Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
148


__ADS_3

Di dalam kamar tidur Zhang Fei, suasana tampak tenang dan sunyi. Lampu redup menghiasi ruangan yang dihiasi dengan perabotan tradisional Cina. Terdapat sebuah tempat tidur yang besar dan mewah di tengah ruangan, dengan kain berwarna merah muda yang melambangkan kelembutan dan keanggunan.


Zhang Fei dan Paman Pangeran terbaring di atas tempat tidur, keduanya tertidur pulas. Zhang Fei terlihat dengan rambutnya yang terurai dan sedikit berantakan, menambah kesan keanggunan yang alami. Wajahnya yang cantik dan tenang tampak terlelap dengan lelap. Sementara itu, Paman Pangeran, dengan rambut dan janggut yang sedikit kusut, terlihat tenang dalam tidurnya.


Keduanya mengenakan pakaian tidur yang nyaman, terbuat dari bahan sutra halus yang melambangkan kemewahan. Dalam keadaan mabuk, mereka saling bersandar dengan wajah yang sedikit memerah akibat pengaruh minuman anggur tadi malam. Mereka terlihat bahagia dalam tidur mereka yang nyenyak, tanpa menyadari keadaan di sekitar mereka.


Ruangan itu dipenuhi dengan keheningan, hanya terdengar suara pernafasan mereka yang lembut dan teratur. Di sudut kamar, sebuah lentera kecil berpendar lemah, menyorot keindahan ruangan dengan cahaya gemerlap.


Panorama kamar tidur Zhang Fei ini menciptakan suasana yang damai dan tenang, menunjukkan momen istirahat yang nyaman dan menghapus semua kekhawatiran dan beban dari kehidupan sehari-hari.


Tapi segera saja kedamaian itu terganggu dengan suara ketukan pintu yang berulang kali.


Tok ..tok.. tok..


Zhang Fei terbangun dengan kaget "Ada apa?!"Teriaknya yang menggosok matanya dan berusaha bangkit dari tidur.


Gadis Persik yang sedang berada diluar pintu menjadi gugup mendengar teriakan itu Tapi saat ini kondisinya sungguh benar-benar mendesak.


"Putri Ayo, cepatlah bangun! Ada pesan untuk Putri Istana, ini sangat mendesak!"


"Apa? Pesan untuk Putri Istana pergi ke istana negara? Tunggu sebentar!"


Zhang Fei segera melompat dari tempat tidur dan berlari menuju pintu.


"Kaisar sialan, nggak tahu orang lagi tidur apa?"pikirnya di dalam hati.


Gadis Persik menundukkan kepala ketika melihat Zhang Fei membuka pintu." Maafkan rendahan ini putri , Rendahan ini tidak bermaksud mengganggu tidurmu, tetapi ini benar-benar situasi yang mendesak. Kaisar memanggil Putri ke istana segera!"


"Oh tidak, aku tidak bisa terlambat. Gadis Persik, bisakah kamu membantu aku bersiap-siap? Tolong carikan pakaian formal untukku"kata Zhang Fei gugup.


"Tentu, putri"kata Gadis Persik.


Zhang Fei buru-buru mengenakan pakaian formal untuk menghadiri pertemuan di istana negara. Dalam keadaan terburu-buru, dia memilih pakaian yang elegan namun praktis.


Zhang Fei mengenakan jubah panjang berwarna biru gelap yang terbuat dari kain sutra halus. Jubah tersebut memiliki lengan panjang yang menutupi pergelangan tangannya. Di bagian kerah dan ujung jubah, terdapat hiasan bordir emas yang memberikan sentuhan mewah.


Di bawah jubah, Zhang Fei memakai baju dalam berwarna putih yang terbuat dari kain tipis yang memberikan kenyamanan saat bergerak. Baju dalam tersebut memiliki kerah berdiri yang memberikan kesan sopan dan anggun.


Untuk bagian bawah, Zhang Fei memakai celana panjang berwarna hitam yang pas di tubuhnya. Celana tersebut terbuat dari kain yang ringan dan elastis, sehingga memudahkan pergerakan Zhang Fei.


