
Pangeran Keempat, yang tidak memiliki pengalaman perang sebelumnya, memimpin rombongan dari atas kuda di depan. Di belakangnya, 500 prajurit berkuda dengan setia mengikuti jejaknya.
"pengeran ke empat, masuklah ke dalam gerbong kau harus menjaga staminamu agar tetap fit"kata kasim nya.
"Kasim aku tidak memiliki pengalaman apapun.Tapi aku masih harus belajar untuk mengenal rakyatku dan apa yang kurang dalam negara ini"katanya dengan mantap.
Perjalanan mereka menuju medan yang sulit dan berbatu telah dimulai. Jalan yang mereka tempuh terjal dan penuh dengan bebatuan yang menyulitkan perjalanan. Kuda-kuda mereka harus melompati batu-batu besar dan menavigasi jalur yang sempit di antara lembah dan jurang.
"Pangeran keempat, Karena itulah kau harus beristirahat. lihatlah rakyatmu dari dekat, semoga di masa depan pangeran keempat bisa menjadi pemimpin yang murah hati dan selalu dipuji oleh rakyatnya karena bijaksana dan memiliki hati yang baik"puji kasim lagi.
Mereka berjalan lebih dari satu minggu. dalam waktu itu pangeran keempat hanya masuk ke dalam gerbong sesekali saja.
Hal ini membuat Kasim itu khawatir takutnya tubuh pangeran ke-4 tidak kuat menerima perubahan ini.
Pangeran Keempat merasa gugup namun juga penuh semangat. Meskipun ia tidak memiliki pengalaman perang sebelumnya, ia menyadari pentingnya tugas yang diembannya dan tekad untuk menjalankannya dengan sebaik-baiknya.
"Kasim sampai kapan aku harus menjadi kura-kura yang selalu bersembunyi di balik tempurungnya.Aku adalah keturunan naga dan aku tidak boleh menjadi tikus sekarang. Paling tidak aku harus berjuang agar bisa hidup"Katanya.
Para prajurit di belakangnya, meskipun mungkin juga merasa cemas dengan kondisi pengeran ke empat.Tapi mereka tetap setia mengikuti perintah pangeran
Mereka terlatih dalam berkuda dan terampil dalam menghadapi medan sulit seperti ini sudah biasa tapi pengeran ke empat agak lemah dalam kondisi seperti ini.Dia belum terbiasa.
Tapi pangeran ke empat bersikeras untuk terus berjalan dengan kuda nya.
Saat mereka mendaki pegunungan yang terjal, kuda-kuda mereka harus berjuang melewati tanjakan yang curam dan berbatu. Setiap langkah harus hati-hati diambil untuk menjaga keseimbangan dan menghindari bahaya.
Pangeran Keempat memantau dengan cermat medan sekitarnya, mencari jalur terbaik untuk rombongan. Meskipun tanpa pengalaman, dia berusaha untuk menjadi pemimpin yang bijaksana dan mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan dan kesejahteraan pasukannya.
Suara lonceng dan derap kaki kuda menggema di lembah dan pegunungan, menciptakan suasana yang tegang namun penuh semangat. Meskipun jalan yang sulit, tidak ada rasa putus asa di antara mereka. Mereka percaya pada kepemimpinan Pangeran Keempat dan bersatu sebagai satu kesatuan yang tangguh.
Beberapa jam kemudian, hari sudah begitu sore, Kasim datang lagi ke hadapan pangeran ke empat.
" pangeran hari akan gelap di depan ada hutan kecil, kita harus bergegas melewati hutan itu jika tidak ingin kemalaman"katanya.
Pangeran menghentikan langkah kudanya dan berpikir sejenak. Dia tidak tahu apakah harus melanjutkan perjalanan atau lebih baik berhenti di sini saja.
Hari hampir gelap dan pangeran Keempat sadar bahwa terus berjalan di dalam hutan pada malam hari mungkin berbahaya dan membingungkan.
Pangeran Keempat berhenti sejenak, memandangi hutan yang gelap di depannya. Dia melihat ke arah prajurit-prajuritnya yang tampak kelelahan setelah perjalanan yang panjang. Dia memikirkan apakah mereka harus melanjutkan perjalanan atau berhenti membuat tenda untuk istirahat di tempat itu.
Pangeran Keempat berpikir dengan cemas"Kami sudah berjalan cukup jauh hari ini. Hutan ini tampak sangat gelap dan tidak terlalu familiar bagi kita. Jika kita terus berjalan di dalam hutan pada malam hari, kita mungkin tersesat atau bahkan berisiko menghadapi bahaya yang tidak terduga. Tapi jika kita berhenti di sini, kita mungkin terjebak di tengah hutan. Apa yang harus kita lakukan?"
