Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
116


__ADS_3

Paman pangeran duduk di ruangan yang tenang, gelisah menanti kedatangan penjaga bayangan yang membawa informasi penting. Matanya terus memperhatikan setiap sudut ruangan, menunggu kehadiran sang penjaga bayangan. Tiba-tiba, dengan gerakan yang cepat dan lincah, penjaga bayangan muncul melalui atap dengan misterius.


Penjaga Bayangan menganggukkan kepala dengan hormat


Dia menunjukkan gulungan kertas dari dalam jubahnya


Paman Pangeran memang sedang menunggu informasi ini jadi dia mengulurkan tangan untuk mengambil gulungan kertas.


Paman Pangeran membuka gulungan kertas dengan hati-hati dan mulai membaca nama-nama menteri yang mendukung pangeran-pangeran berbeda. Setiap nama yang tertera di daftar tersebut memiliki makna penting dan menentukan bagi masa depan kerajaan.


Paman Pangeran mengamati daftar dengan wajah yang serius.


Sementara Penjaga Bayangan masih berdiri dengan tenang, menunggu petunjuk selanjut.


Paman Pangeran segera memberikan isyarat dengan tangan untuk menunjukkan bahwa penjaga bayangan dapat pergi.


Segera penjaga Bayangan itu menyimpulkan salam dan menghilang dengan lincah melalui atap.


Paman Pangeran duduk sendiri dalam keheningan, membawa pikirannya terhadap strategi yang akan dia bentuk berdasarkan informasi yang diperolehnya. Dalam diam, dia merenungkan implikasi dari setiap nama menteri yang mendukung pangeran-pangeran yang berbeda, mencari tahu bagaimana ia dapat mempengaruhi dan memperoleh dukungan yang dibutuhkannya. Dalam kesunyian ruangan, Paman pangeran merencanakan langkah-langkahnya selanjutnya, menyadari bahwa masa depan kerajaan ada di tangannya.


Paman pangeran memegang pena dengan erat, memutar-mutarnya di jari-jarinya sambil memikirkan langkah-langkah selanjutnya. Tatapannya terus meluncur dari satu nama ke nama lainnya, mencari jejak-jejak yang dapat dijadikan senjata melawan pangeran ketiga.


Dia mengangkat alisnya sedikit, menandai beberapa nama dengan lingkaran kecil di sebelahnya. Gerakan tangannya terarah dan tegas, seakan mengukir jalur takdir bagi para pendukung pangeran ketiga. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, tetapi ekspresi wajahnya menyiratkan niat jahat yang tersembunyi di balik rautnya yang tenang.


Paman pangeran mengambil napas dalam-dalam, menatap daftar nama itu dengan tekad yang tidak tergoyahkan. Dia tahu bahwa langkah yang akan dia ambil selanjutnya akan memiliki konsekuensi besar. Dalam keheningan yang menggantung di udara, ia menyusun rencana jahatnya, menggambarkannya dalam pikiran dengan detail yang teliti.


Ketika dia menyelesaikan pemeriksaan daftar nama, Paman pangeran merasa puas dengan hasilnya. Dia menghela napas lega, menunjukkan bahwa langkah selanjutnya telah ditentukan. Dalam kesunyian yang mencekam, ia meninggalkan ruangan dengan daftar nama yang telah menjadi petunjuk bagi rencana busuknya terhadap pangeran ketiga.


Tanpa kata-kata, tindakan Paman pangeran berbicara lebih dari sekadar suara. Dia telah menemukan cara untuk menghancurkan pendukung-pendukung pangeran ketiga, meninggalkan mereka dalam kebimbangan dan keraguan. Dan dengan tanpa sepatah kata pun, rencana jahatnya mulai menggerakkan roda takdir di balik layar.


Tidak lama kemudian Paman pangeran sudah memasuki ruangan tempat Zhang Fey berada dengan langkah tegap. Di tangannya ia memegang erat daftar nama yang menjadi senjata rahasianya. Zhang Fey, yang sedang duduk di ruangan itu, mengangkat kepalanya dan memandang Paman pangeran dengan heran.


Dia menarik nafas panjang ketika melihat sang Putri tampil dalam posisi yang sedikit menggoda. Hampir saja dia tergoda untuk meraih surga dunia hanya saja sekarang mereka memiliki pekerjaan yang lebih penting.


Zhang Fey mengamati ekspresi serius dari Paman pangeran" Ada apa?"


