Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
233


__ADS_3

Berita tentang dekrit dari almarhum Kaisar dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru ibukota, menyulut gemparan dan pembicaraan di setiap sudut kota. Selama berhari-hari, tak ada topik lain yang mendominasi percakapan selain dekrit tersebut. Kabar ini seolah menjadi bahan gosip paling panas yang terus bergulir di kalangan rakyat, dari kalangan istana hingga pedagang yang mengembara.


Pembicaraan ini tak hanya terbatas di ibukota saja, bahkan sampai ke berbagai kota lain, terutama berkat perantara para pedagang jarak jauh yang mengangkut berita-berita tersebut dalam setiap perjalanannya.


Dalam setiap perbincangan, spekulasi tentang alasan di balik keputusan almarhum Kaisar menjadi pusat perhatian. "Mungkin cinta di antara mereka begitu kuat, sehingga Kaisar ingin bersama Ratu bahkan di alam baka," ujar salah satu pembicara dengan wajah terheran-heran.


"Tapi dalam Tradisi kuno memang memiliki bobot seperti itu pandangan kerajaan. Mungkin Kaisar ingin menghidupkan kembali nilai-nilai yang telah terlupakan," ujar orang lain dengan mata terpejam, seperti tengah merenungkan sesuatu.


Sementara itu, pembicaraan dan spekulasi ini juga diselingi dengan beberapa percakapan yang menggelitik. "Kau tahu, ada yang bilang Ratu akan merajuk dan bertengkar dengan Kaisar di alam baka," ujar seorang wanita dengan tawa rendah. "Ah, jangan terlalu serius. Ini mungkin hanya upaya almarhum Kaisar untuk tetap romantis, bahkan setelah kematiannya," sambung seorang pria dengan senyum meremehkan.


Tidak ada yang berkomentar tentang Ratu yang malang. Dia memanggil keluarga kelahirannya yang tersisa untuk minta bantuan . tapi karena ayahnya sang menteri juga meninggal dalam aksi pemberontakan Pangeran ketiga.


Artinya keluarga masih dalam berduka dan mereka dilemahkan dalam segi kekuatan.


kakak laki-laki kesayangan Ratu bahkan mengungkapkan pendapatnya jika ini adalah saatnya Ratu untuk berkorban.


"Kakak kau,kau benar-benar tega untuk melihat aku mati?"dia sudah terpukul dengan dekat Kaisar tapi lebih terpukul lagi ketika Kakak laki-lakinya menolak untuk membantu.


Suatu saat ini berusia di bawah 40 tahun, di era modern dia masih cukup muda. Tapi kita di Dayun saat ini usianya sudah dikatakan menua. Meskipun begitu Ratu masih ingin hidup 100 tahun lagi dia belum ingin mati dalam usia sekarang.


"Ratu, jika kau menolak untuk melakukannya maka keluarga kita mungkin akan di diskriminasi tanpa terkecuali di masa depan. bukan tidak mungkin semua kemampuan politik tidak berguna dan kami harus keluar dari ibukota. tapi jika kau melakukannya maka keluarga kita masih memiliki martabat untuk menatap ke atas langit"


"Kakak, aku sudah melakukan banyak hal untuk keluarga kita tapi sampai gilirannya aku ditinggalkan seperti ini? Hahaha kau bilang aku harus berkorban? untuk apa aku berkorban lagi, untuk apa ?jika aku hanya akan pergi mati!"


"Ratu, jika bisa aku ingin menggantikanmu sebagai saudara laki-laki tapi ada ratusan nyawa di belakangku jika satu nyawa bisa dikorbankan demi ratusan nyawa itu maka....


"Hahaha pada akhirnya semua pengorbananku pada keluarga adalah sia-sia hahaha... hahaha"


Ratu menangis hari itu karena tidak mendapatkan bantuan dari kerabat terdekatnya. ini masih mendorongnya ke jurang tapi dia masih memiliki harapan untuk hidup.


Hanya saja nasib berkata lain. Kurang dari jam 2 jam kemudian seorang penjaga bayangan yang dalam kondisi terluka datang secara diam-diam di istananya.


Kedatangannya kali ini untuk mengabarkan kematian dari pangeran kedua yang diracun oleh pihak negara Yan.


"Apa? apakah sedang berbohong padaku? apa kau sedang menipu untuk aku bersedia mati dengan kaisar anjing itu?" pekik nya yang tidak percaya.


