Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
66


__ADS_3

Setelah kekacauan yang benar-benar membuat istana kecil sibuk.Bukan hanya Neinei, semua pelayan juga mengkhawatirkan hal yang sama.


Seorang tabib segera datang dengan terburu-buru .Dia langsung diarahkan masuk ke halaman Paman pangeran.


Saat ini pria itu masih saja menutup matanya seolah-olah dia hanya sedang tertidur nyenyak.


Seorang pelayan laki laki membantu Paman pangeran mengangkat pergelangan tangannya dan meletakkannya di bantal khusus untuk memeriksakan denyut nadi.


Tabib itu segera memeriksa denyut nadinya dengan memejamkan matanya sebentar.


Semua orang tidak berani bernafas ketika tabib memeriksa kesehatan Paman pangeran.


Jika sesuatu terjadi pada Paman pangeran maka kepala pelayan lah yang pertama kalinya jatuh ke tanah.


Jadi semua pelayan masih berdoa dan berharap jika Paman pangeran akan baik-baik saja.


Mereka lebih suka Paman pangeran bodoh ketimbang dia kehilangan nyawanya karena terus-menerus diintimidasi oleh Neinei.


Setelah beberapa waktu tabib segera menarik ketiga jarinya pada sapu tangan sutra. Kemudian dia dengan hati-hati menjawab, "Paman pangeran hanya kelelahan tapi tidak terluka sama sekali. Sepertinya dia juga tidak tidur jadi kondisinya memburuk dengan cepat karena itu"


Paman pangeran berlutut sepanjang malam , ini kira-kira 12 jam sebelum pagi.Bukankah lututnya pasti akan membeku dan rusak juga darah di seluruh tubuhnya membeku. Mungkin dia juga terinfeksi dengan flu atau mengalami gejala demam.


Tapi sang tabib berkata dirinya tidak memiliki masalah apapun dalam kondisi tersebut.Ini hanya lah kata-kata yang ingin menyenangkan Neinei semata mata.


Mendengar ini neinei segera tersenyum dengan lesu, seperti sedang menelan sesuatu yang pahit di tenggorokannya.


Beberapa waktu yang lalu dia masih saja berpikir jika dirinya bisa mengontrol Paman pangeran sesuka hati.


Tapi kejadian hari ini membuat dia sadar posisinya tidak lebih tinggi daripada Paman pangeran yang bodoh ini.


Nyawa kecilnya juga bisa melayang kapan saja jika dia tidak hati-hati menjaga Paman pangeran.


Segera Neinei berharap agar tabib kekaisaran ini, dapat menemukan sesuatu. Mungkin obat terbaik yang bisa menyembuhkan Paman pangeran secepat kilat.


Neinei sama sekali merasa dirinya tidak memiliki pilihan lain selain daripada bergantung hidup pada kesehatan Paman pangeran yang bodoh ini.


Neinei sama tidak berdayanya dengan para pelayan yang lainnya.


Setelah Neinei mengenali nasibnya sendiri tiba-tiba hatinya menjadi sangat takut. Neinei mulai berpikir pada dirinya sendiri apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk menghindari kematian yang tidak diinginkan di masa depan.


Ketika orang sudah tidak lagi hidup tidak ada gunanya uang dan juga ketenaran.


Jika ada pilihan lain, Neinei masih ingin memilih hidup daripada mati.


Tapi Neinei adalah orang yang selalu berpikiran jika dirinya Putri di istana kecil ini.Bagaimana mungkin dia bisa menanggung penghinaan yang sebegini rupa.Dia adalah sosok yang paling mendominasi dan tiba-tiba harus jatuh seperti pelayan biasanya.


Meskipun Paman pangeran bukanlah seorang kaisar yang hebat. Tapi jika dia membuka mulutnya pada kaisar yang berkuasa saat ini. Bukan tidak mungkin Neinei tidak bisa menjaga nyawa nya lagi.


"walau bagaimanapun aku harus bisa memotong duri dan menggunakan kekuatan agar terus aman "begitu pikirnya di dalam hati ketika melihat posisinya terjepit.


Kenapa dia baru sadar sekarang.


Neinei menatap paman pangeran untuk beberapa detik tapi kemudian menundukkan kepalanya di detik berikutnya.


