


Para pelayan mahar dari Ratu tetap terkejut dan membeku di tempat mereka, tak mampu bergerak bahkan ketika Ratu pingsan. Terkesan kaku dan takut, mereka tampak terpaku pada situasi ini


Namun, suara Kasim yang memecah keheningan itu ,segera membangunkan mereka dari kebingungan. "Hei, apa yang kalian lakukan? Bawalah Ratu ke kamarnya," tegur Kasim dengan nada tegas, mengingatkan para pelayan akan tugas mereka.


"Baik"


Para pelayan dengan cepat bergerak, segera mengangkat Ratu dengan hati-hati dan membaringkannya di atas ranjang sutra yang kini berwarna putih bersih.


Meskipun awalnya Ratu enggan berpartisipasi dalam tradisi berlutut dan menangis, namun situasi ini telah mengubah semuanya. Ratu mungkin tidak akan menangis untuk Kaisar, dia merasa bahwa kini tak lagi ada alasan untuk tidak berduka.


Isi dari dekrit telah memberikan kelegaan bagi para pelayan mahar. Dalam tradisi pemakaman, Kaisar menginginkan Ratu hadir di sampingnya. Ini adalah solusi yang membebaskan pelayan-pelayan dari kewajiban untuk mengikuti Ratu dalam kematian.

__ADS_1


Jika tidak ada dekrit, mereka harus mengikuti Ratu dalam hidup dan mati, tetapi kini dalam pemakaman, hanya boleh ada Kaisar dan Ratu yang diwajibkan. Ini mengizinkan para pelayan dan mahar yang melayani Ratu untuk tetap hidup, bahkan setelah Ratu tiada.


Sementara Ratu berada dalam tidurnya yang lemah, para pelayan mahar tidak tau, harus tertawa ataupun menangis.


__ADS_2