Zhang Fei juga memakai sepatu tradisional berwarna hitam dengan sol yang kokoh dan nyaman. Sepatu tersebut dirancang agar sesuai dengan gaya kerajaan dan memberikan stabilitas saat berjalan.


Meskipun dipakai secara buru-buru, Zhang Fei tetap terlihat anggun dan berkelas dalam pakaian formalnya. Dia siap menghadiri pertemuan kaisar.


Ketika dia sedang bersiap-siap, Zhang Fei sempat bertanya kepada sistem tentang tujuan pertemuan hari ini. Karena dia perlu bersiap-siap secara mental.


Maklum saja pertemuan kali ini bukanlah pertemuan antara teman dan juga antar Bupati dan rakyatnya .Tapi ini yang ditemui kali ini adalah seorang Kaisar yang agung,seseorang yang memiliki kemampuan dan keputusan tentang hidup dan mati seseorang.


("Kaisar sudah mendengar kemampuan dari putri dalam menanam anggur bahkan membuat anggur fermentasi. jadi dia ingin minta itu sebagai hak negara")


Wajah zhang Fei tiba-tiba pucat mendengarnya.


"Apa? Kaisar masih menginginkan produk anggur? Mama aku sudah memberikan garam untuknya sebagai investasi negara tapi sekarang dia masih menginginkan hal yang lain.ohh kenapa Kaisar ini begitu serakah?"

__ADS_1


Ketika zhang Fei menggeleng


gelengkan kepala ,gadis Persik tidak tahu apa yang dipikirkan olehnya. Dia pikir mungkin sang Putri sedang bingung karena dipanggil secara dadakan.


Mana dia tahu jika saat ini sang putri yang diagung-agungkan sedang mengumpat Kaisar di belakangnya.


("Putri negara benar-benar memerlukan dana yang tidak sedikit. Kaisar sudah sangat gembira melihat hasil dari penjualan garam tapi dia tidak puas.eh tahu nggak jika kemarin dia mengirim seseorang untuk membeli anggur fermentasi pembuatan kita. Ketika dia mencicipinya dia berpikir ini adalah gimana ya , Hem reaksi yang wow, elegan,famous dan spektakuler gitu")


Sebagai seseorang yang membuat produk itu menjadi ada, zhang fei tentu senang jika produknya dikagumi oleh kaisar pemimpin di negara dayun ini.


Tapi yang dia tidak senang adalah keinginan dari kaisar yang agung untuk memonopoli anggur dan juga fermentasinya.


Ahh Untung saja dia tidak memberikan metode penghasil kaca jika tidak, zhang Fei hanya bisa gigit jari.


"Mama , sepertinya tadi malam adalah pertama kali kita menikmati Angga fermentasi tapi juga yang terakhir kalinya mah, huh dasar Kaisar bodoh, nggak tau diri. Coba saja bikin pengaturan yang membuat segalanya setara kan nggak repot ini"


Selagi zhang Fei sedang bersiap-siap untuk bergerak keluar dari istana kecil, tiba-tiba saja Paman Pangeran datang dengan pakaiannya masih yang masih kusut.


Dia mengucek kan matanya sebentar dan menatap ke arah Putri yang sudah rapi.


"Putri ,Kau mau ke mana pagi-pagi sudah rapi?"katanya dengan pelan bahkan sedikit menguap karena rasa kantuk itu belum benar-benar pergi.


"Bodoh, ini bukan lagi pagi, ini udah siang tahu?"


"Oh apakah hari sudah siang, kenapa aku tidak tahu?"tanyanya yang masih dengan nada bodoh.


Zhang Fei hanya bisa memutar matanya dengan jengah .Saat ini Paman Pangeran bisa berpura-pura bodoh tapi dia tidak bisa melakukan hal yang sama.


Zhang Fei memutar tubuhnya dan menatap Paman Pangeran dengan tatapan yang ingin membunuh.


Untung saja gadis Persik sudah mundur duluan .Jika tidak mungkin dia juga akan tercengang dan lebih suka memukul kepala sang Putri hanya gara-gara kata-kata itu.


Orang yang dibicarakan itu adalah Kaisar lho bukan seorang menteri. Gimana kalau dinding ini sekarang punya telinga.


