Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
246


__ADS_3

Pangeran keempat memasuki area pintu gerbang dengan langkah mantap, diiringi oleh enam jenderal dan beberapa bangsawan serta menteri. Ribuan prajurit berada di belakangnya, termasuk Paman pangeran yang juga ikut serta dalam barisan.


"berani-beraninya rakyat jelata membuat keributan di istana terlarang, Pangeran ini akan menunjukkan siapa yang berkuasa di sini," ujar Pangeran keempat dengan nada emosi.


Menteri terdekat mengangguk setuju, "Benar sekali, Pangeran. Kita tidak boleh membiarkan keributan ini terus berlanjut. jika hal ini dibiarkan maka apa mau kerajaan akan lebih rendah di mata rakyat"


Tapi ketika Pangeran keempat tiba di pintu gerbang, dia membeku, tak percaya pada apa yang dia lihat di hadapannya.


"Ada apa ini?" gumamnya dengan suara gemetar. Bahkan matanya seakan-akan ingin keluar dari soketnya sangking terkejutnya dia.


Di tengah kerumunan ribuan orang yang berlutut, berdiri Zhang Fei , mantan Putri peipei yang baru saja melepaskan gelarnya. Pemandangan ini membuatnya terpana, bahkan almarhum Kaisar pun belum pernah mendapat penghormatan semacam ini sewaktu dia hidup.


"Pangeran keempat, apa yang sedang terjadi?" bisik salah satu menteri dengan nada penuh keheranan.


"mungkin Putri sengaja melakukan ini dengan mengumpulkan orang-orang pribadinya, ckckck katanya ingin melepas gelar tapi lihat apa yang dia lakukan saat ini?"tuduh seorang menteri yang mengejek padahal dia tidak tahu apa yang terjadi.


Pangeran keempat tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. "Ini tidak mungkin... Bagaimana mungkin dia mendapatkan begitu banyak pengikut?"


Keterkejutan tampak tergambar di wajah orang-orang di sekelilingnya. Beberapa menteri dan bahkan beberapa jenderal terlihat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Jenderal Su, anda juga berlutut di depannya?" tanya salah seorang bangsawan dengan suara tercengang.


"Ahh jenderal Su??"


Sementara semua orang terkejut dengan apa yang terjadi,Paman pangeran menatap zhang Fei dengan kagum dan rasa hormat yang mendalam. "Dia adalah wanita yang luar biasa, tapi... tapi aku sudah mengecewakannya."


Di sisi Pangeran ke-4 pula, dia merasa api amarah membakar dalam hatinya. Penuh kebencian, ia menatap situasi ini dengan mata penuh api.


"Dia bukan siapa-siapa. Dia hanyalah seorang wanita biasa. Mengapa mereka semua berlutut di depannya? Bahkan Jenderal Su, seorang jenderal sekuat Jenderal Su, mau berlutut di depannya," desisnya dalam hati.


Dia adalah calon kaisar, yang seharusnya mendapat penghormatan dan pengakuan.


Kemarahan Pangeran ke-4 segera mencapai puncaknya saat ia mendengar kata-kata Jenderal Su sendiri yang menyatakan niatnya untuk mengawal Putri kemanapun dia pergi sebagai pengawal pribadi.


"Dia ingin menjadi pengawal pribadi Putri? Lebih memilih itu daripada menjaga posisi jenderalnya?" Pangeran ke-4 membatin, rasa kemarahannya semakin tak tertahankan.


Dalam keadaan panas, Pangeran ke-4 memerintahkan, "Prajurit, siapkan diri dan eksekusi mereka di tempat. Tangkap Zhang Fei, hidup atau mati!"


Teriakan tersebut meletus dengan keras, memanasan suasana kembali. Prajurit Pangeran ke-4, meskipun belum memiliki senjata, maju dengan tegas, menodongkan pedang tajam mereka ke arah prajurit Jenderal Su.


Salah satu dari enam jenderal yang setia kepada Pangeran ke-4 mengambil langkah maju, "Jenderal Su, meskipun kami pernah berteman, itu tidak memiliki hubungan dengan pengkhianatan. Ini adalah pengkhianatan terhadap kami semua."


Dengan kata-kata tersebut, pasukan Jenderal Su segera terkepung. Mereka menyadari bahwa tanpa senjata dan perlindungan, mereka dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Tidak mungkin untuk melawan musuh yang bersenjata dengan hanya menggunakan tangan kosong.


Tapi di tengah keadaan kritis ini, Jenderal Su tetap tegar dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Dia melihat sekelilingnya dengan mata yang tenang, "Jika ini adalah akhir yang harus saya alami, biarlah itu menjadi tanda kesetiaan saya kepada putri."


