Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
65


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan wujudnya. Ini menunjukkan jika pergantian antara siang dan malam sudah mulai terjadi.


di depan sebuah gerbang di istana kecil, seorang pria dewasa sedang berlutut. Bagian atas kepalanya sudah tertutup dengan embun pagi dan pakaian tipis di tubuhnya juga dipenuhi dengan keringat dingin.ini membuktikan jika dia sudah berlutut di sini sepanjang malam.


Beberapa pelayan budak di istana kecil dan juga para Kasim kecil, lewat lalu lalang di sisinya satu persatu.selain dari memperlambat dan melihat kejadian ini ,tidak ada yang pernah mendekat dan bertanya satu patah pun. bahkan tidak ada yang berbicara dengan suara berisik dengan gosip pagi.


Di istana kecil ini tidak ada seorangpun yang tidak tahu jika Tuan pemilik istana kecil, yaitu Paman pangeran bukanlah siapa-siapa. Dia bahkan tidak memiliki kemampuan di istananya sendiri.


Neinei identitasnya adalah seorang budak pengasuh. Tapi dia adalah penguasa tertinggi di istana kecil ini yang kata-katanya lebih mendominasi daripada yang disebutkan oleh Paman pangeran.


dia dijaga dan dibesarkan seperti permata di tangan pelayan basah Paman pangeran.karena kondisi Paman pangeran sendiri dia berubah menjadi penguasa di istana kecil ini.


Jika ada yang menyinggung perasaannya dan membuatnya tidak senang maka tidak akan ada buah yang baik untuk dimakan. Ini juga berlaku untuk paman pangeran sendiri.


Entah apa yang sudah dilakukan oleh Paman pangeran. Dia dihukum berlutut dari sejak kembali dari kediaman calon putri masa depan.Semua orang yakin jika Paman pangeran memprovokasi neinei ,membuat gadis itu marah lagi.


sebagian para budak pelayan yang bertugas di istana kecil ini telah melihat temperamen dari Meimei yang tidak menentu.


seringkali dia akan marah tanpa alasan dan kemudian menyalahkan pelayannya yang tidak bersalah. terserah Meimei ingin memukuli atau memarahi pelayan-pelayan di istana ini.


Sekarang Paman pangeran sedang dihukum berlutut di tanah sepanjang malam. Diperkirakan dia sudah melakukan sesuatu yang membuat Neinei marah dan ini adalah nasib buruknya sendiri.


walaupun pemandangan ini sedikit aneh karena pria yang sedang dihukum adalah paman pangeran di negara Dayun ini sendiri. Sedangkan yang menghukum adalah pelayannya, bukankah ini sudah terbalik.


Tapi itu bukan urusan mereka sebagai budak belian dengan surat kematian di tangan.


Di istana kecil ini nama nenek saja sudah cukup menakutkan. Tidak ada yang berani menyinggung Neinei lebih daripada seorang paman pangeran.


Sementara itu nenek sang pelayan pengasuhnya baru saja bangun dari tidur.


Di luar istana kecil dia adalah seorang pelayan yang harus menunjukkan kepalanya tapi di istana kecil ini dia adalah sang putri.


Seorang gadis pelayan tiba dengan piring yang di pernis berwarna coklat. Dia datang dan mengambil hormat.


"Bagaimana kondisi pangeran saat ini?"tanya Neinei seraya menguap kecil.


"Nona Neinei, Paman pangeran masih berlutut di pintu gerbang"kata gadis pelayan itu dengan kepala tertunduk.


"kirimkan dokter ke halaman Paman pangeran.Ini sangat tidak menyenangkan sekali, ckckck" bisik Neinei.


Pelayan itu baru saja berjalan beberapa langkah tapi Neinei memiliki semacam firasat buruk di dalam hatinya .Tapi dia berkata dengan tenang," biarkan nona ini pergi keluar untuk melihatnya sebentar"


Neinei tidak benar-benar ingin marah tapi dia tidak bisa menahan reaksi di dalam hatinya.


Ini seribu perak.


Sejak mahar diberikan pada calon putri masa depan istana ini tidak lagi memiliki pemasukan seperti dulu.


