
Keesokan harinya,,di pintu gerbang masuk ke ibukota, suasana menjadi ramai dan sibuk. Penjaga pintu gerbang, yang mengenakan seragam resmi dengan peralatan lengkap, mereka berdiri dalam posisi siaga. Mereka membentuk barisan ketat untuk menghentikan setiap orang yang berniat memasuki ibukota. Di hadapan mereka, barisan warga yang ingin memasuki kota telah terhenti.
Kerumunan orang mulai menumpuk di depan gerbang besar dengan kereta barang, kereta kuda dan barang bawaan. Beberapa membawa keranjang berisi sayuran dan buah-buahan segar, sementara yang lain membawa kantong biji-bijian dan barang lainnya. Para penjaga pintu gerbang bekerja dengan efisien, menghentikan setiap orang satu per satu dan memeriksa bagasi mereka.
Suasana di tempat itu berisik dengan suara pembicaraan, pertanyaan dan keriuhan. Orang-orang yang diperiksa tampak bingung dan heran. Beberapa di antaranya mencoba menawarkan penjelasan tentang isi bagasi mereka, sementara yang lain hanya menatap penjaga pintu gerbang dengan rasa takut dan kebingungan.
"Apa yang terjadi?" tanya seorang pedagang dengan nada bingung. "Kenapa kita semua dihentikan seperti ini?"
Penjaga pintu gerbang menjawab dengan tenang, "Ini adalah perintah dari atas. Kami harus memeriksa setiap bagasi yang masuk."
Pertanyaan dan keheranan muncul dari mulut banyak orang. Mereka ingin tahu apa yang menyebabkan tindakan ini. Namun para penjaga pintu gerbang tampaknya tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Mereka hanya melanjutkan tugas mereka dengan serius, membuka keranjang dan melihat isi dari setiap benda yang dibawa oleh warga yang ingin masuk ke kota.
Seiring waktu, beberapa orang terlihat tidak sabar dan mulai bergumam di antara kerumunan. "Apakah ini terkait dengan kerusuhan di beberapa tempat?" tanya seorang pedagang lain dengan nada cemas.
Penjaga pintu gerbang hanya mengangguk singkat. "Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut. Yang kami tahu adalah perintah ini harus diikuti."
Kerumunan yang tertahan semakin gelisah, tetapi mereka tunduk pada kenyataan bahwa mereka harus mematuhi perintah tersebut. Suasana tetap tegang saat para penjaga pintu gerbang melanjutkan pemeriksaan barang-barang dengan teliti.
"Ohh kau tau, ada begitu banyak orang yang meninggal beberapa malam yang lalu. jangan-jangan mereka sedang menyelidiki hal itu?"
"Oh , ada beberapa kerabatku yang ikut serta menurut mereka sebenarnya itu adalah kegiatan berbayar.Ahh aku takut keponakanku adalah salah satu yang meninggal"
"Oh apa mereka sedang mencari buronan?"
Dalam kebisingan dan kerumunan itu, suara pertanyaan dan pembicaraan terus bergema, sehingga terjadi kebingungan dan kecemasan yang ada di kalangan warga yang ingin memasuki ibukota.
Kira kira dia ratus meter dari tempat kejadian di tengah salju tebal,beberapa orang berkuda tiba , mereka menarik tali kendali kuda mereka untuk menghentikan perjalanan. Beberapa dari mereka duduk tegak di atas kuda, pandangan mereka terfokus pada situasi di depan.
Mereka memandangi pemandangan di depan mereka dengan hati-hati, terlihat bingung dan ragu. Wajah mereka tertutup oleh kain yang menutupi sebagian besar wajah mereka dari hembusan angin dingin. Salju yang menutupi tubuh kuda dan pakaian mereka menunjukkan bahwa mereka telah melakukan perjalanan yang jauh dalam kondisi cuaca yang tidak menguntungkan.
Dalam diam mereka saling berpandangan, berkomunikasi tanpa kata. Ada kegelisahan dan pertimbangan yang terpancar dari ekspresi mereka. Namun, keadaan di pintu gerbang masuk tampaknya tidak mengijinkan mereka untuk melanjutkan.
Setelah beberapa saat, salah satu dari mereka mengangguk pelan dan kemudian dengan lembut menuntun kudanya menjauh dari pintu gerbang. Orang lain mengikuti langkahnya, berbalik dan bergerak pergi mencari jalan masuk lain.
