
Di dalam kediaman keluarga Chen, suasana tegang dan mencekam tercipta saat para prajurit yang besar tubuh dan wajahnya terlihat sangar berkeliling dengan tangan mereka memegang daftar-daftar yang sudah diperbanyak sebelumnya. Mereka menjalankan tugas mereka dengan cermat, memeriksa setiap sudut ruangan dengan mata tajam dan tatapan serius.
Tatapan ngeri dan ketakutan jelas terpancar dari wajah-wajah para pelayan di rumah keluarga Chen. Mereka berada dalam situasi yang begitu mendebarkan, terperangah melihat prajurit-prajurit berkeliaran di sekitar rumah mereka dengan begitu arogan.
Adegan penggeledahan itu mencapai puncaknya di dalam gudang umum keluarga Chen. Prajurit-prajurit itu masuk dengan mantap, mata mereka terfokus pada barang-barang yang terdaftar di daftar. Mereka dengan cermat mencari barang-barang tersebut, memeriksa dan membandingkan dengan apa yang tertera di daftar.
Beberapa barang yang terdaftar antara lain, kain sutra berwarna emas, perhiasan berlian, ukiran kayu berharga, serta sejumlah alat-alat keramik yang dihiasi dengan motif-motif artistik. Setiap kali mereka menemukan barang yang sesuai, mereka dengan hati-hati mengambilnya dan meletakkannya di halaman keluarga Chen.
Sementara itu, Zhang Fei yang jauh di ibukota, mendengar laporan ini dari sistem nya.Dia hanya bisa menarik nafas panjang untuk keluarga Chen.
"Banyak banget ya, koruptor kelas kakap nih"
("Ya iya lah say,ini akumulasi dari tiga tahun kan,jelas saja banyak gitu")
Sistem memutar matanya , Untung saja Zhang Fei tidak bisa liat kan.
"Oh gitu" kata Zhang Fei yang segera fokus lagi dengan TKP.
Barang-barang yang telah ditemukan dan diletakkan di halaman tersebut, memberikan tampilan yang penuh kekayaan dan kemegahan, seolah-olah menjelaskan betapa besar keberuntungan dan harta yang dimiliki oleh keluarga Chen. Namun, keadaan yang sesungguhnya jauh dari kesan itu.
Semua barang yang telah ditemukan diletakkan di halaman, menunggu untuk dihitung ulang dan diperiksa oleh sang jenderal.
Ketika barang-barang yang telah ditemukan oleh para prajurit diletakkan di halaman rumah keluarga Chen, pemandangan itu mengundang keheranan dan kekagetan. Orang-orang dari luar, yang penasaran dengan kejadian tersebut, berbondong-bondong berdatangan untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi.
Mata mereka tertuju pada tumpukan barang mewah yang ditempatkan begitu saja di halaman, menciptakan kontras yang mencolok dengan suasana sekitar.
Mertua jenderal atau ayah Chen, sosok yang sebelumnya berwibawa dan angkuh, kini terlihat terkejut dan bingung. Dia berdiri di ambang pintu dengan ekspresi heran, mata terbelalak melihat barang-barang yang tergeletak di halaman rumah. Pemandangan ini jelas menyita perhatiannya, dan dia tidak dapat menyembunyikan kebingungannya atas apa yang terjadi.
Dengan nada yang ragu, mertua jenderal atau ayah Chen bertanya kepada sang jenderal, "Apa yang sedang terjadi di sini? Mengapa semua barang ini dikeluarkan?"
Zhang Fei tertawa dan berkata,"Ahai Mak, pura pura nggak tahu dia "
("Ya orang salah m memang gitu lah")
"jadi jenderal jawab apa tuh?_
Sang jenderal tidak memberikan jawaban apapun. Dia duduk diam, seolah-olah membisu dan tanpa ekspresi. Tatapannya tetap terpaku pada barang-barang tersebut.
"eh , liat doang,mah?'
("Membaca nama pada daftar beda lah dengan melihat hasil nya langsung kan, maksudnya reaksi nya gitu ")
Sementara itu, suasana di halaman rumah semakin kacau dengan banyak orang yang berkumpul dan bertanya-tanya. Pemandangan ini menjadi semakin menarik perhatian, seakan-akan mengungkapkan sesuatu yang lebih dalam dan misterius.
"Huh pantasan kaya dan bisa bersenang-senang itu sebenarnya adalah harta dari jenderal, Ckckck. dasar lintah"Bisik seseorang.
Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berasal dari ibukota mereka sudah membaca buku tersebut tapi masih tertarik untuk melihat realita yang dihadirkan di depan mata.
Jadi karena itu sebagian dari orang yang hadir mengetahui apa yang terjadi di balik kemarahan oleh sang jenderal hari ini.
Ada juga orang lokal yang tidak tahu apa yang terjadi mereka bingung tapi segera bertanya kepada orang di sebelah.
Tentu saja Ini adalah kabar yang bagus untuk dibagi-bagikan jadi tidak ada yang pelit dengan informasi.
Segera orang lokal juga mengetahui kejadian yang sebenarnya dan mereka tidak terkejut sama sekali.
Keluarga Chen sudah lama berbangga hati memiliki menantu seperti jenderal. Mereka selalu menggembar-gemborkan masalah ini dan mengatakan harta jenderal adalah harta mereka.
Bahkan putra dari Chen juga selalu bersikap arogan dengan nama dari sang jendral.
Mereka selalu menginjak-injak orang lain bahkan mau menghina orang lain tanpa berpikir dua kali.
Di sinilah orang tidak menyukai keluarga Chen karena mereka terlalu arogan dan berpikir mereka adalah Kaisar.
Siapa yang mau menyinggung keluarga Chen jika dekingan di belakangnya adalah jenderal.
Sementara orang-orang berkerumun di sekitar halaman rumah keluarga Chen, berbagai komentar dan gumaman bertebaran di antara mereka.
"Bagaimana mungkin sang jenderal bisa memperlakukan mertuanya seperti ini? Sungguh kejam. Apapun masalahnya mereka masih kerabat kan, Ckckck!"
__ADS_1
"Huh siapa yang mengizinkan kerabat seperti itu, mereka masih memiliki begitu banyak cucu perempuan, kalau kau berkenan ambil saja satu"
"Heh , tidak mungkin hehehe "
"Karma, mungkin inilah yang disebut karma. Keluarga Chen begitu sombong karena hubungan dengan sang jenderal."
Saat kelompok prajurit memasuki halaman rumah anak-anak perempuan Chen, suara teriakan histeris anak-anak perempuan menggelegar. Mereka mencoba mengusir prajurit yang tidak diinginkan, berteriak dan menangis dengan keras. Namun, prajurit-prajurit itu tetap bergerak tanpa ragu.
Seorang gadis.muda berteriak sambil menangis"Pergilah! Jangan sentuh barang-barang Nona ini"
Di kamar lain juga nada suara keras yang tidak terima jika kamarnya di geledah sedemikian rupa. "Kalian tidak berhak masuk ke sini!"
Tapi prajurit-prajurit itu tampaknya tidak peduli dengan tangisan dan teriakan anak-anak perempuan Chen. Mereka mulai mencari barang-barang yang terdaftar dalam daftar. Akhirnya, mereka menemukan beberapa barang di kamar anak-anak perempuan Chen
Barang-barang itu termasuk kalung dan gelang mutiara, serta beberapa hiasan perak yang indah. Semua barang ini mengilustrasikan kehidupan mewah yang selama ini dinikmati oleh keluarga Chen.
Sementara itu, beberapa prajurit lain pergi ke halaman para putra Chen. Di sana, mereka menemukan beberapa peralatan perang yang tampaknya merupakan koleksi kesayangan sang jenderal. Ada sebilah pedang dengan hulu yang diukir indah, sebuah perisai yang berlapis emas dan sejenis senjata jarak jauh yang terbuat dari kayu dan baja.
Ketika prajurit menyadari bahwa barang-barang kesayangan jenderal jatuh ke tangan keluarga Chen hanya sebagai pajangan, mereka merasa marah dan terhina.
Ini bukan sembarang barang,ini adalah bukti jika sang jenderal pernah berada di medan perang dengan taruhan nyawa.
Salah seorang prajurit tampaknya paling marah, dia mendekati putra tertua Chen yang mencoba mempertahankan barang-barang tersebut.
"Serahkan itu! Ini milik jenderal, bukan mainanmu!"
Putra pertama Chan memang tidak pandai bertarung dan tidak perlu menggunakan barang tersebut Tapi barang ini sudah dia pamer dengan teman-temannya dan menjadi hal yang istimewa untuk diri sendiri.
Sekarang prajurit rendahan bener-bener ingin mengambil alih bagaimana mungkin dia bisa menelannya.
