Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
159


__ADS_3

Di tengah situasi politik yang memanas di ibukota di tengah tengah kehadiran Pangeran kedua ,ketiga dan keempat tidak dapat dijumpai.


Mereka sekarang pergi ke wilayah lain yang menyebabkan mereka tidak berada di ibukota saat ini. Hal ini menimbulkan ketegangan di antara para pejabat dan bangsawan di istana.


Sementara itu, secara diam-diam, prajurit dari pasukan Kaisar telah mengepung ibukota untuk memastikan keamanan dan stabilitas. Kehadiran mereka menciptakan ketegangan tersendiri di kalangan bangsawan kelas atas.


Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi di balik tirai politik. Beberapa mungkin merasa cemas, sementara yang lain merasa curiga dengan gerakan-gerakan militer yang tiba-tiba.


Akar dari ketegangan ini adalah Kaisar yang menerjunkan banyak penjaga bayangan untuk memantau setiap rumah bangsawan yang dicurigai berpotensi sebagai pelaku makar atau pemberontakan.


Penjaga bayangan ini bersembunyi dalam bayang-bayang, menjalankan tugas mereka dengan penuh ketelitian dan kerahasiaan. Mereka melacak setiap gerakan dan percakapan yang mencurigakan, mencari petunjuk tentang rencana yang mungkin ada di balik dinding-dinding rumah bangsawan.


Dalam suasana ini, kecurigaan dan ketidakpercayaan saling berbalas. Rumor dan spekulasi menyebar dengan cepat di antara para bangsawan yang menyebabkan suasana semakin tegang. Setiap orang merasa seperti berjalan di atas lantai yang licin, hati-hati dengan setiap kata dan tindakan yang mereka ambil.


Spekulasi tentang kemungkinan perang saudara dan pergeseran kekuasaan semakin menambah api ketidakstabilan yang sedang menyala di ibukota.


Di istana utama,Kaisar sedang duduk di singgasana terlihat sibuk membaca beberapa buku yang baru-baru ini populer di kalangan rakyat jelata di ibukota. Dia tampak serius dan fokus, kadang-kadang mengangguk atau mengernyitkan kening ketika membaca kata-kata yang menarik perhatiannya.


Setelah membaca beberapa bab dari buku-buku yang dipercayai menjadi faktor pemicu ketegangan.Buku-buku ini lah yang menimbulkan perpecahan dan sentimen yang kuat di antara warga kota, yang sebelumnya hidup dalam harmoni.


Kaisar mengangkat kepalanya, matanya penuh dengan keraguan dan kekhawatiran. buku-buku ini entah bagaimana dapat menjadi alat untuk mengobarkan api ketidakstabilan.


Mengumpulkan rasa kekhawatiran dalam hatinya, Kaisar memanggil penjaga bayangan terpercaya untuk memberikan tugas baru.


"Lakukan secara diam-diam"Kata kaisar.


Penjaga bayangan menerima perintah dengan serius.Dia segera meninggalkan ruangan Kaisar dengan langkah hati-hati, siap untuk memulai penyelidikan.


Sementara itu,Kaisar kembali tenggelam dalam membaca buku-buku yang kontroversial, mencari pemahaman yang lebih dalam tentang situasi yang sedang dihadapinya.


Siapa dia?


"Kaisar yang agung"Sapa Kasim tua yang baru saja masuk.


Kaisar mengangkat kepalanya dan berkata ,"apakah semuanya sudah siap?"


"Sudah kaisar yang agung"


Kasim tua menyerahkan sepasang pakaian kepada kaisar.


Kaisar dan Kasim tua berdandan dengan hati-hati agar tidak mencolok dan tidak mudah dikenali saat keluar dari istana. Kaisar mengenakan pakaian yang lebih sederhana daripada pakaian kebesarannya di istana, namun tetap terlihat anggun dan elegan.


Kaisar mengenakan jubah panjang dari kain sutra berwarna navy yang lembut, dengan bordiran emas di tepiannya sebagai sentuhan kebangsawanan yang halus. Di bawah jubahnya, dia mengenakan baju berkerah rendah yang juga berwarna navy, terbuat dari kain ringan untuk memberikan kenyamanan dalam perjalanan.


