
Paman pangeran tidak berdamai,dia tahu ada seseorang yang mengiring kejadian di provinsi x yang menyebabkan kemunduran mental pangeran ke empat.
Jadi dia mencurigai pangeran ke tiga secara langsung.
Zhang Fei tidak tinggal diam,dia juga meminta sistem melihat pangeran ke tiga, paling tidak informasi setelah dia pergi dari ibukota.
Tapi Paman pangeran dan Zhang Fei di takdir kan tercengang dan terkejut ketika mendapatkan pangeran ketiga sebenarnya tidak pergi jauh,dia hanya bergerak dua atau Tiga kilometer saja dari ibukota.
Bahkan dia juga yang menyulut api emosi rakyat , untuk kursi putra mahkota.
("Di kabarkan ada empat ratus tiga puluh empat orang yang meninggal dan ratusan yang lainnya luka luka dan di perkirakan lebih dari setengah nya akan meninggal karena tidak ada pengobat dini.Jadi ya orang susah jangan sakit kan.Tapi inilah arti serakah ckckck ")
Rakyat kecil sebenarnya di bayar tapi untuk itu mereka harus kehilangan nyawa dan kehilangan uang yang lebih banyak untuk pengobatan.Jadi uang bayaran tadi semua nya sia sia saja .
"Sialan,aku seharusnya lebih waspada lagi.Jadi putri dimana dia sekarang ini? apakah masih bersembunyi ?"
("Salah sayang,dia masih bersembunyi dalam kegelapan tapi dia sekarang ada di istana nya.Bukan kah Selir zhang Mei sedang keguguran .Jadi dia di sana untuk menenangkan emosi paling bodoh Pangeran ketiga kan,doa sedang membuang intan untuk batu comberan, padahal hehehe aslinya mandul hahahaha ")
"Mandul?mama siapa yang mandul mah?"
("Eh mama nggak bilang ya,handei kan lupa , jadi...")
"Tunggu dulu ,mau klarifikasi dulu bentar" kata Zhang Fei.Ada Paman pangeran di depan yang tidak sabar menunggu informasi lanjutan dari nya.Jadi masalah mandul bisa di ceritakan nanti saja.
("Oke say,di tunggu request nya ye")
"Kembali ke TKP dulu,di istana pangeran ke tiga"
("Oke,ke TKP say...")
Saat ini,Zhang Mei masih terbaring lemah di ranjangnya, wajahnya pucat dan mata yang biasanya berbinar kini tertutup lelah. Lembutnya suara angin yang masuk melalui jendela hanya menambah kesan sepi dalam ruangan. Di sampingnya, Pangeran ke-3 duduk dengan wajah penuh kekhawatiran, tatapannya tak pernah lepas dari Zhang Mei.
Zhang Mei sudah meletakkan begitu banyak harapan pada kandungannya tapi dia harus kecewa karena, anak nya pergi dengan tidak terduga.Tapi dia juga bahagia dengan kabar jika dia akan di angkat jadi istri sah nya pangeran ke tiga.
inikah namanya rezeki yang tidak akan lari kemana-mana.
Pangeran ke-3 memegang mangkuk obat dengan penuh kasih . Dengan lembut, ia mengulurkan tangannya dan mengusap rambut Zhang Mei dengan penuh kasih. "Selir" ucapnya perlahan, suaranya begitu lembut, "Tabib mengatakan obat ini akan membantumu pulih, Ayo cepat minum dan pulih untuk memiliki anak lain Hem"
Zhang Mei menatap mangkuk obat yang berwarna gelap itu dengan pahit.Tifak ada pil obat saat ini, jadi mereka harus merebus ramuan dan menelannya begitu saja . Jadi bisa di bayangkan bagaimana pahitnya itu.
Zhang Mei segera menelan semangkuk obat pahit dan buru buru mengambil manisan buahan dengan banyak gula agar bisa menekan rasa pahit di lidah nya.
"Dengarlah aku, Selir Zhang" ujar Pangeran ke-3 dengan lembut, "Kita mungkin harus menghadapi cobaan ini bersama, tetapi pengeran ini berjanji akan segera memperbaiki segala nya.Sekarang surat heli mungkin sudah di tangan Kaisar, jadi bersabarlah sedikit lagi Hem"
Zhang Mei tersenyum lemah, tangannya mencengkram erat lengan Pangeran ke-3 . "Terima kasih, suamiku," gumamnya dengan suara lembut, "aku tahu bahwa kau ada di sini bersamaku."