"Tidak akan, apa kau tahu siapa aku jenderal itu adalah iparku sendiri. awas aku akan melaporkanmu dan biarkan kalian semua meringkuk dalam penjara"katanya.
Si sini Putra pertama Chan sama sekali tidak menyadari jika sebenarnya saat ini jendral sendiri sedang berada di ruang tamu. Dia hanya berpikir untuk dirinya sendiri dan berharap jenderal cepat-cepat pergi ke medan perang dan mati di sana juga bisa.
Ini adalah hartanya tidak boleh diambil.
Prajurit merasa dirinya tertantang jadi dia tidak ragu-ragu menampar putra Chen dengan keras. Putra Chen terjatuh, terkejut dan menahan sakit.
Prajurit tadi masih menahan emosinya tapi dia tidak melanjutkan bertengkar melainkan mengambil alih barang-barang tersebut dengan menghiraukan teriakan tuan muda Chen.
Akhirnya, semua barang yang ditemukan baik di kamar anak-anak perempuan maupun halaman putra Chen ditempatkan di halaman rumah.
Barang-barang tersebut disusun rapi sebagai bagian dari penggeledahan yang dilakukan oleh para prajurit. Sementara barang-barang tersebut disusun di halaman, suasana tegang dan penuh kemarahan terasa terasa di udara, mencerminkan situasi rumah Chen yang sedang dihantam oleh penggeledahan yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Pemandangan ini benar-benar menjadi sebuah pemandangan yang spektakuler dan tidak pernah diduga oleh semua orang.
"Lihatlah, semua kemewahan ini berasal dari uang istri jenderal. Benarkah ini yang terjadi di balik tirai kemewahan mereka?"
"Jadi ini rahasia keluarga Chen yang tersembunyi. Ternyata mereka hanya memanfaatkan hubungan mereka dengan sang jenderal."
"Bukan hanya keluarga Chen yang harus bertanggung jawab, tapi juga sang jenderal yang ikut membiarkan hal ini terjadi."
"Kedengarannya seperti sebuah kisah tragis. Sebuah keluarga yang merugi dan harus bersembunyi di balik tirai kemewahan palsu."
"Siapa sangka, keluarga yang terlihat begitu megah di mata publik, sebenarnya berlindung di balik kepalsuan"
Semakin lama harta yang terkumpul semakin banyak saja dan begitu juga keluarga Chan segera berkumpul untuk mengeluhkan hal itu.
Beberapa Nona muda,segera berlari untuk menemukan ayah mereka dan berhenti di tempat ketika menyadari situasinya tidak bagus di depan.
Begitu juga dengan para tuan muda yang awalnya ingin menampar balik prajurit yang arogan tadi. Tapi segera menyadari jika sebenarnya jenderal juga ada di sini.
Bukan saja halaman anak-anak tapi juga halaman para selir dan nyonya rumah juga turut digeledah.
Sejauh ini jendral sendiri tidak mengeluarkan sepatah kata pun tapi mertuanya yang sudah tidak lagi berbicara terduduk di tanah dan menyadari jika sekarang mereka benar-benar tamat.
Dia segera menggulung lengan bajunya dan merangkak di tanah, berharap belas kasihan menantu laki-lakinya sendiri.
Sungguh wajah arogannya sudah tidak terlihat lagi Bahkan dia terlihat lebih murah daripada seorang pengemis sekalipun.
__ADS_1
"menantu laki-laki jangan marah dulu ayo kita diskusikan bersama oke. ini bukan seperti yang kau lihat hehehe"
"iya menantu laki-laki, barang-barang ini diberikan oleh Chen Li Wei secara sukarela, kami tidak mencurinya"
Pasangan tua itu memegang lutut sang jenderal, berharap sang jandral akan mengingat hubungan mereka berdua di masa lalu.
Tapi jenderal tidak bersuara Karena dia pikir masih ada beberapa hal baik lagi yang bisa diambil setelah ini.
Sementara itu mereka berdua tidak menyadari jika kejadian ini dilihat langsung oleh sistem dan dilaporkan secara langsung kepada Zhang Fei.
Yang membuat Zhang Fei tercengang adalah sistem yang menyebut satu persatu nama barang yang ada di dalam daftar itu .
"Wow, sekaya itukah dia?"
("Hai sayang kenapa iri hartamu 10 kali lebih banyak daripada jendral saat ini, apa kau lupa?")