Bagian bawahnya dipadu-padankan dengan celana panjang hitam yang longgar, yang memudahkan gerakannya saat berjalan. Sepatu kulit hitam yang nyaman dipakainya untuk melengkapi penampilannya.


Kaisar juga mengenakan penutup kepala berwarna navy yang sederhana, tetapi tetap terlihat berkelas. Rambutnya yang biasanya diikat dengan mahkota kekaisaran, kini dibiarkan terurai dan diikat dengan simpul sederhana di belakang kepala.


Sementara itu, Kasim tua mengenakan pakaian yang lebih sederhana dan tidak mencolok daripada pelayan kebanyakan. Dia mengenakan jubah panjang berwarna cokelat tua, yang terbuat dari kain yang tahan lama namun tetap nyaman dipakai. Di bawah jubahnya, dia mengenakan baju berkerah rendah berwarna putih, yang memberikan kesan kesederhanaan dan ketenangan.


Celana panjang cokelat tua yang longgar dipakainya, sehingga memberikan kenyamanan dalam bergerak. Dia juga mengenakan sepatu kulit cokelat yang kokoh, sesuai dengan tugasnya sebagai penjaga keamanan.


Penutup kepala Kasim tua berwarna cokelat tua, dengan sedikit hiasan bordir di tepiannya sebagai tanda penghormatan terhadap kedudukannya sebagai Kasim yang terhormat.


Dengan pakaian ini, Kaisar dan Kasim tua berhasil menyamar dengan baik, terlihat seperti orang biasa yang tidak menonjolkan status kebangsawanan mereka.


Dengan begitu, mereka berdua siap meninggalkan istana dengan tanpa dikenali oleh siapapun.


Ketika mereka sampai di pintu belakang istana, sebuah gerbong kereta kuda tanpa simbol kebangsawanan sudah menunggu di luar. Kaisar dan Kasim tua naik ke dalam gerbong itu, dan kereta kuda pun mulai berjalan perlahan meninggalkan istana.


Gerbong kereta kuda ini terbuat dari kayu yang kokoh dan dihiasi dengan ukiran-ukiran halus yang menggambarkan gambar-gambar alam dan kehidupan sehari-hari.

__ADS_1


Mereka berdua duduk di dalam gerbong, melihat pemandangan jalanan dan warga kota yang beraktivitas di sepanjang jalan.


Tidak lama kemudian kereta kuda yang ditumpangi oleh kaisar ini tiba di sebuah restoran besar.


Kaisar dan Kasim tua turun ke sana dan berjalan seolah-olah mereka adalah orang awam. Tidak satupun menyadari posisinya sebagai Kaisar saat ini karena pakaiannya tidak mencerminkan ke arah itu.


Tapi sayang ada seorang gadis yang melihat kedatangannya dan terkejut untuk beberapa waktu sebelum dirinya mau mengalihkan pandangannya lagi ke arah lain.


Jika anda bertanya siapakah gadis ini itu tidak lain dan tidak bukan adalah zhang Fei.


Sama seperti yang dilakukan oleh kaisar saat ini ,sebenarnya zhang Fei juga sedang menyamarkan diri untuk menghabiskan waktu.


"OMG mama, jangan bilang jika itu Kaisar?"


("Yey nggak bilang sih tapi itu memang Kaisar")


"Ohh rupanya Kaisar ada titik jenuhnya juga ya. Buktinya sekarang dia melakukan penyamaran dan pergi ke restoran.ohh apakah dia sudah bosan makan enak?"


Zhang Fei melirik ke atas meja dan melihat apakah ada yang istimewa dengan hidangan hari ini.


Zhang Fei tadi sebab memesan hidangan terbaik yang ada di restoran dan mereka menghidangkan menu ini di atas meja.Jika dilihat lagi tidak ada istimewanya.


Mereka hanya menyajikan babi rebus dengan saus kecap.ada juga ikan asam manis dengan taburan jujube yang asam.


"Hem apa kaisar suka ini ya,aneh" pikir nya.


"Mama , cari tau tujuan Kaisar ke sini mah" kata zhang Fei pada sistem nya.


