Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
106


__ADS_3

Putri Istana kecil dan Pelayan Budaknya bersiap untuk enghadiri Acara Perkebumian Pangeran ke enam.


Putri Istana duduk di depan meja rias dengan pelayan budaknya, Gadis persik.


Saat ini Zhang Mei yang membantu merapikan rambut dan memakai pakaian yang sesuai.Dia datang dengan alasan berkabung atas nama pangeran ke enam


Tapi sebenarnya dia sedang meminta hubungan baik dengan Zhang Fei demi meminta kerjasama untuk mendukung pangeran ketiga tentunya.


Putri Istana terlihat sedih " kakak Mei, aku tidak pernah berpikir bahwa aku harus menghadiri acara perkebumian pangeran, terutama ketika dia adalah keponakan suamiku. Ini adalah saat yang sulit bagi keluarga kerajaan kita"


Mei Ling memandang lembut ke arah Putri Istana, tapi kelembutan yang jelas di penuhi dengan rasa jijik dan kebencian terhadap zhang Fey."Ya, Yang Mulia. Ini memang waktu yang sulit bagi kita semua. Namun, sebagai anggota keluarga kerajaan, kewajiban kita adalah memberikan penghormatan terakhir kepada pangeran yang kita sayangi" katanya tapi bdi dalam hati dia berpikir lain.


"Anak selir yang sedang memanjat pohon kerajaan, betapa sombong nya dia"pikir Zhang Mei dalam senyum manisnya.


Putri Istana mengangguk perlahan dan pura pura sedih "Kamu benar, kakak tertua Mei Meskipun aku merasa sedih, aku harus berani menghadapi keadaan ini. Aku harus mendukung suamiku dan keluarga kerajaan dengan kehadiran ku di acara ini.


Sementara itu suasana dalam istana sedang dipersiapkan untuk acara perkebumian. Pelayan dan bangsawan bergerak dengan sibuk, dan kerumunan berkumpul di luar tempat peristirahatan pangeran ke Enam.


Hal ini sudah biasa jika terjadi kematian dalam kerabat kerajaan.Mereka akan di sibuk kan selama beberapa hari penuh.


Ini membuat Zhang Mei harus menahan hati. Padahal dia sangat ingin bertemu dengan pangeran ketiga tentang posisi nya sebagai selir samping ini.Tapi pangeran ke enam mati mendadak sehingga rencana nya berubah total.


Tapi Zhang Mei tetap mengatur pakaian Putri Istana tanpa perubahan wajah" yang Mulia, Anda terlihat sangat anggun dan mempesona. Anda akan menjadi sorotan di antara semua orang di acara ini"


Hei ini adalah acara berkabung bukan kontes kecantikan oke.Tapi Zhang Fei pura-pura tidak mendengar nya.


Putri Istana memandang ke arah cermin perunggu dengan sedih" Terima kasih, kakak Mei Tetapi pada saat seperti ini, kecantikan dan gaya tidaklah terlalu penting. Yang lebih penting adalah menghormati pangeran yang telah pergi dan menunjukkan dukungan kita kepada keluarga kerajaan."


Zhang Mei memandang nya dengan penuh empati "Anda selalu bijaksana, Yang Mulia. Kakak perempuan yakin Anda akan menjadi sumber kekuatan bagi suamimu dan keluarga kerajaan dalam saat-saat sulit ini"


Setelah merasa semua persiapan itu selesai pada akhirnya zhang fei berjalan dengan Zhang Mei dan bersama-sama naik di dalam kereta kuda yang sama.


Tidak ada pembicaraan di dalam gerbong kereta waktu itu .karena Zhang Fei lebih memperlihatkan wajah sedih seolah-olah dia benar-benar berduka dengan kematian sang pengeran.


Putri Istana dan Zhang Mei bergabung dengan kerumunan yang berkumpul di luar tempat peristirahatan pangeran keenam ,suasana hening dan haru menyelimuti seluruh area

__ADS_1


Zhang Mei dengan lembut berkata dengan gaya seorang kakak yang penuh kasih "Yang Mulia, mari kita berdoa untuk pangeran yang telah pergi. Semoga rohnya diberkahi dan menemukan kedamaian di alam yang lain"


Putri Istana juga memegang tangan zhang Mei " Ya, kakak Mei. Mari kita bersama-sama berdoa untuk keselamatan dan ketenangan roh pangeran. Semoga dia mendapatkan tempat yang terhormat di antara leluhur kita"


Suasana suram dengan musik peringatan memainkan latar belakang, prosesi pemakaman dimulai. Pendeta kerajaan memimpin upacara dengan membaca doa-doa.


Di berbagai titik masih terdengar suara isak tangis dengan begitu banyak suara-suara yang mengagungkan almarhum.


Nuansa putih di berbagai area benar-benar mewujudkan juga negara saat ini sedang dalam kondisi berkabung.


Biksu besar memandang ke kerumunan.Tidak lupa dengan lantunan doa di mulut nya.Beberapa biksu kecil juga sedang fokus mengetuk ikan kayu.


" Mari kita bersama-sama merenungkan kebesaran Pangeran ke enam dan perannya yang penting dalam masyarakat kita. Semoga rohnya diberkahi dan mendapatkan tempat terhormat di dunia yang lain"Kata biksu besar.


Perlu beberapa waktu sebelum dia selesai membaca doa.