Dia membenci Paman pangeran Karena Paman pangeran membuat dia di olok-olok oleh para putri di belakang punggung.


Tapi sekarang dia tiba-tiba sadar jika Paman pangeran juga penyebab dia bisa hidup sampai saat ini.


Tiba-tiba saja Neinei merasakan sebuah kebencian dari lubuk hatinya yang paling dalam.Kebencian yang lahir dari sebuah penghinaan dan kemudian secara bertahap semakin dalam setiap harinya.


Neinei membenci alasan mengapa dia dilahirkan dari kalangan bawah.Sedangkan dirinya mampu menjadi seekor burung phoenix di antara gadis-gadis yang lain.


Tapi lihatlah pangeran bodoh di depannya ini.


Dia tidak memiliki hak untuk dipandang tinggi oleh orang-orang lain tapi posisinya menguntungkan sejak lahir.


Mungkin inilah penyebab bagi Neinei membenci Paman pangeran sejak dulu.


Seandainya mereka bisa bertukar tempat mungkin saja ...


Orang yang cocok seharusnya duduk di posisi yang cocok juga kan.


"terima kasih tabib Tapi harap tutup mulut Hem, terkadang mulut bisa membawa kematian"bisik Neinei.


Tapi tentu mengerti apa yang dimaksudkan oleh Neinei.Tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi dari pendengaran telinga kaisar tapi tapi tidak boleh menjadi sebab kebocoran Ini pertama kalinya.

__ADS_1


Bukan rahasia lagi jika di istana kecil neinei adalah penguasanya.


Kisah tentang Paman pangeran yang diintimidasi di istana kecilnya.


Semua orang mengetahui ini tapi mereka menutup mata karena kaisar juga tidak peduli.


Tabib segera mengundurkan dirinya dengan cepat. Begitu juga dengan Neinei yang tidak ingin berlama-lama di tempat Paman pangeran.


Tapi ketika tabib akan pergi menjauh tiba-tiba Neinei memanggilnya kembali. Tentu saja sang tadi tidak memiliki hak untuk menolak.


Padahal jika dirunut dalam posisi Neinei sama sekali tidak memiliki hak untuk memanggilnya.


Seorang tabib hanya tinggi satu tingkat dibandingkan dengan pedagang.Karena itu posisi tabib juga dipandang hina oleh bangsawan yang lain.


Mereka sama sekali tidak berpikir tanpa tabib ,apakah mereka masih bisa sehat.


Dokter kerajaan yang sedang berjalan dengan pelayan budak nya segera berhenti sejenak.Dia membeku sesaat selama beberapa detik sebelum menyadari bahwa Neinei memang sedang bertanya pada dirinya sendiri.


Dengan cepat dia segera berkata," ada apa nona Neinei?"


Neinei membisik kan sesuatu di telinga sang tabib.Entah apa yang dikatakan oleh Neinei sehingga mata sang tabib membulat dengan sempurna.


"Ini...


Neinei memerintahkan pelayannya memberikan beberapa keping perak lagi pada sang tabib.


Tabib kerajaan memiliki ekspresi suram di wajahnya.Jika Neinei adalah seorang bangsawan. Mungkin dia lebih suka bersujud dan berlutut selama berjam-jam daripada melakukan hal yang diminta oleh Neinei.


nenek juga bisa melihat bagaimana punggungnya yang tidak lagi berdiri lurus itu segera menggigil.keringat juga menetes dari pelipisnya dan ini membuat Neinei segera bertanya-tanya di dalam hati.


"Apakah tabib ini menolaknya?"


memikirkan ini sekali lagi nah ini menjadi marah.Apakah tabib rendah hari ini memandangnya lebih rendah sehingga membuat dia terlihat begitu buruk sekali.


Walaupun besar kemungkinan bagi tabib ini untuk menolak keinginannya .Tapi dia juga sudah mendengar apa yang ingin dilakukan oleh Neinei. Jadi ini juga benar-benar keputusan yang buruk untuk menolak.


Ketika tabib ini keluar tanpa menerima permintaan ini maka artinya masih sama saja.


Sang tabib juga mengetahui jika saat ini lehernya sudah di bawah pisau.