("Oke bos,mama ke TKP dulu ya")


Tidak lama kemudian terdengar suara dari sistem yang menjelaskan kronologi kejadian.


Seorang pelayan hanya melirik sesaat tapi seolah-olah sudah mengerti apa yang harus dilakukan dia langsung mengarahkan Kaisar dan kasimnya menuju ke sebuah ruangan.


Segera saja pintu ruangan itu dibuka. ketika Kaisar masuk beberapa orang berusaha berdiri dan menunduk ke arahnya.


Kaisar hanya melambaikan tangan yang mengisyaratkan itu tidak perlu sama sekali. Saat ini keberadaan mereka perlu dirahasiakan dan tidak perlu begitu mencolok sehingga orang-orang curiga dengan posisinya sebagai Kaisar.


Namun begitu semua orang tidak duduk lagi sebelum Kaisar sendiri, duduk di posisi yang dikhususkan untuk dirinya.


Pada saat ini para bangsawan tua duduk mengitari meja. Tidak satupun diantara mereka yang mencoba untuk angkat bicara.


Untuk 10 menit ke depan suasana begitu canggung. Bahkan tidak ada satupun diantara mereka mencoba untuk menarik sumpit masing-masing walaupun di depannya saat ini ada begitu banyak makanan yang keharumannya bisa membuat air liur mu menetes.


"Tuan..


("Oke di sini Kaisar tidak dipanggil sebagai Kaisar tapi sebagai tuan. Ya iyalah kan dia dalam keadaan kondisi penyamaran, gitu ")


" kalian dikumpulkan di sini apakah kalian sudah memiliki solusi?"tanya kaisar pada semua orang yang hadir.


Suasana masih sunyi.


Brak...


Sepiring babi rebus tiba-tiba terbalik. wajah Kaisar nampak ringan tapi sebenarnya dia adalah pelaku dari sepiring babi rebus itu menjadi sia-sia.


"kalian semua sudah bersamaku lebih dari 15 tahun tapi dalam masalah ini kalian tidak punya solusi? apakah otak kalian semua sudah membeku?"katanya.


" tuan ku, selama ini kami bergerak dari bawah. Tapi tidak bisa mendeteksi asal muasal dari buku itu,anonim ini ...


Sebenarnya Kaisar sudah pun meminta beberapa departemen untuk menyelidiki siapakah orang yang disebut dengan nama anonim ini.

__ADS_1


Penyebutannya sedikit aneh dan lidah mereka tidak begitu familiar dengan penyebutan ini.


Sejauh yang diketahui tidak ada keluarga yang menggunakan nama belakang anonim.


Jadi siapa itu anonim.


("Oh putri, rupanya Kaisar tidak sedang ingin menikmati menu di restoran ini, mereka mengadakan pertemuan diam-diam untuk mencari tahu siapa kah orang yang memiliki nama Jika saja dia mengetahui itu adalah sang putri mungkin dia akan mati hari ini hehehe")


Zhang Fei tiba-tiba saja menjatuhkan sumpitnya. babi rebus ini bukanlah hidangan yang terbaik tapi dia masih mencoba memakannya. ini sangat sayang dan dia tidak suka dengan segala sesuatu yang mubazir.


Tapi ketika sebutan anonim dikatakan oleh sistem. Tiba-tiba saja dia menjadi kaku dan tangannya tidak bisa bergerak sama sekali.


Untungnya kondisi di restoran ini begitu sibuk sehingga tidak ada orang yang menyadari keanehannya.


Zhang Fei duduk di tempat terbuka tidak seperti kaisar yang menyewa sebuah ruangan besar yang tertutup.


Untungnya tidak ada yang lihat.


Sistem tidak peduli dengan penampakan dari tuan rumahnya dia langsung melaporkan apa yang terjadi di dalam ruangan tertutup itu.