Tiba-tiba saja Paman Pangeran membulatkan matanya dengan terkejut. Dia tidak heran dengan informasi yang didapatkan oleh sang putri tapi dia heran dengan kenapa Kaisar saat ini terobsesi dengan apa yang dimiliki oleh sang putri.


Kemarin Kaisar menginginkan garam dan sekarang dia juga menginginkan anggur. Untungnya Kaisar tidak mengetahui tentang rahasia dari pembuatan bahan kaca. Jika dia tahu mungkin Kaisar juga menginginkannya.


Jika sudah begitu bukankah istana kecil ini hanya bisa gigit jari.


Menciptakan dan menemukan sesuatu yang baru tapi segalanya dimiliki oleh negara dan kita untuk memilikinya saja harus membeli.


Ahh pantas saja sang Putri tidak mau urusan produk kaca di berikan pada negara.


"Putri Hem sebenarnya menjadi Kaisar juga tidak mudah. dia harus memikirkan segala aspek untuk mensejahterakan negara ini.Dan semua itu diperlukan dana.jadi..


"Hah dana? apa nggak salah tuh? yang salah itu adalah pengaturan dari cara pemikiran . Jika saja dia lebih pintar maka dana dari segala arah akan mengucur untuk negara" kata zhang Fei dengan geram.


Paman Pangeran mengenyitkan dahinya dan berkata,"Putri kau tidak tahu apa-apa mengenai pemerintahan. pengaturan itu sudah dibuat secara turun temurun dan itu tidak bisa diubah dengan santai hanya karena pemikiranmu sendirian. Akan ada murka dari langit jika kita melanggar pengaturan itu"


"Paman Pangeran pengaturan ada dan itu dibuat oleh manusia untuk kepentingan mereka sendiri, tapi siapa yang dipentingkan dalam ini? Hehehe itu adalah bangsawan. Orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin akan semakin miskin ,kau tahu?"


Perdebatan antara Zhang Fei dan Paman Pangeran semakin memanas saat keduanya membahas reformasi perpajakan dan persamaan gender dalam negara.

__ADS_1


Zhang Fei dengan tegas menyatakan bahwa untuk mencapai kemakmuran negara, sistem perpajakan harus direformasi. Dia menekankan perlunya menyeimbangkan beban pajak antara orang kaya dan miskin, dengan menghitungnya berdasarkan luas kekayaan masing-masing individu. Zhang Fei meyakini bahwa pendekatan ini akan menciptakan keadilan sosial yang lebih baik.


Namun, Paman Pangeran dengan keras menolak usulan tersebut. Dia berpendapat bahwa pengaturan perpajakan telah ditetapkan secara turun-temurun dan tidak boleh diubah. Menurutnya, mengubah pengaturan tersebut akan menimbulkan kemurkaan dari langit dan membawa bencana bagi negara.


Tidak puas dengan itu, Zhang Fei juga mengajukan usulan tentang persamaan gender. Dia berpendapat bahwa negara harus membuat kebijakan yang melindungi hak-hak dan kesetaraan wanita. Zhang Fei juga menentang praktek tingkat sosial yang memberikan keistimewaan pada golongan bangsawan, yang dianggapnya tidak adil. Dia bahkan mengkritik perlakuan yang merendahkan para wanita.


Perdebatan semakin memanas antara keduanya, tetapi mereka terpaksa harus menghentikannya ketika pintu diketuk oleh gadis Persik, memberitahukan bahwa kereta kuda sudah siap untuk membawa mereka ke istana. Meskipun perdebatan belum selesai, mereka harus mengakhirinya untuk sementara waktu dan melanjutkan tugas mereka di istana.


"Sudahlah repot berdebat dengan orang yang tidak memiliki pemikiran untuk mensejahterakan rakyat"kata zhang Fei sambil berlalu pergi.


Paman pangeran yang di begal pergi oleh istrinya ini hanya geleng-gelengkan kepala di tempat. Tapi jujur dia menyukai sang Putri ketika mereka berdebat seperti sekarang.


Beberapa kali pembicaraan itu mulai meresap ke dalam hatinya dan berpikir apakah negara bisa diubah jika pengaturan juga diubah.