Konfrontasi semakin memanas, dan ketidaksepakatan antara Pangeran ke-4 dan Jenderal Su semakin terlihat jelas. Pangeran ke-4 berusaha keras untuk mempertahankan kehormatannya dan posisinya sebagai calon kaisar. Sementara Jenderal Su tidak gentar menghadapi kenyataan bahwa kesetiaannya kepada Putri lebih penting daripada kedudukannya sebagai seorang jenderal.


Pada saat itu, Pangeran ke-4 masih tidak bergerak dari tempatnya. Ia yang sebelumnya seperti harimau dengan auman keras dan taring tajam, kini terlihat bagaikan harimau ompong yang kehilangan gigitannya. Kekuatannya seolah-olah terpaku di tanah dan dia merasa tidak memiliki gerakan apa pun untuk menyelamatkan istri yang terjebak dalam situasi ini.


Dari jauh, mata Zhang Fei tampak penuh dengan sedih. "Jadi keputusanku untuk pergi adalah yang benar, kan?" gumamnya dengan suara penuh kesedihan.


("Dia terjebak di tengah konflik, memiliki perasaan campur aduk antara cinta kepada Putri dan kesetiaan kepada Dayun. Ini sangat sulit baginya,")Kata sistem dengan suara simpati.


"Tidak! Seorang pria yang mengorbankan nyawanya di medan perang untuk negara adalah pahlawan. Tapi seorang pria yang mengorbankan nyawa istri hamilnya untuk negara? Itu adalah penghianat, seorang banci, bejat!" Keluh zhang Fei dengan hati yang terluka.


Sementara itu, pertarungan akan terjadi bentrokan tetapi tiba-tiba, suara teriakan nyaring memenuhi udara, menggema di seluruh area.


Di dalam istana, terdapat departemen khusus yang terlatih untuk mengeluarkan suara keras yang mirip dengan alat pengeras suara. Kali ini, merekalah yang maju dengan teriakan yang jelas dan berat. Jumlah mereka yang begitu besar membuat semua orang menutup telinga karena suara yang begitu menggelegar.Ini mirip seperti anda berdiri dekat loudspeaker ketika ada hajatan.


"Hentikan pertarungan! Kami ingin membacakan dekrit kedua dari almarhum Kaisar!"


Meskipun almarhum Kaisar telah meninggal, tetapi karena posisinya sebagai Kaisar, semua orang refleks berhenti bertarung. Meskipun demikian, tidak ada yang berniat melepaskan pegangan pada pedang mereka yang sudah terhunus, mereka setidaknya memberi perhatian kepada apa yang akan diumumkan.


"Hentikan pertarungan! Tolong berikan perhatian! Kami akan membacakan dekrit kedua dari almarhum Kaisar!"


Dengan suara yang begitu menggelegar, departemen tersebut berhasil memusatkan perhatian semua orang. Meskipun situasi masih tegang, pengumuman dekrit kedua dari almarhum Kaisar tampaknya berhasil meredakan suasana yang mendidih.


"Ini lah waktu nya?"pikir pangeran ke empat.

__ADS_1


"Dekrit pengangkatan kaisar baru?"


"Akhirnya....


Beberapa orang segera menarik nafas lega ketika mendengar ada dekrit yang akan dibacakan. Segera semua orang bertindak seolah-olah bukan dekrit. Tapi suara kaisar yang akan mereka dengarkan nantinya.


Jadi secara otomatis semua orang berlutut lagi tanpa terkecuali termasuk dengan rombongan yang dibawa oleh pangeran ke-4.


Ini juga berlaku untuk paman pangeran.


Setelah pengumuman terdahulu, suasana kembali tenang dan semua orang tetap berlutut dengan kepala mereka menunduk, tidak ada yang berani mengangkat pandangan. Kemudian, seorang Kasim mendekati dengan penuh kerendahan hati, membawa dekrit Kaisar di dalam sebuah mapan yang dihiasi dengan sutra. Ia berjalan menuju tempat yang lebih tinggi agar bisa membacakan dekrit dengan jelas kepada semua yang hadir.


Dengan nafas panjang, Kasim ini memulai pembacaannya, matanya memandang ke segala arah, "Menurut rencana almarhum Kaisar, dekrit ini akan dibacakan pada hari ke-12. Tapi dengan kejadian yang terjadi hari ini, dekrit ini akan dibacakan lebih awal. Mohon pengertiannya dan dengarkanlah baik-baik."


Hari ini baru hari ke-11, yang berarti rencananya adalah dekrit akan dibacakan besok ketika upacara berlutut berakhir pada sore hari.


Tapi situasi yang terjadi hari ini membuat departemen arsip negara harus memutuskan untuk mempercepat pembacaan dekrit agar suasana di istana kembali kondusif.


