
Di tengah malam yang gelap gulita, bulan purnama bersinar terang di langit, menerangi pemandangan salju yang terbentang di bawahnya. Di tengah keheningan malam, seorang penjaga bayangan tersembunyi dengan mahir di antara salju yang putih, seperti bayangan yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Pakaiannya, yang berwarna hitam pekat, memungkinkannya untuk menyatu dengan kegelapan malam dan bayangan yang diciptakan oleh sinar bulan. Dia menghindari setiap tonjolan atau permukaan yang mungkin membiarkannya terlihat. Seperti hantu malam, dia bergerak dengan lincah di atas lapisan tipis salju yang menutupi tanah.
Sambil tetap menjaga kewaspadaan, penjaga bayangan itu membuka kaki burung merpati pengirim surat yang terdiam di tangannya. Dia berjongkok dengan hati-hati, memastikan bahwa surat itu tidak terjatuh ke salju atau terkena kelembaban malam. Saat dia membuka gulungan surat dengan cepat, matanya bergerak dengan cekatan melintasi kata-kata yang tercetak di atasnya.
Tiba-tiba, penjaga bayangan itu mengangkat kepala dan melihat ke sekeliling. Sepertinya pesan yang dia baca telah memberi sinyal penting dan tindakan harus diambil dengan cepat. Dalam sekejap, dia melompat dari tempat persembunyiannya yang tadi dan meninggalkan jejak kaki yang dalam di atas salju.
Saat dia bergerak, dia menghindari pola dan jejak kaki yang mungkin akan meninggalkan tanda-tanda keberadaannya. Dia melompat dan berlari dengan lincah, menghilang di antara pohon-pohon yang lebat .
Tempat persembunyian yang tadi kosong dan jejak-jejak keberadaannya menghilang, seakan-akan dia tidak pernah ada di sana.
Tidak lama kemudian,Penjaga bayangan itu tiba di rumah persembunyian Pangeran keempat dengan langkah hati-hati. Rumah kecil itu terletak di tengah hutan, jauh dari pandangan mata orang lain. Saat dia memasuki ruangan yang gelap, cahaya rembulan masuk melalui jendela yang kecil, menerangi pemandangan yang suram.
Ranjang tua di pojok ruangan terlihat terlantar dan berantakan. Pangeran keempat terbaring lemah di atasnya, dengan perutnya yang dibalut oleh kain merah yang sudah memerah akibat darahnya sendiri. Wajahnya pucat dan napasnya terdengar lemah saat dia berusaha untuk tetap sadar.
"Pengeran keempat," ucap penjaga bayangan dengan suara lembut, mendekati ranjang dengan hati-hati. "Saya membawa pesan dari Paman Pangeran."
Pangeran keempat membuka matanya yang sayu, matanya yang biasanya tajam terlihat lemah dalam cahaya redup. Dia mencoba tersenyum meskipun wajahnya tampak pucat dan lelah.
Paman pangeran adalah pelindung nya yang paling dia percaya.Sekarang ada pesan dari nya, bagaimana mungkin dia tidak bersemangat.
"Pesan apa?" gumamnya dengan suara yang masih lemah.
"Kami harus meninggalkan tempat ini dan kembali ke ibukota dengan diam-diam," jawab penjaga bayangan dengan tegas. "Paman Pangeran khawatir bahwa situasi semakin rumit dan bahaya semakin mengintai. Dia ingin kita bergerak dengan cepat."
Pangeran keempat mengangguk, walaupun gerakan itu tampak melemah. "Baiklah," ucapnya dengan susah payah. "Kita akan bergerak segera."
Penjaga bayangan menatap pangeran keempat dengan kekhawatiran dalam matanya. Dia melihat kondisi lemah pangeran dan merasakan urgensi situasi.
"Tunggu di sini pengeran "katanya pelan.
Pengeran ke empat merasa tidak berdaya. Dia tidak membantu sama sekali tapi malah menyeret orang-orang ini bersamanya. Sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah duduk diam dan patuh dengan pengaturan yang mereka lakukan.