Entahlah yang jelas dia bukan Kaisar.


Sementara itu Zhang Fei naik ke kereta kuda dengan gadis Persik dan Melati yang menemani. Mereka berangkat menuju istana terlarang, melewati jalanan kota yang memancarkan keindahan dan kehidupan Kuno yang khas.


Kota dipenuhi dengan bangunan berarsitektur tradisional dengan atap bergaya khas yang melengkung ke atas. Jalanan yang dilalui oleh kereta kuda dipenuhi oleh masyarakat yang sibuk beraktivitas. Para pedagang membuka toko-toko mereka dengan berbagai barang dagangan menarik, seperti kain sutra, keramik, dan perhiasan. Bau harum makanan khas menguar dari warung-warung makanan di sepanjang jalan, menggoda selera pengunjung.


Warna-warni pakaian tradisional Cina terlihat di setiap sudut kota, menciptakan suasana yang ceria dan mempesona. Orang-orang berjalan dengan riang, sambil berbincang-bincang dan tertawa di pasar-pasar dan alun-alun yang ramai.


Di sepanjang jalan, terdapat pula bangunan bersejarah yang menjadi simbol kejayaan masa lalu. Pagoda-pagoda menjulang tinggi, kuil-kuil yang megah mengundang rasa kagum, dan taman-taman dengan kolam ikan dan jembatan melengkung menambah pesona kota yang indah ini.


Suasana kota kuno begitu hidup dan penuh kegiatan, seakan menggambarkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakatnya.


Tapi semua itu berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh zhang fei saat ini.


Bagaimana mungkin hatinya bahagia jika saat ini sebenarnya uang yang jatuh di tangannya akan dirampas oleh kaisar begitu saja. Dia tidak habis pikir bagaimana cara untuk menolak keinginan Kaisar nanti.


Apa yang bisa dilakukan olehnya saat ini adalah mengumpat memaki dan mencerca saja. Dan itu pun hanya bisa dilakukan di dalam hati.


"Mama itu Kaisar apa perampok sih, ah bandit gunung kali dia ya, mah"


(" hihihi sayang, kenapa segitu marahnya sih kalau orang mau ya kasih aja lah. bukan kamu kok yang susah payah menanam dan menghadirkan segala sesuatunya di tanah itu kan kerjaan para petani. lagi pula bilang orang perampok, situ jadi plagiat aja nggak ngaku hahaha")


"Ah plagiat gimana? Mama itu kalau bicara ya jangan seenaknya aja. kapan aku tuh jadi plagiat Hem?"


("Ya kalau bukan plagiat itu namanya apa, say. yang nemu metode pembuatan anggur itu siapa, yang nemu metode penanaman anggur Itu siapa Hem?")


"Tapi mah, nggak layak juga untuk Kaisar mengambil alih segala sesuatu sudah susah payah aku lakoni sejak dari nol. yang pentingnya aku nggak suka deh. kalau pengen negara itu kaya ya usaha lah jangan jadi perampok kayak gini"


"("Hei jika ada seseorang yang mendengar apa yang sedang dibicarakan Putri saat ini .Mungkin kepala sudah tidak lagi ada di atas leher lho ,hati-hati")


Dalam kerajaan Dayun ini,hukuman yang diterapkan untuk seseorang yang membangkang perkataan Kaisar bisa sangat beragam, tergantung pada kebijakan kaisar sendiri.


Pelaku dapat dijebloskan ke penjara atau kurungan, di mana mereka akan dipenjarakan untuk jangka waktu tertentu.


Hukuman mati juga dapat diterapkan sebagai bentuk hukuman terberat. Metode eksekusi yang digunakan bisa beragam, termasuk pancung, hukuman gantung, atau hukuman penembakan dengan anak panah.


Mendengar penjelasan dari sistemnya itu zhang Fei hanya bisa menelan ludah dan memegang lehernya dengan berkeringat.


Mati sih boleh aja tapi metode eksekusi itu sangat menyakitkan sekali.Ohh kaisar mau anggur kan.

__ADS_1


Ambil.. ambillah hehehe.


__ADS_2