
Jendral Su dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang kuat tentang keberadaan sang Putri yang ternyata orang yang benar-benar tidak bisa dia pikirkan.
Karena bisa dikatakan dia sebagai orang yang baru saja masuk ke dalam anggota Tim,pil kesetiaan. Dia harus bertanya lebih lanjut pada Xu tua untuk itu.
Di sini lah dia dikejutkan lagi tentang informasi yang tidak kalah menarik.
misalnya penemuan garam dari yodium.
istana sudah mau mendapatkan keuntungan besar dari produk garam ini dan semua orang mengetahuinya termasuk dengan rakyat jelata sekalipun tapi tidak ada seorangpun yang pernah bertanya siapakah penemu resep tersebut.
"Dulu aku menduga-duga jika dia adalah orang yang memiliki kepentingan tersendiri .Namun ini mendesak kami untuk menyelidikinya lebih dalam . Pada penyelidikan, ada beberapa hal yang begitu mencengangkan sekali.Ah Jenderal, kau tidak akan pernah kan Haha "
Jendral Su menolak untuk masuk ke dalam gerbong kereta. dia malah tertarik untuk berbicara lebih lanjut kepada Xu tua.
Bukan saja garam, penanaman anggur dan ratusan resep masakan di ibukota,dia juga yang menyumbangkan ini.
Peternakan ikan juga aneh awalnya tapi putri berhasil membuat ikan. Di kembang kan tanpa pergi ke laut lepas.Bahkan teknologi ini di tiru oleh banyak pihak dan mereka menjualnya di berbagai kota.
Seorang budak atau seorang penyewa di Zhuangzi semuanya akan berbangga hati jika menyebut diri mereka bekerja di bawah sayap sang putri .Ini karena tingkat kehidupan mereka meningkat secara signifikan karenanya.
Tahun ini para budak dan para penyewa bahkan bisa membeli pakaian baru. Bukan itu saja musim dingin ini mereka bahkan tidak kedinginan, ada sistem pemanasan kang yang di berikan secara gratis.
Jadi para penyewa di Zhuangzi lain, banyak yang merasa iri.
Bukankah mereka sama-sama penyewa, bukankah mereka sama-sama budak .Tapi kenapa kehidupannya bisa berbeda.
"Jika ada tempat, beberapa orang ingin menjual diri ke istana kecil katanya, hahaha"
Jika di tanya kenapa bisa begitu.
Nah pola pikir dari sang Putri lah yang membuat semuanya menjadi nyata.
"Ah jenderal,tau kaca Hem cermin?" tanya xu tua. Dari cara bicaranya dia terlihat begitu bangga seolah-olah yang disebutnya adalah anaknya sendiri.
Ah kapan dia bisa menikmati rasa keterkejutan dari sang kan.
"Hei jangan bilang, jika itu juga buatan sang Putri?" tanya seseorang yang mendengar itu.
"Hahah betul sekali "
beberapa orang mengetahui jika produk kaca yang menghasilkan cermin Dan juga botol-botol cantik sebenarnya dibeli dari negeri lain dan dibawa oleh pengusaha.
Tapi Xu tua sudah menyelidiki asalnya dan dia terkejut jika sebenarnya itu masih dari ibukota sendiri dan diproduksi oleh sang putri secara diam-diam.
Tingkat kepopuleran produk kaca benar-benar di luar nalar dan itu sekarang tersebar di berbagai negara sekaligus.
Para pengusaha kaca ,setengahnya adalah mantan para pengemis, mereka bisa dikatakan menjadi kaya mendadak karena produk itu.
Jika dirunut modalnya hanya sekian dan untung dari penjualan itu bisa puluhan kali lipat.
Bayangkan saja cermin yang sebesar telapak tangan sebenarnya dihargai dengan 50 keping perak.
Setiap hari ada puluhan pengemis yang memindahkan produk kaca ke kapal-kapal untuk dijual di negeri lain.
Belum lagi yang dijual di ibukota semuanya disegel dan disebutkan dari negeri luar.
"jika yang kau katakan adalah hal yang sebenarnya bukankah itu artinya putri bisa dikatakan orang yang paling kaya di dayun ini ?" kata jenderal tercengang.
Dia bukanlah pria yang pandai berhitung tapi mendengar dari sebutannya saja dia sudah bingung.
Teknologi membuat kaca ini benar-benar lebih menguntungkan daripada garam.
