
Zhang Fei sungguh menikmati adegan pertarungan di pentas tadi. Tanpa sadar zhang Fei sudah melawati waktu makan siang nya di paviliun anggrek.
Tapi Zhang Fei, di depannya terdapat sebuah piring maki sushi yang disusun dengan indah dan apik. Maki sushi adalah gulungan nasi yang dibalut dengan nori atau rumput laut dan diisi dengan berbagai bahan seperti ikan segar, sayuran atau makanan laut lainnya.
Di piringnya terdapat beberapa gulungan maki sushi yang berwarna-warni. Ada maki sushi dengan irisan salmon segar yang berwarna merah muda cerah, di sampingnya ada juga maki sushi dengan potongan avocado yang berwarna hijau yang menarik. Lalu, ada juga maki sushi dengan kombinasi irisan mentimun, wortel, dan udang yang berwarna-warni.
Zhang Fei mengambil sepotong maki sushi dan mengunyahnya dengan penuh nikmat. Saat dia menyantap makanan tersebut, dia melihat pertandingan di atas pentas.
Dia melihat bagaimana para peserta menggunakan jurus-jurus khusus seperti tongkat pengemis yang memukul anjing atau jurus pengemis meminta sumbangan untuk bertarung dengan lihai.
"Sushi yang enak," gumam Zhang Fei sambil tersenyum kecil. Setiap kali pertarungan di pentas semakin memanas, dia mengangguk-angguk puas menikmati hidangan yang lezat di depannya.
Tidak lupa di samping piring maki sushi, terdapat sebotol anggur beras yang terlihat menggoda. Warna anggur beras yang kuning keemasan membuatnya terlihat begitu menggiurkan.
Meskipun Zhang Fei saat ini lebih fokus pada pertandingan yang menarik di depannya.
Di tengah arena pertarungan yang ramai dengan penonton yang berteriak-teriak, seorang pemuda gagah berdiri dengan tegap. Usianya baru awal tiga puluhan, namun ketegasan dan karisma yang ia pancarkan membuatnya terlihat lebih tua dari usianya.
Dalam pandangan pertama, tidak banyak yang mencolok dari penampilannya, ia mengenakan pakaian sederhana yang terbuat dari bahan berkualitas rendah, tetapi tidak dapat disangkal bahwa ada sesuatu yang istimewa tentang dirinya.
Wajahnya yang tampan dan penuh ketenangan, dihiasi dengan rambut hitam yang rapi, memberikan kesan keanggunan dan martabat.
Pria ini berdiri dengan tegap, sikapnya menunjukkan kepercayaan diri dan keberanian. Meskipun mengenakan pakaian sederhana, namun gaya dan sikapnya tidak diragukan lagi, memberikan kesan bahwa dia adalah seorang bangsawan yang sejati.
"Mama,dia tampan kan mah?Tadi dia sudah memperlihatkan jika dia mampu mempelajari dua jurus sekaligus.Dia memang beda ya,uf aku optimis jika dia bisa menang mah"kata Zhang Fei.
("Ya tampan sih tapi ingat Tuan rumah , udah ada yang punya lho ")
"is mama, mengagumi bukan berarti ingin memiliki mah,masak itu saja tidak bisa sih "
(".......")
Di pentas selain dari pria itu,berdiri dua pria lain yang juga sedang bersiap untuk pertarungan. Mereka memiliki penampilan yang kuat dan tangguh, namun tidak ada yang bisa menandingi aura kebangsawanan yang dimiliki oleh pemuda itu.
Dengan senyuman penuh rasa hormat, dia menyambut dua lawannya dengan sikap yang ramah dan santun. Namun di balik senyuman itu, terdapat kepercayaan diri yang tak tergoyahkan, karena dia yakin bahwa dia memiliki keterampilan dan kemampuan yang cukup untuk menjadi pemenang dalam pertarungan ini.
Dalam pandangan penonton, pria ini adalah sosok yang menarik perhatian. Ada sesuatu yang magis dan memikat tentang dirinya, seolah-olah dia adalah pahlawan dari kisah-kisah legendaris yang datang untuk menaklukkan dunia.
Dan saat ia memasuki arena pertarungan, semua mata tertuju padanya, bayangkan itu.
Dalam sekejap mata,pertarungan antara pria tampan dan dua pria lainnya menjadi sangat menarik. Pria tampan tersebut terus berguling, melompat dan seolah-olah terbang di udara saat menghadapi serangan-serangan kedua lawannya. Setiap gerakannya begitu elegan dan lincah, seakan ia menari di udara.
