Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
156


__ADS_3

Di ruangan yang tenang, sekelompok Tabit yang terdiri dari ahli-ahli terkemuka dalam bidang kedokteran dan ilmu alam berkumpul untuk menyelidiki sampel-sampel yang mereka terima dari departemen sanitasi. Mereka duduk di sekitar meja panjang yang tertutup oleh kain sutra berwarna merah mewah, di tengahnya terdapat dua wadah porselen yang menarik perhatian.


Wadah pertama berisi sampel urine Kaisar. Dalam desain porselennya yang indah, wadah ini memiliki ukiran halus dari pola naga, melambangkan kekuasaan kekaisaran.


Tidak ada yang mengetahui jika kejadian di kamar khusus ini sebenarnya sedang dipantau oleh orang yang tidak pernah dipikirkan oleh siapapun.


Siapa lagi jika bukan oleh sistem dan sang Putri tentunya.


("wadahnya bukan main jika ini dijual di era modern mungkin harganya bisa membeli sebuah rumah di ibukota lho, tapi sayang disayang isinya itu di luar nalar hehe")


"Mama itu kan punya Kaisar jelas aja harus dihargai tapi nggak perlu segitunya kali.Aku mulai merasa tidak nyaman deh, mah "


"kenapa gitu sih emangnya ini ada kisah horornya, kan nggak. lagian cuma dengar kok nggak lihat langsung kejadiannya di TKP")


"Mama udah bisa nyindir aku ya.oke siapa takut, lanjutkan" kata Zhang Fei pada sistem.


Dengan hati-hati salah satu dari tabib mengangkat wadah tersebut, menjaga agar tidak terjatuh atau tergores. Dia memeriksa warna, kejernihan dan aroma urine dengan teliti, mencatat segala hal yang bisa memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan Kaisar.


("Wiuh gurih Mak, putri kau tahu , tabib menusuk wajah nya pada tempat itu untuk mencium aroma urine hei jorok nya is..")


Zhang Fei yang mendengar itu terkejut dan dia tidak bisa membayangkan ini,ini...ini...


Is jorok.


"Mama, skip aja mah,ini mah tidak perlu di laporkan juga mah"kata Zhang Fei geli.


Masak barang itu diperlakukan dengan cara yang tidak manusiawi, hei itu kan hasil dari pipis.


Meskipun dari Kaisar tetap saja namanya urine alias kencing.


Tadi dia meminta sistem mengintip apakah para tabib bisa mencari tahu kejanggalan dari kesehatan Kaisar. Dia juga ingin mencocokkan apakah seni pemeriksaan mereka bisa sama dengan seni pemeriksaan modern.


Tapi siapa sangka tidak ada peralatan yang cocok tapi mereka malah menggunakan diri sendiri sebagai alat.


("hei say , Mama nggak bisa skip say,kan tadi mau tau kan. lagian cuma dengar nggak lihat, kan nggak jijik jijik amat kan")


"Ohh kalau begitu lewatin nggak perlu dilihatin juga,skip.. skip "teriak zhang Fei geli.


("Oke lah skip, let's go")


Sementara itu wadah kedua berisi sampel kotoran Kaisar. Meskipun isinya mungkin kurang menarik, wadah ini dibuat dengan detail yang sama halusnya seperti yang pertama.


Dalam bentuknya yang lebih tinggi dan melengkung, hampir mirip dengan vas bunga dari keramik yang elegan. Wadah ini juga dihiasi dengan pola dinding yang terukir dengan indah, menggambarkan gambar-gambar naga yang melambangkan kekuatan dan keberuntungan di istana.


("kalau ini bentuknya hampir mirip seperti vas bunga di era modern tapi lebih kuat dan sedikit tinggi. polanya juga bagus yang jika dijual di era modern mungkin bisa membeli sebuah film mahal,ahh sayang sekali hanya dibuat untuk eek")


Menurut sistem lagi bukan satu tapi istana ini memiliki ribuan jenis barang ini. Pola dan ukiran menentukan pemiliknya, contohnya saat ini adalah Kaisar, tentu pola yang digunakan olehnya adalah naga dan milik dari permaisuri dikatakan memiliki pola Phoenix.