Dalam hati, Zhang Mei ingin menjerit jika bisa, menjadi istri sahnya pengeran,huh,dia ingin liat, beberapa orang akan mati terkejut sekarang.
Siapa yang berani meremehkan dia sekarang, hehehe.
Zhang Mei tidak tahu jika pangeran ketiga juga tidak tulus,dia sebenarnya sedang memikirkan kandidat lainnya untuk di angkat menjadi putri istana nya alih alih Zhang Mei yang hanya anak dari seorang Mentri.
Baru saja dia mendapatkan kabar, jika negara sekutu akan mengirim kan seorang putri mereka.
__ADS_1
Jadi dia perlu menunggu beberapa saat, tapi untuk sekarang dia harus meraih pegangan Mentri kanan itu terlebih dulu.
Jika dia menjadi seorang Kaisar kelak maka dia membutuhkan dukungan seorang permaisuri atau Ratu yang memiliki latar belakang yang bagus.
Tanpa di sadari,dua orang yang paling dekat ini sebenarnya memiliki pemikiran yang berbeda.
Namun untuk sekarang, keduanya sedang menampilkan pembicaraan yang penuh cinta dan madu meskipun hanya acting.
"Sialan, pengeran ke tiga, sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan ?"kata Paman pangeran.
"Suamiku, kita harus melihat peta pertarungan yang sebenarnya, bukan hanya sepotong-sepotong saja kan?"kata Zhang Fei.
Zhang Fei tidak mengerti dengan peta politik dan sebagainya tapi jika ini sudah menyangkut paman pangeran, mungkin dia harus mencoba untuk belajar kan
Lagipula di istananya,dia benar-benar pengangguran kelas atas.
Paman pangeran sedikit melunak mendengar perkataan zhang Fei.Merrka jelas tidak memiliki ambisi untuk tahta tapi jika negara ini runyam, mereka adalah garda terdepan dalam daftar orang orang yang perlu di hancurkan.
Paling tidak sejarah sudah mengatakan seperti itu.
Jika kaisar berganti,maka rezim dan pengaturan negara bahkan orang orang juga akan segera berganti posisi .
Skala pergantian ini akan memakan korban yang tidak sedikit.
"Kalau begitu, mari runut kan pekerjaan pangeran ketiga sejak setahun kebelakang ini"kata Paman pengeran.
("Nah jangan kan setahun, sejak dalam kandungan saja Mama bisa, hehehe, Oke say,mama siap kan.Jadi..bla..bla..bla..")
Pangeran Ketiga lahir dalam lingkungan istana, sebuah kelahiran yang seharusnya memiliki status mulia, namun dilahirkan dari ibu seorang selir yang tidak dikenal. Meskipun begitu, ibunya mendapat perlindungan dan perhatian khusus dari Kaisar, yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada Pangeran Ketiga. Sejak usia setahun, Pangeran Ketiga telah dihadapkan pada dunia istana yang penuh dengan aturan dan tata krama. Pendidikan yang ketat dan berfokus pada pembelajaran istana telah menjadi bagian integral dari hidupnya sejak awal.
Berpandangan tinggi tentang pentingnya kekuatan militer dan politik, Pangeran Ketiga secara intensif mengasah kemampuan militer serta belajar taktik politik. Keras kepala dan tanpa kompromi, dia memiliki standar yang tinggi dan tidak toleran terhadap kelemahan atau ketidakpatuhan. Di bidang pendidikan, ia mampu menunjukkan prestasi luar biasa. Kecerdasan dan kecermatannya membawanya menjalin hubungan baik dengan rekan-rekannya, dan menjadi pusat pergaulan yang menciptakan jaringan korespondensi yang kuat dan luas.
Kekarismaan dan ketampanannya menjadikannya sosok yang disegani dan dicintai oleh banyak orang. Tidak hanya di dalam istana, namun juga di masyarakat luas. Banyak gadis yang terpesona olehnya dan para menteri serta tokoh-tokoh penting juga melihatnya sebagai pemimpin berbakat yang memiliki potensi besar untuk menjadi Kaisar.
