
Dalam sebuah ruangan besar,di mana ada lebih dari seratus orang di dalam nya.
Mereka begitu di sibuk kan hari ini, terlepas dari pada orang orang yang di depan kasir.
"Kebo, Tuan mengatakan ayo bunuh ayam-ayam itu"seseorang segera berteriak dari belakang memanggil orang lain untuk pergi bersamanya.
Hari ini mereka akan mengadakan pertemuan pertama dalam sejarah pembangunan partai pengemis dan tentu saja di depannya adalah paviliun anggrek.
Orang yang mendengar panggilan itu segera pergi ke belakang dan membantu membunuh beberapa ekor ayam hari ini.
Bukan dia saja tapi ada beberapa orang lagi di belakang. Baik itu wanita dan para pria, mereka akan membuat ayam rebus untuk dimakan.
Tidak peduli dengan kelelahan dalam menyediakan makan malam ini. Yang jelas di belakang ada ayam ,bebek dan juga kelinci besar.
Seorang pria sedang memandangi ayam besar itu ini adalah seekor ayam tua. Rasanya sayang membunuhnya karena bisa menghemat telur tapi mereka harus menyerahkan ayam-ayam ini untuk di jadikan menu.
sekarang mereka semua tinggal di paviliun anggrek dan pengeluaran juga pemasukan diatur oleh seseorang.
Ada banyak kandang ayam di belakang Ini yang diatur dengan rapi.
Ada juga kandang kelinci dan bebek.
Dengan begitu banyak orang dan tidak ada begitu banyak pekerjaan jadi mengurus kandang-kandang ini adalah pekerjaan yang mudah.
Mereka sudah menjaganya selama 2 bulan lebih dan sekarang harus membuatnya menjadi menu.Jika bukan karena perintah majikan di Paviliun anggrek, mungkin mereka enggan melakukannya.
"Kakak Hao berapa banyak sih?"
"kota tua tidak apa-apa jika menghabiskan semuanya besok kita akan mendatangkan anak-anak ayam yang baru"
"setengah untuk direbus dan setengah lagi untuk dibuat sup. Aku tidak sabar untuk memakannya malam ini. hahaha kau tahu sejak masuk ke paviliun anggrek, perut ini tidak pernah lagi merasa lapar" kata orang yang di tanya.
Mendengar jika besok stok yang baru akan masuk lagi .Pria yang tadinya sedikit kesel tiba-tiba menjadi semangat.
Dia dan yang lain segera berbalik dan masuk ke kandang ayam.Hanya dalam beberapa waktu saja mereka semua sudah meraih sekelompok ayam dan menyerahkan kepada orang yang berwenang untuk memotongnya.
Ada orang lain yang mengurus ayam yang sudah dibersihkan. Ayam yang sudah dipotong langsung direbus ke dalam panci yang berisi dengar air tanpa setetes minyak pun di dalamnya.
Rencananya setelah dimasak seperti ini lalu ayam akan diberi bumbu lagi kemudian dikukus dengan membungkusnya bersama dengan daun teratai.
Sedangkan panci besar lainnya dibuat untuk membuat sup ayam.
Setelah berurusan dengan ayam sekelompok orang tadi juga mulai berurusan dengan ikan.
ikan yang dibeli hari ini adalah ikan dengan jenis emas rumput.Jumlah nya tidak banyak hanya sekitar dua puluh kiloan saja.Untuk mengurus lebih dari 100 orang kemungkinan besar ini tidak akan cukup.
Memotong ikan emas diperkirakan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengirisnya tulang ikannya juga harus hati-hati jangan sampai menembus daging ikan
Ikan ini dibuat menjadi fillet dan bungkus dengan tepung dan beberapa bumbu dasar.
Sudah ada sekelompok wanita lagi yang ditugaskan untuk menggorengnya nanti.
Selain itu masih ada acara kubis yang dibuat sendiri di paviliun anggrek ini. Walaupun rasanya seperti asinan kubis biasa tapi mereka bisa digunakan sebagai pelengkap makanan.
