
Pada hari yang dinantikan, kota segera dipenuhi dengan kehebohan yang luar biasa ketika buku mengenai Menteri Liang diluncurkan untuk pertama kalinya.
Sepanjang jalan-jalan yang ramai, terlihat deretan toko-toko buku yang memajang karya yang dinanti-nantikan tersebut. Orang-orang berdesakan untuk mendapatkan salinan buku tersebut, sementara sorak-sorai kegembiraan terdengar di udara.
Di pasar yang ramai, sejumlah pedagang dan penjual buku menghadapkan diri pada para pembeli yang menyerbu dengan antusias. Mereka dengan cepat mengatur tumpukan buku yang baru saja tiba, menampilkan sampul yang menarik dan judul yang mencuri perhatian. Tidak sedikit pembaca yang menunjukkan ekspresi kegembiraan saat mereka memegang salinan buku tersebut, sementara yang lain membaca sinopsis yang tertera di belakang sampul.
Di sekitar kedai teh dan tempat pertemuan, grup-gugup orang-orang berkumpul untuk membahas buku yang telah begitu dinantikan ini. Mereka berdebat tentang karakter utama dan bagaimana kemungkinan cerita ini terhubung dengan Menteri Liang sebenarnya. Suasana diskusi penuh dengan tebakan, hipotesis, dan spekulasi yang memenuhi ruangan dengan semangat.
Di istana, berita tentang peluncuran buku ini juga telah mencapai telinga para pejabat dan bangsawan. Mereka membaca dengan penuh rasa ingin tahu dan keprihatinan, mencoba mencari tahu apakah buku ini benar-benar mengungkapkan sisi tersembunyi Menteri Liang yang selama ini disembunyikan dari publik.
Tidak hanya di kota, tetapi kabar tentang peluncuran buku ini juga menyebar ke berbagai pelosok Cina kuno. Orang-orang dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar bersiap-siap untuk mendapatkan salinan buku ini, memberikan bukti seberapa besar antusiasme dan ketertarikan yang dipicu oleh cerita ini.
Hebohnya peluncuran buku ini juga tidak luput dari perhatian para penulis, sastrawan, dan kritikus terkemuka. Mereka dengan penuh minat membaca karya yang dihasilkan oleh anonim, penulis yang berhasil memancing rasa ingin tahu dan kekaguman banyak orang.
Dalam suasana yang gempar ini, buku mengenai Menteri Liang menjadi pusat perbincangan dan memicu gelombang emosi di kalangan masyarakat. Setiap orang menantikan jawaban atas teka-teki yang tersembunyi di balik cerita ini, sambil menunggu apakah buku ini akan mengungkapkan karakter asli dari Menteri Liang atau hanya menjadi misteri yang semakin dalam.
Karakter asli dari buku, Menteri Liang, merasa marah besar ketika mengetahui bahwa kisah hidupnya telah dirangkum menjadi sebuah buku. Dia merasa kecewa dan terhina karena ada aspek-aspek pribadinya yang terungkap dalam karya tersebut.
"Bagaimana berani penulis ini mengungkapkan kisah hidupku tanpa izin dan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya! Ini adalah pencemaran nama baik!"
Namun, di permukaan, Menteri Liang mencoba menutupi kebenaran dan melindungi dirinya dengan mengutuk penulis dan mengatakan bahwa buku ini adalah pencemaran nama baik. Dia tidak ingin orang lain tahu bahwa ada kisah-kisah yang tidak terungkap yang menjadi bagian dari hidupnya.
Dalam hatinya, Menteri Liang merasakan rasa malu dan kehilangan. Dia merasa terjebak dalam situasi di mana dia harus menjaga rahasia pribadinya tetap tersembunyi, sementara kenyataan di dalam buku terus menghantuinya. Rasa marah dan kecewa menyelimuti pikirannya, tetapi dia tahu bahwa dia harus menjaga kesan yang baik di depan orang banyak.
"Penulis ini telah memanfaatkan nama dan reputasi ku untuk keuntungan pribadinya. tapi apa yang harus aku lakukan sekarang, siapa orang ini dan kenapa dia menargetkan aku? apakah ini musuh dari pangeran ketiga?"pikir nya.