Walaupun Neinei hanyalah seorang pelayan budak tapi kata-katanya di istana kecil benar-benar ampuh.


Mau tidak mau suka atau tidak suka sang tabib hanya bisa menganggukkan kepala.Dia mengeluarkan sebuah pil dari dalam kotaknya dan juga satu saset dupa.


"Baguslah kau tahu sedang berpihak harus memilih pihak yang mana.


Sekarang pergilah"kata Neinei.


Melihat tabib kerajaan yang gemetar dan berlari keluar dari Aula.Neinei tidak lagi mengkhawatirkan tentang cedera yang dialami oleh Paman pangeran.


Tapi dia berjalan pergi dengan pemikiran tentang rencana-rencana baru dibenaknya.


Beberapa pelayan budak yang mengikutinya dari belakang, saling pandang karena tidak bisa memahami apa sebenarnya isi dari pemikiran Neinei saat ini.


Seorang gadis pelayan yang tidak tahu tentang posisi sendiri. Tapi memiliki kesenangan dan juga berpikir bahwa dia mampu mempersulit Paman pangeran setiap harinya.


Tapi pelayan budak ini mengetahui mereka tidak bisa melakukan apapun. Mereka hanya segera menyalakan lilin di hatinya dan berdoa agar Paman pangeran bisa selamat dari bencana yang sedang direncanakan oleh Neinei.


Rasa keanggohan keangkuhan mampu menginjak Paman pangeran yang mulia di bawah kakinya membuat Neinei semakin bersemangat saja.


Ini juga membuat Neinei terkadang lupa dengan posisi dirinya sendiri di istana kecil ini.


Neinei juga tidak menyadari atau mungkin juga tidak peduli sama sekali dengan pemikiran orang-orang di sekitarnya.


Semua pelayan budak di sini berpikir dan berharap Paman pangeran akan hidup lebih lama dalam kondisi yang sehat-sehat saja.Karena mereka adalah pelayan rendahan yang mau tidak mau harus selalu bergantung pada majikannya.


Majikan di sini tentulah Paman pangerannya sendiri tapi Neinei melupakan itu dan menganggap dirinya adalah seorang putri.


Melupakan posisi dirinya sendiri di istana kecil ini membuat para pelayan budak yang selalu melayaninya benar-benar muak.


Tapi mereka tidak memiliki alasan apapun untuk membantah keinginan Neinei sepanjang hari.


Apa yang dilakukan oleh Neinei sepanjang hari seperti mengatakan pada semua orang"Apakah kau melihat ini? walaupun aku seorang budak tapi Paman pangeran harus berbaring di kakiku dan mengangkat sepatu ku sepanjang hari "


Tapi melihat kejadian hari ini para pelayan mulai bergosip di belakang.

__ADS_1


Mereka banyak berpikir jika nenek sebenarnya takut dengan kedatangan calon putri di masa depan.Itulah mengapa Neinei setiap hari semakin tidak berhenti menyiksa Paman pangeran dengan caranya sendiri.


Perkataan tidak tahu malu,rendahan yang tidak memiliki hati seringkali diperdengarkan di balik punggung Neinei.


Tapi sebenarnya tidak seorangpun ingin jatuh begitu mudah di tangan putri yang akan datang.


Kepala dari pelayan-pelayan di istana kecil ini semuanya adalah tangan-tangan dari neinei sendiri.Termasuklah mereka yang saat ini sedang bergosip tentang dirinya.


Ketika Neinei jatuh mereka mungkin ditarik bersama-sama.Jadi pernikahan ini juga sebenarnya tidak baik untuk pelayan lain.


Tapi apa yang bisa dilakukan oleh Neinei untuk menghentikan pernikahan tersebut.


Tidak ada yang bisa menebak pemikiran seorang Neinei.


Begitu Neinei sampai di kediamannya kembali.dia langsung duduk dengan banyak pemikiran.


Di tangannya ada pil dan juga sachet yang diberikan oleh tabib tadi.Dia sedang menimbang-nimbang apakah hal ini memang harus dilakukannya atau dia harus menyingkirkannya secepat mungkin.


Tapi jika hal ini tidak dilakukan maka posisinya akan segera jatuh tanpa bisa dikendalikan lagi.


Jika sistem ada di sini, ya pasti sudah bisa menduga apa yang ingin dilakukan oleh Neinei.