Ada juga orang lain yang mengurus perut babi.
Beberapa orang lagi bahkan bersiap untuk mengukus nasi dengan panci yang lebih besar.
Semua orang di dapur begitu sibuk sampai tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain .Mereka hanya tertawa dan tertawa saja mengingat makan malam ini akan makan besar.
Begitu juga dengan anak-anak yang harus pergi bermain sendirian karena tidak ingin mengganggu orang dewasa di dapur.
Mereka juga mendengar akan ada pertemuan malam ini dan yang mereka tahu hanyalah makan besar.
"kakak yang, kakak yuzi "seorang gadis kecil berteriak sebelum dia melambai semua orang dengan sebuah manisan labu yang baru saja diberikan oleh ibunya dari dapur.
Ibunya bilang untuk membaginya pada teman-teman yang sedang bermain.
Di masa lalu mereka hanya bisa melihat orang yang berjualan manisan labu ini di pinggir jalan tanpa pernah bisa membelinya.
Tapi sejak tinggal di paviliun anggrek ini mereka tidak perlu lagi mengemis di jalanan tapi bisa makan dengan perut yang terbuka.
Walaupun masih ada perintah untuk turun mengemis secara berkala termasuk dengan anak-anak.
"Yuyun aku belum melihatmu selama beberapa jam. Dari mana saja kamu,Hem kamu pergi mengintip ke dapur ya"tuduh gadis kecil yang baru saja di panggil.
__ADS_1
"ah Kakak jangan marah lihat aku kembali dengan manisan labu untukmu"kata gadis itu dengan mata yang berkedip kedip lucu.
"hei kau benar, manisan ini sangat enak kalau begitu aku tidak jadi-jadi marah hahaha"
Anak-anak begitu patuh di paviliun anggrek ini. Mereka benar-benar menghargai paviliun anggrek seperti rumah sendiri dan menghargai semua orang seperti saudara-saudari sendiri.
Tidak ada perbedaan genre antara wanita dan pria di sini, berbeda dengan di luar sana.
Jika orang luar mengetahui mungkin mereka akan berpikir jika kelompok ini ada kelompok yang tidak tahu aturan sama sekali dan juga tidak mengenal sopan santun.
Tapi mereka semua adalah sekelompok orang yang tinggal bersama dengan mengalami hal-hal buruk di gedung terbengkalai.
Segera setiap anak memiliki beberapa untaian manisan labu di tangan masing-masing.
Walaupun ada begitu banyak makanan yang bisa dimakan di paviliun anggrek tapi mereka belum makan manisan labu ini dengan begitu banyak untaian sekaligus.
Ini pertama kalinya mereka anak-anak memiliki manisan labu yang utuh.
Betapa pun mereka lapar dengan makanan tapi mereka masih tetap menatap manisan labu ini dengan mata yang cerah.
"Yuyun Apakah ibu mu benar benar memberikan kita begitu banyak manisan untuk dibagikan?"tanya gadis yang lebih besar dengan heran.
"iya Ibu berkata begitu.Katanya kita tidak boleh mengganggu orang dewasa untuk memasak. Malam ini ada pertemuan dengan majikan"
"Tapi Kakak aku tidak mau main setelah ini. kupikir aku harus tidur dan bangun nanti malam Agar tidak melewati pertemuan"seorang gadis kecil dengan wajah memalu-malu menggaruk kepalanya seolah-olah kepalanya itu penuh dengan kutu.
Tapi sebenarnya tidak begitu hatinya hanya sedang bertanya-tanya.
Apakah majikan memang benar-benar datang malam ini.
"aku mengintipnya tadi dan kata tuan bos itu memang benar. semua orang diperintahkan datang dan kita juga bisa pergi jika mau"
"Kalau begitu ayo kita makan dengan cepat dan istirahat setelahnya .aku juga tidak ingin melewati malam ini"kata seorang laki-laki kecil dengan mata yang berair.