Neinei masih ingin hidup dalam ketenangan di masa depan. Dia berpikir untuk segera memindahkan beberapa hal-hal bagus di dalam gudang istana ke dana pribadinya.


Tapi dia tidak bisa terang-terangan melawan Paman pangeran di depan semua orang.


Pernikahan akan datang sebentar lagi dan pernikahan ini masih harus dilakukan semewah mungkin. Karena posisinya sebagai Paman pangeran satu-satunya di negara Dayun.


Neinei jelas merasakan etika tidak baik dari calon putri di masa depan.Neinei sedang berpikir hari-hari baiknya di istana kecil ini akan cepat berakhir.


Neinei berencana benar-benar pergi meninggalkan istana kecil dengan beberapa alasan yang tidak masuk akal.


Seperti di usir putri misalnya.


Cara pergi dari istana kecil memang harus dipikirkan sesedih mungkin tapi dia akan tertawa pada akhirnya karena seluruh kekayaan di istana kecil sudah dia kuras sebelumnya.


ini adalah hal yang bagus.


Tapi seribu peraknya sudah melayang lebih awal gara-gara es buah dan rujak buah kemarin.


Rasanya memang luar biasa nikmat jika disantap ketika itu. Tapi tidak mungkin juga harganya semahal itu kan.


Seribu perak.


Pelayan tidak bertanya apapun dengan ada tujuan ini tapi dia segera membantu Neinei mengenakan sepatu yang sudah di bordir. Seperti seorang putri sejati Neinei juga dibantu agar berdiri.


Bahkan seorang pelayan budak yang tidak perlu disebutkan namanya.Dia segera membungkusnya dengan jubah dari Kashmir yang membuat penampilannya lebih mirip bangsawan alih-alih seorang pelayan budak.


Kalau Zhang Feiada di sini tentu dia akan berteriak, dasar pelayan tidak tahu malu.

__ADS_1


Tapi untungnya dia tidak nada di sini.


Karena sistem tidak mampu mengakses Paman pangeran. Jadi zhang fei juga tidak tertarik untuk mengintip kejadian di istana kecil.


Dia ogah ogahan.


Segera pintu utama terbuka ,suara pintu yang mengeluarkan bunyi berdecit ini membuat Paman pangeran mendongakkan kepalanya untuk melihat Neinei yang baru saja keluar.


Neinei menatap Paman pangeran yang terlihat juga menatapnya.


Dalam sekejap hati ini tiba-tiba saja bergetar. Tapi kemudian dia ingat jika pria tampan di depannya ini sebenarnya adalah bodoh.


Dengan begitu hati yang baru saja bergetar tiba-tiba menjadi dingin sedingin lautan es.


Meskipun begitu Neinei tidak bisa menyimpan ketakutan di dalam hatinya ketika mata mereka saling bertemu.Mata yang gelap itu seolah-olah menyimpan kegelapan dunia di sana ,yang sewaktu-waktu bisa menenggelamkan neinei di dalam kegelapan tersebut.


Neinei mulai bergidik ngeri dan dia mundur dua langkah tanpa disadari.


Tapi kemudian Neinei sudah bisa menstabilkan emosinya lagi.dia kembali teringat tentang seribu perak yang sudah dihabiskan dengan sia-sia.


1000 perak ini langsung dikirimkan begitu saja ketika mereka kembali ke istana kecil.


Itu bukanlah seribu perak biasa tapi itu adalah 1000 perak yang berasal dari darahnya sendiri.


Kemarahan neinei yang sudah pudar tiba-tiba naik lagi ke ubun-ubun.


Benci.


Jika tidak mengingat posisinya saat ini Neinei lebih suka mencabik-cabik Paman pangeran dengan tangannya sendiri saat ini.


Tapi Neinei adalah gadis yang selalu berpikiran ke depan. Apapun yang terjadi sebenarnya dia masih gadis pelayan dan pria bodoh di depan ini adalah seorang bangsawan yang sejati.


Di tubuh bodohnya ini mengalir darah keturunan kaisar selama dua generasi sekaligus.


