Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
207


__ADS_3

Paman Pangeran berlari dengan nafas yang tersengal-sengal melintasi koridor yang tertutup kain merah mewah, membuka pintu menuju kamar tidur Kaisar.


Cahaya lembut dari lilin-lilin yang teratur terpancar di dalam ruangan, ada nuansa hangat di sana .Kamar tidur Kaisar ini penuh dengan hiasan mewah dan nuansa istana yang elegan. Dinding-dindingnya dihiasi dengan kain-kain sutra berwarna-warni yang indah, sementara perabotan kayu berukir menambah kehangatan ruangan.


Para penjaga pintu, meski dengan tegar berusaha menghalanginya, tidak bisa berbuat banyak. Kehadiran Paman Pangeran sendiri memang memiliki status yang lebih tinggi dan kuat, menjadikannya memiliki kebebasan untuk memasuki kamar tersebut. Mereka harus dengan enggan memberi jalan saat Paman Pangeran melewati mereka.


Ketika Paman Pangeran masuk ke dalam kamar tidur Kaisar, matanya tertuju pada tempat tidur besar yang menghiasi pusat ruangan. Cahaya lembut dari lilin di sekitarnya memancarkan kilauan di permukaan kain.


Paman Pangeran melangkah lebih dekat ke tempat tidur, pandangannya tertuju pada sosok Kaisar yang terbaring lemah di atasnya. Tubuh Kaisar tampak pucat dan lelah, namun wajahnya masih memancarkan karisma yang khas. Di sekitar tempat tidur, beberapa perawat istana tampak sibuk merawat Kaisar, memastikan kondisinya tetap stabil.


"peman pengeran"sapa mereka ketika melihat Paman Pangeran tiba namun tidak ada yang menghentikan pekerjaan mereka.


Paman pangeran juga tidak begitu peduli,dia terus berjalan ke arah Kaisar.


Langkah Paman Pangeran berhenti di sisi tempat tidur, matanya penuh dengan perasaan cemas dan khawatir. Dia ingin memberikan penawar racun yang telah dipersiapkan dengan harapan dapat menyelamatkan Kaisar dari ancaman kematian tapi masih penawar nya masih belum jadi.


Paman Pangeran dengan lembut memeluk Kaisar yang terbaring lemah di atas tempat tidur, matanya penuh dengan kekhawatiran seolah-olah dia adalah seorang anak kecil yang khawatir akan saudaranya.


Kaisar segera membuka matanya perlahan dan menemukan wajah Paman Pangeran yang penuh perhatian menghadapinya. Melalui sorot mata tulus Paman Pangeran, Kaisar bisa merasakan kekhawatiran yang mendalam terhadap dirinya.


"Paman pangeran, kaisar ini baik-baik saja," kata Kaisar dengan suara lemah, mencoba menenangkan Paman Pangeran.


Kaisar ingat ketika dia masih remaja, Dia memiliki beberapa saudara sedarah. Bahkan dia memiliki Pangeran bungsu yang menganggap dia adalah saudara yang baik.


Mereka bermain bersama tertawa bahkan tidur di ranjang yang sama.Tapi kemudian berakhir dengan tewas di tangannya sendiri.


Sekarang dalam kondisi sakit dia mulai mengingat saudara-saudaranya. Apalagi ketika melihat wajah Paman pangeran yang penuh khawatir.


Ketika seseorang berada diantara hidup dan mati pemikiran mereka akan berbeda.Dan inilah yang terjadi dengan Kaisar saat ini.


Dia tidak lagi ingat dengan kecurigaan nya kemaren.


"Paman Pangeran kau tidak seharusnya datang, Hem Kakak Kaisar tidak apa-apa dia akan memberikan sebentar lagi"katanya dengan lemah.


Paman Pangeran tidak percaya begitu saja dengan kata-kata Kaisar. Dia meraih tangan Kaisar dengan lembut, matanya yang penuh perhatian terus menatap wajah Kaisar, seolah-olah mencari tanda-tanda pemulihan yang nyata.


"Kakak Kaisar, aku begitu khawatir padamu. Mengapa ini terjadi padamu.oh apa obatnya pahit?" gumam Paman Pangeran dengan nada yang penuh dengan keprihatinan seperti seorang anak kecil yang tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi sulit.


