Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
234


__ADS_3

Ini adalah hari ke-4 di mana zhang Fei harus berlutut lagi. Meskipun dia telah terasing dari dunia luar karena tradisi ini, dia tetap terhubung dengan berita melalui sistem gosip . Kabar tentang Ratu yang patah semangat juga sampai ke telinganya melalui sistem tersebut.


Berita ini memang tidak baik bagi seorang Ratu yang dulunya menjadi wanita pertama di Dayun. Namun, hidup sering kali mengajarkan bahwa semua tindakan hari ini akan selalu memiliki akibatnya sendiri di masa depan. Jika seseorang berbuat di luar batas nalar, mereka harus juga siap menerima konsekuensinya.


Di sisi lain Pangeran Ketiga sekarang hidup dengan penuh semangat. Semula semangatnya redup, sekarang dia memiliki keinginan untuk hidup yang berkobar-kobar.


Pada kenyataannya, dia hanya bertahan untuk mendengar bagaimana nasib Ratu akan berakhir.


 Kehidupannya menjadi buruk dengan Ratu yang membuat dia salah paham dengan Kaisar dan juga mengakibatkan mandulnya sang Pangeran.


Tapi ada juga cerita lain yang terlupa kan.Seperti Menteri Kanan, ayah kandung Zhang Fei sendiri. Meskipun banyak yang melupakan kisah mereka, tapi zhang fei terus memantau perkembangan mereka. Seperti Ratu, Menteri Kanan telah menabur dan saat ini sedang menuai hasilnya.


Pada hari pemberontakan, Pangeran Ketiga berhasil menangkap semua anggota keluarga Menteri Kanan, dan mereka dipindahkan ke lorong rahasia sebagai tahanan. Sementara itu, pelayan budak di zhang mansion semuanya dibunuh tanpa pandang bulu. Selama pemberontakan berlangsung, keluarga Menteri Kanan terlupakan, bahkan ketika pemberontakan pertama gagal. Mereka hidup dalam kondisi yang mengerikan, bahkan tidak mendapatkan makanan sehari pun.


Pada pemberontakan terakhir, ketika Pangeran Ketiga merencanakan serangan balik dan memutuskan untuk mengirim keluarga pendukungnya keluar kota, keluarga Menteri Kanan secara tak terduga dibebaskan. Mereka bergabung dengan sekelompok orang yang mencoba melarikan diri dari ibukota.


Menteri Kanan merasa bahwa masa depannya tidak akan lebih baik, baik Pangeran Ketiga berhasil atau gagal. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk kabur dari ibukota.


Jiang Moyun, istrinya, menangis sambil bertanya pada suaminya, "Suamiku, apa yang harus kita lakukan sekarang? Ke mana kita akan pergi?" Jiang Moyun merasa putus asa dan marah atas perlakuan yang mereka terima. Bahkan putranya yang paling muda tampak begitu lemah dan tidak dapat berlari.


Mereka adalah keluarga terpelajar yang memiliki masa depan cerah sebagai sarjana muda. Namun, kegagalan Pangeran Ketiga mengubah segalanya, membuat mereka harus kabur tanpa arah dan rencana yang pasti.


Baik dua putra maupun nenek tua mereka menderita, karena ketiadaan makanan selama tiga hari telah menguras tenaga mereka. Dalam pelarian mereka, nenek tua tersebut harus dipikul oleh Menteri Kanan.


Menteri Kanan memiliki tiga selir, salah satunya adalah ibu kandung Zhang Fei. Namun, saat ini kondisi nya sama buruknya dengan para pengungsi lainnya.


Selir yang merupakan ibu kandung Zhang Fei sebenarnya tidak ingin melarikan diri karena putrinya masih berada di ibukota. Namun, situasi membuatnya tak punya pilihan. Dia terjebak di zhang mansion saat penangkapan berlangsung dan akhirnya ditahan bersama Menteri Kanan.


Kondisi yang penuh keterbatasan ini membuatnya merasa lemah dan hampir tak bisa berjalan. Kaki-kakinya diseret dengan cara yang menyedihkan karena kekurangan makanan.


