Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
114


__ADS_3

Dalam keheningan istana yang megah, Kaisar duduk sendirian di ruang kerjanya, memandangi laporan-laporan yang tersebar di mejanya. Dia merasakan beban berat di pundaknya, karena satu per satu para pendukung Pangeran ke tiga mulai berkurang. Gosip-gosip yang tak terbendung merajalela di seluruh kerajaan, semua berawal dari sebuah buku cerita misterius yang tersebar di kalangan masyarakat.


Kaisar merenung sejenak, menggenggam buku cerita tersebut di tangannya. Pikirannya terpaku pada bagaimana buku sederhana ini dapat memiliki pengaruh yang begitu besar, meruntuhkan dukungan bagi Pangeran ke tiga dan menciptakan ketidakstabilan dalam kerajaan.


Akibat dari apa yang terjadi dengan menteri ku hari itu berimbas pada kesetiaan para pendukung pangeran ketiga.


" Bagaimana mungkin sebuah buku cerita dapat mempengaruhi jalannya takdir kerajaan? Bagaimana mereka bisa dengan mudah mempercayainya dan membalikkan pahala yang telah diberikan kepada para pendukung Pangeran ke tiga?" pikir kaisar.


Dalam pikirannya, Kaisar mempertanyakan keteguhan iman dan kesetiaan para pendukung Pangeran ke tiga. Dia merasa kesal karena gosip dan intrik yang terjadi di sekitar buku cerita ini telah mengacaukan persatuan dan stabilitas kerajaan.


" Buku cerita ini telah mengancam kekuasaan dan reputasi Pangeran ke tiga. Namun, lebih dari itu, ia juga telah meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan"katanya.


bagaimana mungkin sebuah buku hanya sebuah dongeng bisa menghancurkan reputasi pangeran ketiga dengan cara seperti ini.


Meskipun tidak memperlihatkan di luar tapi sebenarnya kaisar melihat Paman pangeran seperti dia melihat dirinya sendiri di masa lalu.


Jadi dia mendukung pangeran ketiga secara diam-diam. Bahkan pangeran ke-3 pun tidak bisa menyadari dukungannya ini.


Dalam kegelisahan yang mendalam, Kaisar mengambil keputusan yang tegas. Dia harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini, mengembalikan kepercayaan rakyat, dan menjaga stabilitas kerajaan.


" Aku harus memerintahkan penyelidikan menyeluruh mengenai asal-usul buku ini"


orang yang menggunakan cara seperti ini untuk menjatuhkan pihak lawan bukanlah orang yang biasa. strateginya sungguh tidak masuk akal dan juga tidak biasa.


tapi siapa dia.


Diantara ketujuh pangeran hanya ada pangeran kedua dan keempat saja yang tersisa sebagai rival dari pangeran ketiga.


Tapi keduanya bukanlah orang yang bisa melakukan hal sedemikian rumit.


Dengan tekad yang kuat, Kaisar merasa bahwa hanya dengan mengungkap kebenaran di balik buku cerita tersebut, lucu sekali jika mengingatkan kestabilan negara bisa goyah hanya karena sebuah gosip yang mendera.


Sebagai seorang kaisar dia tidak akan pernah membiarkan negara ini hancur hanya karena sebuah lelucon semata-mata.


Kaisar duduk di atas takhtanya, ruangan istana yang megah dihiasi dengan hiasan-hiasan kerajaan. Pikirannya yang penuh kekhawatiran membutuhkan tindakan cepat untuk mengatasi ancaman buku cerita yang mengacaukan stabilitas kerajaan. Dia memanggil penjaga bayangan terpercaya, seorang ahli dalam menyelidiki hal-hal yang tersembunyi di balik kabut misteri.


Tak lama kemudian, seorang pria yang mengenakan pakaian hitam samar datang ke ruangan. Wajahnya tertutup sepenuhnya, hanya mata tajamnya yang terlihat di balik topeng hitam yang misterius.


" Kaisar?"sapa penjaga bayangan dengan topeng.