"Sungguh luar biasa! Lihat bagaimana dia melompat begitu tinggi!" seru salah satu penonton dengan penuh kagum.
Dia bahkan memegang jantungnya sendiri karena sempat berdebar-debar dengan adegan itu.
Tampan sekali.
"Dia benar-benar seperti melayang di udara! Sangat menakjubkan!" seru yang lainnya.
Pria tampan itu dengan gemilang menghindari serangan pertama dari lawannya dengan berguling di tanah. Begitu dia berdiri, tiba-tiba dia melompat tinggi ke udara, seakan-akan menghilang sejenak dari pandangan dan kemudian mendarat dengan halus di belakang lawan-lawannya.
"Hebat! Dia benar-benar bermain-main dengan mereka!" komentar seorang penonton.
Pria tampan tersebut terus bergerak dengan begitu cepat dan lincah, menghindari serangan-serangan yang datang dari segala arah.
Dua tongkat pengemis mulai memburunya seperti sosok pengemis yang memburu anjing kurap di jalanan.
Tapi pria ini bisa mengoptimalkan kemampuan tubuhnya dalam mengelak.
Tapi dua pria lainnya tidak kalah gencar dalam melawan. Mereka juga berusaha keras menangkap dan mengenai pria tampan tersebut dengan segala cara yang mereka miliki.
Pertarungan menjadi semakin sengit, dan penonton semakin terhanyut dalam aksi-aksi yang begitu menegangkan di atas pentas.
__ADS_1
Zhang Fei sendiri tidak sadar dengan sushi yang dimakannya. sangking bersemangatnya sepiring Sushi sudah habis tanpa disadari sama sekali.
Zhang Pei juga tidak tahu jika saat ini sebotol anggur beras sudah berpindah ke dalam perutnya sendiri.
Lihatlah bagaimana cara dia lupa dengan kondisi sangking asiknya melihat pertarungan itu
Ahh jika tidak ingat dengan posisinya sebagai seorang putri ,mungkin dia akan berteriak dan bertepuk tangan lebih meriah daripada penonton yang hadir.
Tepuk tangan dan sorakan meriah terus terdengar dari penonton yang semakin terpukau dengan pertunjukan ini. Mereka tidak bisa menyembunyikan kekagumannya saat menyaksikan keahlian pria tampan tersebut dalam bertarung.
"Aduh, sungguh mendebarkan! Siapa yang akan menang?" tanya seorang penonton dengan jantung berdebar.
"Pria tampan itu benar-benar hebat! Tapi jangan sepelekan dua pria lainnya juga!" sahut yang lainnya.
Pertarungan berlanjut dengan aksi-aksi luar biasa dari pria tampan dan dua pria lainnya. Semua penonton menahan nafas dan menanti momen ******* dari pertarungan ini. Siapa yang akan menjadi pemenang? Semua pertanyaan itu menggantung di udara, menciptakan ketegangan yang tak terbendung di atas pentas.
Di tengah pertarungan yang sengit, tiba-tiba dua pria lawan bergabung dengan dua jurus yang berbeda. Satu menggunakan jurus tongkat pengemis memukul anjing, namun ditumpukan pada bagian pinggang ke atas.
Sementara yang lain menggunakan jurus yang sama, hanya saja difokuskan pada area kaki. Pemuda tampan tadi sedikit lengah karena metode ini tidak pernah dipikirkannya sebelumnya.
Akibatnya dia segera terjatuh dari atas pentas membuat para penonton mengusap dada .
Untung saja pemuda tampan ini dengan cepat segera melakukan salto untuk kembali berdiri di atas pentas. Tanpa disadari pada saat itu, dia telah mengaktifkan jurus ketiga yang tidak pernah dipelajari oleh pengemis manapun.
Jurus ini dikenal sebagai "Jurus Pengemis Bau," dan aslinya merupakan sebuah kentut. Kentut yang dihasilkan sangatlah bau, bahkan lawan yang berjarak dua meter langsung pingsan di tempat.
Pada saat itu, pemuda tampan yang sedang bertarung merasakan energi mengalir melalui tubuhnya. Dia fokus sepenuhnya pada perutnya, mengumpulkan seluruh kekuatan dalam dirinya. Energinya terasa memenuhi perutnya dan dia bisa merasakan kehangatan yang terpancar dari pusat ke seluruh tubuhnya.