Orang-orang yang berpihak pada Pangeran ke-4 sangat yakin bahwa isi dekrit ini akan mengumumkan pengangkatan kaisar baru yang tentu saja akan menjadi Pangeran keempat


Senyum-senyum bahagia terpancar di wajah mereka, termasuk Pangeran ke-4 yang sangat yakin dengan dirinya sendiri.


"baik, ini dia momen yang paling penting" katanya saat itu.


Di sisi lain, rakyat,Jenderal Su beserta prajuritnya tetap berlutut tanpa memberikan reaksi apapun, mereka masih mematuhi tindakan yang wajib diambil untuk almarhum Kaisar.


Tapi tidak satupun yang melihat jika ekspresi wajah pucat Zhang Fei ketika Kasim itu menyebutkan dekrit.


Segera suara sistem gosip dalam benak zhang Fei terdengar sangat meremehkan .


( "Terlambat, hahaha. Akhirnya dekrit akan dibacakan. Terlambat untuk kabur, haha.")


"Sialan, kenapa orang-orang ini datang menghalangi kepergianku dari istana? Ahh, bagaimana ini?"


("Hai sayang, terima nasib aja lah, jangan khawatir,say. Ada mamah yang akan bersamamu sampai akhir ")


"Dekrit ini ditulis sendiri oleh Kaisar Dayun yang bergelar Xian Zong pada tanggal ke-12 bulan ke-9 tahun ke-15 dari era Zhiyuan. Saat itu adalah jam Chen (7 pagi) pada kalender Cina. Pada saat penulisannya, Kaisar Xian Zong berada dalam kondisi sadar dan sesadarnya tanpa adanya pemaksaan apapun"suara Kasim yang keras seolah-olah menjelaskan hari dan waktu yang tepat pada waktu penulisan.


Setelah semua orang terdiam barulah kasih memiliki suara besar ini membacakan dekrit yang asli.


****


"Dengan dibacakan, Kaisar Dayun Xian Zong mengatakan Kaisar selanjutnya adalah Paman pangeran,Xian huiyang.


Sementara dekrit asli Putri Istana Kecil untuk pelarangan Xian Huiyang , yang tidak memperbolehkan dia mengambil selir masih berlaku.


Sebagai pewaris terakhir Pangeran keempat, berikan sebuah gelar kehormatan sebagai raja kecil, serta sebuah kota untuk diperintah tanpa perlu membayar pajak selagi Pangeran keempat masih hidup.


Demikianlah dekrit yang dituliskan Kaisar Dayun Xian Zong ini"


****


"Apa? tidak mungkin? Ini... ini tidak mungkin ini jelas konspirasi!!"teriak Pangeran keempat.


Sementara Pangeran keempat berteriak, orang-orang yang berada di pihaknya tiba-tiba membeku di tempat.


Kaisar bagaimana mungkin mereka salah dalam berpihak jika sebenarnya Kaisar selanjutnya adalah paman Pangeran sendiri


"Ohh dewa, aku tadi yang mengikat Paman Pangeran eh Kaisar selanjutnya di kursi .Apakah dia akan menghukum mati diriku?"


"Untung saja aku tidak memecutnya dengan cambuk, jika tidak kepalaku akan copot besok"


"Apa yang dipikirkan oleh kaisar jangan-jangan ini adalah pemberontakan yang lainnya. ini ini tidak mungkin Paman Pangeran kan? tidak mungkin!"


Pangeran ke-4 begitu emosi mendingan dekrit itu tapi dia tidak akan pernah percaya jika di dekrit itu ditulis sendiri oleh ayah kaisarnya sendiri.


Kenapa?


Kenapa harus Paman pangeran?

__ADS_1


Setahunya hubungan Paman pangeran dan ayah Kaisar tidak pernah rukun. Walaupun Pangeran ke-4 tidak akrab di istana. Tapi dia juga pernah mendengar jika ayah Kaisar tidak pernah benar-benar menganggap Paman Pangeran ini sebagai adiknya.


Mereka lebih cocok dikatakan sebagai musuh.


Tapi apa yang terjadi?


Sebelum kematiannya ayah Kaisar membuat dekrit, jika dia lebih suka adik yang dianggap musuh ini menjadi Kaisar selanjutnya dibandingkan dengan putranya sendiri?


Kenapa?


"Tidak ini pasti pemberontakan ayah Kaisar tidak mungkin menulis dekrit seperti itu .Kau...


Segera Pangeran keempat menunjuk lubang hidung Kasim gemuk yang tadinya membaca dekrit.


"Mundur dan berikan dekrit yang asli!!"


Trak...


Entah dari mana pangeran ke-4 mendapatkan cambuk, jelas cambuk itu segera melayang menuju ke Kasim gemuk.


Meskipun dirinya sudah tidak lagi disebut sebagai calon Kaisar selanjutnya. Tapi dia masih memiliki darah Kaisar ,sehingga haram kulitnya untuk dilukai oleh para prajurit.


