
Setelah berkonsultasi dengan para tabib terkenal pada akhirnya Paman Pangeran mengetahui nama asli dari tumbuhan langka yang dikatakan oleh zhang fei kemarin.
Zhang Fei sudah pun menyebutkan ciri-ciri dari tumbuhan tersebut . Hanya dengan ciri-ciri tersebut maka didapatkan lah nama tumbuhan langka itu yang dipakai di Dayun ini.
Tumbuhan langka yang sangat diperlukan dalam pembuatan pil penawar untuk Kaisar adalah Bunga Naga Berdarah dan Akar Harimau Emas.
Bunga Naga Berdarah adalah tumbuhan yang langka dan indah, dengan kelopak bunga merah yang mempesona dan menyerupai bentuk naga yang sedang meliuk-liuk. Tumbuhan ini hanya tumbuh di ketinggian tertentu di Pegunungan Terlarang, di sebuah lembah yang dikelilingi oleh puncak-puncak yang menjulang tinggi. Daunnya hijau cerah, tampak segar, dan memiliki tekstur yang lembut.
Bunga Naga Berdarah memancarkan aroma yang khas dan memikat, menarik perhatian makhluk-makhluk langka yang hidup di sekitarnya. Lokasi di mana tumbuhan ini tumbuh tersembunyi di dalam hutan lebat dan sulit dijangkau.
Sementara itu, Akar Harimau Emas adalah akar yang tersembunyi di dalam tanah yang dalam dan subur di Lembah Seribu Arus. Akar ini memiliki warna keemasan yang mengkilap dan bentuk yang berliku-liku seperti tubuh harimau yang sedang melompat.
Akar Harimau Emas diketahui tumbuh di daerah yang lembap dan berawa, di mana air mengalir melalui jaringan sungai dan rawa-rawa yang kaya akan nutrisi. Tumbuhan ini menyimpan kekuatan penyembuhan yang luar biasa, dan hanya tumbuh di lokasi yang sangat terlindung dan sulit dijangkau.
Untuk menemukan Bunga Naga Berdarah dan Akar Harimau Emas, Paman Pangeran dan rombongan penjaga bayangan harus melakukan perjalanan yang menantang.
Demi untuk memotong waktu maka dibentuklah dengan dua tim yang berbeda.
Satu tim dikerahkan untuk mencari bunga naga berdarah dan saat ini Paman Pangeran bergegas bersama rombongan penjaga bayangannya untuk mencari akar harimau emas.
Sementara itu Paman Pangeran beberapa penjaga bayangan sedang memacu kuda tunggangannya dengan kecepatan tinggi melintasi padang rumput yang luas.
Angin bertiup keras, membawa suara langkah kuda dan kerincingan perhiasan yang menghiasi pakaian Paman Pangeran. Dia tidak mempedulikan debu dan tanah yang terbang mengikuti langkah kuda, fokus sepenuhnya pada tujuannya.
Kuda yang tangkas dan kuat melaju dengan kecepatan tinggi, melewati hutan dan lembah yang dalam. Paman Pangeran memimpin kuda dengan keahlian, mengendalikan arah dan kecepatan mereka. Dia tahu bahwa waktu sangat berharga dan dia harus segera menemukan tumbuhan langka yang dia cari.
Paman Pangeran tiba di lokasi yang diduga memiliki Akar Harimau Emas setelah berlari cepat selama 3 hari 3 malam. Dia merasa lelah dan terkuras energinya, tetapi tekadnya untuk mendapatkan penyembuhan bagi Kaisar tidak memudar sedikit pun.
Lokasi itu adalah sebuah lembah tersembunyi yang dipenuhi oleh pepohonan rindang dan aroma bunga-bunga yang harum. Di tengah lembah terdapat sebuah mata air yang jernih mengalir deras, memberikan kehidupan bagi tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya.
Dengan napas tersengal-sengal, Paman Pangeran memerintahkan para penjaga bayangannya untuk beristirahat sejenak. segera sekelompok orang turun dari kuda masing-masing dan beristirahat.
Mereka duduk di bawah rindangnya pohon, menyerap energi alam yang ada di sekitar mereka.