"Nggak sih, hanya tidak menyangka saja"
("banyak sih tapi semuanya sudah ditelan ke perut orang yang tidak pandai menghargai")
"Hem, itu benar sekali mah,ah untungnya aku pintar menyimpan segala sesuatunya di rumah kost jika tidak, Ckckck "
Zhang Fei tidak lagi bereaksi dia langsung mendengarkan cerita dari sistem gosipnya.
Dimana sistem mengatakan jika harta yang sudah dikumpulkan tidak sampai setengah dari yang tertulis di dalam daftar.
Setelah mengeledah lebih lama lagi mereka tidak menemukannya dan ini membuat jenderal lebih marah.
Jenderal berdiri di tengah halaman, pandangannya melesat dari barang-barang yang sudah diatur rapi di tanah. Wajahnya yang tegang segera berubah menjadi ekspresi kemarahan yang mendalam.
Matanya menyapu setiap benda di hadapannya, mencocokkannya dengan daftar yang ia pegang. Suara langkah kakinya yang keras menciptakan dentuman yang tegas di dalam hening yang tegang.
"Ini tidak sesuai! Ada yang hilang dari daftar ini!" katanya dengan keras.
Jenderal menyebutkan beberapa nama barang yang tidak ditemukan sesuai dengan daftar, sambil menunjuk kepada beberapa ruang yang kosong di tengah-tengah barang-barang yang sudah diatur.
Di tangannya, ia menggenggam sebuah liontin Giok yang mengkilap, simbol dari keluarga Su.Ini lah yang membuat dia marah.
" masih ada sejumlah emas yang kami berikan sebagai hadiah. Di mana barang-barang ini?"
Keheningan tercipta di halaman saat jenderal menuntut penjelasan. Dalam adegan percakapan yang intens, jenderal dengan nada yang tegas menyatakan tuntutannya.
"Menantu, barang itu sudah lama sekali dan sekarang sudah tidak ada lagi. menantu laki-laki tolong pikir ulang dan maafkan kami mungkin tidak ada seperti ini lagi di masa depan"kata ayah mertuanya dengan meringis.
Tapi jendral su tidak terima dengan anggapan ini. Mengambil barang adalah satu hal .tlTapi mengambil pusaka dari keluarga su ,dan menjadikannya sebagai pusaka dari keluarga sendiri. Itu adalah hal yang salah dan hal ini adalah batasannya.
"Keluarga Chen harus mencari barang-barang ini, tidak peduli dengan cara apa. jendral ini ingin barang-barang ini dikembalikan dengan segera. Jika tidak, jendral ini akan membawa masalah ini ke pengadilan!"
Jenderal juga berbicara tentang hadiah-hadiah yang sudah diterima oleh keluarga Chen, hadiah-hadiah yang seharusnya menjadi suap atau sogokan. Suara teriakan dan protes dari keluarga Chen tidak mampu mengganggu ketegasan suara jenderal.
"Keluarga Chen harus bertanggung jawab. Barang-barang yang hilang harus dikembalikan sesuai dengan jumlah yang sudah mereka terima. Tidak ada yang bisa lepas dari tanggung jawab ini!"
Di tengah kecaman yang tajam dari sang jenderal, ayah mertua Chen mulai merasa kehilangan tenaga. Ekspresi wajahnya berubah pucat dan lemah, hingga akhirnya dia pingsan dan terjatuh di tempat.
Tapi jenderal sendiri tidak peduli.Segera para prajurit yang mengepung keluarga Chen .Barang-barang yang telah ditemukan segera di masukan kedalam gerbong kereta kuda.
"Sang jenderal pasti sangat marah. Tapi, entah mengapa, dia tidak bicara apa-apa."
"Arogansi dan kesombongan keluarga Chen tampaknya mendatangkan malapetaka bagi mereka."
"Jadi uang dan harta ini sebenarnya adalah hasil dari perbuatan curang mereka. Semoga mereka mendapatkan hukuman yang pantas."
Apapun komentar orang lain, jendral tidak peduli.
Di sini dia langsung menarik dua tuan muda untuk pergi bersamanya ke kamp militer.
Jika dalam waktu 1 bulan semuanya tidak dikembalikan .Maka 2 tuan muda ini tidak akan dijamin keselamatannya sama sekali.
Mereka akan dikirim ke medan perang dan nyawanya pasti tidak akan selamat.
__ADS_1
Zhang Fei hanya bisa bertepuk tangan ketika melihat adegan penjarahan harta karun itu benar-benar berakhir dengan kepergian jendral dari rumah Chen.
Hai orang seperti ini adalah orang yang langka kan.