Meskipun langkah mereka bergerak pergi, mereka memutuskan untuk mencari jalan lain untuk masuk ke kota, Mungkin dengan harapan menemukan jalan yang lebih mudah atau kurang terhalang.
Dengan pemandangan salju yang turun dengan lebat dan dingin yang menusuk, mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian mereka di bawah langit yang semakin tertutup oleh salju yang tak henti-hentinya turun.
Sementara orang-orang berkuda berbalik dan bergerak menjauh dari pintu gerbang, pandangan tajam beberapa penjaga bayangan yang berada di pos jaga terdekat dengan pintu gerbang memperhatikan pergerakan mereka dengan cermat. Semua nya sudah terlatih untuk mencari tanda-tanda yang mencurigakan, jadi mereka segera menyadari keberangkatan orang-orang tersebut.
Dengan cekatan para penjaga bayangan merespon situasi yang tidak biasa ini. Tanpa perlu perintah langsung, mereka segera bersiap-siap dan memegang erat pedang mereka di tangan. Wajah mereka terfokus, mata tajam mereka melacak gerakan orang-orang berkuda yang menjauh.
Di bawah topeng kain,ekspresi serius dan waspada terpancar, mengungkapkan kesiapan mereka untuk menghadapi situasi apa pun.
Saat suara kuda-kuda itu merembes keluar dari jarak pandang, para penjaga bayangan memutuskan untuk mengambil tindakan cepat. Dengan gerakan lincah, mereka bergerak maju, melepaskan langkah yang mantap dan hati-hati. Suara langkah kaki mereka bergema di sekitar pintu gerbang yang dingin dan sepi.
Namun, yang lebih menonjol dari suara langkah kaki adalah dentingan pelan dan mantap dari pedang yang digenggam di tangan mereka. Seolah-olah menyusun harmoni pergerakan mereka, suara gemerincing pedang menjadi latar belakang dari langkah-langkah mereka yang mantap.
Tidak lama kemudian, suara-suara kuda itu menjadi semakin samar seiring dengan mereka menjauh dan di tengah hening salju yang terus turun, suara langkah kaki penjaga bayangan mengikuti dari belakang.
Keberangkatan mereka menuju kegelapan yang semakin dalam, bergerak dalam ketidaktahuan, tetapi tetap siap untuk bertindak jika situasi memerlukan.
Pertarungan tiba-tiba meletus ketika penjaga bayangan dari pangeran ketiga bergerak dengan cepat dan mendadak melibas kaki-kaki kuda yang sedang bergerak, mencoba menghentikan orang-orang yang tidak dikenal tersebut.
__ADS_1
Hiii.kkkk...
Kuda-kuda itu meringkik dan menerjang di bawah tindakan tiba-tiba tersebut, mengakibatkan kekacauan sejenak.
Segera kuda kuda jatuh yang membuat penunggang nya terjungkal.
Namun, para penjaga bayangan tampil dengan sigap langsung berdiri lagi dengan menarik pedang nya masing masing.
Dia kelompok penjaga bayangan,bertarung tanpa bicara.
Pertarungan itu menjadi adegan yang penuh gerakan cepat dan akurat. Para penjaga bayangan pangeran ketiga segera bergerak dengan keahlian yang terlatih, menggunakan jurus andalan mereka untuk menghadapi orang-orang yang tidak dikenal itu.
Hanya ada suara desingan benda tajam saja yang berdenting beberapa kali.
Ting Ting sreak... bom.
Kras....
Senjata mereka seperti pedang dan pisau kecil, bergerak dengan lincah, menghasilkan luka-luka ringan yang mampu memperlambat gerakan lawan.
Di tengah pertarungan, terlihat beberapa gerakan yang aneh dan membingungkan. Salah satu dari orang-orang yang tidak dikenal itu tiba-tiba meluncurkan senjata tersembunyi dari dalam jubahnya
Dia melemparkan pisau kecil yang tajam dengan presisi yang luar biasa. Pisau itu meluncur menuju salah satu penjaga bayangan dengan cepat. Tetapi dengan refleks yang cepat, penjaga bayangan tersebut berhasil menghindari serangan tersebut dengan melompat ke samping.
Tak... tak... tak.
Ting ...Ting...
