Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
125


__ADS_3

Istana Terlarang di terbentang megah di hadapan mereka. Gerbang masif dengan ukiran halus dan atap melengkung yang indah menjadi pemandangan yang menakjubkan. Taman-taman yang rapi dengan kolam-kolam ikan dan jembatan berlapis emas menambah keindahan istana ini. Arsitektur khas Cina kuno yang anggun menghiasi setiap bangunan, dan warna-warna cerah menciptakan suasana yang magis di sekitar istana.


Di ruang rapat pagi yang mewah, para menteri berkumpul dalam suasana tegang. Mereka merasa penasaran dan bertanya-tanya mengapa pagi ini ada perbedaan yang tidak biasa dengan dipanggilnya tiga pangeran sekaligus. Mereka berbicara dengan suara pelan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.


" Ada apa ini? Mengapa tiga pangeran dipanggil bersama-sama?" bisik seorang Mentri dengan suara rendah.


" Menteri ini juga tidak tahu. Sepertinya ada sesuatu yang penting yang akan dibahas oleh Kaisar"


" Tapi apa mungkin ini terkait dengan peristiwa baru-baru ini? Apa ada keputusan besar yang harus diumumkan?"


Ketika mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan itu, tiba-tiba langkah langkah lembut terdengar mendekat, dan pangeran ketiga melangkah masuk ke ruang rapat. Semua orang terdiam begitu melihatnya, mengagumi kemegahannya dan aura positif yang menyelimuti dirinya.


Pangeran Ketiga adalah sosok yang menawan dan karismatik. Ia mengenakan pakaian mewah dengan warna-warna yang kaya dan motif motif indah. Mahkota emas yang dipakainya menambah kesan kebangsawanan, dan matanya yang tajam dan bijaksana memancarkan kepercayaan diri yang luar biasa. Ketika ia berjalan, langkahnya tegap dan langgamnya mengesankan.


" Pangeran Ketiga"sapa Mentri zhang. orang lain mungkin tidak memiliki keberanian untuk bertanya tapi dia adalah calon mertua dari pangeran ketiga meskipun nantinya itu hanya dari sisi selir saja.


"Pangeran ini juga tidak tahu, pagi ini dipanggil oleh Kaisar tanpa penjelasan lebih lanjut. Tapi kita akan segera tahu nanti"


Para menteri mengangguk mengerti, masih terkesan dengan kehadiran Pangeran Ketiga. Mereka merasa semakin penasaran dengan alasan di balik pertemuan istimewa ini dan menunggu dengan cemas untuk mengetahui apa yang akan diumumkan oleh Kaisar.


Suasana ruang pertemuan semakin terisi ketika semua orang telah berkumpul, namun tiba-tiba pintu aula terbuka dan masuklah Pangeran Keempat.


Dia adalah seorang pangeran muda yang berusia 16 tahun, tetapi sudah memiliki kehadiran yang mengesankan. Pangeran Keempat memiliki wajah tampan dengan rambut hitamnya yang dibiarkan panjang dan diikat dengan seutas pita emas. Matanya yang cemerlang mencerminkan kecerdasan dan keceriaan.


Pangeran Keempat memakai pakaian yang mewah dengan warna-warna cerah dan bordirannya yang rumit. Di lehernya terdapat liontin mutiara yang indah, menambah pesona dan kemegahan penampilannya. Ia berjalan dengan langkah anggun, memancarkan pesona pemuda yang cerdas dan berbakat.


Para menteri yang sudah terkagum-kagum dengan kehadiran Pangeran Ketiga tidak bisa mengabaikan kehadiran Pangeran Keempat. Mereka menatapnya dengan rasa kagum dan ingin tahu apa yang akan diucapkannya.


Sementara itu, suasana semakin hidup ketika Pangeran Kedua juga memasuki ruangan. Pangeran Kedua adalah sosok yang penuh dengan karakter pemberontak dan selalu suka foya-foya. Ia memiliki penampilan yang menarik dengan rambut cokelat yang klimis dan sedikit berantakan. Matanya yang penuh pesona memancarkan semangat petualang dan kebebasan.