Beberapa prajurit terlihat kelelahan dan mendorong untuk berhenti dan membuat tenda di tempat itu. Mereka tahu bahwa perjalanan lebih lanjut di malam hari dapat membawa risiko yang lebih besar.
"Pangeran, kita sudah sangat lelah. Terus berjalan di malam hari bisa sangat berbahaya. Saya pikir lebih baik kita berhenti di sini dan membuat tenda untuk istirahat. Kami bisa melanjutkan perjalanan besok pagi."
"Benar, Pangeran. Kita harus mempertimbangkan keselamatan pasukan kita. Jika kita memaksakan diri berjalan di malam hari, risiko kecelakaan atau tersesat akan meningkat. Biarkan kami beristirahat di sini."
Namun, beberapa prajurit yang lebih berani dan ingin segera mencapai tujuan mereka memberikan pendapat yang berbeda.
"Pangeran, jika kita berhenti di sini, kita akan kehilangan waktu berharga. Tujuan kita semakin dekat dan melanjutkan perjalanan di malam hari mungkin lebih cepat. Kita bisa menggunakan obor dan menjaga kewaspadaan tinggi. Saya yakin kita bisa keluar dari hutan ini dengan aman."
"Saya setuju. Kita tidak boleh membuang-buang waktu. Terus berjalan adalah pilihan terbaik. Kami telah berlatih untuk kondisi seperti ini dan kami bisa mengatasi tantangan yang mungkin muncul di malam hari."
Pangeran Keempat berpikir sejenak, mempertimbangkan pendapat semua orang. Dia menyadari pentingnya keselamatan pasukannya, tetapi juga ingin mencapai tujuan mereka sesegera mungkin.
" kita telah melalui banyak hal bersama dalam perjalanan ini. pangeran ini menghargai pendapat kalian semua. Kami akan melanjutkan perjalanan di malam hari. Tetap waspada, jaga kebersamaan, dan ikuti perintah dengan ketat. Bersiaplah dengan obor dan peralatan yang diperlukan. Kita akan melewati hutan ini dengan sukses dan mencapai tujuan kita. Maju!"
Prajurit-prajurit mengangguk dengan penuh semangat, siap menghadapi tantangan yang akan datang. Mereka mempersiapkan diri dengan cepat, memastikan semua peralatan dan obor siap digunakan.
Dengan langkah tegap, Pangeran Keempat memimpin rombongan mereka melalui pintu masuk hutan kecil.
__ADS_1
Segera Pangeran Keempat dan kelompoknya memasuki hutan. Pada awalnya, cahaya matahari masih menembus pepohonan, menciptakan suasana setengah gelap di dalam hutan. Di dalam hutan,di antara pepohonan besar dan rimbun menciptakan bayangan-bayangan yang misterius di sekitar mereka.
Pangeran Keempat memimpin kelompoknya dengan hati-hati, melintasi jalan setapak yang terbentang di tengah hutan. Mereka merasakan perubahan suhu, semakin lembap dan sejuk di dalam hutan yang rimbun ini. Udara terasa segar dengan aroma tanah basah dan keharuman dedaunan.
Namun, seiring dengan mereka semakin jauh memasuki hutan, cahaya matahari semakin berkurang. Bayangan-bayangan tumbuhan dan pepohonan mulai menutupi jalan setapak, meninggalkan hanya sedikit sinar yang tembus di antara cabang-cabang yang menjulang tinggi. Warna-warna sekitar mulai memudar, berganti dengan nuansa gelap yang mengindikasikan bahwa malam akan segera tiba.
Pangeran Keempat dan prajurit-prajuritnya mengatur langkah mereka dengan hati-hati. Mereka saling bergantung pada obor-obor yang menyala, menciptakan kilauan cahaya yang temaram di antara kegelapan hutan. Bunyi daun kering dan dahan yang retak terdengar di sekitar mereka, menciptakan suasana yang misterius dan tegang.
Pangeran Keempat berbicara dengan tegas "Tetap waspada, jaga kebersamaan. Kita akan melewati hutan ini dengan hati-hati. Periksa obor-obor dan pastikan kita tidak kehilangan jalur. Kita harus tetap bergerak maju."
Kelompok itu terus berjalan, menelusuri jalan setapak yang semakin terjal dan sulit. Suara angin yang berdesir dan hewan-hewan malam yang bersenandung menciptakan latar belakang suara yang mencekam di dalam hutan yang semakin gelap.