Paling tidak dengan itu dia masih akan selamat dan hidup dua hari lagi.Dengan begitu Pangeran ke empat berbaring lagi dan dia siap secara mental untuk meninggalkan lokasi.
Penjaga bayangan tadi tidak pergi,tapi dia sudah meminta teman nya untuk menjalankan tugas.
Ratusan meter dari tempat persembunyian pengeran ke empat. Puluhan rakyat dari provinsi X sedang mengungsi, mereka berjalan kaki melalui jalan setapak yang terjal. Mereka membawa beban berat, terlihat lelah dari perjalanan yang panjang dan melelahkan. Beberapa di antaranya membawa barang-barang di atas pundak mereka, mengenakan pakaian yang lusuh dan terdapat jejak kotoran dan lumpur akibat perjalanan yang sulit.
Bertahan di provinsi x sama saja dengan menunggu mati.Tidak ada bantuan dari pemerintah dan dingin nya cuaca membuat perut semakin menjerit.
Setelah di dera dengan kekeringan panjang, sekarang masih ada cuaca dingin yang menusuk tulang.
Mereka harus pergi ke tempat yang lebih baik
Di antara kerumunan itu, terlihat gerobak sapi yang tertambat dengan perban yang lelah, ditarik oleh hewan yang kelihatannya sama kelelahannya dengan pemiliknya.
Gerbong kereta kuda juga melaju perlahan, mengangkut keluarga dan barang-barang berharga yang mereka bawa dari rumah mereka yang ditinggalkan. Gerbong pembawa barang yang penuh muatan juga berlalu dengan gemuruh roda besinya di atas jalanan yang berlumpur.
Sementara rakyat bergerak dengan perlahan, penjaga bayangan yang tersembunyi di antara mereka dengan cepat. Dia berbicara dengan seorang pria berpakaian lusuh, memberikan untaian perak sebagai pertukaran.
 Dengan suara pelan, dia membisikkan kata-kata yang hanya mereka berdua yang tahu. Orang itu menerima untaian perak dan tersenyum mengangguk sebagai tanda pengertian.
Setelah pertukaran tersebut, penjaga bayangan perlahan-lahan bergerak mundur dan menghilang di antara kerumunan yang berjalan.
Dia melanjutkan tugasnya dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menimbulkan kecurigaan di antara para pengungsi.
Beberapa waktu kemudian,Penjaga Bayangan ini datang dengan hati dan berkata pada penjaga bayangan yang lain."Tugas sudah selesai. Kita bisa berangkat sekarang.Apakah Pangeran ke-4 sudah siap?"
__ADS_1
"Ya, dia sudah menunggu dan berada di dalam"
Penjaga Bayangan tadi segera mengangguk." Laporkan kepadanya bahwa saatnya untuk berangkat"
Penjaga Bayangan itu masuk ke dalam dan berbicara dengan Pangeran ke-4. "Pangeran, Kami siap untuk berangkat"
Pangeran ke-4 juga bangkit dengan susah payah dan mengangguk." Baik, saya akan segera bersiap"
" Pangeran, pakaian ini akan membantu Anda menyamar sebagai seorang petani miskin. Kami harus menjaga agar identitas Anda tidak terungkap"
Pangeran ke-4 tidak menolak,dia segera mengambil pakaian petani yang compang camping dan menggantinya dengan cepat.
Setelah Pangeran ke-4 berganti pakaian,dengan hati-hati, para penjaga bayangan membawa Pangeran ke-4 di bahu mereka, memastikan dia terlindungi dan tidak terlihat oleh siapapun.
Jika mereka berjalan kaki, dengan luka yang diderita Pangeran keempat mungkin mereka tidak bisa bergabung dengan iring-iringan rakyat.
Di sini Pangeran ke-4 juga tidak menolak paling tidak dia tidak ingin menjadi beban orang lain.
Dengan cara itu, mereka bergerak menuju iring-iringan para pengungsi, bergabung dengan mereka tanpa menarik perhatian.
Orang yang tadi menerima bayaran pura-pura tidak melihat ketika Pangeran ke-4 masuk ke dalam gerbong yang diisi dengan bahan makanan.
Pergerakan ini begitu mulus dan senyap.
