Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
15


__ADS_3

Selesai berpakaian, Zhang Fei masih di rias. namun karena tujuannya adalah pergi ke kuil untuk berdoa maka tidak ada riasan yang serba wow di sini.


Tapi dia suka melihat ini karena riasan tebal itu tidak digunakan pada wajahnya yang halus.Rambut nya diikat sederhana setengah dan sisanya dibiarkan lepas begitu saja. Tidak ada pernak-pernik hiasan yang mentereng. Hanya satu helai ikat rambut yang memiliki warna putih agar matching dengan warna pakaian.


Pada tahap terakhir dia perlu menggunakan sepatu kain yang berwarna putih juga.


Sampai di sini Zhang Fei dikatakan sudah siap berangkat.Selir ibu juga pergi dengan pakaian terbaik nya. Tapi jika orang tidak tahu mereka akan berpikir ini adalah seorang nona muda dengan pelayannya.


Dua pelayan wanita segera mengikuti dari belakang. Pelayan budak ini memang pelayan yang sering berkeliaran di halaman kapuk. Mereka dipekerjakan di halaman itu tapi tidak ada rasa hormat sama sekali dengan tuan rumah.


Hanya karena hari ini , budak pelayan harus mengikuti dan memperhatikan gerak tingkah mereka karena itu merupakan reputasi bagi Zhang mention.


Kusir di depan sudah menunggu, Selir Fei dan nona keempat di ikuti oleh dua pelayan budak segera berangkat. tidak ada seorangpun dari keluarga ini yang mengirim mereka pergi.


Selir Fei beberapa kali memanjangkan lehernya sebelum gerbong ini benar-benar meninggalkan kediaman zhang. Tapi orang yang ingin dia lihat sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.


Dalam sekejap wajahnya yang tadinya sangat memerah karena gembira tiba-tiba menjadi lesu seperti balon yang dikempeskan.


Zhang Fei tahu tapi dia bahkan tidak ingin bertanya lagi.


Setengah jam kemudian gerbong kereta dengan bendera Zhang mansion tiba di kaki bukit.


Ada kuil dewa di atasnya. perlahan-lahan sampai turun dibantu oleh selir ibu dan mereka naik menggunakan anak tangga yang jumlahnya tidak bisa dihitung.


Dua pelayan budak diminta untuk tetap menunggu di gerbong kereta alih-alih mengikuti naik ke kuil.


"kalian tetaplah di sini dan perlakukan diri kalian sebagai Tuan.nona keempat hanya akan turun sebelum hari gelap"kata Selir Fey pada pelayan budak.


Dua pelayan budak ini malah senang dan menjawab dengan nada yang sedikit sopan. Maklum lah mereka berada di bawah tatapan banyak orang jadi harus patuh dan memperlihatkan kebajikannya sedikit.

__ADS_1


"baik...


Segera Putri dan ibu Ini naik perlahan-lahan ke kuil. suasana di atas bukit ini sangatlah sejuk dan membuat anda ingin berlama-lama di sini.


Zhang Fei merasa sedang berwisata melihat alam.Sejuk dan nyaman.


Tapi sebenarnya tujuannya bukanlah di kuil. Menteri kanan membuat janji pada biksu kuil setelah makan siang. karena waktunya belum tiba, seorang biksu kecil datang dan memberikan mereka sebuah kamar kecil untuk beristirahat sejenak.


Zhang Fei dan selir ibu mengikuti biksu kecil itu dan tiba di kamar kecil.Setelah mengucapkan terima kasih pintu segeradi tutup.


Pada saat itulah selir fei bergerak.


Dia tidak bisa memberikan apapun yang baik pada putrinya ini tapi untuk merealisasikan satu permintaannya dia sudah melakukan banyak hal.


Termasuklah menipu penglihatan beberapa orang pelayan budak.


Tadi malam putrinya sudah mengatakan tujuan nya. Tidak ingin mengecewakan nona keempat langsung mengiyakan saja.