Tapi seperti yang dikatakan oleh sistem itu masih saja digunakan untuk eek.


" mama aku nggak punya itu kan aku punya WC di kamar kos"kata zhang Fei jijik.


("iya sih tapi sampai kapan Putri melakukan ini soalnya aku juga sudah mendengar kabar dan desas desus di istana kecil jika sang Putri memiliki penyakit aneh, dia tidak pernah eek katanya, hihihi ")


Zhang Fei adalah gadis yang pernah hidup di zaman modern mana mungkin dia memiliki barang tersebut untuk menyimpan kotorannya di malam hari dan dikeluarkan di pagi hari untuk dibersihkan oleh para pelayan budak.


Jadi untuk kebutuhan itu Zhang Fei masih menggunakan WC yang ada di kamar kosnya.

__ADS_1


Lumayanlah air jalan terus dan dijamin tidak pernah mampet.


Tapi dia sekarang mulai kepikiran sendiri dengan penuturan dari sistem ini.


"Ah pedulikan apa kata pelayan itu yang penting aku maunya eek di WC,huh"


Karena kesal sampai meminta sistem memfokuskan tentang kejadian di kamar pemeriksaan itu.


Jika Tabib tadi melakukan tindakan yang absurd pada urin Kaisar, tabib yang ini juga melakukan itu.


Beda nya mereka mengaduk kotoran dengan sumpit mencari tahu kekentalan kotoran dengan cara itu.


Ada seorang tabib yang mencium aroma kotoran dan berpikir sejenak sebelum menulis kan nya pada kertas laporan.


Ada Tabib yang maju untuk meletakkan sumpit itu pada...


"Stop mah, jangan bilang mereka mencoba....


(" seratus untuk Putri, mereka memang mencicipinya.iss begitu dedikasi banget pada pekerjaan yah , ckckck")


"Mama.huek...hu..huek..


Segera Zhang Fei muntah di tempat, dia tidak bisa lagi mendengar apa yang dikatakan oleh sistemnya. Hal ini benar-benar tidak bisa ditolerir sama sekali.


Gadis Persik tidak tahu apa yang terjadi tapi dia terkejut ketika melihat sang Putri muntah tanpa ada alasan.


Dia buru-buru mengambil baskom kecil dan memanggil pelayan lain untuk membersihkan lantai.


Awalnya dia sedikit khawatir dengan kondisi Putri yang muntah secara tiba-tiba tapi kemudian dia mencoba mengingat beberapa hal dan tiba-tiba tersenyum.


Mungkinkah sang Putri sedang hamil.


"Mama aku hanya tahu ingin tahu hasil bukan proses, bukan proses yang seperti ini mengerti mah?"


("Oke kalau begitu tinggal aja?")


"Yah ups, aku jadi merinding nih.is huek..hu..huek.."


Zhang Fei di sini sampai tidak berani meminta sistemnya untuk melanjutkan penyelidikan ,biarkan saja dia mendengar hasilnya besok.


Gara-gara ini Zhang Fei mungkin tidak berselera untuk makan hingga malam tiba. seenak apapun sup dan makanan hari ini dia masih bisa membayangkan tentang para tabib yang sedang memeriksa sampel.


Huek...huek..


Tuhkh kan jadi muntah lagi.


Sementara itu para tabib tadi masih memeriksa sampel-sampel tersebut dengan penuh ketelitian dan pengetahuan yang mendalam, mencari tanda-tanda perubahan yang mungkin mengindikasikan kondisi kesehatan Kaisar.


Tulis dan tulis lagi pada sebuah dokumen.


Mereka bekerja dengan penuh dedikasi tapi tidak tahu jika proses ini dilihat oleh orang luar, yang membuat sang putri dikira hamil oleh pelayan budaknya.


Dalam keheningan ruangan, hanya suara gesekan kertas langkah-langkah hati-hati dan bisikan antara para tabit yang terdengar. Mereka saling bertukar pandangan saling berdiskusi dan mencatat setiap temuan yang mereka dapatkan.