" tidak pahit, sungguh tidak pahit"


Kaisar melihat ekspresi Paman Pangeran dan merasakan kehangatan dari pelukannya. Meskipun Paman Pangeran memiliki pemikiran dan perasaan yang begitu kuat, tetapi saat ini, dia tampak seperti seorang anak yang hanya bisa merasakan cemas dan kebingungan.


Tapi dalam hati Paman pangeran tulus ingin kaisar cepat sembuh.Dia adalah saudara satu satu nya sekarang.Lagi pula dia adalah Kaisar yang juga selalu memikirkan rakyat nya.


Sulit untuk menemukan manusia yang sempurna di dunia ini.


Tidak tahan dengan keadaan kakaknya yang terus melemah, Paman Pangeran dengan tiba-tiba berbalik ke arah para tabib yang hadir di dalam kamar. Suaranya terdengar keras dan penuh frustrasi, seolah-olah dia adalah seorang anak yang marah pada orang dewasa.


"Kalian, mengapa kalian tidak bisa membuatnya sembuh dengan cepat?" pekik Paman Pangeran dengan nada tinggi, matanya memancarkan kekesalan.


"Paman pangeran, saat ini kami sedang berusaha mencari obat terbaik untuk Kaisar" kata seorang Tabib dengan pelan.


"Hah, Kakak kaisar, mereka bodoh semua nya, pecat saja hukum bunuh semua nya.Kakak Kaisar sedang sakit kalian hanya main main di sini!!" pekik nya lagi.

__ADS_1


Para tabib tidak memasukkan kata-kata Paman pangeran di dalam hati.


Mereka hanya menganggapnya sebagai reaksi yang berlebihan dari Paman Pangeran, seolah-olah mereka sedang melihat seorang anak yang sedang melakukan tantrum. Mereka memilih untuk tetap tenang dan menjalankan tugas mereka dengan cermat, seakan-akan Paman Pangeran hanya berbicara tanpa isi yang sebenarnya.


Paman Pangeran segera duduk lagi di samping tempat tidur Kaisar dengan penuh perhatian. Dia memandang wajah Kaisar yang lemah dengan tatapan khawatir yang tak tertahankan. Dengan suara lembut, Paman Pangeran memulai percakapan.


"Kakak kaisar, apakah para tabib memberikanmu obat yang pahit?" tanyanya dengan nada cemas, seolah-olah dia sedang bertanya pada seorang anak kecil yang baru saja menjalani pengobatan.


Kaisar hanya tersenyum tipis sebagai jawaban, menunjukkan bahwa dia mengerti pertanyaan Paman Pangeran meskipun dia tidak memiliki tenaga untuk menjawab dengan kata-kata. Matanya yang lemah memandang Paman Pangeran dengan penghargaan yang jelas, merasakan kepedulian yang tulus dari saudaranya itu.


Tiba-tiba saja perasaan dan kecurigaan nya pada Paman pangeran beberapa minggu terakhir,segera hilang.


Melihat bagaimana perhatiannya Paman pangeran, dia tidak bisa melihat bagaimana Paman Pangeran sedang berpura-pura khawatir.


Sinar matanya mengatakan jika Paman pangeran benar-benar sedang mengkhawatirkan dirinya.


"apakah kecurigaanku ini tidak beralasan? Dia... dia masih anak-anak yang begitu bodoh"pikir Kaisar di dalam hati.


Paman Pangeran merasa senang melihat senyum tipis di wajah Kaisar. Seakan-akan senyum itu adalah obat yang lebih baik dari apapun yang bisa dia berikan. Namun, dia tidak berhenti di situ. Dengan wajah yang penuh keceriaan, dia melanjutkan, "Tapi, tak apa kakak kaisar. Di rumahku, aku punya permen yang enak. Putri ku membuatnya begitu manis dan begitu enak.hem nanti aku akan membawakanmu sedikit "


"Kakak Kaisar, Kakak pasti cepat sembuh kan.Oh kakak tau, rumah ku hangat di musim dingin jadi aku tidak suka keluar.Baru tadi aku dengar kakak Kaisar sedang sakit, Kakak Kaisar, cepat sembuh ya. paman tabib jelek tidak pandai mengobati tapi permen manis ku pasti bisa " lanjut Paman Pangeran dengan suara lembut


Kaisar mengangguk perlahan, seolah-olah dia mengerti dan menghargai kata-kata Paman Pangeran. Meskipun Kaisar saat ini tampak lemah dan rentan, Paman Pangeran tetap berbicara dengannya seolah-olah mereka adalah dua teman kecil yang berbagi cerita.