Tanpa ragu, pemuda tampan itu mengeluarkan nafas panjang dan perlahan menekan otot-otot perutnya. Energinya yang terkumpul di sana berubah menjadi sesuatu yang luar biasa - kentut yang tak tertahankan. Namun, ini bukanlah kentut biasa. Karena dia telah mengalirkan seluruh energinya ke dalamnya, kentut ini menjadi sangat kuat dan beracun.
Sebuah aroma yang tidak manusiawi menyebar di sekitar pentas, menguasai seluruh ruangan. Orang-orang di sekitar pentas segera merasa mual dan kesulitan bernapas. Lawan-lawan pemuda tampan itu merasa seperti tertimpa oleh bau yang menyengat, dan mereka merasa sangat tidak nyaman.
"Uhuk..uhuk.
Pemuda tampan itu tetap tenang dan mantap, mengalirkan energinya dengan cermat untuk mengatur intensitas dan durasi kentutnya. Dia mengetahui bahwa jurus ini adalah senjata terakhirnya dan dia harus menggunakan dengan bijaksana.
Menurut buku, jurus ini juga tergantung dengan level pemiliknya. Semakin tinggi kemampuan pemilik maka bau yang dihasilkan juga akan semakin bau. Jika sudah mencapai tahap tertentu bukan tidak mungkin lawan bisa mati di tempat bahkan durasi jangkauan bau juga akan lebih jauh.
Dan di tahap yang lebih tinggi pemilik juga bisa mengontrol siapa yang ingin diberikan jurus ini.
Tapi untung saja, dia masih di tahap yang awal sehingga lawan hanya muntah di pentas.
Dia juga hanya bisa mengeluarkan kentut baunya, dua kali saja.
Sementara itu, penonton di sekitar pentas berada dalam kebingungan dan terkejut dengan apa yang mereka saksikan. Mereka tak pernah mengira bahwa kentut bisa menjadi senjata yang mematikan seperti itu.
Namun dalam sekian banyak orang ada juga yang menganga dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Pria ini cukup tampan dan pergerakan nya juga sempat mengagumkan banyak orang tapi, dengan bau ini, semua hal-hal di awal jadi dilupakan begitu saja.
"Tidak mungkin! Apa yang dia lakukan?!" seru salah seorang penonton dengan wajah terkejut.
"Benar-benar licik! Jurus ini tidak manusiawi!" komentar lain terdengar dari kerumunan.
Huek...
Huek...
Pemuda tampan itu tetap tenang dan mantap, dia sekali lagi mengeluarkan jurus pengemis bau. Lawan-lawannya semakin kesulitan bernapas dan gerakan mereka menjadi lambat.
Tanpa menunggu waktu lagi, pemuda tampan tadi segera maju dan tiba tiba saja ..
Brak...
Brak..
__ADS_1
Tidak tahu apa yang terjadi yang jelas, dua lawannya tiba-tiba saja sudah berada di tanah.
beberapa penonton yang sempat melihatnya mengatakan jika, mereka di sepak ringan olehnya.Dan sekarang dia lawan yang sudah lemah akibat muntah yang keterlaluan tadi menjadi pingsan di tempat.
Tendangan itu sepertinya ringan tapi sebenarnya cukup mematikan
Setelah dua lawannya terpental dan jatuh ke tanah akibat sepakan kaki keras pemuda tampan itu, suasana di atas pentas berubah drastis.
Para penonton yang tadinya tercengang dan terpaku oleh bau mematikan dari jurus pengemis bau, kini terkejut melihat dua lawan yang tak berdaya di tanah. Beberapa dari mereka menutup mulut dan hidung mereka dengan tangan, mencoba melindungi diri dari bau yang masih menyengat.
Pemuda tampan itu mengambil beberapa langkah mundur, tetapi dia tetap waspada terhadap dua lawannya yang berbaring di tanah. Dia tahu bahwa meskipun terjatuh, mereka mungkin masih bisa bangkit dan melanjutkan pertarungan. Dia menunggu dengan sabar, memastikan tidak ada ancaman lagi dari kedua lawannya.
Sementara itu, para penonton mulai berbisik-bisik di antara mereka. Beberapa di antara mereka mencemooh pemuda tampan itu, merasa bahwa jurus pengemis bau adalah trik yang tak adil. Namun ada juga yang kagum dengan kejeniusan dan keterampilan bertarung pemuda tampan itu.