Penjaga bayangan itu juga mengerti apa yang dimaksudkan oleh sang ratu dia juga sudah mendengar kabar ini sebelum dia masuk ke ibukota. tapi sudah tugasnya untuk mengabarkan berita dan tugas itu sudah selesai ketika kabar disampaikan.


Karena itu penjaga bayangan menghilang kurang dari 10 detik ketiga dia menyampaikan berita. Karenanya sang ratu yang sedang bersedih lagi-lagi dihantam duka yang tidak terelakkan.


"apalagi yang harus aku pertahankan?apa? putra ku...huhuhu kenapa? kenapa??"


Dalam keheningan kamarnya, Ratu merenung dalam kesedihannya yang mendalam. Tiba-tiba, seperti sehelai sinar matahari yang tiba-tiba menembus awan kelabu, ingatan masa lalu tiba-tiba menghampirinya. Dia terbayang dua sosok putra di sisinya, putra pertama dan putra kedua. Dalam memori itu, mereka tumbuh bahagia dan tertawa bersama, mengisi ruangan istana dengan suka cita. Ratu mengingat betapa dia dengan penuh cinta membesarkan mereka dari saat mereka masih bayi hingga menjadi pria dewasa yang gagah.


Tak bisa dihindari, ingatan itu juga membawanya pada masa-masa cinta di antara dia dan Kaisar. Pada awalnya, cinta itu begitu indah, penuh harapan, dan cita-cita bersama. Namun, seiring waktu berjalan, rasa cinta itu mulai terkikis oleh cemburu dan keegoisan yang melilit hati mereka. Kegelapan itu semakin dalam dengan dorongan-dorongan dari keluarga serta tuntutan dunia politik yang tak kenal lelah.


Ratu juga tak bisa melupakan masa-masa kelam di mana dia terlibat dalam tindakan membunuh selir-selir yang dianggap menghalangi jalan putra-putranya menuju takhta kerajaan. Keputusannya yang sulit dan penuh pertarungan batin, yang pada akhirnya tak bisa dihindari, telah meninggalkan bekas yang dalam di hatinya.


Tapi sekarang, semua telah hilang. Putra pertamanya telah lama pergi dengan membawa harapan dan mimpi bersamanya. Dia menaruh harapannya pada putra keduanya, tetapi juga harus rela melepaskannya ketika kenyataan tak seindah harapan. Putra keduanya pun telah pergi, menyisakan rasa hampa dan kesepian yang tak terhingga. Ratu harus menghadapi kehilangan yang begitu dalam dan dalam keadaan ini, apa yang tersisa untuknya?


Dalam kesendirian itu, Ratu merasakan bagaimana pengorbanannya bertahun-tahun ini seolah sia-sia belaka. Dia merasa terabaikan dan ditinggalkan oleh takdir yang kejam.

__ADS_1


Di tengah gemuruh hatinya yang hancur, bahkan bantuan dari saudara laki-lakinya tak bisa diandalkan. Kehadirannya seakan tak berarti lagi, seolah pengabdian panjangnya diabaikan oleh langit dan waktu.


Tiba-tibandia mulai berbicara, suaranya lembut seolah-olah berbicara pada seseorang yang tak tampak.


"Kaisar, mengapa kau tega membuat dekrit seperti itu? Mengapa kau memilih untuk tidak berpisah dari ku di dunia ini? Apakah tidak ada cinta yang tersisa untukku di hatimu sampai kau membenci aku, Ratu mu sendiri?" gumam Ratu, suaranya dipenuhi dengan kebingungan.


"Dulu, apakah kau pernah bahagia bersamaku? Apakah kita pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya di tengah semua kekacauan ini?" tanyanya dengan wajah penuh duka.


pertama kali masuk ke dalam istana Dia pikir istana negara adalah surga di mana semua orang akan bergembira makan minum dan berpakaian yang indah.


Tapi begitu masuk ke dalamnya baru dia menyadari itu sebenarnya adalah neraka yang memiliki penutup indah. sebelum hadirinnya sadar Dia sudah menjadi orang yang terjerumus masuk dalam kubangan lumpur yang tidak bisa dia bangkit lagi.


Tapi itu semuanya dimulai karena Kaisar itu serakah dengan wanita. kaisar tidak benar-benar mencintai ratunya dan dia membuat anak dengan begitu banyak wanita.


Sebagai wanita bagaimana mungkin ratu bertahan. jika tidak untuk Kaisar dia harus bertahan untuk putranya sendiri.