"Kaisar ini membutuhkan kemampuanmu yang luar biasa dalam menyelidiki masalah ini. Pergilah untuk menemukan siapa pemilik toko yang menjual buku cerita yang merusak reputasi Pangeran ke tiga"


"Baik kaisar "kata penjaga bayangan bertopeng itu masih dengan posisinya yang sedang berlutut diikuti dengan kepala yang tertunduk.


"Pastikan tidak ada batu yang tertinggal. Aku ingin mengetahui identitas asli pemilik toko itu, serta motif dan tujuan di balik penjualan buku cerita itu"


"Segera setelah saya menemukan petunjuk yang relevan, saya akan segera memberitahu Anda"kata penjaga bayangan itu.


Dengan pertukaran kata-kata selesai, Kaisar melepaskan penjaga bayangan untuk melaksanakan misi penting ini. Dia mengandalkan keterampilan dan ketekunan penjaga bayangan tersebut untuk membongkar siapa pemilik sebenarnya dari toko yang menjual buku cerita tersebut. Kaisar berharap bahwa dengan mengungkap kebenaran ini, dia akan dapat menghentikan gosip dan memulihkan stabilitas dalam kerajaan yang mulai goyah.


Meskipun demikian dia tidak pernah mempertimbangkan Paman Pangeran sebagai tersangka potensial, fakta bahwa paman itu memiliki mentalitas yang naif dan tidak dewasa membuatnya terlupakan dalam pemikiran Kaisar.


" Siapa yang mungkin memiliki kepentingan untuk menargetkan Pangeran ke tiga? Apakah ada pihak yang iri pada posisi dan pengaruhnya di istana? Ataukah ada musuh lama yang ingin menghancurkan keluarga kerajaan?"


Kaisar memutar-mutar pikirannya, mencoba menghubungkan titik-titik di antara para pelayan, pejabat istana, dan orang-orang yang dekat dengan Pangeran ke tiga. Namun, pikirannya tidak pernah sampai pada Paman Pangeran, karena di mata Kaisar, paman itu hanyalah seorang pria yang kurang mampu dan tidak memiliki ambisi politik.

__ADS_1


Tanpa sadar, Kaisar melewatkan kehadiran Paman Pangeran dalam daftar tersangka potensialnya. Dia tidak menyadari bahwa bahkan seseorang yang tampak naif dan tidak berbahaya sekalipun bisa memiliki motif tersembunyi. Tetapi saat ini, pikiran Kaisar lebih terfokus pada pihak-pihak lain yang mungkin menginginkan kerugian Pangeran ke tiga.


"Aku harus fokus pada pelayan, pejabat, dan siapa pun yang dekat dengan Pangeran ke tiga. Siapa pun yang memiliki kepentingan pribadi atau ambisi yang bertentangan dengannya harus diperiksa dengan cermat"


Dalam pikirannya, Kaisar merencanakan serangkaian langkah-langkah yang akan diambil untuk mengungkap kebenaran dan melindungi Pangeran ke tiga. Namun, tidak disadari bahwa dia telah mengabaikan kehadiran yang mungkin sangat berpengaruh, Paman Pangeran, yang mungkin memiliki peran yang lebih besar dalam situasi ini daripada yang terlihat di permukaan.


Kaisar yang sedang duduk di ruang kerajaan, dipenuhi kekhawatiran yang mendalam. Kasim Tua, seorang penasihat setia, memasuki ruangan dengan perasaan prihatin yang terpancar dari wajahnya.


" Kaisar, dengan segala hormat, rendahan ini mengerti bahwa kaisar sedang menghadapi banyak masalah dan kekhawatiran. Namun, izinkan rendahan inimembagikan kabar baik dari wilayah perbatasan kita yang bisa meringankan sedikit beban kaisar "kata sang Kasim.


Kaisar memandang Kasim Tua dengan mengeryitkan dahinya."Apa kabar yang kamu bawa, Kasim?"