Ini adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa di bantah.


Lihat saja wajah tampannya sekarang sudah pucat seolah-olah tidak memiliki darah sama sekali.


Bahkan dua bibir tipisnya sudah berubah warna menjadi warna ungu tua karena dingin yang berlebihan di sepanjang malam.


Walaupun sebenarnya dia cukup ragu karena hal ini sudah terjadi berkali-kali. Kaisar bukannya tidak tahu tapi cenderung tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Neinei di istana kecil.


Mungkin karena ketidakpedulian sang kaisar lah makanya Neinei menjadi seorang pelayan budak yang begitu arogan. Bahkan sanggup memijak mijak kepala Paman pangeran di depan pelayan yang lain.


Tapi jika ini menyangkut harga diri kaisar. Tentu kaisar tidak akan mempertimbangkan nama pelayan Neinei lagi.


Paman pangeran akan menikah minggu ini dan dia tidak boleh tampil dengan segala kekurangan termasuk dengan tumbangnya dia akibat berlutut sepanjang malam.


Bagaimana jika penyakit Paman pangeran semakin tidak terkontrol pada hari pernikahan tersebut.


Tidak mungkin kaisar ,raja yang agung tidak akan bertanya padanya di depan aula.Karena hal ini akan membuat reputasi kaisar memburuk di hadapan para menteri.


"Paman pangeran, Neinei tidak benar-benar marah.hanya kesal tentang 1000 perak kemarin. jadi setelah dihukum sepanjang malam apakah Paman pangeran sudah mendapat pengajarannya?"tanya Neinei masih dengan nada datar.


Neinei mengulurkan tangannya agar Paman pangeran bisa segera bangun dari posisinya yang sedang berlutut itu.


Paman pangeran tiba-tiba tersenyum di balik bibirnya yang membiru. dia menerima uluran tangan itu dan mencoba untuk bangkit.


Tapi segera goyah karena lututnya memang tidak nyaman karena sepanjang malam di paksa terus menerus berlutut.


Apapun yang terjadi neinei hanyalah seorang gadis belasan tahun yang tidak mampu menopang tubuh besar laki-laki yang lebih tua daripada dirinya sendiri.


Dia benci menyentuh tubuh Paman pangeran tapi tangannya telah terulur tidak mungkin bisa ditarik kembali.


Karena itu Neinei harus memutar otak agar dia bisa menemukan cara membantu Paman pangeran tapi tidak perlu bersentuhan langsung dengannya.


Neinei jijik.


Bruk....


Entah sengaja atau tidak yang jelas Paman pangeran jatuh lagi ke tanah.Beberapa pelayan budak mencoba menutupi mulut masing-masing karena ingin tertawa melihat episodenya.


"apa kalian semua tidak ada yang memiliki mata di sini? ayo bantu Paman pangeran untuk berdiri" kata Neinei yang mulai naik nada nya.


"Baik"

__ADS_1


Seorang penjaga segera membantu Paman pangeran untuk berdiri tegak.Tanpa ada perintah dari Neinei tidak seorang pun yang mau membawa Paman pangeran kembali ke halamannya lagi.


"Neinei aku salah.. tapi...


"tapi apa Apakah kau sudah mendapatkan pelajarannya?"tanya Neinei sekali lagi.


Dia ingin Paman pangeran mengerti membuang-buang uang bukanlah hal yang bagus.


Paling tidak sebelum istana kecil ini dikuras habis olehnya.


"Ya Neinei lain kali aku tidak akan melakukannya lagi ... baik?"bisik Paman pangeran seperti seorang anak yang baru saja habis dihukum oleh ibunya.


Dia sudah mendapatkan pengajaran dari ini. Jangan pernah berani membuat keputusan apapun. Jika memiliki masalah maka tanyakan dulu dengan Neinei.


"Apakah akan ada lain kali maksudnya? jadi Paman pangeran belum juga belajar dari pengajaran hari ini?"


"Tidak Neinei,aku..aku.. pasti tidak akan ada lain kali, Neinei huhuhuhu Aku tidak mau dihukum berlutut lagi.huhuhu kaki ku sakit Neinei"keluh paman pangeran dengan sedih.