Ketika malam semakin mendekat, kelompok itu harus mengandalkan obor-obor mereka sepenuhnya untuk melihat jalur di depan mereka. Cahaya obor melintas di antara pepohonan dan menyinari jalan yang terbentang di hadapan mereka. Namun, masih ada kesulitan dalam menavigasi medan yang semakin sulit.
"Kita harus melanjutkan perjalanan. Terus jaga kebersamaan dan hati-hati dengan setiap langkah. Saya yakin kita akan keluar dari hutan ini."
Prajurit-prajurit mengangguk dengan tekad dan terus berjalan maju di dalam kegelapan hutan yang semakin dalam. Mereka saling memberi dukungan, menjaga kebersamaan dan tetap berfokus pada tujuan mereka.
Di tengah kegelapan hutan yang semakin pekat, mereka terus melangkah maju, mengatasi tantangan dan kecemasan yang muncul.
Mereka masih tidak menyadari bahwa puluhan pemanah bersenjatakan busur dan anak panah sudah bersiap menunggu di balik semak-semak dan pohon-pohon.
Saat kelompok tersebut mencapai suatu bagian yang lebih terbuka di dalam hutan, tiba-tiba anak panah meluncur dari kegelapan dan menerjang beberapa prajurit. Kegelapan hutan membuat sulit bagi kelompok untuk melihat musuh yang menyerang.
Sut...sut...sut...
"Serangan! Kita diserang dari segala arah!"
"Sembunyikan diri dan cari tempat perlindungan! Jangan membiarkan mereka mengincar kita!"
"Pangeran keempat, sembunyi di gerbong kereta, cepat "
Kelompok itu berusaha melindungi diri dengan berlindung di balik pepohonan dan semak-semak. Mereka berusaha melawan balik dengan menggunakan busur dan anak panah yang mereka bawa. Namun, jarak yang jauh dan kegelapan hutan membuat sulit untuk membidik dengan akurat.
Sementara itu, pemanah terus menembaki kelompok itu dengan kecepatan dan ketepatan yang mematikan. Anak panah melintas melalui kegelapan dan menciptakan suara yang mencekam ketika mereka mengenai sasaran. Beberapa prajurit terkena luka dan terjatuh ke tanah.
"Pangeran, kita harus mundur! Kita tidak bisa bertahan di sini!"
"Tidak! Kita tidak boleh menyerah! Kita harus mencari celah dan melawan balik!"
Dalam keadaan yang sulit, kelompok itu berjuang untuk bertahan dan melawan serangan musuh. Mereka saling melindungi satu sama lain, mencoba memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk melawan musuh yang tersembunyi di dalam kegelapan.
Kita harus tetap fokus dan bersatu! Jangan biarkan ketakutan menguasai kita. Kita bisa mengalahkan mereka!"
Kelompok itu mencoba untuk mengecoh musuh dengan bergerak cepat dan meluncur ke arah lain. Beberapa prajurit mengambil posisi yang lebih baik untuk membalas serangan, sementara yang lain terus bergerak maju dengan hati-hati.
"Ada celah di sebelah kiri! Serang mereka dari belakang!"
Mereka memanfaatkan celah yang berhasil ditemukan untuk melancarkan serangan balik. Anak panah dan serangan yang terampil meluncur dari pihak kelompok, mengenai beberapa pemanah musuh dan membuat mereka terkejut.
Pangeran Keempat berkat dengan semangat "Jangan menyerah! Kita bisa menghadapinya!"
Pemanah musuh terus mengeluarkan anak panah dengan kecepatan yang mematikan, sementara pasukan Pangeran Keempat berusaha melindungi diri dan menyerang balik.
"Waspadalah! Jaga perisai dan tetap bergerak!"
Pasukan Pangeran Keempat membentuk barisan, saling melindungi satu sama lain dengan perisai mereka. Namun, beberapa anak panah masih berhasil menembus pertahanan mereka, mengenai beberapa prajurit dan menjatuhkannya ke tanah.
"Arrghh! Aku terkena anak panah!"
Arghhh..
__ADS_1
"Sekarang giliran kita! Serang mereka!"
Pasukan Pangeran Keempat mencoba mengatasi serangan musuh dengan meluncurkan serangan balik. Mereka mengangkat panah mereka dan melepaskannya dengan cepat dan tepat ke arah pemanah musuh. Anak panah mereka bergerak dengan cepat melintasi hutan, mengenai beberapa pemanah musuh dan membuat mereka terjatuh.
"Tembaklah dengan tepat! Jangan lepaskan kesempatan!"
Namun, pertempuran terus berlanjut dan anak panah terus meluncur dari segala arah. Beberapa prajurit Pangeran Keempat terkena anak panah, dan mereka berjuang untuk tetap berdiri dan melanjutkan perlawanan.