Suaranya penuh dengan nuansa getir dan kehilangan, "Kini, kau telah pergi, meninggalkan aku di dunia ini yang penuh dengan kesendirian. Pangeran pertama dan pangeran kedua juga telah meninggalkan aku. Apakah kau bertemu dengan mereka di sana, tidakkah kau malu bertemu dengan putra-putra mu dengan cara seperti ini?"


Tiba-tiba sorot mata Ratu berubah. Sebuah tawa getir pecah dari bibirnya, menggambarkan rasa getir dan ironi dalam hatinya. "Hahaha Ah, maafkan aku, kaisar. Mengapa aku berbicara seolah-olah kau di sini? Sepertinya kesedihanku telah merasuki akal sehatku. Aku benar-benar sedang bicara dengan hantu, bukan?"


Dalam kerutan dahi yang dalam, Ratu memandang kosong ke depan. Suaranya merendah lagi, kali ini penuh dengan kesedihan yang tak terucapkan. "Aku tahu, suatu hari nanti aku juga akan menyusulmu. Kini kematian adalah satu-satunya hal yang menyisakan. Tunggulah aku, Kaisar. Aku akan segera menyusulmu dan kita akan bersama lagi, pada saat itu kau harus menjawab segala pertanyaanku dan aku memiliki waktu ribuan tahun untuk menunggu jawaban darimu, jadi Kaisar, tunggulah aku datang."


siapa bilang menjadi ratu itu enak, ada begitu banyak hal yang harus dipikirkan. dia juga adalah ibu yang harus mengedepankan anak-anaknya sendiri. sejak lahir anak-anak bahkan sudah diajari bagaimana caranya bertempur dengan saudara sendiri.


Jika tidak ingin membunuh maka kau akan dibunuh.


Tapi anehnya semua orang yang mengetahui ini,masih tetap berpikir ingin masuk ke dalam istana. Padahal jika dibandingkan, maka seorang petani masih bisa bahagia dengan anak cucunya dibanding dengan Kaisar sekali pun.


Di lain pihak, Pangeran ketiga mendengar berita ini dari penjaga.


Sebelumnya,Pangeran Ketiga sedang terbaring lemah. Mulutnya masih disumpal dengan sepotong kain sejak masuk ke dalam penjara dan pandangannya kosong ke depan.


Sampai saat ini dirinya masih tidak percaya jika rencana pemberontakan yang begitu matang ,sebenarnya gagal tanpa perlawanan sama sekali.


jalan untuk kembali melancarkan serangan balik tidak akan pernah lagi mungkin untuk di lakukan. sekarang Pangeran ketiga putus asa dan dia tidak berniat untuk hidup lebih lama lagi.


Seorang penjaga penjara datang 3 kali sehari untuk mengirimkan dia semangkuk makanan. Jika ini adalah tahanan lain ,mereka mungkin harus berpuas hati dengan nasi yang diberi air.


Tapi sebagai seseorang yang diperintahkan untuk terus hidup, penjaga penjara harus memberinya makan secara rutin.


Tapi sayang sekali.


Setiap usaha untuk membuatnya makan sia-sia, karena Pangeran Ketiga menolak makan dengan keras. Keinginannya untuk mengakhiri hidupnya terus membayangi pikirannya, namun dia merasa terjebak tanpa jalan keluar.


Tangan dan kaki diikat mulut juga disumpah dengan kain, Dia tidak memiliki pergerakan untuk melakukan tindakan bunuh diri.


Ini benar-benar membuat dia benci.


Tepat pada saat itu, seorang penjaga penjara masuk dengan hati-hati. Dia mencoba meyakinkan Pangeran Ketiga untuk makan, meskipun harus menyuapi makanan ke mulut Pangeran.


Penjaga itu menarik kain yang menutupi mulut pangeran ketiga.

__ADS_1


"Ayo makan pangeran, jika kau mati dalam keadaan perut lapar kau akan menjadi hantu kelaparan. Hal itu pasti tidak akan menyenangkan untukmu dengan identitasmu sebagai seorang pangeran"


Dengan penuh kehati-hatian, penjaga itu menjelaskan, "Pangeran, terserah Anda untuk makan atau tidak. Namun, ada kabar yang harus saya sampaikan. Pada hari Kaisar meninggal, sebuah dekrit dikeluarkan yang memerintahkan Ratu untuk masuk ke makam Kaisar. Saya tidak tahu apakah ini berita baik atau buruk."


Meskipun masih menolak untuk makan, Pangeran Ketiga tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda perhatian saat mendengar kabar itu.