Ada begitu banyak pengunjung di sini, tidak ada seorangpun yang sadar pasangan yang baru saja naik dari sebenarnya segera turun lagi.


Mereka berdua sengaja memutar agar tidak bertemu dengan pelayan budak yang sedang duduk di gerbong kereta.Meski agak jauh tapi ini sepadan dengan hasilnya. Hanya saja mereka berdua perlu kembali sebelum makan siang.


Ada kusir lain yang menunggu di sisi itu.


"nona ke-4 selir ini sudah membayar kusir untuk membawa kita ke tempat itu.hem cepatlah naik dan jangan buang waktu"kata selir Fei lagi.


Kusir yang di bayar juga bergerak dengan cepat dia bukan kusir yang menganggur sama sekali. Tujuan kedatangannya di kuil hampir mirip dengan yang dilakukan oleh Zhang Fei.


Dia sedang menunggu tuannya yang sedang berdoa di kuil.

__ADS_1


Semakin cepat ibu dan anak ini selesai maka pekerjaan nya juga akan semakin aman.


Setelah mereka berangkat baru kemudian zhang Fey bisa menarik nafas panjang.Dia menatap selir ibu dan kagum sedikit.


Meskipun hanya sedikit sih.


Tapi di sini dia sudah memperlihatkan bagaimana induk ayam menjaga anaknya.


("di masa lalu selir fei adalah Putri kesayangan dari keluarga pedagang, Pei. dia sudah pintar berbisnis sejak muda dikenal pemberani dan pantang menyerah. tapi sayang setelah kejadian yang menimpa keluarganya dia berubah total.Hehehe hari ini ibu selir benar-benar memperlihatkan jika dia masih orang yang sama")


Terkadang sekuat apapun wanita itu mereka harus tetap tunduk pada pengaturan negara dan pengaturan negara saat ini memang benar-benar tidak menganggap wanita itu adalah sesuatu yang berharga.


Selir fei adalah wanita yang dilahirkan di tempat dan era yang salah.


Hari ini demi sang Putri ke empat,dia bertindak di luar norma kesehariannya. namun begitu tidak ada jejak penyesalan yang terlihat bahkan ada rasa kepuasan yang terpancar di sinar matanya.


"Mama apa mama bisa membaca pemikiran seseorang?"tanya zhang Fey.


("hei sayang, berapa kali sih Mama ingin bilang mama itu sistem yang hanya bergosip dan kerjaannya ngintip ,gitu doang. membaca pemikiran itu bukan di sini,itu sistem lain , jadi sorry lah kalau sudah mengecewakan")


"Selir terima kasih sudah membantu aku hari ini.Jika ini berhasil kelak kita tidak perlu bingung lagi untuk hidup di mension" kata zhang Fey memegang tangan selir ibu nya.


"hanya ini yang bisa selir lakukan untuk nona keempat.Tapi entah kenapa Selir jadi ingat masa lalu. kapan aku lupa tentang perasaan seperti ini?"katanya yang seolah-olah sedang berbicara dengan diri sendiri.


"Ya Selir Fei, aku pernah mendengar seseorang berkata pernikahan sebenarnya adalah sebuah kuburan untuk wanita. tapi setelah melihatmu aku jadi tahu, istilah itu adalah benar"bisik zhang Fey lagi.


Mata Selir berubah,dia seperti mengenang memori lama dan segera berkaca kaca.


"pernikahan adalah kuburan untuk wanita, hehehe sebuah puisi yang bagus. tapi nona keempat jangan sekali-sekali kau mengatakan ini pada orang di luar sana. terkadang mulut bisa membawamu ke dalam penderitaan yang tidak berujung"katanya dengan raut sedih.

__ADS_1


Zhang Fei mendongak dan pergi menatap keluar.


Betapa sulitnya menjadi seorang wanita.


__ADS_2