Pangeran Kedua memakai pakaian yang lebih santai namun tetap terlihat mewah. Ia mengenakan jubah dengan desain yang mencolok dan beberapa perhiasan yang memperkuat statusnya sebagai seorang pangeran. Wajahnya yang selalu tersenyum membuatnya terlihat seperti seorang anak nakal yang suka bermain-main.


Para menteri merasa sedikit tergoda oleh aura pemberontak Pangeran Kedua, tetapi tetap mempertahankan rasa hormat mereka.


Suasana ruang pertemuan menjadi hening ketika tiba-tiba seseorang berteriak dengan keras seperti toa, "Kaisar yang Agung telah tiba! Hormat kepada Kaisar!"


Semua orang berdiri tegak dan menundukkan kepala mereka dengan penuh hormat ketika Kaisar yang Agung memasuki area pertemuan. Kaisar ini adalah sosok yang mengesankan dengan wibawa yang tiada tanding. Ia mengenakan pakaian yang megah dan mencerminkan statusnya sebagai Kaisar.


Kaisar mengenakan jubah berwarna merah maroon dengan bordiran emas yang rumit. Di pundaknya terdapat lambang naga, simbol kekaisaran yang kuat dan melambangkan keberanian serta kebesaran. Di kepalanya, ia memakai mahkota berhias permata dan batu mulia, menegaskan kedudukannya sebagai pemimpin tertinggi.


Wajah Kaisar ini penuh dengan ekspresi bijaksana dan tenang. Matanya yang tajam memancarkan kecerdasan dan kebijaksanaan. Janggutnya yang panjang memberikan kesan kebijaksanaan dan kestabilan.

__ADS_1


Setelah berjalan dengan anggun, Kaisar akhirnya tiba di singgasananya. Ia duduk dengan sikap tegap dan mulai mengamati para pejabat yang hadir. Suasana ruangan menjadi penuh dengan ketegangan dan kehormatan, karena setiap kata dan gerakan harus dipertimbangkan dengan cermat di depan Kaisar yang Agung.


Pangeran Kedua, Pangeran Ketiga, dan Pangeran Keempat, bersama dengan para menteri, memberikan penghormatan dengan penuh sopan dan penuh perasaan dalam pertemuan dengan Kaisar yang Agung.


Pertama, Pangeran Kedua maju ke depan dengan langkah anggun. Dia menyilangkan tangan di dadanya dengan lembut, menundukkan kepala, dan membungkuk dengan rendah hati. Selaras dengan gerakan penghormatan itu, dia berkata dengan suara lembut dan penuh hormat, "Kaisar yang Agung, semoga umurmu panjang hingga 1000 tahun. Semoga cahaya dan bijaksana dari singgasana ini selalu menerangi jalan kerajaan kita menuju kemakmuran dan kedamaian."


Kemudian, Pangeran Ketiga menyusul langkah kakaknya. Dia menutup telapak tangannya di dada, membungkuk dengan sungguh-sungguh, mengekspresikan rasa hormat dan kesetiaannya. Dengan nada yang tegas, dia berbicara, "Kaisar yang Agung, semoga Anda hidup abadi hingga 1000 tahun. Semoga kebijaksanaanmu melimpah dan membimbing langkah-langkah kita dalam menghadapi segala tantangan."


Saat giliran Pangeran Keempat untuk memberikan penghormatan, dia melakukan gerakan yang sama dengan kakak-kakaknya. Dia menekuk tubuhnya dengan anggun, menghormati Kaisar dengan tulus. Dengan lembut, dia berkata, "Kaisar yang Agung, semoga usia Anda diberkahi hingga 1000 tahun. Semoga tahta ini selalu diberkahi dengan kedamaian dan kemakmuran di bawah kepemimpinan Anda."


Para menteri, termasuk Menteri Utama Xue Wei dan para menteri kalangan, juga memberikan penghormatan mereka dengan cara yang sama. Mereka secara bersamaan mengangkat tangan kanan mereka ke dada, membungkuk dengan rendah hati, dan mengekspresikan harapan mereka dengan suara lantang, "Kaisar yang Agung, semoga Anda hidup abadi hingga 1000 tahun. Semoga kerajaan ini terus diberkahi dengan kebijaksanaan dan keadilan di bawah kepemimpinan Anda."