Tidak lama kemudian biksu besar turun dan meminta agar prosesi dilanjutkan. peti mati almarhum akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.


"Huwa... pangeran kenapa tega,huhu...


"Pengeran ke enam....


Teriakan demi teriakan dilontarkan tidak membuat proses ini dihentikan tapi Prosesi masih berlanjut dengan pelayat yang membawa bunga dan membaca puisi penghormatan. Mereka mengikuti peti mati yang diarak oleh orang-orang terpilih.


Di antara orang-orang itu tentu saja ada pangeran yang tersisa dan juga dengan paman pangeran yang sepertinya masih bersikap dengan main-main.


Zhang Fei dihitung sebagai bibi dari almarhum jadi dia juga ikut dalam prosesi ini. Karena menangis ada sesuatu yang diharuskan maka sampai juga sudah bersiap dari rumah dengan beberapa bawang yang disimpan di dalam kantong.


Walaupun dia tidak memiliki berinteraksi dengan almarhum namun begitu posisinya mengharuskan dia untuk tetap meratap.


Semakin sedih seseorang maka dikatakan hubungan orang itu dengan almarhum semakin bagus. Karena semua orang sudah mengetahui siapa yang dengan begitu dia tidak perlu menangis dengan begitu keterlaluan.


Walaupun dia tidak boleh mengeluarkan suara yang bergetar tapi mata yang merah dan juga beberapa tetes air yang keluar dari mata itu .Membuat semua orang tidak lagi mencibirnya sebagai bibi yang tidak memiliki perasaan.


"Aduh capek banget ya, mau dikuburin aja begitu repot" kata Zhang Fei.

__ADS_1


("Sayang ini mah masih lumayan jika kamu jatuh ke sebuah destinasi berbeda mungkin kamu akan lebih merana lagi. ada destinasi yang mengatakan ketika pangeran meninggal istri dan para selir kesayangan juga harus dimasukkan ke dalam liang kubur.Untung saja di sini tidak memakai prosesi semacam itu jika tidak habislah kau hehehe ")


"Apa,ih amit amit deh"


Di tempat pemakaman yang megah, peti mati Pangeran ke empat ditempatkan di dalam makam yang dirancang khusus. tidak lupa dengan suara isak tangis yang semakin kencang saja begitu peti mati di turunkan di liang lahat. sampailah lubang dikubur itu ditutup lagi dengan tanah-tanah keras.Upacara pemakaman terakhir dilakukan dengan khidmat.


Seorang menteri yang bertugas sebagai pembawa acara,berdiri di depan makam Pangeran ke-enam.


Dia berkata"pangeran ke enam, dalam hidupmu, engkau telah membawa kehormatan bagi keluarga dan masyarakat kita. Semoga rohmu diberkahi dan menemukan kedamaian abadi di alam yang lain.


Biksu kerajaan membaca doa terakhir dan upacara pemakaman selesai.Ada wajah wajah yang tidak di kenali di sana.


Kata sistem itu adalah orang-orang dari istana ke pangeran ke-6. Meskipun pangeran ke-6 usianya masih kecil tapi dia juga sudah memiliki tunangan. Jadi tunangan hari ini datang dan menangis paling keras dalam acara terakhirnya.


Zhang Fei tidak begitu peduli dengan apa yang dikatakan dalam tangisan itu. Hanya saja dia peduli tentang waktu kapan boleh meninggalkan tempat ini.


Tidak jauh dari situ Zhang Fei juga bisa melihat keberadaan paman pangeran yang masih dalam posisinya sebagai orang bodoh.


Terkadang dia tertawa dan juga terkadang dia menangis tersedu sedu di depan makam. Karena dia adalah orang dewasa yang memiliki otak anak-anak jadi tidak ada yang menanggapi serius dengan apa yang sedang dia lakukan.


Begitu juga dengan zhang Fey tentunya. Jika dia suka dengan identitas itu maka biarkan saja.


Tidak lama kemudian ritual pemakaman ini benar-benar berakhir. Hal ini ditandai dengan penulisan nama almarhum pada sebuah tabel kematian. Tabel ini kemudian dibawa pergi oleh seorang jenderal. Nantinya tabel akan disimpan di pelataran keluarga. Satu waktu tabel inilah yang akan dihormati oleh beberapa orang yang memang ingin melakukan ritual itu.


Segera setelah tabel di bawa pergi, Orang-orang meninggalkan tempat pemakaman dengan perasaan haru dan penghormatan.


Begitu juga dengan zhang Fey yang bahkan tidak ingat kemana perginya Kakak tertua tersayang.


Dia tidak peduli sama sekali yang dia peduli adalah bagaimana kembali lebih cepat dan menikmati hari-harinya di kamar sambil berguling-guling di ruang penuh AC.


Wakil Kepala Istana dan Konselor berbicara setelah prosesi pemakaman selesai.


Wakil Kepala Istana "Prosesi pemakaman Pangeran keenam berjalan dengan baik. Semoga rohnya tenang dan masyarakat kita tetap menghormatinya dalam ingatan kita.


"Benar sekali. Kehidupan dan perjalanan Pangeran ke enam akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kita"

__ADS_1


Sejarah kelam di dalam istana yang tidak bisa di katakan dengan mudah.Ini akan jadi rahasia umum dimana pertarungan antar saudara untuk duduk di kursi putra mahkota sangat berdarah.


__ADS_2