Paman pangeran tidak menjawab langsung, tetapi dengan hati-hati ia mengulurkan daftar nama tersebut ke arah Zhang Fey. Zhang Fey, terkejut dengan apa yang ada di tangan Paman pangeran.Tapi dia masih meraih daftar tersebut dengan hati-hati.


Zhang Fey segera duduk untuk memeriksa daftar nama dengan cermat" Apa ini, Paman pangeran? Daftar nama siapa?"


Zhang Fey membaca setiap nama yang tertera dalam daftar tersebut. Mata dan pikirannya bergerak cepat, mencoba memahami maksud di balik daftar itu. Perlahan, dia menyadari tujuan Paman pangeran dan bagaimana daftar itu akan berdampak pada pangeran ketiga.


Zhang Fey mengangkat alis dengan sedikit kejutan." Paman, apakah ini...?


Paman pangeran hanya mengangguk singkat "Ya, Putri Daftar ini memiliki kepentingan besar"


Zhang Fey: (memandang Paman pangeran dengan serius) Apa yang Anda harapkan dari saya, Paman?"


Zhang Fey mengerti bahwa Paman pangeran mengharapkan dukungannya dalam menjalankan rencana jahatnya. Dia merasakan beban berat di pundaknya, tetapi dia juga menyadari bahwa nasib pangeran ketiga dan masa depan kerajaan ada di tangannya.


"Baiklah ,aku akan mempertimbangkan dengan hati-hati.Tapi, apakah ini benar-benar yang terbaik bagi kestabilan kerajaan?"


Jelas Paman pangeran mendukung pangeran keempat tapi siapa yang bisa menduga tentang masa depan bahkan sistemnya juga tidak bisa menebak itu.


Siapa tahu jika pangeran keempat masih memiliki ideologi yang sama persis dengan kaisar saat ini.

__ADS_1


Bukankah nantinya paman pangeran hanya mengangkat batu dan memukul kaki sendiri.


Paman pangeran mengerti apa yang dikhawatirkan oleh sang putri, dia tidak juga tidak bisa meramal apa yang terjadi di masa depan tapi sekarang adalah masalah sekarang.


Paman pangeran segera meraih Zhang Fei untuk dipeluknya. Siapa bilang Paman pangeran tidak khawatir tentang masa depan .Tentu saja dia khawatir tapi bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk sang putri dan juga calon anak yang akan hadir setelah pernikahan ini.


"Aku yakin ini adalah yang terbaik. Tindakan ini akan mengamankan masa depan keluarga kita"


"Baiklah, aku akan melakukan nya " kata zhang Fey yang tidak punya pilihan lain.


Paman pangeran benar masalah siapapun yang menaik tahta tidak akan mengganggu mereka tapi justru akan mengganggu keturunan mereka kelak.


Paman pangeran mengangguk puas, mengetahui bahwa Zhang Fey setidaknya bersedia membantu dalam rencananya. Meskipun hatinya terasa berat, dia menganggap ini sebagai pengorbanan yang diperlukan untuk keluarga mereka.


Dalam keheningan yang tegang, Paman pangeran meninggalkan ruangan, meninggalkan Zhang Fey dengan daftar nama yang penuh dengan rencana jahat. Zhang Fey memegang erat daftar tersebut, tahu bahwa dia harus di lakukan.


Tidak lama kemudian zhang Fey berjalan pergi mengikuti langkah kaki paman pangeran tadi.


Hanya dalam beberapa menit saja, Zhang Fei sudah tiba di ruang kerja Paman pangeran yang terbuka lebar untuk menunggu dirinya masuk.


Zhang Fey segera duduk di ruang kerjanya paman pangeran,dihadapkan oleh meja yang penuh dengan kertas-kertas dan kuas .


Di hadapannya, sebuah buku kosong terbuka menanti untuk diisi dengan kisah yang akan menjadi senjata dalam rencana jahat Paman pangeran. Zhang Fey menatap kosong ke dalam ruangan, berusaha merangkai cerita yang tepat untuk mencapai tujuan mereka.


Sementara itu, seorang penjaga bayangan dengan cermat menggosok batu tinta, menyiapkan alat yang akan digunakan Paman pangeran untuk menulis buku tersebut. Paman pangeran duduk di samping Zhang Fey, memandanginya dengan keingintahuan yang penuh arti.


Zhang Fey: (merenung sejenak Aku harus menemukan cara yang tepat untuk membungkus cerita ini. Cerita yang akan menjatuhkan pangeran ketiga.