Pangeran Ketiga tidak hanya terbatas dalam negeri, dia mampu memperluas jaringannya hingga ke berbagai negara. Prestasinya dan kepribadiannya yang menarik membawanya meraih reputasi yang luar biasa di kancah internasional. Di luar batas istana, dia dianggap sebagai seorang pemimpin yang berpotensi menggemparkan dunia.
Meski ia hanya dianggap sebagai Pangeran kesayangan secara diam-diam di dalam istana, namun di luar istana, Pangeran Ketiga telah membuktikan kehebatannya. Bakat dan dedikasinya terhadap ilmu militer dan politik, serta kemampuan untuk menjalin hubungan dan meraih dukungan dari berbagai pihak, menjadikannya sosok yang memiliki pengaruh besar di berbagai lapisan masyarakat. Dalam perjalanan hidupnya, Pangeran Ketiga telah mengukir jejak sebagai seorang pemimpin berbakat yang siap untuk mengambil peran yang lebih besar di masa depan.
Tapi keadaan segera berbalik,dalam lima tahun terakhir, perhatian Kaisar terhadap Pangeran Ketiga tidak lagi sekuat sebelumnya. Perhatian yang pernah diberikan secara khusus terasa terbagi dengan para pangeran yang lain. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan dalam diri Pangeran Ketiga.
Dia merasa tidak lagi menjadi putra kesayangan dan bahkan merasa diabaikan oleh Kaisar. Untuk mengatasi hal ini, ia mulai membangun jaringan politik di luar istana dan mulai merencanakan upaya untuk mengeliminasi saingan-saingan di dalam istana.
Kecurigaan dan kecemburuan Pangeran Ketiga terhadap Kaisar mengakibatkan rasa ketidakamanan yang mendalam. Keyakinannya tentang tahtanya yang terancam membuatnya mengambil langkah-langkah ekstrem. Ia bahkan meracuni pedang kesayangan Kaisar, sebagai usaha untuk menjaga posisinya dan mengeliminasi ancaman yang ada.
Dengan strategi yang semakin matang, Pangeran Ketiga mulai membangun jaringan politik dan kekuatan sendiri. Dia menjalin hubungan dengan berbagai kalangan, termasuk beberapa gadis dari keluarga berpengaruh yang kemudian menjadi selir-selirnya.
Awalnya berencana menjadikan putri menteri kanan sebagai istri sah, tapi Pangeran Ketiga segera berpaling kepada adik perempuan Jenderal Su. Pertimbangan bukan hanya pada kekuatan militer Jenderal Su, tapi juga pada kekayaannya yang berlimpah akibat kemenangan-kemenangan di medan perang.
Namun, rencananya menjadi semakin kompleks. Sebelum meninggalkan ibukota, dia merencanakan upaya untuk mengambil alih negeri Yan, yang merupakan salah satu negara terbesar di benua ini. Dalam rencananya, dia memerintahkan orang-orang dari negeri tersebut untuk melumpuhkan Pangeran Keempat dan Pangeran Kedua di Provinsi X, sambil dia sendiri tetap berada di perbatasan, menunggu efek racun yang diberikan pada Kaisar.
Dalam bayang-bayang intrik politik yang semakin rumit, tindakan dan rencana berjalan tersembunyi di balik tirai penampakan yang tenang. Orang-orang dari negara Yan yang telah direkrut oleh Pangeran Ketiga mulai bergerak dengan cermat. Mereka mengorganisir demonstrasi dan serangkaian teror yang bertujuan menghancurkan reputasi Pangeran Keempat. Serangan ini dilakukan secara diam-diam, diikuti oleh pergerakan lembut yang menggerakkan massa warga.
Namun, Pangeran Ke dua sendiri tidak tinggal diam. Dengan hati-hati, dia merancang serangkaian aksi balasan yang dijalankan dengan penuh ketelitian. Sementara itu, Pangeran Kedua juga beraksi dengan taktik berbeda. Dia merampok perbekalan dan merintangi pengiriman untuk memastikan bahwa pasokan tidak pernah mencapai Provinsi X.
__ADS_1
Pihak Pangeran Kedua telah bekerja dalam ketidakpastian dan berkat informasi yang mereka peroleh, serangan terakhir yang ditujukan kepada Pangeran Keempat datang dari tangan pihak yang dikirim oleh Pangeran Kedua sendiri.