Meskipun mereka masih anak-anak yang masih sering ingin bermain tapi pada saat ini mereka mendengar berita bahwa majikan akan datang.
Jadi mereka begitu bersemangat ingin menemukannya dan melihat dengan mata kepala sendiri.
Tidak masalah untuk bergadang nanti malam jadi mereka bisa tidur lebih awal siang ini.
Karena itu wajar jika anak-anak pun ingin melihat dan berterima kasih secara langsung pada majikan.
Beberapa anak pernah melihat langsung siapa itu majikan yang memiliki paviliun anggrek ini. Tapi beberapa anak sama sekali tidak pernah melihatnya hanya pernah mendengarnya saja.
Mengetahui hal ini,suasana hati beberapa anak-anak juga meningkat. Mereka langsung menarik beberapa manisan labu ini di tangan.
Ada juga yang pergi dengan cepat tanpa ingin memakan manisan itu. Mereka pikir lebih baik menyimpannya dan memakannya nanti ketika waktu pertemuan tiba.
Sementara itu orang-orang di dapur masih sibuk dengan panci besar yang begitu besar.Butuh waktu lama untuk menyelesaikan panci besar ini.
Apalagi sup ayam rebus dengan beberapa hidangan tidak bisa selesai dengan cepat.
Namun begitu semua orang lebih sabar dalam menyelesaikannya.Toh ini adalah makanan yang akan mereka santap sendiri.
Di pintu gerbang paviliun anggrek seorang pria tua secara alami memandang ke arah jalanan.
Dia sepertinya sedang berpikir tentang. Kenapa majikan ingin melakukan pertemuan malam ini.
Paviliun anggrek sudah berdiri sekitar 3 bulanan.Tapi baru kali ini majikan mengadakan pertemuan seperti sekarang.
Itupun mengharuskan semua anggota tanpa terkecuali. Baik itu tua dan anak-anak juga harus menghadirinya.
Paviliun anggrek ini memang cukup besar . Jadi untuk menampung ratusan orang sekaligus masih bisa muat.
Tapi dia kepikiran tentang kenapa ini dilakukan.
Setelah menatap lama di jalanan dia duduk lagi di kursinya.Bersamanya ada tiga pria tua yang usianya hampir mirip dengan dirinya sendiri.
4 pria tua ini sedang merenung dengan apa tujuan dari putri istana kecil mengadakan pertemuan.
Biasanya jika ada kebutuhan mereka akan datang langsung ke tempat Putri istana kecil.Tapi sekarang beliau ingin datang langsung ke pavilion anggrek.
Bukankah ini aneh.
"Apakah Putri tidak puas dengan keuntungan bulan ini?"tanya seorang pria tua yang mengelus-elus janggutnya.
__ADS_1
"mustahil seperti itu Putri sekarang adalah seseorang yang tidak perlu lagi memusingkan masalah uang. dulu dia tidak begitu kaya tapi dia juga tidak serakah bukan apalagi sekarang. jadi itu bukan masalahnya"kata pria tua di sebelahnya lagi.
"Hem Kenapa kalian bingung dengan masalah ini.pavilun anggrek sudah dibuka beberapa bulan tapi majikan sendiri tidak pernah melihat keberadaan paviliun anggrek.jadi kupikir ini bukan masalah besar dia hanya ingin melihat dengan mata kepala sendiri, itu saja"
"Pak tua, baru kemarin aku menyerahkan data diri lengkap dari anggota. Apakah ada sesuatu yang membuat Putri tidak puas?"
Semua sudah diatur sesuai pengaturan dari Sang Putri.
Mereka sudah membentuk dan mempelajari kitab-kitab yang diberikan oleh Putri waktu itu.
Setelah dipelajari memang benar ada kemajuan yang signifikan.
Karena mereka adalah partai pengemis tentu saja jurus itu sangat cocok dengan identitas ini.