Dalam suasana yang tenang di kamar tidur Kaisar yang masih lemah, tiba-tiba suasana itu terganggu oleh kedatangan wanita yang anggun dan bermartabat. Ratu. memasuki ruangan dengan langkah mantap. Di sisi kanannya, berjalan dua pelayan budak yang setia mengikuti langkahnya.


Pakaian Ratu yang elegan dan berkilauan mencerminkan kedudukannya yang tinggi. Gaunnya terbuat dari kain sutra yang indah dengan hiasan bordiran emas yang rumit di sepanjang hems dan lengan panjangnya. Mahkota indah dengan permata berkilauan mewarnai kepalanya, memberi sentuhan keagungan pada penampilannya. Meskipun penampilannya begitu megah, sikapnya terlihat dingin dan tajam saat dia masuk ke dalam kamar.


Paman Pangeran tidak merasa terganggu oleh sikap Ratu, dia balik menatapnya dengan marah dan menjawab dengan suara yang kekanak-kanakan " Ratu. Aku ini adalah adik laki-laki dari Kakak Kaisar. Aku datang untuk melihat Kakakku yang sedang sakit, apakah ini juga tidak boleh."


Sejak dulu, paman pangeran tidak menyukai ratu. Meskipun dirinya berpura-pura menjadi seorang pria yang memiliki IQ rendah, namun dia tidak menyembunyikan rasa ketidaksukaannya itu terhadap Ratu.


Selir ibunya, pernah berteman dengan wanita yang saat ini menjadi ratu. Tapi dia hanyalah teman yang menusuk temannya dari belakang. Jika tidak bagaimana mungkin dirinya menjadi Ratu sekarang, alih-alih selir lainnya lebih mendominasi daripada dirinya.


Selir ibu adalah wanita kesayangan Kaisar saat itu, dia berteman dengan Ratu saat ini dan ini memberikan rumor tertentu untuk memberikan dia nama baik.


Tapi setelah menjadi ratu, wanita ini khawatir selir ibu akan bangkit untuk membesarkan putranya dan menjadi batu sandungan untuk putra putra nya sendiri. Jadi dia melakukan taktik dan pergi untuk mencari masalah dengan selir ibu.


Ini juga menjadi salah satu alasan untuk Paman Pangeran harus berpura-pura menjadi pria bodoh untuk lebih 12 tahun.


Tatapan Ratu semakin tajam saat dia mendengar jawaban Paman Pangeran. Dia merasa tidak nyaman dengan sifat Paman Pangeran yang terkadang tampak normal. Namun melihat Kaisar yang terbaring lemah, dia merasa juga ada urgensi yang lebih besar.


"Kekhawatiranmu terhadap Kaisar bisa jadi sah, Paman Pangeran," kata Ratu dengan suara yang masih dingin, meskipun ada sentuhan perhatian di baliknya. "Namun, aku harap kamu juga memahami bahwa saat ini, negara membutuhkan kestabilan. Sikap bodoh mu bisa diartikan sebagai pemborosan yang tidak diperlukan."


" kakak kaisar, lihat lah Ratu sedang menindas ku huwaaaa padahal..padahal ,aku hanya ingin melihat kakak kaisar huwaaaa"


Kaisar segera melambaikan tangannya agar Paman pangeran diam,dia juga melirik pada ratu yang begitu tidak sabar bertengkar dengan paman pangeran padahal jelas dia sedang sekarat.


"Paman pangeran, pulang dulu, kakak kaisar harus istirahat Hem"katanya dengan lemah.


"tidak Kakak Kaisar aku tidak mau pulang hari ini. wanita jahat ini pasti akan memberimu obat pahit lagi.Aku belum bawa permen nya kan"kata Paman pangeran yang tidak menyembunyikan rasa kesalnya dengan Ratu.