Bisa saja mereka menyewa gerbong kereta yang lebih nyaman untuk pangeran ke-4. Tapi sekarang mereka sedang berada di bawah pengejaran kelompok lain yang menginginkan nyawa Pangeran keempat.
Mengikuti pergerakan penjaga bayangan juga tidak dimungkinkan untuk pangeran keempat, karena lukanya yang belum sembuh.
Takut nya luka akan terbuka lagi, jika penjaga bayangan bersikeras.
Sebenarnya luka tidak begitu mengkhawatirkan lagi, hanya saja kurang kebersihan dan kurang diperhatikan juga mengingat cuaca dingin.
Jadi pilihan terbaik untuk keluar dari provinsi x adalah mengikuti iring-iringan penduduk yang juga meninggalkan provinsi X.
D sisi lain penjaga bayangan akan terus memantau keselamatan Pangeran keempat dari jauh. salah satu penjaga bayangan elit juga diperbantukan untuk menemaninya di sepanjang perjalanan.
Jadi di dalam gerbong yang berisi makan perbekalan makanan itu sebenarnya ada dua orang yang sedang menyelinap.
Saat ini di dalam gerbong itu Pangeran ke-4 tidak bisa beristirahat. Anda tidak akan menemukan jalan yang di aspal di tahun ini, ditambah lagi tidak ada sistem peredam pada setiap gerbong kereta .Sehingga bisa dikatakan bagaimana rasanya naik ke gerbong kereta saat ini.
Ini seperti naik rollercoaster di abad dua satu
Pangeran ke-4 yang sudah terbiasa naik gerbong kuda yang lembut karena ditutupi dengan permadani dan selimut dari bulu binatang.
Tapi sekarang dia dihadapkan dengan kondisi yang sebaliknya. Hal ini membuat situasi mentalnya yang sudah menurun menjadi lebih parah lagi.
"Pangeran, apa luka mu masih sakit?" tanya penjaga bayangan itu.
Penjaga bayangan adalah orang yang biasa terluka dan sudah dilatih untuk melupakan rasa sakit.
Hanya ketika mereka diberi beberapa pil yang bagus dari putri, baru kemudian mereka merasa jika diri mereka adalah manusia.
Tapi rasa sakit adalah sesuatu yang tidak bisa di hindari dalam pekerjaan ini. Berbeda namun begitu hal yang berbeda terjadi kepada Pangeran keempat. Dia tidak pernah terluka sama sekali dan dia baru saja mengalami apa artinya hidup yang sebenarnya.
Tentu saja dia akan mengalami yang namanya shock. Tapi putri tidak memberikan pil untuk itu.
"Tidak,ini tidak sakit lagi.Tapi kenapa Paman pangeran ingin kita kembali ke ibukota?" tanya nya.
Jika kondisi memungkinkan, perlu satu bulan perjalanan untuk sampai ke ibukota.Tapi sekarang cuaca semakin dingin dan di mana mana ada rakyat yang mencoba untuk bertahan hidup di jalanan.
__ADS_1
Karena itu perjalanan pulang ini pasti tidak akan pernah mudah.
"Tugas kami hanya mematuhi perintah, selebihnya kami tidak tahu"kata penjaga bayangan itu.
Sebagai penjaga bayangan dia sudah terlatih untuk tidak banyak berbicara dengan orang-orang di sekitar hanya saja kondisi mental Pangeran keempat sudah demikian drop .Jadi dia harus sering berinteraksi dan berbicara dengannya agar tidak lebih menekannya lagi.
Seperti yang dipikirkan pangeran keempat menarik nafas panjang dan membelai luka di perutnya.
Sejauh ini dia pikir hidup adalah hidup, tapi sepertinya dia salah. Hidup adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.
Lihat saja betapa menderitanya rakyat di luar sana .Mereka sudah kelaparan berhari-hari dan sekarang memaksakan diri untuk meninggalkan tempat kelahiran dan pergi mencari penghidupan baru yang belum jelas.
Di bawah gelapnya malam yang menyelimuti dan salju yang turun tak henti-hentinya, mata pangeran ke empat menangkap sebuah pemandangan yang menyayat hati.