Di dalam ruangan yang hening, Kaisar yang Agung mengangkat tangannya dengan anggun, memberi isyarat kepada semua orang untuk kembali ke posisi masing-masing. Gerakan tangannya yang lembut dan tegas telah menjadi bahasa yang familiar bagi para pangeran dan menteri. Tanpa berkata sepatah kata pun, mereka dengan patuh dan sigap bergerak ke tempat mereka semula, menyusun barisan dengan tertib.


Saat itu, Kasim tua yang bijaksana sudah bersiap di dekat Kaisar dengan sebuah mampan yang berisi dekrit yang telah disusun sebelumnya. Dia dengan lembut menyerahkan mampan itu kepada Kaisar, sambil memberikan penghormatan yang dalam.


Hanya pengeran ke tiga yang mengangkat senyumnya dengan licik. Di sini dia berpikir dekrit ini pasti dibuat mengingat pengaduannya kemarin. Walaupun begitu dia tidak bisa terang-terangan menunjukkan kesalahannya pada para menteri yang hadir .Terlebih lagi dengan pangeran kedua dan pangeran keempat yang tentu saja adalah orang-orang yang pantas dicurigai.


Di tengah keheningan ruangan, Kasim tua dengan lembut membuka mampan yang berisi dekrit tersebut. Gulungan kertas yang terlipat rapi tampak di depannya, berisi petunjuk dari Kaisar yang Agung untuk menangani masalah serius di provinsi yang tengah dilanda kekeringan.


Dengan suara yang tenang namun penuh kejelasan, Kasim tua mulai membacakan isi dekrit tersebut. "Demi kemakmuran dan kesejahteraan kerajaan, Kaisar yang Agung dengan ini menyatakan bahwa provinsi X mengalami kekeringan yang parah. Kekeringan ini telah mengancam kesuburan tanah dan menyebabkan kelangkaan air. Akibatnya, wabah penyakit kolera telah merebak di wilayah tersebut."


Para pangeran kedua, ketiga, dan keempat serta semua menteri yang hadir mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka sadar akan urgensi dari situasi yang dihadapi provinsi tersebut.


Provinsi X merupakan wilayah yang subur, namun kekeringan telah merenggut kesuburan tanahnya. Para pangeran dan menteri tahu betapa pentingnya misi ini, karena jika tidak ditangani dengan cepat, wabah kolera dapat menyebar dan menimbulkan malapetaka bagi rakyat di sana.


"Sesuai dengan kebijaksanaan Kaisar yang Agung, para pangeran tidak akan boleh kembali ke istana sebelum pekerjaan mereka selesai dengan baik," tambah Kasim tua dengan suara yang menggemakan hingga ke seluruh ruangan. "Tugas ini bukan hanya untuk mengatasi masalah kekeringan dan wabah, tetapi juga untuk mempererat kembali hubungan antara saudara-saudara di kerajaan ini."


Tidak ada yang melihat jika sebenarnya pangeran ketiga yang berdiri dengan kaki sebenarnya menggenggam kedua tangannya dengan erat.


Dia sama sekali tidak menyangka jika hasil dari pelaporannya kemarin akan menjadi seperti ini.


Apa yang di pikir kan oleh kaisar saat ini.


Tapi jika dipikir lagi mungkin ini juga bisa dibuat sebuah kesempatan yang sangat langka. Apa jadinya jika dalam pekerjaan ini satu dari dua pangeran itu tidak kembali dalam kondisi hidup.


Sepertinya ini bukanlah sebuah bencana tapi sebenarnya adalah berkah.


Dengan berpikir begitu tiba-tiba saja suasana hati bagaikan ketika yang memburuk menjadi ceria lagi.


"Apa pun tantangan yang dihadapi, kami akan melaksanakan tugas ini dengan sepenuh hati dan kesetiaan kepada Kaisar dan kerajaan," ucap Pangeran ketiga dengan penuh tekad.

__ADS_1


Sementara itu di saat yang sama pangeran kedua hanya tersenyum tipis dan tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.


Di sisi lain pangeran ke-4 malah bingung dan berpikir, apakah dia harus pergi.


Di atas semua prasangka-prasangka tersebut semua orang tidak memperlihatkannya sama sekali. tapi hal yang pasti dari hasil dekrit itu adalah sesuatu yang positif.