" Kabar tersebut berkaitan dengan hasil penjualan garam di wilayah perbatasan kita. Dalam satu tahun terakhir, hasil penjualan garam tersebut mampu menyaingi pendapatan pajak negara kita. Ini adalah berita yang menggembirakan"


ini hanyalah dalam batas satu kali penjualan dan pendapatannya melebihi pemasukan negara untuk satu tahun penuh.


Jika ini berlangsung bukankah gudang istana akan penuh lagi dengan uang.


kaisar baru saja mendengar pelaporan ini memang ada beberapa berkas yang belum dibacanya Mungkinkah karena masalah pangeran ketiga dia melewatkan informasi ini.


Kaisar segera tertawa ringan" Benarkah, Kasim? Kabar itu pasti akan memberikan sedikit kelegaan di tengah semua permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini"kata kaisar.


" Lebih dari itu, Kaisar. rendahan ini juga ingin menyampaikan bahwa negara tetangga kita sepakat untuk menjalin kerjasama jangka panjang dalam bidang perdagangan garam. Ini berarti bahwa hasil penjualan garam kita akan semakin meningkat dalam waktu yang akan datang"


Kaisar mengangguk dengan mata cerah,dia segera mengerti " Kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara tetangga adalah hal yang baik untuk stabilitas ekonomi kita. Ini adalah kabar yang sangat membanggakan, Kasim"


"Rendahan ini percaya jika ini adalah berkat dari Kaisar. Semoga masa sulit ini segera berlalu dan kemuliaan kerajaan akan kembali bersinar"


Kaisar dan Kasim Tua melanjutkan pembicaraan mereka tentang rencana kerjasama dengan negara tetangga, sementara sedikit demi sedikit, beban kekhawatiran yang ada di dalam hati Kaisar sedikit berkurang. Meskipun hanya sejenak, mereka berdua menikmati momen kelegaan dan harapan yang dibawa oleh kabar baik tersebut.


Kaisar duduk di ruang kerajaan, memikirkan masalah-masalah negara yang membebani pikirannya. Tiba-tiba, Kasim kecil masuk dengan wajah yang penuh kegelisahan.


"Apa yang terjadi dengan Pangeran Pertama?"potong kaisar dengan cepat.


"Penyakit yang dideritanya sejak kecil, tiba-tiba kambuh dengan hebat. Dokter kerajaan mengatakan bahwa Pangeran Pertama tidak memiliki waktu lama untuk hidup"


Kaisar tersentak dan menghela nafas panjang,dia tidak bisa apa apa dengan penyakit putra pertama nya ini.


" Dokter kerajaan melakukan segala yang mereka bisa, Kaisar yang agung tetapi penyakit itu begitu ganas dan sulit diatasi. Mereka mengatakan bahwa saat ini tidak ada pengobatan yang dapat menyelamatkannya"


kaisar langsung marah karena merasa tidak ada dokter istana yang kompeten dalam mengobati pangeran pertama. ini sudah berapa lama pangeran pertama sakit tapi tidak ada satu dokter pun yang bisa mengobatinya. apa saja pekerjaan para dokter di istana ini.


" Apakah ada ahli pengobatan lain yang bisa kita mintai bantuan?"


Saat mereka berbicara, seorang kasim kecil yang bernama Liang datang berlari dengan napas tersengal-sengal.


"Kaisar, Kasim Tua, ada sesuatu yang harus saya katakan... Pangeran Pertama...


" Apa yang terjadi, Liang?"Kata Kasim tua.


"Pangeran Pertama terlihat sangat lemah dan kesakitan. Dokter kerajaan berkata bahwa waktu hidupnya semakin sedikit" Kata Kasim itu.


Kaisar dan Kasim Tua meninggalkan ruang kerajaan dengan hati yang berat. Mereka berjalan menuju ruang Pangeran Pertama yang dipenuhi oleh ketakutan dan kekhawatiran. Mereka tahu bahwa saat ini hanya waktu yang terbatas untuk Pangeran Pertama, dan mereka harus menghadapinya dengan hati yang berat dan pikiran yang tenang.