Paman Pangeran memerintahkan para penjaga bayangannya untuk beristirahat sejenak di sekitar lokasi tersebut. Dia melihat kelelahan pada wajah mereka dan menghargai perjuangan yang telah mereka lakukan selama perjalanan.
Dalam suara yang lembut namun tegas, Paman Pangeran berkata, "Kita telah melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan. Mari kita beristirahat sejenak di sini, memulihkan tenaga kita sebelum kita melanjutkan pencarian. Kita harus tetap fokus dan bertekad untuk mencapai tujuan kita."
Para penjaga bayangan mengangguk dan duduk di sekitar area tersebut, melepaskan beban yang mereka bawa selama perjalanan.
Tempat di mana Paman Pangeran duduk bersama rombongannya di dekat air terjun kecil ,benar benar menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Air jernih yang mengalir menghasilkan gemericik yang menenangkan. Di dalam air terjun kecil tersebut, terlihat beberapa ikan berenang dengan lincah.
Paman Pangeran tidak bisa menahan senyum saat melihat ikan-ikan itu bergerak dengan indah di dalam air. Ia memikirkan betapa enaknya rasanya jika ikan-ikan ini diolah menjadi hidangan yang lezat, seperti ikan bakar yang menggugah selera. Pikiran tentang makanan itu membuat lidahnya bergoyang-goyang dan mulutnya mulai mengeluarkan air liur.
Dalam keadaan santai, Paman Pangeran mengelus perutnya sambil berkata kepada para penjaga bayangan, "Tampaknya air terjun ini menyediakan pemandangan yang indah dan juga kelimpahan ikan-ikan yang berenang di dalamnya. Bagaimana jika kita mencoba menangkap beberapa ikan dan memasaknya menjadi hidangan yang lezat? Ikan bakar pasti akan menjadi makanan yang menggugah selera setelah perjalanan panjang ini."
Para penjaga bayangan yang duduk di sekitarnya tertawa kecil mendengar usulan Paman Pangeran. Beberapa dari mereka juga merasa kelelahan dan merasa terpikat dengan ide Paman Pangeran untuk mencicipi hidangan ikan bakar.
Paman Pangeran berdiri dari duduknya dan melihat ke arah air terjun kecil. Ia merencanakan untuk menangkap beberapa ikan yang cukup untuk memenuhi keinginan mereka. Dalam pandangannya, ikan-ikan tersebut terlihat segar dan menggiurkan, siap untuk menjadi hidangan lezat.
Paman Pangeran dengan teliti membidik dan melepaskan anak panahnya, menghujam ikan yang berenang di air terjun dengan presisi yang tinggi. Anak panah tepat mengenai ikan targetnya dan ikan itu terlempar keluar dari air, jatuh di dekat Paman Pangeran.
Beberapa penjaga bayangan yang tangkas dan lincah segera melompat ke dalam air terjun, berenang dengan keahlian yang luar biasa, dan menangkap ikan-ikan kecil lainnya dengan tangan kosong mereka. Mereka bergerak dengan cepat dan sigap, mengamankan ikan-ikan tersebut sehingga tidak melarikan diri.
Sementara itu, beberapa penjaga bayangan lainnya bergerak mencari kayu kering di sekitar air terjun. Mereka dengan cermat memilih kayu yang sesuai, mengumpulkannya dalam jumlah yang cukup, dan membentuk tumpukan kayu yang rapi. Setelah itu, dengan keahlian mereka dalam menghidupkan api mereka berhasil menyalakan api unggun yang berkobar di tengah kegelapan hutan.
Sekarang dengan api unggun yang berkobar, Paman Pangeran dan para penjaga bayangannya mempersiapkan ikan-ikan yang telah ditangkap.
Tidak lama kemudian,mereka memasak ikan-ikan tersebut di atas api unggun yang memancarkan nyala api yang hangat. Mereka menggunakan tusukan kayu untuk menggantung ikan-ikan itu di atas api, memastikan ikan-ikan tersebut matang secara merata dan terasa lezat.
__ADS_1
Aroma harum ikan bakar mulai tercium di sekitar area api unggun. Para penjaga bayangan dan Paman Pangeran duduk bersama di sekitar api unggun, menikmati makanan yang mereka hasilkan dengan kerja keras. Mereka bercanda dan tertawa, menikmati rasa ikan yang gurih dan nikmat.