Dengan dekrit tersebut, provinsi X berharap dapat pulih dari bencana kekeringan dan wabah kolera, dan persaudaraan di antara para pangeran akan semakin erat dalam tugas yang mereka emban untuk kebaikan.


Tapi bagaimanapun mengetahui jika itu sebenarnya ada pemikiran yang sedikit naif.


Seorang pangeran ketika lahir mereka sudah belajar untuk hidup. Pemikiran mereka penuh dengan situasi politik yang berdarah. Katanya ingin memperberat hubungan antar saudara-saudara tapi siapapun tahu hubungan apa yang ada di antara para pangeran saat ini.


Sangat disayangkan hampir semua menteri yang ada berpikir ,salah satu dari tiga pangeran yang dikirim tentu akan kembali dalam kondisi menjadi mayat.


Tapi siapa yang berani mengatakan ini.


Para menteri bubar dari Aula Sidang Pagi dengan perasaan campur aduk. Beberapa masih terlihat bingung dan mencoba mencari pemahaman lebih lanjut tentang dekrit yang baru saja diumumkan. Di tengah keramaian para menteri yang keluar, terlihat Pangeran ketiga berjalan dengan langkah cepat, tampak terburu-buru dan penuh dengan pemikiran.


Namun, gerak langkahnya tiba-tiba terhenti ketika salah seorang menteri kanan menghentikannya dengan lembut. Menteri tersebut segera mengambil inisiatif berbicara, "Pangeran ketiga, mohon maaf Mentri ini ingin membahas sesuatu dengan Anda."


Pangeran ketiga menoleh ke arah menteri yang berbicara, namun ekspresinya masih mencerminkan kebingungan dan ketidakpastian. "Ada apa?" tanyanya singkat.


Menteri kanan menyadari urgensi situasi dan melanjutkan dengan cepat, "Sebagai tanggapan atas dekrit Kaisar yang Agung, sepertinya pernikahan Anda dengan Putri harus dimajukan. Perjalanan ke provinsi akan memakan waktu yang cukup lama, dan kami memahami bahwa ini adalah situasi yang mendesak."


Sebagai orang yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan di negara dayun ini, dia juga tahu konsekuensi apa yang akan dihadapi oleh pangeran ketiga ketika dia pergi nantinya.


Namun begitu mentri kanan juga menyadari jika kesempatan untuk pangeran ketiga ini lebih menang dibandingkan dengan dua pangeran yang lainnya.


Dengan kesempatan menang ini dia harus meraih pegangan lebih awal. Walaupun posisinya hanya sebagai selir samping, tapi jika memang benar pangeran ketiga akan menjadi Kaisar di masa depan. Bukankah dirinya juga akan dianggap sebagai mertua Kaisar nanti nya.


Untuk mengukuhkan posisi maka pernikahan pangeran ketiga dan Putri pertamanya harus dimajukan sebelum pangeran ketiga pergi.


Pangeran ketiga mengangguk mengerti, merenung sejenak, dan kemudian menjawab, " pangeran ini mengerti bahwa situasi ini membutuhkan langkah-langkah cepat. pangeran akan segera mengatur pernikahan kami sesuai dengan keinginan Kaisar yang Agung."


Menteri tersebut memberi hormat dan mengucapkan terima kasih atas pemahamannya, lalu Pangeran ketiga melanjutkan langkahnya dengan hati-hati.


Di balik ekspresi seriusnya, dia merasakan bahwa kehidupannya telah dihadapkan pada perubahan mendalam, dan pernikahannya yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan hidupnya sekarang harus dipindahkan demi tugasnya di provinsi yang mendesak.


Penuh dengan pikiran dan perasaan yang rumit, mentri kanan kembali berjalan menuju kediamannya. Dia tahu bahwa banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mengatur pernikahan pangeran ketiga dengan Putri nya zhang Mei.


Segera saja isi dari dekrit itu tersebar dan menjadi buah bibir masyarakat di ibukota.

__ADS_1


Mengirim 3 pangeran sekaligus di waktu yang bersamaan, apakah niat Kaisar saat ini sudah benar.


__ADS_2