Tapi kenapa teknologi ini tidak diserahkan kepada negara bukankah ini akan membantu negara agar lebih makmur?
Tapi sekarang beberapa orang juga berpikir tentang kekayaan sang Putri. Apakah hanya dengan produk kaca dia benar-benar menjadi orang kaya yang bisa mengumpulkan emas batangan.
"Oh Jenderal, kau salah kali ini . Dia memang orang yang paling kaya, kekayaan nya bahkan melampaui Kaisar sendiri.Hahaha bukankah itu hebat?"
__ADS_1
beberapa orang yang tertarik dengan pembicaraannya juga berspekulasi apa tujuan dari dia melakukan itu dan kenapa Paman Pangeran bisa berpura-pura menjadi orang bodoh selama bertahun-tahun.
Berapa orang berspekulasi jika Paman Pangeran juga memiliki ambisi besar. Tapi dipatahkan dengan kenyataan jika saat ini Paman Pangeran sedang mencari penawar racun untuk Kaisar.
Dia adalah orang yang mendukung naiknya pangeran ke-4.
Jika dirinya memiliki obsesi kenapa dia tidak naik sendiri .Ditambah lagi dengan bantuan pil kesetiaan bukankah untuk menjadi Kaisar itu hanya dengan jentikan jari saja.
Semua orang asik berbicara dan pada akhirnya setuju jika pasangan ini sebenarnya tidak memiliki ambisi besar.
Bahkan sang putri bisa saja menjadi ratu dan Kaisar sendiri di negeri yang sudah dia pikirkan.
Ahh apa itu Dayun kan.
Dibandingkan dengan kekayaannya sendiri Kaisar dari Dayun pun tidak bisa dibandingkan sama sekali.
Jadi ini memperkuat argumentasi jika mereka memang orang-orang yang hanya ingin santai tanpa perlu ribet.
Jendral Su semakin mengagumi pasangan ini dan dia semakin yakin jika pilihannya adalah benar.
selagi mereka berdua berbicara sebenarnya adik perempuan dari jendral su sudah pun bangun.
begitu tahu kenyataannya Jika dia sudah melakukan heli atau cerai, dia tidak bisa menahan tangis dia dan menjerit-jerit di dalam gerbong kereta.
awalnya Jenderal sumat tertekan mendengar teriakannya walaupun pernikahan itu hanya sebentar dan memiliki durasi keintiman beberapa hari saja. tapi sebenarnya sangat buruk melakukan heli di era ini.
tapi setelah mengetahuinya dia tidak lagi merasa bersalah dan berpikir jika ini adalah keberuntungan untuk dia dan adik perempuannya itu.
Lebih baik pergi lebih awal daripada tinggal dan menunggu kematian. Jika lawan dari pangeran ketiga adalah putri Zhang Fei, maka dia sudah dipastikan akan jatuh dalam kubangan darah dan kegagalan total.
"bersabarlah adikku, giliranmu untuk berbahagia belum tiba.Tapi kau harus belajar dari sang Putri bagaimana untuk menghargai diri sendiri. Menangislah hari ini tapi tertawalah setelahnya seperti putri Peipei"guman nya pelan
Pada saat yang sama,Zhang Fei sama sekali tidak menyangka jika sekarang dia punya klub pengemar dan fanatik nya sendiri.
Sekarang dia di hadapan kan dengan Paman pangeran yang ingin mengetahui informasi tentang beberapa hal secara langsung.Mungkin karena dia , sudah lama ketinggalan berita terkini kan.
Kaisar saat ini sedang terbaring lemah di ranjangnya.Jika di banding kan dengan kemaren, wajah nya jelas sudah sedikit memerah.
Tapi para Tabib masih tidak bergerak dari sana untuk memastikan Kaisar sudah lebih baik.
Kata kaisar juga sudah terbuka, jadi dia sudah bisa memahami kondisi lingkungan nya
Satu hal yang di pikir kan oleh nya adalah, keracunan, penghianatan terselubung.
Hanya saja dia tidak bisa berpikir siapakah ini orang nya.
"Suamiku, aku baru tahu jika kau sebenarnya adalah adik laki-laki yang baik ckckck "
"Oh cepatlah , putri, ini adalah masalah hidup dan mati.hem ?"
"Oke lah, Hem begini ya"
Saat ini,Kaisar terbaring lemah di atas ranjangnya, matanya perlahan terbuka setelah berhari-hari dalam keadaan tertutup. Cahaya redup dari luar memasuki kamar, menerangi wajahnya yang pucat. Meskipun matanya terbuka, pandangannya tampak kabur dan lemah.