Dalam situasi yang sulit , dia berkata "Tuan, mungkin kita seharusnya mencoba pergi ke istana kecil? Siapa tahu Putri Peipei bisa melakukan sesuatu?"


Mata Jiang Moyun berbinar-binar mendengar usulan ini. Putri Peipei adalah gelar yang diberikan pada Zhang Fei.


Zhang mansion masih memiliki dua saudara perempuan yang belum menikah, tapi gelar Putri Peipei memberikan harapan bahwa Zhang Fei mungkin memiliki pengaruh yang dapat membantu mereka keluar dari situasi sulit ini.


"Ya, apapun yang terjadi, aku masih adalah ayah mertua dari Paman Pangeran. Putriku memiliki gelar Putri," ucap Menteri Kanan dengan mantap, menunjukkan keberaniannya di tengah situasi sulit ini. Dia yakin bahwa gelar dan hubungannya dengan Putri Peipei mungkin akan memberikan mereka harapan.


Namun, putra pertama Zhang merasakan kemarahan yang mendalam. Dia merasa kecewa dan marah pada Putri Peipei karena tidak membantu mereka dalam saat-saat genting ini. "Ketika ibukota diserang, mengapa Putri Peipei tidak datang untuk membantu Zhang Mansion? Apakah dia hanya ingin hidup dengan nyaman setelah kita lenyap? Meskipun dia sudah kaya, apakah dia melupakan akarnya?"


Namun, selir Fei segera menyesali usulannya. Putri Zhang sudah menderita dalam kesunyian di Zhang Mansion, dan dia merasa bersalah telah menyarankan ide ini. Dia tahu bahwa Putri Peipei mungkin sudah lama diabaikan, bahkan saat mereka menderita kelaparan di halaman belakang kapuk.


"Tuan, saat ini keluarga Zhang telah terikat dengan pihak pemberontak. Jika kita pergi ke istana kecil, ini mungkin akan berdampak buruk pada Putri Peipei. Mungkin lebih baik kita tidak pergi ke sana." Dia mencoba membujuk Menteri Kanan untuk mempertimbangkan situasi yang lebih besar sebelum membuat keputusan.


Tiba-tiba saja semua orang mengamuk dan marah pada Selir Fei, bahkan hingga zhang Fei yang tidak ada di sana juga ikut mendapatkan celaan. Kata-kata makian seperti "serigala bermata putih" dan "kacang yang melupakan kulitnya" dilemparkan tanpa henti.


"Kami adalah keluarga, terikat dengan baik buruknya. Zhang Fei adalah putri keluarga Zhang dan sekarang sudah saatnya dia menunjukkan bahwa dia adalah putri yang berbakti. Ini juga waktunya untuk membalas jasa dan menjaga kita semua terlepas dari situasi ini. Kita semua bersama dalam hal ini."


Putra pertama Zhang ikut menyuarakan pendapatnya, "Benar, aku adalah bibit keturunan keluarga Zhang. Kehidupanku juga penting. Zhang Fei, sebagai saudari memiliki kewajiban untuk menjagaku terlepas dari segala hal."


Selir Fei yang mendengar semua itu, merasa seakan-akan dihantam keras. Wajahnya memucat dan penyesalan yang mendalam melintas dalam benaknya. Ide yang dia usulkan begitu gegabah dan sekarang semua orang merasa terusik olehnya.


Sebelumnya Selir Fei memang telah merencanakan untuk meninggalkan ibukota dan pergi mencari keponakannya. Dia ingin melepaskan diri dari Zhang Mansion yang selama ini dia tidak sukai. Sebagai seorang selir dia tidak bisa bercerai seperti seorang istri sah.


Tapi jika dia bisa pergi dari rumah atau di usir,itu sudah dianggap sebagai pemutusan hubungan.


Selir Fei telah lama merasa muak dengan kondisi Zhang Mansion dan dia hanya bertahan demi menjaga reputasi putrinya. Tapi kemudian Zhang Fei sendiri yang mengungkapkan kepada Selir Fei .


Jika dia lebih suka jika selir itu pergi dari Zhang Mansion. Awalnya Selir Fei tidak begitu memikirkan hal itu, tapi dalam situasi sekarang, tekadnya untuk meninggalkan rumah itu menjadi semakin mantap.