Tidak mau kalah, penjaga bayangan penjaga bayangan pangeran ketiga yang lain juga menunjukkan kemahiran mereka dalam menggunakan senjata tersembunyi. Dengan gerakan yang halus dan tiba-tiba, mereka meluncurkan jarum-jarum kecil yang dihujani pelan menuju orang-orang yang tidak dikenal.
"Heh!"
Dua orang penjaga bayangan milik Paman pangeran, segera di lumpuh kan di bagian kaki.
Namun mereka masih mampu menarik kaki yang lainnya.
Bahkan salah satu dari mereka segera menelan pil anti racun dari putri Peipei.Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir dengan racun yang akan ditimbulkan oleh jarum-jarum tersebut hanya saja reaksi kelumpuhan itu masih ada.
Hup.
Bukan penjaga bayangan Paman pangeran namanya jika mereka menyerah di sini.
Dengan gerakan-gerakan yang cepat dan terkoordinasi dari kedua belah pihak. Senjata-senjata tersembunyi, jurus andalan dan refleks yang tajam menciptakan tarian penuh ketegangan di atas lapisan salju yang lembut.
Meskipun terlihat saling menyerang dengan keras, ada juga kehati-hatian yang terlihat dalam setiap langkah mereka, karena dua kelompok ini, sepertinya memiliki pengetahuan tentang teknik dan taktik masing-masing.
Pertarungan semakin memanas dengan para penjaga bayangan dari Paman Pangeran terus berusaha menghadapi serangan-serangan lawan yang datang begitu cepat. Namun, jarum-jarum beracun dari pihak lawan mulai membuat beberapa di antara mereka kesulitan, terpaksa menghindar dan merasakan efek racun yang masuk ke dalam tubuh mereka.
Saat jarum-jarum beracun itu mengenai salah satu penjaga bayangan, dia merasa kelemahan melanda tubuhnya. Pandangannya memudar, dan dia terpaksa merangkak mundur untuk mencoba meredakan efek racun. Sementara itu, yang lain berusaha menutupi celah dan mencoba menghalau serangan-serangan tajam yang datang dari pihak lawan.
Tiba-tiba, salah satu dari penjaga bayangan menganggukkan kepala dengan isyarat yang cepat. Tindakan itu seolah-olah adalah kode yang telah disepakati sebelumnya.
Tanpa ragu, orang yang menganggukkan kepala tersebut bergerak cepat ke arah yang berlawanan dan segera melarikan diri dari medan pertempuran. Beberapa penjaga bayangan yang lain tetap bertahan, berusaha menghalangi orang-orang dari pihak Pangeran ketiga untuk mengejar teman mereka yang pergi.
Pertarungan semakin mendebarkan, dengan gerakan-gerakan yang cepat dan gesekan senjata yang terdengar tajam. Beberapa penjaga bayangan berhasil menghindari serangan dengan gerakan yang lincah, sementara yang lain memblokir dengan tepat menggunakan senjata mereka.
__ADS_1
Namun, dalam kekacauan tersebut, beberapa penjaga bayangan mulai jatuh satu per satu, tersungkur ke tanah dengan luka-luka serius.
Namun begitu tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara sedikitpun.
Darah mulai merembes di atas lapisan salju putih, menciptakan kontras yang menegangkan. Wajah-wajah mereka penuh tekad, tetapi juga terlihat kerentanan dan kelelahan dalam setiap langkah yang mereka ambil. Sesak napas dan suara hembusan napas menjadi latar belakang dari aksi pertarungan yang sengit.
Dalam suasana yang mencekam, tindakan cepat dan tepat menjadi penentu kelangsungan hidup. Namun, dengan penjaga bayangan dari Paman Pangeran mulai merasa terdesak oleh serangan-serangan berbahaya dan racun yang merasuki tubuh mereka, situasinya menjadi semakin genting.
Segera saja mereka menelan pil anti racun.
Dalam situasi yang semakin genting, salah satu penjaga bayangan dari pihak Paman Pangeran dengan cepat mengeluarkan sebuah benda kecil berwarna hitam. Dengan gerakan yang cekatan, dia melemparkannya ke tengah medan pertempuran. Begitu benda itu mengenai tanah, ledakan kecil terjadi dan asap tebal segera mengepul, membentuk lapisan kabut beracun yang mendominasi area tersebut.