Ketika mereka menyelesaikan analisis awal mereka para tabit itu saling berpandangan dengan penuh keyakinan.


Ketika para tabit sedang fokus pada penyelidikan dan analisis mereka terhadap sampel-sampel yang mereka peroleh. Suasana di ruangan tersebut tiba-tiba berubah saat pintu di buka dengan pelan.

__ADS_1


Menteri Kesehatan seorang pria berpakaian resmi dengan jubah berwarna hijau yang menggambarkan jabatannya, memasuki ruangan dengan langkah mantap.


Para tabib yang tengah sibuk dengan tugas mereka segera berhenti dan mengalihkan perhatian mereka pada menteri kesehatan. Mereka segera memberikan penghormatan dengan membungkukkan tubuh mereka dan memberi salam hormat.


"Salam hormat kepada Menteri Kesehatan," ucap salah satu tabib dengan suara lantang, diikuti oleh serangkaian salam hormat dari para tabib lainnya.


Menteri Kesehatan tersenyum ramah, menatap satu per satu para tabib dengan penuh penghargaan. Dia menganggukkan kepala sebagai tanda penghormatan balik kepada mereka.


"Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi kalian dalam menjaga kesehatan Kaisar. Kalian adalah pilar utama dalam menjaga kesejahteraan kekaisaran," ujar Menteri Kesehatan dengan suara yang penuh penghargaan.


Menteri Kesehatan kemudian berjalan mendekati meja tempat para tabit bekerja. Dia dengan penuh kehati-hatian melihat hasil-hasil yang telah mereka temukan, membaca catatan-catatan yang tertulis dengan seksama.


Menteri Kesehatan ini segera duduk dengan sikap yang penuh perhatian, siap mendengarkan penjelasan dari para tabib. Seorang tabib yang memeriksa kondisi urine maju dengan percaya diri dan memberikan temuannya.


"Dengan hormat, Menteri Kesehatan, berdasarkan hasil pemeriksaan urine yang kami lakukan, kami tidak menemukan adanya indikasi adanya masalah kesehatan yang serius pada Kaisar. Kondisi urine menunjukkan keseimbangan yang baik, dengan warna yang normal, kejernihan yang tinggi, dan tidak ada tanda-tanda kehadiran zat-zat berbahaya," ungkap tabib itu dengan suara yang jelas dan tegas.


Tabib tersebut melanjutkan dengan menjelaskan parameter-parameter lain yang diamati dalam urine, seperti pH, kepadatan, serta kandungan garam dan protein. Dia menjelaskan bahwa semua parameter tersebut berada dalam rentang normal dan tidak menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang signifikan.


"Dalam kesimpulan kami, Menteri Kesehatan, dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan urine, tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius pada Kaisar. Kondisi urine menunjukkan keadaan yang sehat dan berfungsi dengan baik," tambah tabib tersebut dengan mantap.


Menteri Kesehatan merasa lega mendengar kabar baik tersebut. Dia menanggapi dengan sikap penghargaan, "Terima kasih atas penjelasan yang detail, Dokter. Saya sangat menghargai kerja keras dan keahlian yang Anda tunjukkan dalam pemeriksaan ini."


Selanjutnya, seorang tabib lain maju untuk melaporkan hasil pemeriksaan sampel kotoran Kaisar. Dengan penuh keyakinan, tabib tersebut menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang normal dan tidak ada tanda-tanda penyakit atau kelainan yang mencurigakan.


"Berkenaan dengan sampel kotoran Kaisar, kami melakukan analisis dan tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius. Kondisi kotoran menunjukkan keadaan yang normal dan sehat," ucap tabib itu dengan suara yang tegas.


Menteri Kesehatan mendengarkan dengan seksama dan menganggukkan kepala sebagai tanda pemahamannya. Dia merasa lega karena hasil pemeriksaan urine dan kotoran Kaisar menunjukkan bahwa kondisinya sebenarnya tidak bermasalah.