"Tuan ku, penyebaran buku itu juga terjadi secara sistematis tidak bisa ditemui toko dan juga tempat percetakannya. Beberapa tempat percetakan juga memiliki alibi dan membuat mereka bersih"


"Tuanku selain dari itu dari 3 buku ini semua korbannya adalah orang-orang yang berpihak kepada Pangeran ketiga. ini memperkecil kecurigaan terhadap Pangeran kedua dan juga pangeran keempat. namun setelah penyelidikan tidak ada satupun diantara keduanya yang memiliki kecenderungan ke arah itu. penyelidikan tidak bisa diteruskan Tuan. Musuh sebenarnya cukup lihai dalam menyembunyikan diri"


Setelah perkataan itu tidak ada lagi orang yang ingin mengatakan hal lain. Mereka sudah membicarakan masalah ini sebelum Kaisar datang .Tapi sampai sekarang mereka menemui jalan buntu dan tidak tahu harus melakukan apa.


Pertarungan mengunakan pedang bisa ditolerir tapi jika sudah bertarung lewat pena. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sejauh ini.


Baru sekarang mereka mengetahui jika pena itu bisa lebih tajam daripada pedang.


Bahkan reputasi yang dibangun oleh pangeran ketiga bisa hancur hanya dengan lewat 3 buku saja.


"kita hari ini bertanya apakah ada solusi tentang masalah ini bukan bertanya tentang siapa itu anonim. apa kalian sedang membodohi aku?"kata Kaisar dengan garang.


Penjelasan dan alasan yang dikatakan tadi tidak perlu lagi dikatakan karena Kaisar sudah mengetahui hal itu lebih awal. Maksud tujuan dari rapat ini adalah untuk menghasilkan sebuah solusi bukan sebuah pertanyaan lanjutan.


Tapi apa yang diharapkan dalam pertemuan ini tidak terjadi .Semua yang hadir ini adalah orang-orang yang otaknya sudah beku karena dimakan usia.


("orang-orang itu adalah orang di belakang layar dalam naiknya dia menjadi Kaisar saat ini. Mereka bisa dikatakan adalah orang-orang yang berjasa.Tapi kau tahu Putri hari ini mereka seperti ayam yang disiram air, ohh lebih cocok jika dikatakan seperti kerupuk yang disiram kuah, itu melempem")


Zhang Fei tidak lagi berselera untuk makan di sini. Menu yang katanya terbaik di ibukota ini sebenarnya bukanlah apa-apa.


Pantas saja restoran miliknya yang awalnya adalah restoran yang tidak dikenal sekarang menjadi restoran yang dikunjungi oleh para bangsawan.


Zhang Fei harus memuji dirinya sendiri untuk gebrakan menu baru yang menaikkan keuntungan restoran secara signifikan.


"kalau aku tahu menu yang dibawa di sini adalah seperti ini, ckckck.Ah buang-buang uang aja"pikir zhang Fei.


Zhang Fei keluar hari ini tanpa membawa gadis Persib jadi dia hanya sendirian. Sedikit kecewa dengan menu dan juga sedikit merasa takut dikenali oleh kaisar nantinya. Jadi zhang Fei harus buru-buru meninggalkan lokasi.


Tanpa memanggil pelayan, zhang Fei meletakkan beberapa keping perak di atas meja dan meninggalkan meja tersebut.


("hei sayang, kenapa kamu pergi begitu cepat, Hem .kita belum selesai lho dengan Kaisar di dalam ruangan itu")


"Mama tinggal pantau aja, buat jeda lah sedikit, bikin iklan kek apa kek terserah mama. Yang jelas aku tuh nggak boleh ada di sini ketika kaisar keluar dari ruangan itu. Kalau ketahuan mampus aku"


("Hei tuan rumahnya bego apa ya udah dibilang aku cuman sistem yang bisa ngintip doang eh pada suruh pakai iklan lagi.Payah dasar tuan rumahnya payah")


Zhang Fei tidak peduli jika sistemnya merumut sepanjang jalan yang jelas dia langsung naik ke gerbong kereta yang sudah bersandar di sudut. hari ini adalah petualangan yang mendebarkan bagi zhang Fei sendiri.


Bagaimana mungkin dirinya yang mencoba untuk menyamar tapi bertemu dengan kaisar yang menyamar juga.

__ADS_1


Yang lebih hebohnya lagi Kaisar mengadakan rapat secara diam-diam dan itu membahas tentang dirinya.


Tiba-tiba zhang Fei memegang lehernya sendiri dan bertanya apakah leher ini masih akan ada di tempatnya besok.


__ADS_2