Wajahnya yang dulu begitu perkasa dan berwibawa kini tampak lelah dan penuh dengan tanda-tanda kelemahan. Kulitnya terlihat mengendur, mengungkapkan betapa kurusnya tubuhnya. Tangannya yang dulu kuat dan gagah kini hanya terkulai lemas di sampingnya.
Meskipun dia sudah terbangun, nafsu makannya sepertinya sudah lama hilang. Sepotong makanan yang tersisa di meja di samping ranjangnya tetap utuh dan tak tersentuh. Matanya menggeliat lemah mencoba untuk mencari sesuatu, tapi wajahnya hanya mencerminkan keletihan dan kekosongan.
Kaisar mencoba bangkit dari ranjangnya dengan gerakan gemetar, tangannya yang lemah mencoba mendukung tubuhnya yang rapuh.Debelum dia bisa melangkah lebih jauh, beberapa kasim kecil yang setia dan waspada segera bergerak mendekatinya.
Mereka datang tanpa perlu diinstruksikan, tatapan khawatir tergambar jelas di wajah mereka saat mereka dengan lembut menopang Kaisar. Tidak ada kata-kata yang diucapkan, namun kehadiran mereka mengungkapkan rasa hormat dan kepedulian yang mendalam terhadap Kaisar yang sakit.
Namun Kaisar melepaskan tangan mereka dengan lemah dan dengan lembut menggeleng. "Tidak perlu, cukuplah," gumamnya dengan suara yang lemah.
Kasim-kasim kecil itu saling bertukar pandangan, masih enggan untuk mundur karena khawatir akan kesehatan Kaisar.
Dengan hati berat, kasim-kasim itu akhirnya mundur beberapa langkah, memberi ruang bagi Kaisar untuk mencoba bangkit sendiri. Kasim tua yang berdiri dengan tenang, matanya penuh pengertian namun juga prihatin.
__ADS_1
Ada riak kesulitan di wajah tua nya yang keriput.
Kaisar berpegangan pada ujung ranjang, berjuang untuk menstabilkan dirinya. Wajahnya yang pucat dan mata yang lelah memperlihatkan rasa sakit yang dia rasakan, tetapi juga keinginannya untuk tetap menjaga martabatnya sebagai seorang pemimpin.
"Kasim tua," panggil Kaisar dengan suara perlahan, meminta kasim tua itu mendekat.
Kasim tua mengangguk, dia mendekati Kaisar dengan hati-hati.
Kaisar menatap Kasim tua dengan pandangan tajam, kekhawatiran tergambar jelas di matanya.
"Kasim tua, kaisar ini ingin tahu kebenaran yang sebenarnya. Apakah penyakit ini benar-benar hasil dari racun atau ada kemungkinan lain?" tanya Kaisar dengan suara lemah.
Kasim tua mengangguk perlahan, menghela nafas sejenak sebelum menjawab dengan hati-hati, "Para tabib istana telah memeriksa Kaisar dengan seksama dan hasil pemeriksaan mereka menunjukkan bahwa tidak ada indikasi racun dalam tubuh Kaisar. Tetapi tentu saja, kita tidak bisa sepenuhnya mengabaikan kemungkinan lain."
Kaisar menatap lantai dengan wajah penuh pertimbangan. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres, dan kecurigaannya tumbuh seiring dengan hilangnya kekuatannya.
"Kasim tua ,ada kemungkinan bahwa seseorang atau beberapa orang mungkin memiliki peran dalam penyakit ini, bukan? Seseorang yang ingin melihat kaisar ini lemah dan tak berdaya," ujar Kaisar, suaranya meningkat dalam kegeraman.
" Tapi hingga saat ini, kami tidak memiliki bukti yang jelas. rendahan ini yakin tim tabib istana akan terus berusaha mencari tahu penyebab sebenarnya."
Kaisar menggertakkan giginya dengan marah, perasaannya bercampur aduk antara sakit dan amarah. Dia merasakan perasaan tidak berdaya saat tubuhnya terasa rapuh, tidak seperti penguasa yang kuat.
Dia adalah seseorang yang sudah berjalan lama di jalan ini. karena itu dia sangat yakin dirinya sedang diberdaya dalam diam.
Tapi bagaimana untuk membuktikannya jika tabib saja tidak menemukan penyakit aneh di tubuh ini.