"Apakah ini benar-benar bisa dianggap sebagai pertarungan yang adil?" bisik seseorang di antara kerumunan penonton.
"Tapi lihatlah, dia berhasil menang dengan keahliannya sendiri. Dia mengalahkan mereka dengan jurus yang cerdik," timpal yang lain.
"Sungguh, siapa sangka bahwa jurus pengemis bau bisa begitu mematikan," kata seorang penonton dengan ekspresi terheran-heran.
"Tapi mana mungkin dengan jurus seorang pengemis dia bisa menang, ckckck, ah mungkin saja dia memang memiliki keahlian unik seperti itu," sahut yang lain.
Zhang Fei duduk di area yang sedikit jauh jadi dia tidak bisa mencium "harum" tadi.
Bahkan tiga ketua yang duduk bersamanya tidak tahu apa yang terjadi. hanya setelah melihat beberapa orang muntah, baru mereka sadar dengan kelainan itu.
Zhang Fei juga mendengar informasi dari sistem, jika pria ini benar-benar menerapkan jurus ketiga.
Untuk beberapa waktu tidak ada tepukan bahkan tidak ada keriuhan seperti di awal. Pria itu masih berdiri di atas pentas dengan menggarukkan kepalanya.
"Hei apakah aku menang?"seru nya bingung.
Sekarang dia ragu tentang apakah dirinya menang atau tidak. Menurut pendapatnya dia menangkan karena lawan sudah ada di tanah. Tapi kenapa tidak ada yang menyorakinya seperti di awal.
Plok... plok...plok...
Ada sebuah tepukan yang menggema, semua penonton yang tadinya bingung melihat ke arah di mana asal suara tersebut.
Tapi mereka malah terkejut lagi ketika melihat yang bertepuk tangan adalah sang putri sendiri.
"Hebat sekali,kau bisa menerapkan tiga jurus sekaligus, hebat!"kata Zhang Fei dengan suara keras.
"Putri, ini...
"ketua 1 apakah kau ingin mengatakan jika kemenangannya karena dia sedikit curang?" Zhang Fei bisa menyadari jika semua orang tidak senang dengan menang melalui cara itu.
"bukan begitu Putri tapi sebuah kemenangan adalah kehormatan namun cara kemenangan yang dilakukannya, hehe di mana kami bisa menghormatinya Putri?"gumam pria tua itu.
"Oh aku tidak memberikan kalian 9 jurus sekaligus, Sebenarnya ada rahasia di balik sembilan jurus itu. jurus ini memang diciptakan oleh pengemis di masa lalu. mengingat dari jurus dan gerak dari jurus sendiri itu sudah mencerminkan seorang pengemis. tapi ketika 9 jurus digabungkan menjadi satu itu akan menghancurkan dunia seni beladiri. bahkan penjaga bayangan elit Kaisar pun tidak bisa menghancurkan kalian. Pria ini baru saja memenangkan pertarungan dengan jurus ketiganya. Bukankah dia mencerminkan sosok yang bisa menggegerkan negara dayun kita kelak?"
Zhang Fei juga menitikberatkan kata-kata pengemis di sini yang artinya semua orang harus mengingat identitas diri masing-masing yang bernaung di bawah partai pengemis.
Pria Ini bukan saja bisa mengaplikasikan tiga judul sekaligus tapi dia juga bukan tidak mungkin menerapkan ke 9 jurusnya sekalian.
Namun dari segi penampilan dia juga memiliki nilai di atas rata-rata. Sekali pandang orang tidak mungkin bisa menduga Jika dia adalah seorang pengemis kan.
Dengan temperamennya sekarang zanvi ingin semua orang belajar dari dirinya sendiri. Tetap pegang teguh nilai rendah hati seorang pengemis, tapi jangan pernah melupakan nilai masih kemanusiaan. Dalam hal ini adalah penampilan tentunya hehehe.
Ketika pemuda tampan itu melangkah turun dari pentas, dua lawannya masih tergeletak tak berdaya di tanah. Para penonton akhirnya berani mendekat, tetapi mereka tetap menjaga jarak karena bau yang masih menyengat. Beberapa di antara mereka mencoba membantu dua lawan yang terpental, sementara yang lain membicarakan pertarungan yang baru saja terjadi.
Meskipun tidak begitu puas tapi sang putri sudah mengatakan hasil nya ,jadi secara otomatis pemuda tadi adalah pemenang nya.
Dengan bantuan kentut tentu saja.
__ADS_1