Meskipun dalam hatinya Selir Fei penuh dengan pemikiran pemberontakan dan keinginan untuk melepaskan diri dari Zhang Mansion, dia tetap berdiam diri dan membiarkan keputusan yang telah diambil berlaku. Dia tahu bahwa rencananya untuk melarikan diri harus direncanakan dengan cermat.


"Jika aku berhasil keluar dari ibukota, aku akan kabur. Aku tidak ingin menjadi beban bagi putriku, bahkan dia tidak menganggapnya sebagai keluarga," batin Selir Fei, dengan keinginan kuat untuk meraih kebebasannya.


Meskipun begitu, Zhang Fei adalah satu-satunya yang mungkin akan melindungi keluarga Zhang. Selir Fei merasa harus mengirim pesan kepada putrinya agar dia tidak terlibat dalam situasi ini.


Mereka pernah berpikir untuk memberontak dengan mendukung Pangeran Ketiga. Sekarang setelah menjadi seperti ini, mereka ingin menghubungkan Putri Peipei untuk masuk ke dalam kehancuran .


ini adalah hal yang mustahil.


Pada akhirnya, keluarga tersebut berusaha kabur melalui lorong rahasia bersama dengan orang lain. Tapi tidak lama mereka menemukan lorong itu sudah ditutup dan beberapa orang telah dipaksa meminum racun. Hanya beberapa yang tidak menelan racun, termasuk keluarga Zhang, yang masih memiliki Putri Peipei sebagai harapan terakhir.


Ketika mereka dimasukkan ke dalam penjara, mereka berteriak sebagai kerabat Putri Peipei. Para penjaga awalnya ragu, tapi karena ini adalah kerabat langsung dari sang Putri


Mereka tetap memperlakukan mereka dengan sederhana. Jadi di hari pertama,penjaga penjara masih memberikan perlakuan yang lebih baik .

__ADS_1


Keluarga Zhang masih bisa merasakan kenyamanan . Misalnya mereka menerima makanan yang lebih baik daripada tahanan lain, seperti nasi panas dengan daging, tapi tahanan lain hanya ada semangkuk bubur encer saja. Ini mungkin karena nama Putri Peipei masih memiliki pengaruh yang kuat.


Jadi sejak penahanan terjadi,nama Putri Peipei menjadi kartu truf yang tak ternilai bagi keluarga Zhang di tengah situasi sulit ini.


Tapi zhang fei yang sekarang tidak ingin menjadi batu loncatan untuk zhang mantion.


Jadi dia berbisik pada gadis persik untuk menyebarkan berita.Siapapun tidak diizinkan untuk mengistimewakan keluarga.Jika ada keistimewaan pun,itu hanya lah selir Fei yang perlu di keluarkan dari penjara.


Pas hari ke empat, penjaga penjara tidak lagi membuat keistimewaan tersendiri untuk keluarga zhang.


Ini sudah mulai terjadi di pagi hari dan untuk pertama kalinya, Mentri kanan,eh sekarang dia tidak lagi memiliki gelar jadi dia di sebut sebagai zhang tua.


Zhang tua dan keluarga nya tidak mendapatkan sarapannya.


Zhang tua awalnya berpikir jika ini hanya keterlambatan saja.Tapi ketika makan siang di kirim, dia terkejut mendapati semangkuk bubur nasi encer.Jika pun ada sayuran,ini hanya segigit acar tua yang hanya cocok untuk makanan babi.


"Hei... hei apa apaan ini? sudah tidak sa sarapan,makan siang cuman ini saja?"pekik nya marah.


Putra pertama zhang juga berteriak,"Kakak perempuan ku adalah putri istana kecil, jika ini di laporkan maka kalian akan habis "katanya dengan melemparkan semangkuk bubur encer itu ke tanah.


Brak...


Mangkok itu pecah sehingga tanah menjadi basah.Beberapa anak kecil menjerit ketakutan karena itu.


Tingkat ketakutan akan kematian meningkat di penjara ini.Apalagi dengan layanan penjara yang begitu tidak manusiawi.