Sebenarnya racun apa yang sudah aku derita?"pikirnya di dalam hati
"Ada seseorang di balik semua ini, Kasim tua. Seseorang yang berusaha menghancurkanku. tapi kaisar ini tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban tanpa melawan," ucap Kaisar dengan mata membara.
"Kita akan mencari tahu kebenaran, Kaisar. Tapi ingatlah, kesehatanmu yang utama. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk melindungimu." sejujurnya kasih tua juga memiliki pendapat yang sama persis dengan Kaisar tapi dia bukanlah tabib yang bisa memeriksa kondisi di dalam tubuh Kaisar saat ini.
Dia sudah mendampingi Kaisar sejak di usia muda Jadi bagaimana mungkin dia tidak memiliki metode pembunuhan dengan cara ini.
Bahkan Kasim tua adalah salah satu dari sekian banyaknya orang yang membantu Kaisar naik tahta dengan cara melumpuhkan saingan beratnya yaitu saudara-saudara Kaisar sendiri.
Jadi dia cukup mengerti jika saat ini kondisinya benar-benar mengkhawatirkan dan mungkin ini karena perebutan tahta tadi.
Tapi Kasim tua, tidak pernah berpikir jika para pangeran akan bertindak sejauh ini bahkan tega menyakiti kaisar yang saat ini adalah ayah kandung mereka.
Kaisar sendiri tidak pernah berpikir untuk melumpuhkan ayah kaisarnya dulu ,waktu dia masih menjadi pangeran.
Hum rupanya pemikiran orang ini lebih maju daripada dirinya sendiri.
Tapi...
Kaisar menatap Kasim tua dengan tatapan tajam, matanya mencari kebenaran di dalam ekspresi wajah tua itu. "Kasim tua ,apakah kalian sudah berhasil mengungkap identitas penulis anonim? Apakah kita telah menemukan siapa yang berusaha meracuni Kaisar ini?"
Betapa inginnya Kaisar jawaban iya dari Kasim tua yang setia ini ,tapi sayangnya dia harus kecewa ketika melihat Kasim tua menggelengkan kepalanya perlahan, "Sayangnya, Kaisar, hingga saat ini kami belum berhasil mengungkap identitas sebenarnya dari penulis anonim tersebut. Semua upaya kami masih belum membuahkan hasil yang memuaskan."
Kaisar merasa seakan-akan pukulan berat mendarat di dadanya. Segala harapannya tiba-tiba runtuh dan rasa putus asa mulai merayap masuk ke dalam pikirannya. Bagaimana mungkin dia, sang Kaisar, yang memiliki segala sumber daya dan kekuasaan, tidak bisa menemukan orang yang berusaha menghancurkannya?
Ini pastilah dia, penulis anonim yang melakukan nya.Tapi siapakah dalang di balik nya.
Tiga pangeran sudah dikirim keluar ibukota secara serentak dan buku masih saja di rilis.Ini membuktikan jika penulis ini adalah seseorang yang masih berada di dalam ibukota.
Karena itu kecurigaannya terhadap tiga pangeran sudah dihapus tapi malah menjadi semakin bingung saja.
Kepala Kaisar segera berputar-putar.
Percakapan batin berkecamuk di dalam pikiran Kaisar. Dia merenungkan kata-kata Kasim tua sambil merasakan rasa frustasi yang mendalam. "Penulis anonim ini, dia haruslah pelakunya. Siapa lagi yang mungkin memiliki motivasi sebesar ini untuk melukai aku? Tapi sayangnya, aku masih belum memiliki bukti yang cukup untuk mengaitkan semuanya."
"Ini adalah musuh yang paling kuat yang pernah aku hadapi. Dia pandai menyembunyikan jejak dan membuat dirinya tidak terdeteksi. Aku harus menemukan bukti nyata, aku harus mengungkap identitasnya."
Raut wajah Kaisar menampilkan campuran antara keteguhan dan keputusasaan. Dia tahu dia harus terus berjuang, bahkan dalam keadaan sakit seperti ini. Musuhnya mungkin kuat, tetapi dia tidak akan menyerah begitu saja.
Dulu dia bisa membungkam pangeran lain dengan taktik tapi dia sekarang harus kalah dengan seseorang yang bahkan tidak memperlihatkan wajah nya.
__ADS_1
Huh racun ini pastilah ,dari anonim itu ,iya kan.