Ini adalah laporan sistem pada Zhang Fei ketika dia bertanya tentang paman pangeran.
Tidak bisa mengintip keberadaan Paman Pangeran tapi dia sudah mencari celah tentang penjaga bayangan yang kerap kali berada di sekitar Paman pangeran.
itulah kenapa sampai bisa mengetahui pergerakan dari Paman pangeran hari ini.
ini adalah hari ketiga di mana Paman Pangeran pergi mencari tumbuhan langkah demi membuat pil penawar untuk Kaisar.
"Hem cepat juga dia datang ke sana ya?"kata Zhang Fei.
("dia kan berlari cepat tanpa jeda sama sekali. mereka hanya berhenti satu hari yang lalu dan itu pun berhenti hanya untuk menukar kuda")
"Hem berdedikasi banget, suami siapa sih hehehehe"
Jujur dikatakan jika sampai tidak yakin dengan tujuan dari Paman Pangeran ini jelas sedia terintimidasi dengan kehadiran kaisar yang saat ini sedang berkuasa walaupun mereka memiliki hubungan darah tapi situasi yang terjadi di antara mereka tidaklah benar.
Tapi Paman Pangeran memiliki hati yang jernih dan tidak memiliki dendam ataupun ambisi.
Padahal jika dipikir lagi lebih baik Kaisar saat ini dibiarkan saja mati, tapi Paman Pangeran bersikeras untuk membuat penawarnya.
Hei sungguh seorang pria yang baik.
"dengan kecepatan seperti itu kira-kira berapa lama dia bisa mencapai lokasi?"
("sudah tidak jauh lagi palingan 3 hari lagi sudah sampai, ngapain nanya kangen ya?")
"Mama... ya nggaklah mah, aku tuh cuman pengen tahu dia itu masih hidup atau mati. jelas saja dia masih hidup sekarang kan ya itu tandanya aku itu belum jadi janda,gitu doang"kata Zhang Fei sedang berkilah.
("Oh begitu atau begitu Hem ")
"Ah terserah lah "kata Zhang Fei kesal.
("Ohh ini nih yang di tunggu-tunggu say hehehe.Kan gini ya...ehem ehem")
Zhang Mei kemaren dengan gaun yang berkilauan sedang berjalan sendirian di sekitar danau yang tenang. Tanpa sepengetahuannya, seorang gadis pelayan selir lain di istana Pangeran Ketiga mengintai dari balik semak-semak.
Pelayan Selir ini dengan niat jahat yang tersembunyi di dalam hatinya. Tanpa ragu, pelayan budak tersebut dengan licik mendorong Zhang Mei dari belakang, menceburkannya ke dalam air yang tenang.
Takut ketahuan, pelayan ini segera kabur mencari selamat.
Di lain pihak ketika tubuh Zhang Mei terhempas ke dalam danau, air meluap ke segala arah. Gelombang air memutuskan kesunyian di sekitar, menciptakan riak-riak yang terus membesar. Zhang Mei terkejut dan segera ketakutan, dia berjuang untuk mempertahankan napasnya di bawah air. Teriakan minta tolong yang tersedot oleh air menyertai kepanikannya, mencoba menarik perhatian siapapun yang berada di dekatnya.
To...glek..glek..
Pelayan budak Zhang Mei yang tidak jauh dari lokasi kejadian segera merespons teriakan minta tolong tersebut.
Tolong.. tolong...
karena tidak ada siapapun yang mendengar ,dia segera berlari secepat mungkin. entah keberuntungan apa yang dimiliki oleh Zhang Mei ini yang jelas ada seorang tabib yang kebetulan ada di sekitar lokasi.
Dengan panik, pelayan budak ini memanggil nya untuk membantu menyelamatkan Zhang Mei.
Tabib yang mendengar teriakan dan melihat keadaan darurat segera mengikuti pelayan menuju danau. Dia melihat ke dalam air yang bergerak dengan ganas, mencari tahu posisi Zhang Mei yang terperangkap.