Kemudian tabib yang menangani air liur maju untuk memberikan laporan tentang kondisi air liur Kaisar. Dengan penuh perhatian, tabib tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan definisi seorang tabib, kondisi air liur Kaisar juga menunjukkan keadaan yang normal dan sehat.


"Dalam pemeriksaan air liur Kaisar, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius. Kondisi air liur menunjukkan keadaan yang normal sesuai dengan definisi seorang tabib," kata tabib itu dengan penuh keyakinan.


Menteri Kesehatan mengangguk mengerti, merasa senang mendengar laporan tersebut. Dia menyampaikan apresiasi kepada para tabib atas kerja keras mereka dalam melakukan pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh.


"Mentri ini sangat menghargai upaya dan dedikasi kalian dalam melakukan pemeriksaan ini. Kabar baik ini memberikan kepastian bahwa Kaisar dalam keadaan yang sehat dan tidak ada masalah yang serius. Terima kasih atas kerja keras kalian," ujar Menteri Kesehatan dengan suara yang penuh penghargaan.


Para tabib merasa lega dan bangga mendengar apresiasi dari Menteri Kesehatan. Mereka senang dapat memberikan laporan yang memastikan kondisi kesehatan Kaisar yang baik.


Dengan demikian kekhawatiran dan kecurigaan yang ada sebelumnya telah terjawab dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa kondisi urine, kotoran, dan air liur Kaisar sebenarnya tidak bermasalah.


Menteri Kesehatan yang duduk di meja yang rapi, dihadapkan oleh beberapa buku dan catatan yang berisi hasil penyelidikannya. Dengan teliti, ia mencatat setiap detail tentang kondisi urine, kotoran, air liur, dan keringat yang diperiksa oleh para tabib. Tangannya bergerak dengan cermat, mencatat informasi yang relevan dan signifikan.


Menteri Kesehatan memeriksa kembali setiap catatan yang sudah ia tulis, memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau kekurangan dalam informasi yang ia sampaikan.


Dia menyusun laporan dengan rapi, menggabungkan temuan dari semua sampel yang diperiksa. Dia menekankan pentingnya setiap hasil penyelidikan, memberikan bobot yang sesuai pada setiap temuan yang ada.


Setelah laporan selesai, menteri Kesehatan mengambil selembar kain khusus dan membungkus laporan dengan hati-hati. Dia memberikan tugas kepada seorang tabib muda yang hadir, memberitahunya pentingnya laporan tersebut. Tabib kecil itu mengangguk dan menerima laporan dengan penuh hormat.


Menteri Kesehatan memberikan petunjuk jelas tentang tujuan pengiriman laporan. Dia menugaskan tabib kecil itu untuk mengirimkannya ke Departemen Pencatat Sejarah untuk dimasukkan ke dalam arsip kekaisaran. Dia juga menginstruksikan agar salinan ke dua laporan dikirimkan kepada Kasim Tua, sebagai bentuk transparansi dan agar Kasim Tua juga dapat memahami hasil penyelidikan ini.


Sedangkan salinan yang terakhir perlu disimpan pada departemen kesehatan kekaisaran. Hal ini tentu akan menjadi rujukan jika terjadi penyakit lain yang diderita oleh kaisar nantinya.


Tabib kecil tersebut menerima tugas dengan penuh tanggung jawab, menyimpan laporan dengan hati-hati dan meninggalkan ruangan untuk menjalankan tugasnya. Menteri Kesehatan duduk kembali di mejanya, merasa lega bahwa hasil penyelidikannya telah diarsipkan dengan baik dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang.


Dengan cara ini menteri kesehatan merasa tugasnya sudah selesai.


Tapi sebenarnya dirinya tidak tahu jika apa yang dilakukan hari ini akan membuat dirinya dan beberapa tabib yang bertugas di bawahnya akan mengalami musibah.

__ADS_1


Mana mungkin dia mengetahui jika Kaisar saat ini sebenarnya sudah mengalami reaksi awal dari gejala keracunan yang dideteksi oleh sistem.


__ADS_2