"Apa? Kaisar ingin Ratu mengikutinya ke dalam kuburan?" tanya Pangeran ketiga dengan serius.


"Yah hahaha, kata orang Kaisar begitu mencintai Ratu sampai dia melakukan itu. tapi yang kasihan tentu saja Ratu dia masih memiliki waktu untuk bersenang-senang tapi harus menemani Kaisar ke alam baka, kasihan"


Selagi berbicara penjaga itu tidak lupa menyuapi Pangeran ketiga. Dia pikir Pangeran ketiga akan menolak seperti biasanya tapi siapa tahu Pangeran tidak menolak bahkan menelan makanan dan mengunyahnya dengan santai.


"pasti ayah Kaisar ingin membalaskan dendamku dengan Ratu.Hehehe, ayah Kaisar nanti kita akan bertemu pada saat itu aku akan meminta maaf dan berbakti sebagai anak padamu di akhirat "pikirnya di dalam hati.


Kalau masalah Ratu yang membuat dia tidak memiliki keturunan dilupakan begitu saja dengan hadirnya dekrit tersebut.


Tapi sebagai seseorang yang sudah dikorbankan , Pangeran ketiga tidak akan pernah melupakan kejadian ini sama sekali.


Matanya membulat dan tanpa ragu dia menelan nasi yang diberikan oleh penjaga itu.


"Hahaha pembalasan,ini adalah pembalasan hahaha"


Suara tawanya menggema di ruangan, meskipun dalam tawanya yang penuh dengan ironi sebenarnya terdapat kesedihan yang dalam.


"Ah, aku harus tetap hidup sampai hari pemakaman Kaisar. Aku ingin melihat wanita busuk itu masuk ke makam bersama Kaisar, hahaha," ucapnya dengan nada ringan, sambil menutupi rasa sakit di hatinya.


Dalam keheningan yang mengikuti tawanya, air mata diam-diam mengalir dari matanya. Dia tidak tahu apa yang sedang dia tangisi, tetapi dalam kedalaman hatinya, masih tersisa sedikit kebahagiaan yang menyala ketika dia mendengar bahwa Ratu juga tidak akan selamat dari situasi ini.


Setelah makan Pangeran ketiga disumpal lagi dengan kain yang sama. Dalam gelap nya sel tahanan, memori masa lalu segera menyusup dalam pikirannya.


Dia mengingat masa ketika dia menjadi favorit di antara saudara-saudaranya, mendapat pujian dan perhatian dari para guru dan ayah Kaisar sendiri. segera dia dibutakan dengan kenyataan palsu jika ayah Kaisar tidak menyayangi dia ,seperti mana ketika dia muda.


Mana dia tahu sebenarnya itu juga dihembuskan oleh Ratu ketika sadar semuanya sudah begitu terlambat.


Sudah sangat terlambat sekali.


"Aku terlalu ambisius. Aku menyia-nyiakan cinta yang tulus. Ayah Kaisar, maafkan aku."


Dia merenung tentang kasih sayang yang dulu diabaikannya, tentang bagaimana dia merasa terlupakan. Dalam hati, ia berbisik, "Kaisar, aku memutuskan hubungan kita, meremehkan kasih sayangmu. Aku menyesalinya."


Ketika pemikirannya berputar tentang pengkhianatannya kepada ayah Kaisar, racuni orang yang dengan tulus menyayanginya seumur hidup. Dia merasakan beban besar dalam batinnya. "Ayah Kaisar, kau tetap mencintaiku walaupun aku memeracunaimu. Aku sudah menghancurkan kepercayaanmu. Maafkan aku,ayah kaisar"


Dalam kegelapan penjara, Pangeran Ketiga berbicara dalam diam, "Ayah Kaisar, aku menyesal. Kesempatan untuk memperbaiki takkan datang lagi. Maafkan aku." Suara-suara penyesalan dan pertobatan mengisi hatinya saat dia membenamkan diri dalam penyesalan yang tak terhapuskan.


"Ayah kaisar, aku akan datang untuk memohon keampunan kepadamu secara langsung ayah Kaisar, ayah kaisar, harap tunggu aku datang"


Begitu lah manusia, mereka hanya menghargai sesuatu yang sudah tidak lagi ada di depan mata.


Ketika semuanya sudah hilang baru kemudian menyadari jika hal yang hilang itu adalah sesuatu yang berharga.


Tapi sebuah penyesalan adalah penyesalan dan tidak akan pernah ada obat untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2