Hanya saja siapa yang ingin menjadi pengemis setiap waktu. Karena itu sulit untuk menemukan orang-orang yang benar-benar tertarik mempelajarinya.
Namun begitu masih ada orang yang tertarik dengan memilih-milih jurus yang mereka pikir cocok.
Yang paling populer adalah jurus ke-7 yaitu pengemis tua lari dari kaisar.
Walaupun ini adalah jurus yang paling pengecut tapi itu memang banyak digemari oleh kandidat-kanndidat yang dipilih.
bahkan jurus pertama yaitu tongkat pengemis memukul anjing hanya dipilih oleh pria tua yang memang menggunakan tongkat.
Walaupun jurus ini memiliki 9 jurus totalnya. Tapi seperti yang dikatakan oleh putri istana sebelumnya. Sulit menemukan seseorang yang bisa mempelajari ke-9 jurus itu sekaligus.
Sulit menemukan bukan berarti tidak mungkin bukan.
Orang yang benar-benar bisa mempelajari kesembilan jurus ini adalah ketua di partai pengemis ini.
Walaupun judulnya bagus tapi memang tidak ada yang tertarik.
Jurus darah berbaju merah juga sangat digemari tapi hanya segelintir yang benar-benar menginginkan jurus seperti ini.
Siapa orang yang ingin perawan selamanya bukan.
Yang jadi pilihan masih lah jurus mabuk atau si bodoh.
Jurus inilah yang paling populer di sini saat ini.Mereka tidak perlu mempelajari banyak jurus hanya perlu menghafal dan minum sepanjang hari.
Mungkin daya tariknya begitu besar hanya saja yang benar-benar bisa menjadikan sebuah jurus itu bisa dikatakan satu satu dalam seribu.
Karena tidak ingin kehabisan dana karena membiarkan para pengemis mabuk sepanjang hari. Jadi mereka diberikan pengaturan.
Dalam satu bulan jika tidak ada yang merubahnya menjadi sebuah jurus maka dia akan di diskualifikasi.
Turun saja menjadi pengemis biasa.
Jadi 3 jurus yang diberikan oleh sang putri benar-benar belum bisa direalisasikan sama sekali.
Apakah Sang Putri merasa kecewa karena mereka tidak bisa melakukan apa yang diminta.
Jika Sang Putri sudah kecewa Apakah dia akan berpikir ulang untuk terus membangun paviliun anggrek.
Hal inilah yang dikhawatirkan oleh 4 pria tua ini.
berbeda dengan orang-orang di dapur dan anak-anak yang begitu antusias untuk pertemuan malam ini. para pria tua lebih condong merasa takut.
Takut jika Sang Putri tiba-tiba berpikiran untuk menutup paviliun anggrek.Mereka sudah berada di dalam paviliun anggrek sekitar 3 bulanan dan menikmati apa itu artinya menjadi manusia.
Jika paviliun anggrekbenar-benar ditutup lagi. Bukankah mereka akan kembali di jalanan dan kembali menjadi pengemis yang dihina dan dicaci oleh orang lain seolah-olah mereka bukanlah manusia.
Tidak ada yang bersuara selepas itu karena mereka jatuh dalam pemikiran masing-masing.
Sementara itu zhang fei yang tidak ada di paviliun anggrek .Masih disibukkan dengan pertengkarannya bersama paman pangeran.
Sebuah pertengkaran yang tidak bermutu sama sekali.
Puas bertengkar dengan paman pangeran pada akhirnya Zhang Fei kembali sendirian ke dalam halamannya dengan perasaannya dongkol.
Seorang pria yang mau berdebat dengan wanita ,bukanlah pria yang baik.
Tapi sampai tidak menyadari jika pria yang membuat dia kesal itu memandangnya dengan pandangan yang sudah berubah.
Dia tidak lagi menganggap zhang fei adalah musuh.Tapi benar-benar seperti seorang mitra yang bisa berbagi pemikiran yang sama dengannya.
__ADS_1
Zhang Fei bukan kah gadis biasa.