Kaisar terburu-buru memasuki kamar Pangeran Pertama, di mana Ratu sedang menangis dengan sedih. Meskipun kaisar tidak memiliki hubungan yang erat dengan Ratu, namun Pangeran Pertama adalah darah dagingnya sendiri. Kaisar memiliki perasaan campur aduk saat melihat penderitaan putranya.

__ADS_1


"Ratu, tenang ratu , Kau adalah ibu negara tidak baik berperilaku seperti ini"Kata kaisar.


Sama sekali tidak ada nada kasih sayang di dalam kata-katanya. Tapi sang ratu sudah terbiasa dengan nada seperti itu. Ada begitu banyak wanita di halaman belakang kaisar tidak ada satupun wanita yang bisa membuat kaisar tertarik dari segi emosional.


Ratu masih saja terisak dengan sedih, apapun terjadi ini adalah putra yang sudah dilahirkan sendiri dan dikandung dengan susah payah. Bagaimana mungkin dia tidak sedih melihat putranya menderita seperti sekarang.


" Pangeran Pertama... dia semakin lemah... Dokter kerajaan mengatakan bahwa... bahwa...


" bahwa hidupnya semakin dekat dengan akhir, bukan? kita sudah lama siap mental dengan kenyataan itu, Ratu. Kita telah melihat penyakitnya yang bertambah buruk seiring berjalannya waktu" potong kaisar dengan cepat.


Dia paling tidak suka melihat wanita menangis tidak bisakah dia menemukan wanita kuat di negara lain ini.


Semua selir bahkan Ratu negara ini hanya tahu menangis saja setiap hari .Bahkan dalam rencana merayu kaisar juga harus dilakukan dengan acara menangis.


Kaisar benar-benar meremehkan sifat lemah seorang wanita.


Ratu mencoba menenangkan diri atas perlakuan acuh tak acuh kaisar dengan berkata "Tetapi dia adalah putra kita, Kaisar. Meskipun tidak ada kasih sayang di antara kita, dia masih darah dagingmu sendiri. Bukankah kaisar merasa sedih akan kehilangannya?"


Kaisar menghela nafas dan menatap Pangeran Pertama yang lemah di tempat tidur " Ratu, kaisar ini tidak pernah meragukan betapa rapuhnya kesehatan Pangeran Pertama. Sejak dia lahir, dokter-dokter kerajaan telah memberi tahu kita bahwa hidupnya tidak akan lama"


Ratu merasa sedih mendengarnya dia memandang kaisar dengan tatapan tidak percaya"Bagaimana bisa begitu tenang dan dingin, Kaisar? Dia adalah anak kita, seorang pangeran yang seharusnya mewarisi takhta ini"


" Ratu, dalam hidupku sebagai seorang Kaisar, orang harus siap menghadapi segala kemungkinan dan kehilangan. jika seorang kaisar tidak bisa membiarkan emosi menguasai diri dalam situasi ini. Namun, jangan salah paham, meskipun kaisar ini tidak menunjukkan kasih sayang secara terbuka, hati ini tetap teriris melihat penderitaan Pangeran Pertama. Dia adalah darahku sendiri" kata kaisar tidak senangnya dengan pendapat ratu pada nya m


Ratu mencoba menghapus air matanya dan mencoba menguatkan diri sendiri "Aku mengerti, Kaisar. Mari kita berikan yang terbaik bagi Pangeran Pertama selama waktu yang tersisa.


Dalam situasi yang penuh keputusasaan, kaisar dan Ratu mencoba menemukan kekuatan untuk menjaga ketenangan dan memberikan yang terbaik bagi Pangeran Pertama.


Di sisi lain Pangeran Pertama terbaring lemah di tempat tidurnya, tidak mampu berbicara atau bergerak. Meskipun demikian, dia masih bisa mendengar suara Kaisar dan Ratu yang memenuhi ruangan. Pangeran Pertama merasa sedih dan frustasi karena merasa tidak berguna dalam keadaannya yang rapuh.