Seorang Prajurit dengan napas tersengal-sengal berkata "Aku terkena... anak panah... tapi aku masih bisa... melawan!"
Prajurit menggenggam luka "Aku... tidak boleh... menyerah... aku harus... terus maju!"
"Kekuatan kita ada di dalam hati! Jangan biarkan luka mengalahkan semangat kita!"
Meskipun terkena luka dan keadaan sulit, pasukan Pangeran Keempat tidak menyerah. Mereka melanjutkan perlawanan dengan semangat yang tak tergoyahkan, melindungi satu sama lain dan melancarkan serangan balik terhadap pemanah musuh.
"Lakukan serangan gabungan! Kita bisa mengatasi mereka!"
Pasukan Pangeran Keempat bersatu dan melancarkan serangan gabungan. Mereka bergerak dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa, mengacaukan formasi musuh dan membuat mereka kewalahan. Anak panah mereka menghujani pemanah musuh, dan beberapa di antara mereka terjatuh tak berdaya.
"Kita berhasil mengatasi mereka! Tetap fokus dan tetap maju!"
Meskipun beberapa prajurit Pangeran Keempat terkena anak panah, mereka terus melawan dengan semangat yang tak tergoyahkan.
Pangeran Keempat berteriak "Tetap maju! Jangan menyerah!"
Adegan berlanjut dengan prajurit sisipan dari Paman Pangeran yang bangkit dan bergerak dengan cepat. Mereka menyusuri hutan dengan hati-hati, mencari lokasi persembunyian para pemanah musuh yang telah melumpuhkan pasukan Pangeran Keempat sebelumnya.
Prajurit Sisipan 1: (berbisik) "Kita harus menemukan mereka segera. Setiap detik berharga."
Prajurit Sisipan 2: (mengangguk) "Ya, kita tidak boleh membiarkan mereka melarikan diri dan menghancurkan pasukan kita."
Dengan penuh kehati-hatian, prajurit sisipan terus menyusuri hutan, melihat setiap sudut dengan seksama. Mereka menggunakan keahlian dan pengalaman mereka dalam menghadapi situasi seperti ini untuk mencari tahu di mana musuh bersembunyi.
Prajurit Sisipan paman pangeran sedang mengamati jejak."Aku melihat jejak mereka. Mereka harus berada di sekitar sini."
Prajurit Sisipan paman pangeran juga pergi untuk memeriksa lingkungan secara diam-diam."Perhatikan setiap pergerakan. Mereka mungkin mencoba mengelabui kita."
Dalam ketegangan yang mendalam, prajurit sisipan ini, terus bergerak dengan hati-hati dan siaga. Mereka menggunakan keterampilan bela diri mereka dan pengetahuan tentang taktik militer untuk memastikan tidak ada musuh yang terlewatkan.
"Di sana! Aku melihat beberapa gerakan di balik semak-semak."bisik seseorang.
"Hati-hati, mereka ada di sana! Bersiaplah untuk menyerang!"
Tanpa ragu prajurit sisipan ini melancarkan serangan kejutan ke lokasi persembunyian para pemanah musuh. Mereka menggunakan kecepatan dan ketepatan dalam melancarkan serangan, memanfaatkan setiap peluang yang ada.
"Serang mereka! Jangan biarkan mereka bergerak!"
Slas..
Slas..
Darah segar segera muncrat di mana mana, mereka adalah prajurit terlatih sehingga bisa berkerja secara diam-diam tanpa menimbulkan suara.
Dengan begitu satu persatu pemanah musuh jatuh satu persatu dalam kegelapan malam.
Dalam kekacauan dan keberanian, prajurit sisipan berhasil mengatasi para pemanah musuh. Serangan mereka yang tiba-tiba dan terkoordinasi membingungkan musuh, membuat mereka kehilangan kendali dan terpaksa bertahan.
Yang pasti dalam beberapa waktu,hujan panah berhenti dan beberapa prajurit maju untuk pergi melihat kondisi musuh.Baru setelah itu mereka tau jika mereka sudah mengalah kan pihak musuh.
"Kita berhasil! Kita mengalahkan mereka!"
__ADS_1
Segera pasukan Pangeran Keempat yang tersisa merayakan kemenangan mereka. Dalam adegan penuh kegembiraan dan kelegaan, mereka saling memberi hormat dan bersatu dalam keberhasilan mereka melawan para pemanah musuh.
Pada akhirnya pasukan jalan terus melewati hutan, takut nya bau darah akan memancing kedatangan hewan hewan buas.