"Putri, kita tidak ingin menimbulkan kecurigaan. Cerita harus menarik, tetapi tidak mencurigakan"


Zhang Fey mulai menulis dengan hati-hati, memilih kata-kata dengan cermat untuk menyampaikan pesan yang tepat. Dia melibatkan tokoh-tokoh dalam cerita, menciptakan konflik yang menggugah emosi, dan menempatkan pangeran ketiga dalam situasi yang merugikan. Paman pangeran menulis kisah yang di rangkai oleh Zhang Fey. Tidak hanya itu dia juga memberikan beberapa masukan dari sudut pandang strategis.


Beberapa jam kemudian, setelah banyak kertas yang terisi, Zhang Fey dan Paman pangeran melihat hasil karya mereka. Mereka membaca cerita tersebut dengan hati-hati, mengevaluasi setiap detail yang ada. Akhirnya, mereka puas dengan apa yang telah mereka ciptakan.


", Aku yakin Putri ,kisah iniakan berhasil. Sekarang, kita harus mencari cara untuk menyebarkan cerita ini dengan bijaksana.


Mereka menyadari bahwa cerita tersebut hanya akan efektif jika diperkenalkan dengan hati-hati ke dalam masyarakat. Dengan tekad yang kuat, Zhang Fey dan Paman pangeran melanjutkan rencana mereka, menggunakan cerita ini sebagai senjata untuk merusak reputasi pangeran ketiga dan mengamankan posisi calon putra mahkota untuk pangeran keempat.


Naskah yang sudah jadi di berikan pada seorang penjaga bayangan.Dengan cepat Penjaga bayangan suruhan dari Paman pangeran ini menjumpai seorang bawahan lain.


Dia yang telah memperbanyak buku-buku dalam jumlah yang besar untuk kisah Mentri Fu kemaren.Mereka bertemu di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan peralatan kuno untuk memperbanyak buku.


Tanpa banyak bicara, mereka masing masing sudah tau apa yang harus dilakukan.


Pria itu dengan lihai menggunakan metode cetak blok kayu. Teknik ini telah digunakan sejak lama di Cina untuk memperbanyak buku. Pertama dia perlu memotong sejumlah blok kayu sesuai dengan halaman buku yang ingin diperbanyak.


Setelah blok kayu dipotong, dia harus menghaluskannya dengan hati-hati untuk menciptakan permukaan yang rata dan datar. Ini akan memudahkan dalam proses pencetakan.


Untungnya pria ini memiliki beberapa pelayan kecil yang bisa melakukan hal-hal ringan itu. Karena sudah terbiasa,ini tidak memakan waktu untuk membuat potongan-potongan kayu tersebut.


Hanya dalam setengah jam saja beberapa blok kayu yang dibutuhkan langsung jadi.


Setiap halaman buku akan dipindahkan ke blok kayu dengan menggunakan teknik transfer gambar. Ini berarti mereka sudah akan menyalin tulisan dan ilustrasi dari halaman asli ke permukaan blok kayu.


Pekerjaan inilah yang paling rumit dan harus memperhatikan ketelitian. ini adalah pekerjaan yang paling penting di dalam pembuatan buku saat ini.

__ADS_1


Setelah gambar dan tulisan telah ditransfer ke blok kayu , dia mengaplikasikan tinta pada permukaan blok tersebut. Kemudian, kita akan menempatkan kertas di atas blok kayu yang telah di pilih kan. Dengan menggunakan alat pemukul yang disebut "pak", kita akan menekan kertas dengan lembut ke blok kayu sehingga tinta mentransfer ke kertas.


Prosesnya memang terlihat sederhana, tetapi dibutuhkan keterampilan dan ketelitian yang tinggi untuk mencapai hasil yang baik. Setiap halaman harus dicetak dengan hati-hati agar menghasilkan salinan yang jelas dan berkualitas.


Setelah semua halaman dicetak, ada bawahan lain yang akan menjahitnya menjadi buku-buku yang utuh. Hal ini dilakukan dengan menyatukan halaman-halaman yang dicetak dalam urutan yang tepat dan menjahitnya di sepanjang sisi lipatan kertas.


Pekerjaan ini benar-benar memerlukan orang dalam jumlah yang banyak.


penjaga bayangan masih berada di tempat itu ketika buku pertama berhasil dicetak dan dibuat menjadi sebuah buku lengkap.


Dia mengambil buku itu dan langsung pergi lagi menuju ke istana kecil di mana buku ini akan diberikan kepada Paman pangeran sebagai bukti jika misi sudah berhasil.


Keesokan paginya, buku-buku yang telah selesai diperbanyak mulai diperjualbelikan. Penjaga bayangan suruhan Paman pangeran menjaga toko buku, menata dan memajang buku-buku tersebut dengan rapi.