Dia hanya meminta seribu perak dari gudangnya sendiri jadi apa masalahnya dengan itu.


Paman pangeran sangat sedih hari ini dan dia juga terkejut karena apa yang dikatakan oleh calon putri masa depan yang benar. Uang di istana kecil bukanlah miliknya tapi milik dari Neinei.


Ini uang Paman pangeran kan.


"tapi apa yang Paman pangeran lakukan sebenarnya lebih menyakitkan daripada itu.apa-apa main pangeran tidak tahu berapa harga yang harus dihabiskan untuk mengadakan perjamuan pernikahan Minggu depan?"teriak Neinei marah.


Wajah cantiknya sangat tidak sesuai dengan pakaian ke bangsawan yang digunakan saat ini.


Seperti seekor rubah yang tidak bisa memakai kulit kelinci.


"Neinei jangan gunakan wajah jelekmu itu Paman pangeran ini takut huwaaaaa...


"Apa kau bilang,aku jelek hah"


Paman pangeran tidak bisa membujuk nenek yang marah tapi langsung membuat gadis itu tambah marah lagi ke tingkat yang lebih tinggi.


Para pelayan budak juga mengetahui bagaimana Neinei sangat menjaga kulitnya agar bisa setara dengan para putri di beberapa rumah bangsawan.


Tapi walau bagaimanapun nenek berusaha dia tidak akan pernah bisa menyamakan dirinya dengan para Putri itu.


Jika sudah berasal dari rakyat rendahan maka itu akan tetap mendarah daging. Walaupun dia memakai pakaian dari Kasmir sekalipun.


Saat sedang marah seperti ini dia juga bisa disamakan seperti ibu-ibu tua yang memarahi menantunya di pedesaan.


Benar-benar tidak cocok dengan pakaian yang dikenakannya saat ini.


Dikata yang jelek oleh Paman pangeran mau tidak mau Nene segera memerintahkan pelayan budak mengambil sapu yang memang sudah disiapkan untuk memukul Paman pangeran jika dirinya sedang kesal seperti saat ini.


Mendengar Neinei meminta benda "sakti" itu .Tiba-tiba saja Paman pangeran menjerit minta ampun duluan.


"huhuhuhu Neinei, Jangan pukul aku neinei itu sakit.Huhuhu ampun huwaaaaa...


Wajah Paman pangeran memang sudah pucat dan dia juga tidak makan malam sejak kembali dari rumah calon putri masa depannya.


Ditambah dengan berlutut sepanjang malam ini tentu membuat staminanya menurun dengan cepat.


Sekarang dia sedang dihadapkan dengan kengerian sapu, yang benar-benar membuat dirinya trauma berat.


Neinei sama sekali tidak mengindahkan permintaan Paman pangeran. Tapi dia memaki sekali lagi pada Paman pangeran seraya menunggu benda itu sampai ke tangannya.


Tapi siapa yang menduga kejadian selanjutnya benar-benar membuat Neinei frustasi sendiri.


Bruk...


Tubuh pria dewasa yang tadi sedang menangis menjerit-jerit ini, tiba-tiba saja segera menjadi kaku dan jatuh dengan sendirinya ke tanah.


Paman pangeran pingsan.


begitu melihat Paman pangeran jatuh ke tanah baru kemudian nenek sadar jika dirinya sekarang juga dalam keadaan bahaya.


Waktu pernikahan hanya tinggal hitungan hari dan kondisi Paman pangeran tidak membaik sebelum itu. Bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan ini jika kaisar sendiri yang bertanya.


"Hei apa kalian tidak memiliki mata ayo bantu Paman pangeran ambawa dia ke halamannya lagi.seseorang segera panggil tabib untuk memeriksa Paman pangeran dia tidak boleh sakit sebelum hari pernikahan"


Neinei jadi bingung sendiri dan dia buru-buru meminta pelayan membawa Paman pangeran ke halamannya.

__ADS_1


Kali ini giliran neinei yang berkeringat dingin.


__ADS_2