Kaisar masih berbisik di telinga nya dengan suara lembut "Pangeran Pertama, kami berdua berada di sini bersamamu. Kami berharap yang terbaik bagimu"


Ratu juga dengan berbesar hati menggenggam tangan Pangeran Pertama dengan lembut "Kami mencintaimu, Pangeran. Jangan merasa tidak berguna. Kamu adalah putra kami yang kami cintai dengan sepenuh hati"


Meskipun Pangeran Pertama tidak bisa mengucapkan kata-kata, ekspresi wajahnya mencerminkan rasa terima kasih dan haru yang mendalam. Ia mengerti bahwa meskipun fisiknya melemah, cinta orang tuanya tetap mengelilinginya.


Beberapa saat kemudian, Pangeran Pertama menghembuskan nafas terakhirnya di depan Kaisar dan Ratu. Keheningan mengisi ruangan, dan suasana menjadi hampa.


Dokter Istana kemudian memeriksa dan memverifikasi kematian Pangeran Pertama dengan penuh kehati-hatian. Dia mengangguk setuju dengan pandangan awal bahwa Pangeran Pertama telah meninggal dunia.


Dokter Istana berbisik dengan nada rendah " Pangeran Pertama telah mangkat. Kita telah kehilangan seorang pangeran yang berharga.


Kaisar dan Ratu saling menatap dengan duka mendalam. Meskipun mereka telah mempersiapkan diri untuk kematian Pangeran Pertama, kesedihan yang tulus masih melingkupi hati mereka.


Dalam perasaan yang penuh dengan kehampaan dan duka, Ratu berdiri di sisi tempat tidur di mana mayat Pangeran Pertama berbaring dengan damai. Wajahnya tertutupi oleh rasa sakit dan kesedihan yang tak terucapkan. Dia menangis dengan getir, dengan setiap air mata yang jatuh mewakili sepotong hati yang hancur.


Ratu meraih tangan dingin Pangeran Pertama dengan lembut, mencoba mengingat sentuhan hangatnya yang dulu. Tatapannya terfokus pada wajah putranya yang tak bergerak, mencoba memperhatikan setiap detail sebagai kenangan terakhir.


Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kehilangan yang Ratu rasakan. Air mata terus mengalir tanpa henti, mengungkapkan kepedihan yang mendalam dalam hatinya. Dia merasakan kekosongan yang tak terisi, merindukan senyuman dan canda tawa putranya yang sekarang hanya tinggal kenangan.


Dalam keheningan yang menyedihkan, Ratu merasakan getaran getir di dalam dadanya. Hati yang terluka menangis dalam kesedihan yang mendalam. Dia merasa kehilangan dan terpisah, seperti kehidupannya yang tiba-tiba menjadi kosong tanpa kehadiran Pangeran Pertama.


Tatapannya terfokus pada wajah yang tenang dan pucat dari putranya. Dia berharap bahwa jika dia memandang cukup lama, mungkin saja Pangeran Pertama akan bangkit kembali dan mereka bisa bersatu lagi. Tetapi, kenyataan yang pahit mencekik hatinya, bahwa kematian telah memisahkan mereka selamanya.


Dalam suasana yang penuh dengan kepedihan, Ratu mencium kening dingin Pangeran Pertama sebagai perpisahan terakhir. Dia mengucapkan kata-kata terakhir dalam hati, mengungkapkan cinta tak terhingga dan kehilangan yang mendalam.

__ADS_1


Dalam keheningan yang melingkupi ruangan, Ratu terus menangis dan merasakan kehadiran yang hilang. Kehilangan putranya adalah beban berat yang harus dia pikul seorang diri. Dia mengetahui bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi, dan dia harus berdamai dengan kesedihan ini sambil mencoba menjaga ingatan dan warisan Pangeran Pertama tetap hidup dalam hatinya.


Sekali lagi Dayun kehilangan seorang pangeran dan kali ini murni karena sakit yang di deritanya sejak lahir.


__ADS_2