Bayangkan saja, tidak ada toilet , satu penjara yang memiliki ruang 5 kali 5 meter sebenarnya diisi lebih dari 30 orang dan itu tidak dihitung besar kecil dan tua muda.


bahkan ada juga para gadis yang aslinya adalah Nona muda di rumah.


selama 3 hari mereka tidak bisa membersihkan diri dan terpaksa bergumul dengan pakaian yang sama sejak mereka ditangkap.


hari pertama orang mungkin malu untuk membuang hajat tapi bagaimana pada hari kedua dan hari ketiga.


jadi secara bertahap orang kekurangan makanan tapi juga membuang hajat di tempat yang sama mereka sedang berbaring.


Semangkuk bubur tipis adalah harapan untuk menyambung kehidupan. Mungkin penguasa selanjutnya akan mengirim mereka ke perbatasan .Tapi itu masih lebih baik dibandingkan dengan hukuman mati.


Hanya harapan itu saja yang membuat semua orang masih berupaya untuk terus hidup.


Tapi semangkuk bubur yang penuh harapan ini sebenarnya dibuang begitu saja oleh mereka yang bisa makan daging dalam dua hari ke belakang.


Putra kedua dari Zhang juga berpikir layanan ini buruk, dia ingin melempar kan juga mangkok itu.Tapi seorang wanita tua menahan nya dengan berkata.


"jangan dibuang jika tidak mau serahkan kepada cucu ku, meskipun hanya semangkuk bubur tipis ini masih lebih baik dari pada tidak makan sama sekali"


"Ya keluarga kalian masih bisa makan daging dalam 2 hari ini tapi tidak makan apa-apa.Jadi berikan saja jika tidak mau "


"Pada ku saja, aku sedang hamil jadi temanku saja tidak, tolong!!"


"tidak orang dewasa masih bisa tahan tapi anak-anak tidak sama, jadi berikan saja pada anakku yang sedang lapar kan"


"Ayolah, kalian masih kenyang kan karena makan nasi putih tadi malam. jadi kasihani kami dan berikan mangkok itu"


Entah kapan semangkuk bubur tipis itu diminta oleh begitu banyak orang. Akibatnya ruangan yang tadinya sunyi senyap menjadi hiruk-pikuk.


Dalam perebutan Itu keluarga zhang yang berjumlah 10 orang ini tidak lagi memiliki mangkuk di tangannya.


Orang yang bahkan memiliki mangkuk menekuknya sampai habis karena takut itu akan direbut oleh orang lain.


Belum lepas dari keterkejutan, penjaga penjara datang lagi dan mengetuk hasil dengan besi di tangannya.


Tak ....tak... tak.... tak...


"Diam jangan berisik, Jika ada yang berisik orang itu akan dipukul dengan 10 bulan di pantatnya.Jika mau cobalah"


Hanya dengan kata kerja sudah mampu membungkam mulut semua orang.


jangan tua menganggap kedatangan penjaga ini untuk membelanya dan mengirimkan dia makanannya yang lebih layak , tapi...


"Siapa Pei Freya?"


Semua orang saling pandang karena nama itu begitu asing. tapi kemudian selir fei menjawab nya.


"Ini aku"katanya jujur.

__ADS_1


Pei adalah nama keluarga dari nama panjangnya adalah Pei Freya , sudah begitu lama tidak ada orang menyebutkan nama itu lagi. Jadi dia juga seakan-akan lupa dengan nama aslinya sendiri Setelah sekian tahun disebut dengan Selir Fei.


"Oh kau bisa keluar,ada penjamin untuk mu"kata penjaga itu yang langsung bergerak untuk membuka pintu.


Selir Fei tidak tahu kenapa dia dipanggil tapi dia merasa itu karena putrinya.


Ketika nama asli disebut, ini artinya dia bukan lagi dihitung sebagai anggota keluarga zhang.


Dia adalah selir jadi mudah untuk dia pergi kapan saja. sekarang identitasnya sebagai Pei Freya dikembalikan hatinya Dia adalah orang yang bebas.


tapi perlakuan ini dianggap tidak adil oleh Jiang moyun.