Awalnya, tidak banyak orang yang memperdulikan buku-buku baru itu. Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri, melintasi toko buku dengan cepat tanpa memberikan perhatian lebih. Namun, seorang pria berjalan perlahan melewati rak buku dan matanya terpaku pada nama penulis yang tertera di salah satu buku.


Pria memperhatikan dengan seksama anonim... Penulisnya adalah anonim?


Penjaga toko buku menatap pria tersebut dan menjawab dengan senyum seorang pedagang,"Ya, benar. Apakah ada yang menarik perhatian Anda?


"Anonim adalah nama yang sangat aneh tapi dia adalah penulis kisah terakhir Menteri Fu yang populer. Kisah itu laris manis kemarin. Bagaimana mungkin penulis itu telah menulis buku lain?"kata pria itu yang penasaran dengan isi buku cerita.


"Ohh Ternyata Anda adalah orang yang peka terhadap karya-karya anonim .Ya, dia memang menulis buku ini juga. Buku terakhirnya mencapai kesuksesan besar, dan buku ini sepertinya juga akan mendapat sambutan yang baik"


Pria segera memegang buku dengan penuh minat. dia ingin tahu apakah ada cerita yang bagus juga kali ini.


"Saya sangat menyukai gaya penulisannya. Saya yakin buku ini juga akan menghibur dan memikat. Berapa harganya?"


"Harganya adalah sepuluh koin per eksemplar"


Pria itu segera menyerahkan uang dan membeli buku dan pergi dengan bersenandung kecil.


Ketika pria itu pergi, orang lain di sekitarnya mulai memperhatikan buku tersebut. Mereka mulai membaca sinopsis dan melihat nama penulisnya. Komentar dan desas-desus mulai menyebar.


" Apakah itu buku yang ditulis oleh penulis yang terakhir kali menulis kisah Menteri Fu?"


"Benar sekali! Kisah Menteri Fu itu sangat populer. Sepertinya buku ini juga menjanjikan"


" Saya sudah mendengar bahwa buku ini memiliki narasi yang menarik dan karakter yang kuat. Saya penasaran untuk membacanya"


Seiring berjalannya waktu, buku yang baru diperjualbelikan semakin banyak diminati oleh pembaca. Kabar tentang penulis yang terkenal dengan kisah Menteri Fu pun menjadikan buku ini semakin diminati. Dengan reputasi buku terakhirnya yang sukses, buku baru ini juga mendapatkan popularitas yang melonjak tinggi.


Beberapa hari setelah buku Zhang Fei yang baru diperjualbelikan, beberapa orang yang telah membeli dan membaca buku tersebut mulai terkejut dengan kemiripan karakter di dalamnya dengan seorang menteri yang ada di pengadilan Dayun.


"Ini benar-benar menarik. Karakter utamanya, Liang Xuan, begitu mirip dengan Menteri Liang di pengadilan Dayun"


Orang kedua juga mengangguk setuju dengan cepat."Ya, saya juga memperhatikannya. Caranya berbicara, sikapnya, bahkan keputusan-keputusannya sangat mirip dengan Menteri Liang"


"Bagaimana mungkin penulis ini bisa mengetahui segala hal tentang Menteri Liang? Apakah dia memiliki akses khusus ke pengadilan?"


" Mungkin dia memiliki sumber informasi yang sangat akurat. Atau mungkin saja dia memiliki hubungan dekat dengan pengadilan"


" Mungkin benar. Namun, itu membuat buku ini terasa semakin menarik. Bangsawan ini jadi penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita ini"


"Memang, ceritanya begitu menarik dan realistis. Saya sendiri tidak sabar untuk melihat bagaimana perkembangan karakter Liang Xuan yang asli dan apa yang akan terjadi dengan pengadilan Dayun setelah ini, ckckck "

__ADS_1


Ketika berita tentang kemiripan karakter dalam buku dengan Menteri Liang menyebar, minat masyarakat semakin meningkat. Orang-orang penasaran dan ingin mengetahui apakah ada kaitan antara buku tersebut dengan pengadilan sebenarnya. Diskusi tentang buku ini pun semakin sering terjadi di kalangan pembaca.


Perbincangan tentang kemiripan karakter dalam buku dengan seorang menteri di pengadilan Dayun menjadi topik hangat di kalangan pembaca dan penggemar literatur. Semakin banyak orang yang ingin membaca buku tersebut untuk mencari tahu apakah ada cerita tersembunyi di balik kemiripan tersebut.


__ADS_2