("karena kondisi pria wanita yang sedikit ceroboh jadi tidak ada yang berani untuk terjun ke danau itu untuk membantu. akibatnya hanya beberapa orang yang datang dengan kayu kering untuk diulurkan pada Zhang Mei")
"apa sih yang dipikirkan orang-orang ini. mau bantu aja begitu ribetnya"
__ADS_1
("itu dia say, Untung aja penyelamatan kemarin itu berhasil")
Setelah dikeluarkan dari air, Zhang Mei terlihat lemah dan basah kuyup.Dia kehilangan sebagian besar energinya dalam upaya untuk bertahan hidup.
"Mati mah?"
("Ya nggaklah say, sisi menariknya belum dimulai")
Ketika tabib memeriksa kondisi Zhang Mei yang masih gemetar, dia tiba-tiba menyadari bahwa sesuatu yang tidak terduga telah terjadi. Setelah melakukan pemeriksaan yang cermat, dia menemukan bahwa Zhang Mei hamil selama tiga minggu. Temuan ini mengejutkan dan mengkhawatirkan, karena kondisi kehamilan mengharuskan perawatan khusus.
"Eh ha...hamil?"
("Ya say kamu tuh nggak salah pendengar itu baru tiga minggu")
Hamil pada usia yang masih sangat muda seperti 16 tahun, membawa risiko tertentu bagi kesehatan dan perkembangan ibu dan bayi.
Ini mengerikan sekali.
Yang lebih mengerikan di sini menurut sistem adalah istri sah dari pangeran ketiga yaitu adik perempuan dari jenderal su.
Ketika informasi ini mencapai telinganya dia marah besar. beberapa pelayan yang bekerja di bawahnya semua dipukuli hari itu.
Aalaupun adik dari jenderal ini adalah wanita yang baik-baik saja ,namun temperamennya terkadang tidak bisa ditahan.
Agar tingkat stressnya bisa menurun, dia kerap kali menyalurkan kemarahan itu pada pelayan terdekatnya. Dan itulah yang terjadi hari di mana dia mengetahui jika selir yang baru masuk itu sebenarnya sudah hamil.
("ketika seorang anak lahir dia akan disebut sesuai dengan urutan. Istri sah dari pangeran ketiga ini takut jika anak yang dilahirkan oleh Zhang Mei nantinya akan berjenis kelamin laki-laki. Bukankah dia kalau akan dipanggil sebagai Putra pertama?")
jika sudah begitu akan memalukan jadinya. di sini Putri Pangeran ketiga seperti ditampar di wajahnya sendiri. Dia adalah wanita yang dinikahi satu minggu sebelum tapi kenapa pada akhirnya sendiri yang harus hamil duluan.
Edi Saman modern mungkin orang bisa mendengar penjelasannya tapi di zaman ini mereka menganggap hamil dan jenis kelamin adalah pekerjaan wanita.
Seorang wanita dianggap hebat dan juga pahlawan di dalam keluarga Jika dia bisa melahirkan seorang anak laki-laki.
Tapi ketika dia hamil dan melahirkan seorang anak gadis itu dikatakan wanita yang hanya menghabiskan uang keluarga.
Yang lebih parahnya lagi jika seorang wanita tidak mampu melahirkan anak satupun. Dia akan dipandang hina oleh keluarga suami walaupun dirinya adalah seorang istri sah.
Dan inilah yang dipikirkan oleh Putri Pangeran ketiga hari ini.
(" jeng jeng jeng ,kabar baiknya bukan itu saja say")
"Apa mah ,Ayo kasih tahu. apakah ada kabar baik yang lebih baik daripada kabar kehamilan zhang Mei?"
("Hem kasih tahu nggak ya?")
"Mama...
("ups hehehe, nggak ada kabar baik sih tapi hari ini Putri Pangeran ketiga benar-benar ingin Zhang Mei kehilangan anak itu alias keguguran")
"What? maksud nya?"
(" seseorang dikirim untuk memberikan makanan enak untuk zhang Mei ")
"Astaga mama...
("Ya say..")
"Ini..ini cerita bagus,ayo cek sana"
__ADS_1
Tuh kan jika masalah gosip, zhang fei akan maju ...
Let's go..