Di depan publik, Menteri Liang berusaha mempertahankan citra yang baik dan menjaga rahasia hidupnya. Dia tidak ingin orang lain tahu bahwa dia sebenarnya sangat terpukul oleh pengungkapan ini.
Dalam diam, Menteri Liang merenung tentang bagaimana kehidupannya telah berubah setelah buku ini muncul. Dia merasa terasing dan merasa sulit untuk mempercayai siapa pun.
Meskipun rasa marah dan kecewa masih ada, Menteri Liang mengambil langkah-langkah untuk menangani konsekuensi buku tersebut dengan bijaksana. Dia tidak akan membiarkan pencemaran nama baik ini menghancurkan karier atau reputasinya.
Jadi hari itu juga Mentri liang langsung berkunjung ke kediaman pangeran ketiga. Penjaga pintu di kediaman pangeran ketiga bahkan tidak menghentikan menteri yang karena mereka tahu hubungan apa yang ada pada pangeran ketiga dengan menteri ini.
Menteri Liang berjalan dengan tegap di dalam ruangan pribadi Pangeran Ketiga. Saat ini Pangeran Ketiga duduk di atas tahta, dengan ekspresi serius dan tegas.
"Pangeran Ketiga, mentri ini melaporkan masalah yang telah terjadi pada diri saya. Mentri percaya bahwa ini adalah ulah musuh-musuh Anda yang ingin mencemarkan nama baik Mentri seperti yang mereka lakukan pada Menteri Fu" lapor Mentri liang.
Tentu saja pangeran ketika menjadi terkejut mendengar informasi yang baru disampaikan oleh menteri ini. "Masalah apa yang Anda hadapi, Menteri Liang? Jelaskan dengan lebih rinci"
"Beberapa orang yang tidak senang dengan Mentri ini telah menerbitkan sebuah buku yang mengisahkan kehidupan Mentri dengan cerita yang menghina dan mencemarkan nama baik. Mereka meniru apa yang terjadi pada Menteri Fu, dan mentri ini yakin ini adalah tindakan musuh-musuh Anda, pangeran "
Pangeran ketiga mengernyitkan keningnya dan menghela nafas " Jika apa yang Anda katakan benar, ini adalah tindakan yang sangat kotor dan tercela. Saya tidak akan mentolerir siapa pun yang mencoba merusak reputasi menteri saya"
Kemarin sudah satu menteri jatuh sekarang akan jatuh satu menteri lagi. Berapa pion lagi yang akan jatuh hanya karena buku sial itu beredar. Jika terus-menerus seperti ini besar Kemungkinan dia akan kehilangan pendukungnya satu persatu.
__ADS_1
" Saya berharap Pangeran dapat membantu saya mengungkap kebenaran ini dan menemukan siapa di balik cerita ini. Saya yakin musuh-musuh Anda terlibat"
"Anda benar, Menteri Liang. orang ini sangat cerdik kita bahkan belum melihat ekornya "pangeran ketiga tidak percaya jika dirinya tidak memiliki kemampuan untuk mencari tahu musuh di belakang ini.
Mereka bisa memulainya dengan mencari tahu siapa pemilik jadi toko buku tersebut. Tapi aneh sekali sulit untuk menemukannya Walaupun dia sudah memikirkan beberapa langkah.
"Terima kasih, Pangeran Ketiga. Saya sangat menghargai dukungan dan bantuan Anda dalam menghadapi situasi ini"kata menteri liang.
"Kita akan menemukan kebenaran, Menteri Liang. ini adalah musuh yang belum kita ketahui, untuk sekarang hanya ada pangeran 2 dan pangeran ke-4. Pangeran ini sudah pun mengirimkan beberapa penjaga bayangan untuk mencari tahu kegiatan mereka berdua tapi sepertinya tidak ada masalah? lalu siapa dia sebenarnya?"
Pertanyaan ini bahkan tidak bisa terjawab sama sekali sampailah menteri liang meninggalkan lokasi.
Menteri Liang meninggalkan ruangan dengan harapan bahwa Pangeran Ketiga akan memberikan keadilan yang pantas. Pangeran Ketiga memanggil penjaga bayangan untuk segera memulai penyelidikan dan membawa para pemberontak ini ke pengadilan.