Seorang nenek tua terbaring lemah di atas tandu yang dibawa oleh beberapa pria muda yang juga terlihat lemah dan kurus. Wajah mereka terlihat kelelahan dan kelaparan panjang.
Dalam penerangan cahaya bulan yang redup, tampak tubuh-tubuh mereka yang penuh dengan lapisan pakaian lusuh untuk menghadapi dingin yang menusuk tulang.
Saat mereka melintasi jalan yang terbentang di antara pohon-pohon yang membelai salju, langkah-langkah mereka tampak gemetar, seakan beban yang mereka pikul terlalu berat. Nenek tua itu tampak tidak berdaya, matanya yang lelah hanya memandang tanpa ekspresi. Sesekali, terdengar ******* lemah keluar dari bibirnya yang kering.
"Jika suatu hari nanti aku menjadi Kaisar, aku tidak akan membiarkan rakyatku menderita seperti ini. Aku akan memperbaiki kondisi hidup mereka, memberikan mereka tempat berteduh, makanan yang cukup dan akses untuk perawatan kesehatan. Tidak ada lagi yang harus merasakan penderitaan seperti yang mereka alami saat ini. Aku akan membawa perubahan yang lebih baik" guman pangeran ke empat.
Dalam keheningan malam yang sunyi, Pangeran ke-4 menyimpan tekad dalam hatinya. Ia merenung tentang masa depan yang ia harapkan bisa ia bawa kepada rakyatnya. Meski kondisi di sekitarnya sangat menyedihkan, tekadnya semakin kuat untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi negerinya.
"Pangeran, perjalanan akan lama jadi istirahat lah" kata penjaga bayangan.Dia mengirim kan sebuah pil tidur dari putri.
Kata putri, pil ini bagus untuk membuat musuh tertidur selama dua hari tanpa bangun tapi ini juga tidak akan menggangu stabilitas tubuh karena mengandung zat-zat yang di perlukan tubuh manusia.
Ini berguna untuk membawa musuh ke tempat yang di tentukan tanpa perlawanan dan tidak khawatir musuhr akan mati di jalan.
Tapi sekarang pil ini lebih cocok untuk Pengeran.
"Pil yang baik, tapi aku akan tidur selama dua hari tanpa tau apa apa.Apakah ini baik ?"katanya menolak.
"Pangeran,tubuh mu perlu istirahat .Luka akan cepat sembuh dan kita bisa bergerak lebih cepat ke ibukota nanti nya "kata penjaga bayangan.
Jika dua hari saja Pangeran bisa beristirahat,luka pasti akan lebih cepat sembuh.Dua hari dalam tidur nya,di perkirakan mereka sudah akan menjauh dari provinsi X.
Sementara itu pengejar pasti tidak akan pernah menduga jika Pangeran keempat akan meninggalkan daerah yang sudah di perintahkan oleh Kaisar.
"Tidak, pangeran ini pasti akan baik-baik saja Pangeran ini akan melihat bagaimana rakyat jelata hidup dan belajar tentang kehidupan melalui mereka"kata pangeran ke-4 dengan bibir yang pucat pasi.
"Pasti pengeran tapi untuk itu sembuh lah lebih cepat.Jadilah kuat untuk rakyat jelata jika tidak bagaimana mungkin Pangeran bisa melindungi mereka jika tubuh pengeran saja seperti ini"
Setelah mendengar kata kata dari penjaga bayangan ini, pangeran keempat segera akur.
Dia harus pergi dan tidak bisa menyusahkan penjaga bayangan dalam tugas mereka.Hanya ini yang bisa dia lakukan sekarang.
Jadi dia segera menelan pil tidur.
"Penjaga, Pangeran ini menyerahkan diri pada kalian , jika pangeran ini selamat maka Pangeran ini tidak akan melupakan kebaikan ini seumur hidup"katanya pelan.
Matanya berangsur-angsur kabur ketika dia berkata seperti itu.Semakin ke sini tekad nya samakin kuat saja.
Sebuah keinginan yang belum pernah ada dalam dirinya.
Jadi lah Kaisar ....
Kaisar....
__ADS_1