Penjaga bayangan dari Paman Pangeran telah mengambil langkah-langkah pencegahan sebelumnya. Mereka sudah menelan pil anti racun yang telah dipersiapkan sebelum pertempuran dimulai. Dengan pil anti racun,mereka melawan efek berbahaya dari asap beracun yang mengepul.Tapi mereka masih menutup hidung dan mulut mereka dengan tangan untuk mencegah racun masuk ke dalam tubuh.
Situasi tidaklah sama bagi penjaga bayangan dari pihak Pangeran ketiga. Mereka terkejut oleh ledakan kecil dan asap yang tiba-tiba muncul di depan mata mereka. Beberapa berusaha menutupi hidung dan mulut mereka dengan tangan, tetapi banyak yang sudah terlambat. Racun dalam asap itu meresap ke dalam pori-pori kulit mereka dengan cepat dan efeknya tidak dapat dihindari.
Buk...buk... buk....
Dalam keadaan yang semakin parah, satu per satu penjaga bayangan dari Pangeran ketiga jatuh ke tanah. Beberapa berjuang untuk tetap berdiri, namun kekuatan mereka meredup dan tubuh mereka semakin lemah. Ada yang mencoba terbang untuk menghindari asap beracun yang mencekik, tetapi mereka tiba-tiba kehilangan daya dan mereka terjatuh dengan bunyi kedebuk yang keras.
Medan pertempuran yang sebelumnya ramai dengan aksi dan pergerakan kini berubah menjadi pemandangan yang menyeramkan. Asap beracun masih mengepul di udara, menciptakan lapisan yang mengaburkan pandangan.
Sementara itu, para penjaga bayangan yang telah menelan pil anti racun dari pihak Paman Pangeran tetap tegar berdiri, walaupun juga merasakan tekanan dari situasi yang tidak menentu ini.
Dengan begitu maka pertarungan segera berakhir, penjaga bayangan yang sudah kelelahan masih bergerak ke depan.
Saat ini mereka tidak lagi memiliki kuda untuk maju terus jadi mereka hanya menggunakan kaki mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tujuan pertama adalah menemukan teman yang baru saja kabur terlebih dahulu. Mereka juga berharap tidak ada ikan yang lolos dari jaringnya tadi.
Segera malam itu menjadi malam yang panjang bagi penjaga bayangan milik Paman pangeran.
Ini tidak adanya kuda itu artinya pergerakan mereka lebih lamban dari yang mereka pikirkan sebelumnya.
Namun untunglah hanya dalam beberapa menit mereka sudah menemukan jejak temannya yang kabur lebih dulu.
Dalam sekejap teman tadi bergabung lagi dan mereka sama-sama pergi menuju ke istana kecil.
Ketika semuanya sampai ke istana kecil, Matahari mulai menampakkan wujudnya. Karena merasa tugas belum selesai, semuanya masih bergerak meloncat ke tembok-tembok yang istana kecil dengan kemampuan meringankan tubuh.
Merasa sudah tiba di lokasi mereka berpikir sudah aman ,jadi sekarang hanya menunggu Paman pangeran keluar dari kamarnya saja.
" tuan "Sapa salah satu cari penjaga bayangan ini ketika melihat Paman Pangeran tiba dengan pakaian tidurnya.
Tadi mereka sudah mengirimkan kode yang hanya dimengerti oleh Paman pangeran.
"Kalian berhasil?" tanyanya.
Paman Pangeran menghitung setiap orang yang hadir dan dia menyadari ada lima diantaranya yang hilang.
Dia tidak bisa tidak untuk mendesah, selain daripada penjaga bayangan yang hilang yang lain, ada juga yang memiliki beberapa luka yang tidak bisa dikatakan kecil. Bahkan luka-luka itu terlihat masih mengalirkan darah yang artinya itu masih begitu baru.
Salah satu dari penjaga bayangan itu mengeluarkan tumbuhan langka dari balik pakaiannya.Dan menyerah kan itu pada Paman pangeran.
"terima kasih atas kerjasama kalian dan pergilah istirahat obati lukamu dengan baik"Kata paman Pangeran ketika dia menerima tumbuhan langka tersebut.
__ADS_1
Tumbuhan ini ditemukan dengan mengorbankan 5 penjaga bayangan terbaiknya. Semoga saja dengan dengan ini penyakit kaisar bisa disembuhkan lebih cepat.