Menteri Liang percaya bahwa dengan bantuan Pangeran Ketiga, kondisi masih akan berbalik.
Tapi belum sempat Mentri liang bisa bernapas dengan lega. Dia lagi-lagi dikejutkan dengan berita yang hampir membuat dia pingsan di tempat.
Di tengah hebohnya kota dengan hadirnya buku itu,para penduduk di ibukota dikejutkan dengan munculnya pertunjukan drama yang mengangkat kisah Menteri Liang. Drama ini tampil di beberapa restoran dan kedai teh yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat setempat. Orang-orang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pementasan yang mengisahkan kehidupan dan lika-liku Menteri Liang.
Restoran Teh Suci adalah salah satu tempat dimana drama ini di pentaskan
Di Restoran Teh Suci, para pengunjung menikmati makanan lezat sambil menonton drama yang mengisahkan kehidupan menteri yang kontroversial. Suasana restoran penuh dengan ketegangan dan penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam drama tersebut.
" Siapa sangka kisah Menteri Liang akan diangkat menjadi drama. Aku tak sabar untuk melihat bagaimana ceritanya dipentaskan"
Sementara itu, di Kedai Teh Timur, para pelanggan duduk dengan tegang, menikmati teh hangat sambil terikat dalam cerita yang dipentaskan di atas panggung.
" Jadi ini kehidupan Menteri Liang? ckckck .Drama ini berhasil membuatku terhanyut dalam kisahnya, Mentri liang, sudah punya satu istri beberapa selir di rumah.Eh masih nyari wanita di rumah bordir. itu masih lumayan eh masih ada pemuda tampan lagi hahaha"
"Dalam setiap adegan, aku bisa merasakan emosi yang dihadapi oleh Menteri Liang, Mei Xue, dan Zhou Ming. Kisah cinta segitiga yang sangat menjijikkan sekali"
Tak hanya di Restoran Teh Suci dan Kedai Teh Timur, drama ini juga tampil di berbagai tempat lain di ibukota. Kehadiran drama ini menciptakan kehebohan dan antusiasme yang luar biasa di antara penduduk kota.
Masyarakat juga terlibat dalam diskusi tentang korelasi antara karakter dalam drama dengan tokoh nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mencoba menebak apakah drama tersebut benar-benar menggambarkan karakter asli dari Menteri Liang ataukah hanya fiksi semata.
Dengan dramatisasi kisah Menteri Liang, ketertarikan dan minat terhadap buku kisah ini semakin meningkat. Orang-orang menjadi semakin penasaran tentang karakter asli Menteri Liang dan bagaimana cerita yang sedang mereka saksikan akan berakhir.
Drama ini menjadi perbincangan hangat di kota, memicu diskusi dan perdebatan di antara masyarakat yang terpikat oleh kehidupan penuh intrik dan cinta dalam kisah Menteri Liang.
menteri yang mendengar desa-desus ini tidak bisa berkata apapun lagi selain daripada menunggu kabar baik dari pangeran ketiga.
Setelah melalui hari yang berat pada akhirnya menteri yang memutuskan untuk pulang ke rumah nya.
Namun, ketika dia tiba di ruang keluarga, dia langsung disambut oleh tatapan marah dan kekecewaan dari ibunya, Nenek Liang.
__ADS_1
" Liang Qiang! Apa yang telah kau lakukan? Apa yang sedang terjadi denganmu? Kau, seorang menteri terkemuka, sudah memiliki istri dan tiga selir di halaman belakangmu, dan sekarang kau menyembunyikan seorang wanita bordir di rumah ini!" pekik nya dengan marah.
Sudah berapa tahun usia dari menteri yang ini tapi dia masih mendapatkan perlakuan semacam ini dari ibu kandungnya sendiri. Baru saja dia dilempar oleh sang ibu dengan batu tinta. Untung saja dia sempat mengelak jika tidak mungkin hidungnya sudah pecah.
Menteri Liang tahu jika dirinya salah jadi dia menundukkan kepalanya dengan penyesalan" Ibu, aku...