Karena itu tidak ada yang mau bergerak untuk menghentikan cambuk tersebut. Bahkan Kasim gemuk itu saja, tidak akan mengelak sedikit pun.Dia hanya menutup mata dan menunggu jatuh ke cambuk itu di atas tubuhnya.


Tapi menunggu saja namun cambuk tidak pernah jatuh ke atas tubuhnya, ketika dia membuka mata maka dia sedikit terkejut dengan apa yang dilihat.


Paman pangeran yang tadinya berdiri agak jauh tiba-tiba Sudah ada di sini dan menarik cambuk itu dengan ringan.


Jika disebutkan masalah beladiri, Paman Pangeran lebih kuat jika dibandingkan dengan pangeran keempat.


"pangeran jangan terlalu emosi!"Kata paman pangeran yang tiba-tiba mendapatkan warnanya kembali.


Dia sempat terkejut dengan isi dekrit tersebut .Namun mulai meneliti apa yang terjadi di belakangan ini.


Menurut yang dia tahu, tidak ada satu rahasia pun yang bisa disimpan dari putri jika dia ingin menelitinya. Jadi besar kemungkinan sang Putri sudah mengetahui isi dari dekrit tersebut lebih awal daripada orang yang lain.


Jadi dia harus mencari tahu jawabannya terlebih dahulu dari sang Putri .Namun sebelum itu dia harus meluruskan masalah ini terlebih dahulu.


cambuk yang dipegang oleh Paman Pangeran itu dihempaskan ke tanah itu membuat Pangeran ke-4 juga tersungkur ke tanah dengan gaya yang memalukan.


Ketika dia memutar kepalanya, matanya seperti bisa menusuk Paman Pangeran dengan pandangan itu.


Jika pandangan bisa membunuh maka Paman Pangeran pasti sudah mati.


"Paman ini kan rencanamu aku tidak salahkan dengan rencanamu menjadikan aku Kaisar boneka alih-alih tidak dapat menguasai aku maka kau ingin menjadi Kaisar itu sendiri? Hah aku benar-benar sudah dibodohi"


"Keponakan....


Belum sempat Paman Pangeran menghabiskan kata-katanya tiba-tiba, terdengar suara ribuan orang yang tadinya berkumpul di pintu gerbang istana terlarang.


"selamat sejahtera kaisar yang mulia selamat sejahtera panjang umur 1000 tahun.


"panjang umur Kaisar Dayun, Xian Huiyan.. semoga panjang umur 1000 tahun...!"


"Panjang umur Kaisar Dayun Xian huiyan semoga panjang umur 1000 tahun..!"


Dalam sekejap kemarahan pangeran ke-4 sudah mencapai ke ubun-ubun.Di sini dia merasa tertipu tapi juga merasa dipermalukan.


Jelas departemen arsip negara sudah mengetahui isi dari dekrit tersebut.Tapi kenapa mereka berlagak tidak tahu apa-apa.


Jika saja dia sudah mengetahuinya lebih awal tentu tidak akan selalu ini. tapi yang lebih penting dia ditipu oleh semua orang termasuk Paman pangeran.


"Pangeran keempat kami memiliki pengaturan sendiri, selalu menjaga rahasia negara. tidak mudah untuk kami membukanya secara blak-blakan. tapi karena status khusus dekrit harus dibacakan lebih awal. Itupun departemen kami sudah membuat pertemuan demi pertemuan untuk membahas ini sejak kembalinya Pangeran keempat ke ibu kota. Kami pikir Pangeran akan lebih sabar tapi rupanya hanya ada bencana yang tiba"kata Kasim gemuk itu yang mengurut dadanya karena berhasil selamat dari cambuk Pangeran keempat.


Selain itu almarhum Kaisar juga meninggalkan sepucuk surat yang khusus kepada Pangeran keempat untuk dibaca secara pribadi.


Meskipun tidak percaya, Pangeran ke-4 masih mengambil surat itu dari tangan Kasim dan membacanya di tempat.


Pada saat itulah reaksi yang dialami berbeda jauh dari sebelumnya.

__ADS_1


"putraku jangan salahkan ayah Kaisar karena tidak memberikan tahta untukmu, bukan tandanya ayah Kaisar tidak sayang padamu. Tapi ayah Kaisar lebih sayang dengan Dayun. Sulit untuk dikatakan tapi, kemampuan Paman Pangeran dibandingkan dengan dirimu itu beda jauh. di sini ayah Kaisar menekankan lagi agar bencana perebutan tahta antar saudara,tidak terjadi lagi pada keturunanku kelak dan itu dimulai daripada kau sebagai benih satu-satunya Kaisar ini yang tersisa. Jauhilah politik karena politik itu buruk"


Hanya setelah membaca itu pangeran ke-4 jatuh limbung, dia pingsan di tempat.


__ADS_2