Di tangan gadis itu sekarang ada sebuah pil yang akrab disebut dengan afrodisia, begitu juga dengan sachet yang awalnya diperlakukan seperti dupa. kegunaannya juga mengarah ke hal yang sama.


Sebelum istri sah datang neimei bisa menjadi selir samping terlebih dahulu.Karena dia lebih awal datang dan juga lebih awal menguasai istana kecil ini .


Maka posisinya pasti tidak bisa digerakkan sama sekali. Apalagi Putri masa depan itu adalah gadis sakit-sakitan yang bahkan tidak pernah belajar tentang tata krama. Apalagi tentang bagaimana cara mengelola sebuah istana kecil.


Tapi dekrit kaisar mengatakan tidak akan ada selir di istana ini setelah istri sah masuk.


Isi dari dekrit itu sangat jelas sekali. menangkap sebuah celah yang tidak dipikirkan oleh orang lain.


Tidak diperbolehkan seorang selir pun masuk setelah menikah dengan putri.Tapi dekrit itu tidak pernah membicarakan selir yang masuk sebelum pernikahan terjadi.


Inilah yang sedang dipikirkan oleh Neinei sekarang.


Jika dia benar-benar melakukan itu tapi tidak berhasil menjadi selir samping. Apa yang harus dilakukan setelah itu.


Dia pasti akan mengalami kerugian yang besar sekali. Seperti kata pepatah mencuri ayam tapi tetap kehilangan nasi.


"lakukan atau tidak. lakukan atau tidak, uh Ini benar-benar masalah yang sangat besar.Jadi apa yang harus dilakukan?"pikirnya seraya menatap ke arah dua barang yang saat ini digenggam nya.


Betapa pun tampannya paman pangeran ,tapi ini sangat membencinya. Bagaimana bisa dia melakukan pekerjaan itu sementara dia tidak menyukai Paman pangeran.


Tapi jika Neinei tidak melakukannya lebih awal artinya dia juga akan ditendang dari istana ini tanpa jalan untuk kembali.


" jika aku tahu satu hari akan ada kejadian seperti ini. mungkin lebih baik aku mencari kesukaan pangeran alih-alih mencari kebenciannya seperti sekarang. tapi terlambat untuk menyesalinya" gumam Neinei lagi.


Neinei berjalan-jalan di sekeliling meja dan akhirnya duduk lagi.


Tiba-tiba saja tenggorokannya menjadi haus dan dia mengambil teko nya sendiri.


Neinei segera menuangkan teh pada gelas tapi mana dia tahu jika teko ini tidak memiliki satu tetes air pun, itu kosong.


Matanya tiba-tiba menjadi merah karena marah pada pelayan budak yang tidak peduli dengan teko kosong.


Di dalam pemikirannya pelayan ini benar-benar melecehkan dia dengan menunjukkan hidungnya tanpa sengaja.Calon putri belum masuk tapi dia sudah dihina sedemikian rupa oleh pelayan rendahan.


Itulah yang dipikirkan oleh Neinei saat ini .Sementara dia lupa jika dirinya juga hanyalah seorang pelayan yang sama rendahnya dengan orang yang sedang dia kutuk.


Para pelayan budak yang mendapati hal itu ,tiba-tiba menggigil kedinginan.


Bukan tugasnya untuk mengisi teko pagi ini .dia hanya mengikuti Neinei kemanapun gadis ini pergi. Tapi bisakah Neinei mengerti duduk permasalahannya.


Jawaban nya tidak sama sekali.


Tidak ada pelayan sekitar yang berani menatap Neinei tapi ketika Neinei berkata begitu .beberapa pelayan yang mendengarnya sudah kabur lebih dulu untuk merebus air dan membuat teh yang baru.


Tapi pelayan yang tinggal di depannya ini adalah sasaran yang empuk.


Pada saat para pelayan budak membuatkan teh .Mereka lamat-lamat mendengar teriakan dari gadis pelayan yang malang.


Neinei akhir-akhir ini sering marah tanpa alasan. Hari ini pelayan tersebut tapi tidak tahu detik berikutnya siapa lagi yang akan menjadi korban.


Neinei sudah gila.

__ADS_1


__ADS_2