Rupanya, Pangeran Kedua memainkan peran ganda, melakukan campur tangan untuk mengeksekusi rencana yang ia kembangkan sendiri bersama Pangeran Ketiga. Di balik fasad, Pangeran Kedua juga berusaha mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menyalahkan negara Yan dan Pangeran Ketiga.
Sementara itu, Pangeran Ketiga menerima kabar yang sangat diidamkan, kehamilan Selir zhang. Kabar ini menjadi sinar harapan dalam kegelapan ambisi dan intriknya.
Dia memiliki total 4 selir di halaman belakang tapi setelah bertahun-tahun tidak ada satu selir pun yang pernah hamil.
Dia khawatir jika keadaan ini berlangsung lama ini juga akan membuat reputasinya memburuk. Sehingga akan menyulitkan untuk dirinya naik tahta.
Kaisar mana yang pernah naik tahta tapi tidak memiliki keturunan.
Jadi kabar kehamilan itu membuat dirinya bahagia dan merasa pergerakannya untuk naik tahta hanya tinggal selangkah lagi.
Namun, kabar tentang keguguran kehamilan itu menghantamnya seperti pukulan keras. Rasa marah dan frustrasinya meledak, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan ketidakpuasan itu.
Tindakan impulsifnya mengarah padanya memukul adik perempuan Jenderal Su, tindakan yang semakin mengungkapkan ketidakstabilan emosional dan kekecewaannya terhadap keadaan.
Keyakinan Pangeran Ketiga pada Jenderal Su juga terguncang oleh informasi yang ditemukannya di buku terakhir. Keyakinannya bahwa Jenderal Su adalah sosok yang kaya dan kuat hancur, dan ia merasa kehilangan penghormatan yang sebelumnya dipegangnya. Oleh karena itu, permintaan Heli untuk cerai diluluskan dengan cepat, dan dia merasa senang mendengar bahwa adik perempuan pertama dari kota negeri yan akan dijadikan istri sah, memberinya harapan baru dalam usahanya mempertahankan kekuasaan dan statusnya di istana.
***
Selesai menerjemahkan bahasa sistem, zhang Fei berhenti bicara .Dia diam menunggu reaksi dari Paman pangeran.
"Jadi begitu , rupanya kita lengah, hahaha betapa bodohnya aku hah"kata paman pangeran yang menertawakan dirinya sendiri.
"Ada apa suamiku?"
"Lihatlah lagi,di provinsi X sebenarnya Pangeran keempat sedang dikepung dari dua sisi, selama ini aku hanya mentolerir pangeran ke-3 Karena berpikir dia adalah musuh yang harus diwaspadai tapi sebenarnya masih ada pangeran kedua yang tidak pernah masuk ke dalam rencanaku"
Beraninya Pangeran kedua menjadi nelayan di tengah ikan dan udang bertarung.
Di sini Paman pangeran merasa dirinya benar-benar bodoh.
Sementara itu dia juga marah karena pengeran ke tiga, berkolaborasi dengan negeri yan.
Negeri yan, adalah negeri terbesar di benua ini karena mereka selalu ingin mengembangkan sayap dan mencaplok negara lain dengan cara kekerasan.
Sekarang Pangeran ketiga bekerja sama dengan negeri yan,apakah mungkin Pangeran ketiga membuat janji untuk memberikan beberapa tanah negara Dayun.
Jadi kerjasama mereka akan disegel begitu Pangeran ketiga menerima putri dari negara yan sebagai istri sahnya.
Hah bodoh nya....
"Putri,aku pergi"
"Paman pangeran,mau kemana kau?"
"aku akan pergi ke luar ibukota untuk mengirimkan merpati terbang. beberapa prajurit bayanganku harus membawa pangeran keempat untuk kembali ke ibukota dia tidak akan selamat berada di sana"katanya dengan yakin.
Zhang Fei hanya mengangguk kepala dan melihat Paman Pangeran pergi meninggalkan halamannya.
Dia awalnya tidak pernah berpikir dengan dunia apalagi dengan politik. tapi setelah mendengar narasi dari sistem dirinya benar-benar tercengang dan merasa istana kecilnya yang aman ini tidak akan selamanya aman jika Pangeran ketiga benar-benar menjadi Kaisar.
__ADS_1
Jadi orang seperti itu seharusnya dicegah untuk bisa naik tahta.
Harus.