"Apa ? Paman pangeran, kau itu adalah anak-anak jadi tidak tahu apa-apa.Kasim bo, bawa kembali Paman Pangeran ke rumahnya dan jangan biarkan dia berkeliaran di istana. Kaisar saat ini sedang tidak nyaman, mau mengerti kan"kata Ratu pada kasim bo yang sejak awal hanya berdiri di samping tanpa bergerak.

__ADS_1


"Baik ratu"Kata nya .


Kasim bo bergegas pergi ke depan Paman pangeran.


"Paman pangeran, Putri sedang memasak kan makanan yang enak di istana.Ayo pulang jangan sampai Putri tidak mau mengajakmu bermain lagi"katanya pada Paman pangeran.


Segera mata Paman Pangeran berbinar.


"Oh Kakak Kaisar aku akan pulang dulu ke istanaku.Tapi aku akan datang lagi untuk membawakanmu permen yang manis.hem Tapi ingat jangan kasih permen ini dengan Ratu, wanita jahat tidak perlu memakan makanan yang manis huh"katanya dengan menjulur kan lidah pada rayu.


Mendengar itu Ratu tentu saja tidak senang, tapi dia adalah wanita yang bermartabat, jadi tidak mungkin mudah marah hanya karena provokasi dari pria dewasa yang tidak memiliki otak.


Segera saja, Paman Pangeran berlari lagi keluar dari halaman utama.Kasim bo memiliki tubuh agak gempal dan sedikit pendek.


Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika dia berlari untuk mengejar ketertinggalannya dengan paman pangeran.


"Paman pangeran, hati-hati nanti jatuh, oh dewa" pekik nya lagi.


"Cepat lah kasim, nanti Putri marah maka dia tidak akan mengajak aku bermain lagi, cepatlah sedikit "jawab Paman pangeran yang bahkan tidak berbalik sama sekali.


Beberapa penjaga istana tentu saja mendengar rumor jika Paman Pangeran ini memang suka bermain tapi bermain itu bukanlah bermain yang biasa dilakukan oleh anak-anak.


Tapi ini adalah jenis permainan yang hanya bisa dilakukan dengan orang-orang yang sudah menikah. Jenis yang tidak cocok dilihat oleh anak-anak di bawah umur.


Ketika mereka mendengar Paman Pangeran berkata seperti itu mau tidak mau mereka hanya menahan mulut mereka agar tidak tertawa.


Di bodoh yang pintar membuat anak, julukan ini didapatkan dari pembicaraan Putri di ruang rapat kemarin.


Sepertinya julukan ini cocok untuk paman pangeran.


"Ah aku jadi tidak sabar melihat bagaimana jadinya jika Paman Pangeran memiliki anak. Hahaha itu pasti lucu sekali"


"Hei sudah syukur jika anaknya itu bisa jadi normal kan hehehe "


"Oh tidak, kupikir itu pasti normal Paman Pangeran juga normal ketika dia kecil kan"


Beberapa dari mereka berbisik pelan dan melihat kiri kanan setelah itu. Mereka lupa jika sekarang dinding juga memiliki telinga. Apapun yang terjadi Paman Pangeran masih memiliki darah naga di tubuhnya.


Dan membicarakan keturunan dari Kaisar adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan dan anda bisa dihukum mati karena itu.


Jadi tutup mulutmu dan lihat saja dengan mata.


Sementara itu, Paman Pangeran masih serius dengan aktingnya sebagai pria dewasa dengan IQ anak-anak. dia terus saja berlari tanpa henti dan tiba di kereta kudanya lagi dalam beberapa menit kemudian.


Sementara kasim bo benar-benar dibuat ngos-ngosan dan berpikir dia akan mati hanya karena berlari.


"Paman pangeran, tunggu kasim ini"


"Cepat lah Kasim, jangan sampai Putri marah" katanya dengan keras. Di sini wajah kekanak-kanakannya masih ada bahkan ini membuat beberapa penjaga yakin jika karakter ini memang benar adanya.


Baru setelah masuk ke dalam gerbong keretanya Paman Pangeran bersikap normal lagi.


Dia tidak lagi berbicara tapi sedang berpikir keras.

__ADS_1


__ADS_2