"Hei Kenapa dia bebas kami tidak apakah ini permintaan dari Putri?"tentu saja semua anggota Zhang yang berpikir yang sama.


Tapi penjaga itu menatapnya dengan sinis dan berkata, "keponakannya datang dan membayar 50 keping emas untuk kebebasannya .Apakah memiliki uang jika bisa maka bayarlah"


semua orang termasuk Jiang moyun dan dia mendengar 50 keping emas. di zaman juga anda mungkin menemukan 50 kopi emas tapi sekarang mereka dipenjara dan semua harta benda bahkan kediaman sudah disita.


jika pun ada barang di tubuh itu adalah nyawa.


dari mana dia harus mendapatkan 50 keping emas demi kebebasan ini.


"Ibu.. ibu.. Ayo hubungi kakek Jiang, 50 keping emas demi kebebasanku itu masih layak.Ibu...


semua orang yang di dalam penjara juga berpikiran yang sama Jika 50 keping emas bisa membebaskan mereka Maka mereka akan melakukan itu tapi siapa yang ingin membayar dan masuk dalam kategori kaki tangan pemberontak.


Jiang moyun tidak bisa bicara.


hari pertama mereka ditahan , Kakak laki-lakinya juga datang. dia mengatakan agar ujian moyun menandatangani surat untuk perpisahan keluarga artinya, dia dan keluarga Jiang sudah berakhir.


Jika dia menolak untuk menandatangani maka keluarga Jiang juga akan diseret bersama dengan keluarga Zhang.


Ini dilakukan karena dia adalah istri sah sehingga identitasnya akan ikut keluarga zhang.


Jika masalahnya semakin serius maka bukan tidak mungkin keluarga Jiang juga akan dihitung sebagai kaki tangan.


Keluarga Jiang tidak mau itu terjadi, Jadi mereka mengirim perwakilan dan meminta Jiang moyun untuk memutuskan hubungan.


Selir Sun dan selir mo, malah gembira dengan kabar ini. Mereka adalah selir dan mungkin bisa dikecualikan dalam hukuman.


Tapi persyaratannya adalah 50 keping emas per orang.


Selir Sun memiliki satu Putra dan satu Putri bersamanya. jika dikalikan 3 maka itu sudah 150 keping uang emas.


Bagaimana mungkin keluarganya mengeluarkan uang sebanyak itu.


Selir mo juga berpikiran sama, jika keluarga sanggup maka mereka hanya bisa memilih satu saja yang bisa diselamatkan.


Oh ini bukan sebuah solusi tapi ini hanya membuat masalah baru.


Berbeda dengan orang lain, selir fei, keluar dari penjara dan menghirup udara segar.


Jika ditanya ke manakah keponakan laki-lakinya itu, baru kemudian dia sadar jika itu hanyalah kamuflase.


Keponakannya jauh dari ibukota bagaimana mungkin dia sempat datang dalam waktu beberapa hari saja.


Jadi zhang Fei meminta seseorang untuk menyamar menjadi keponakan dan menandatangani kesepakatan pelepasannya.


Selagi selir fei menghirup udara segar, penjara tambah heboh lagi.Kepala zhang tua segera berdenyut ,dia masih bisa menahan nafasnya tapi nenek zhang tidak bisa.


Wanita tua yang selalu berpikir jika dia pintar, segera jatuh dan pingsan dengan mata ke atas.


"Ibu ..


Nenek...


Zhang Fei mendengar kisah itu dari sistemnya tapi dia tidak bisa membantu. Jika pun bisa membantu, dia tidak ingin membantu sama sekali.


Mereka semua hanyalah sekelompok ular yang akan menggigit petani jika dibantu. Jadi zhang Fei tidak akan sebodoh itu


"Mereka pikir, mudah untuk hidup setelah menginjak injak tubuh ini?ah mungkin ini adalah pembalasan dendam untuk pemilik tubuh ini kan, Mama"


("Hem hati manusia tidak bisa diukur kedalaman, tapi malapetaka tidak bisa di hindari dari tangan ")


Dunia yang kejam.

__ADS_1


__ADS_2