Nenek Liang tidak kuat menatap putranya ini , jadi dia menjerit sambil menangis "Huhuh Lebih baik aku mati daripada mendengar tentang hal ini! Apa yang telah kau lakukan? Kau telah mencemarkan nama baik keluarga kita!"
Di sebelahnya, istri Menteri Liang dan anak-anak mereka yang menonton adegan ini, juga merasa hancur dan kecewa.
Aku, sebagai istrimu, merasa terhina dan ditolak. Aku berharap kau bisa menjaga kehormatan keluarga kita" kata istri Menteri Liang tersenyum pahit
Anak pertama Menteri Liang malah berbisik pada adik ke duanya" Kita harusnya bangga memiliki ayah seorang menteri, tapi sekarang... aku merasa malu"
Meskipun suara itu kecil tapi itu masih bisa didengar oleh Mentri liang yang memiliki wajah biru.
" Ayah telah mengkhianati keluarga kita. Bagaimana kita bisa melanjutkan hidup dengan kebohongan ini?"
Anak angkat Menteri Liang dianggap sebagai kekasih yang memalukan.
Putri pertama Menteri Liang, merasa hancur mendengar berita ini. Dia merasa dilema antara cinta yang mereka bagi dan perasaan kecewa terhadap ayah dan saudara angkat nya itu.
" Ayah... Mengapa kau harus menyimpan rahasia seperti ini? Aku merasa terluka dan terkhianati"
Segera saja ruangan tersebut diisi dengan tangisan dan kehancuran emosi. Semua orang dalam keluarga Menteri Liang merasa terpukul dan kecewa dengan tindakan sang menteri yang telah merusak kehormatan dan kepercayaan mereka.
Menteri Liang merasa bertekuk lutut di hadapan keluarganya yang marah dan kecewa. Dia menyadari bahwa pilihannya telah menimbulkan rasa sakit dan pengkhianatan di antara orang-orang yang paling dicintainya
Harus kah dia bunuh diri seperti yang sudah di tulis di dalam buku itu?
Sementara itu di dalam istana ,Kaisar sedang duduk di ruang kerja nya,wajahnya penuh pemikiran dan kekhawatiran. Berita tentang keberadaan buku dan drama yang sedang menjadi buah bibir di ibukota telah mencapai telinganya. Dia merasa keberadaan musuh yang begitu berbahaya ini sangat mengganggu kedamaian dan ketertiban dalam kerajaannya.
"Siapakah musuh yang begitu berani dan licik ini? Mereka telah menggambarkan kisah menteri dengan begitu teliti, hingga menciptakan kegemparan di seluruh ibukota. Seseorang pasti ingin mengacaukan pangeran ke tiga "pikir nya.
Kaisar menyimpan curiga pada dua pangeran, Pangeran Keempat dan Pangeran Kedua. Mereka adalah kandidat yang paling mungkin menjadi dalang di balik drama ini.
" Pangeran Keempat, dia selalu memperlihatkan kecemburuan terhadap kakaknya, Pangeran Ketiga. Apakah dia mencoba menjatuhkan reputasinya dengan mengungkapkan rahasia yang tidak seharusnya? Ataukah Pangeran Kedua, yang sering kali tidak menunjukkan ambisi dan ingin mengambil alih takhta. Apakah dia berpura-pura selama ini?"pikir nya lagi.
Kaisar terus merenungkan dugaan-dugaannya dengan hati-hati. Dia tahu bahwa keputusannya harus berdasarkan bukti yang kuat sebelum menuduh seseorang secara tidak adil. Namun, dia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa hanya dua pangeran yang mencurigakan.
Dalam keheningan ruang takhta, Kaisar mengumpulkan semua informasi yang dia miliki dan berjanji untuk menemukan kebenaran di balik drama ini. Dia merasa bahwa masa depan kerajaannya sedang terancam dan dia harus mengungkap siapa musuh yang begitu licik dan berbahaya ini.
sementara pelaku aslinya saat ini sedang bersenang-senang di istana kecil.
Ahh dia mendapatkan kabar baik tentang buah anggur di Zhuangzi sudah berkecambah.
__ADS_1
Bahkan tambak ikan sudah jadi dengan ikan ikan hidup yang sebagian di beli dari nelayan terdekat.
Oo lupa nanya, apakah mereka punya lobster?