
Di dalam istana, suasana masih sepi di pagi hari yang cerah. Para pelayan sedang sibuk dengan tugas-tugas mereka, mempersiapkan segala sesuatu untuk memulai hari. Tapi kali ini ada kegelisahan yang terasa di udara. Pelayan-pelayan budak berbisik-bisik satu sama lain, memberikan tatapan yang penuh kekhawatiran.
Tiba-tiba, pintu ruangan kamar dimana putri istana kecil berada terbuka dengan keras dan seorang pelayan budak dan gadis persik masuk dengan terburu-buru. Wajahnya pucat dan nafasnya terengah-engah.
" Maafkan rendahan ini putri, tetapi rendahan ini harus memberitahukan sesuatu yang sangat penting"
Zhang Fei,sang Putri istana yang ada di ruangan itu menoleh dan segera memusatkan perhatian mereka pada pelayan yang datang.
Basanya hanya gadis Persib yang datang mau bantu dia merias diri. hari ini adalah hari pertama pernikahan asli dari sanksi dan Paman pangeran.
Untungnya sistem mengatakan jika masalah primitif semacam itu sistemnya akan menutup secara otomatis.
Sehingga Zhang Fei tidak perlu merasa canggung dan malu terhadap sistemnya padahal ini adalah sebuah sistem bukan orang.
Awalnya Zhang Fei berpikir Paman pangeran masih pria yang biasa-biasa aja. Tapi siapa tahu kemampuannya di ranjang itu masih setara dengan kemampuan kultivasinya ketika dalam pertempuran.
Hal ini membuat dia kesal sehingga sulit bangun di pagi hari. Jadilah Zhang Fei hari ini bangun telat dan membuat semua pelayan di istana ini menjadi kebingungan sekaligus senang.
Semua pelayan senang sampai ada pelayan budak yang berani masuk tanpa izin ke dalam ruangan pribadi sang Putri.
Pelayan budak berusaha menenangkan nafasnya " Pangeran Pertama... Pangeran Pertama telah meninggal dunia.
Ketika kabar itu diumumkan, keheningan tercipta di dalam ruangan. Mata zhang Fey terpaku pada pelayan yang memberikan berita tersebut. Dia mencerna kabar itu dengan perasaan campur aduk, karena mereka telah memperhatikan penderitaan Pangeran Pertama selama bertahun-tahun.
Zhang Fei berkata dengan suara terputus" Pangeran... Pangeran Pertama...
"Ya putri, itu adalah pangeran pertama" kata pelayan budak itu lagi dengan terbata-bata juga disertai dengan keringat dingin takut dimarahi karena sudah masuk tanpa izin.
Zhang Fei tidak menjawab tapi dia bengong untuk beberapa waktu.
"Mama apa yang terjadi, apakah ini murni sakit atau ada sesuatu yang terjadi di belakang?"tanya Zhang Fei yang selalu merasa ada sesuatu yang tidak benar di sini.
("sayang makanya pikiran kotor itu dibuang ya, Hem jadi pangeran pertama itu memang meninggal karena sakit dia udah terlalu lama sakit kok")
"Oh kirain lah kan hehehe "
Zhang Fei sedang berbicara dengan sistemnya beberapa waktu. Tapi dalam pandangan pelayan budak, dia lebih mirip seperti seseorang yang bersedih karena kehilangan pangeran pertama ini.
Pelayan budak itu meninggalkan ruangan dengan hati yang berat, menyerahkan mereka kepada kesedihan dan kehilangan yang melanda.
("Mama cari tahu kondisi kediaman pengeran pertama, cepat")
Tentu saja sistem langsung mengubah suara nya bercerita tentang kondisi dan suasana di kediaman Paman pangeran saat ini.
Di istana utama tepatnya di kamar di mana , pangeran pertama tinggal.Di dalam ruangan yang hening, tangis dan ratapan pecah, mencerminkan perasaan kehilangan yang mendalam. Semua orang di istana menyadari bahwa kehidupan mereka telah berubah secara drastis dengan kepergian Pangeran Pertama yang telah lama menderita. Mereka bersiap menghadapi masa depan yang baru, yang kini tanpa sosok Pangeran Pertama yang sangat mereka cintai dan hormati.
Ada juga dengan Ratu yang masih menangis histeris tidak percaya dengan kepergian pangeran pertama.
Sementara kaisar sudah pergi lebih awal dari kediaman itu.
("Jadi benarkan say")
__ADS_1
Baru setelah itu zhang Fey percaya dengan informasi yang di bawakan oleh pelayan budak tadi.
Di tempat yang lain paman Pangeran duduk di ruangan pribadinya, sambil membaca sebuah dokumen penting. Tiba-tiba, Kasim kepercayaan nya masuk dengan tergesa-gesa, membawa kabar yang mengejutkan. Ekspresi wajah Paman Pangeran berubah menjadi terkejut dan sedikit terganggu.
Kasim bo masih diamntetapi dengan gerakan tegas "Tuan... Tuan, ada berita yang harus rendahan ini sampaikan"
Paman Pangeran mengangkat kepalanya, melirik kasim bo dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
" Pangeran Pertama telah meninggal dunia, Tuan"Kata Kasim bo pelan.
Untuk sejenak, Paman Pangeran membeku. Wajahnya menunjukkan ekspresi campuran antara keterkejutan, sedih, dan rasa takut yang tersembunyi. Meskipun ia tidak memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Pertama, namun sebagai seorang paman, ada kepingan kepedulian yang ada dalam hatinya.
" Pangeran Pertama...
Dia menggigit bibirnya, mencoba menenangkan diri. Meski Pangeran Pertama tidak memiliki hati hitam seperti Pangeran Ketiga, namun dia masih keluarga. Kematian keponakannya yang sakit-sakitan sejak kecil itu mengejutkan Paman Pangeran, dan dia merasa sedikit terguncang oleh berita tersebut.
Paman Pangeran memandang jauh, merenungkan arti dari kehilangan ini. Dia menyadari bahwa masa depan keluarga kerajaan akan terpengaruh oleh peristiwa ini, dan ia merasa perlu untuk mempersiapkan diri menghadapi konsekuensi yang mungkin terjadi.
Dalam keheningan yang mendalam, Paman Pangeran mencermati pikirannya. Meskipun tidak terlalu memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Pertama, namun kenyataan bahwa keponakannya sendiri telah meninggal dunia .Membuatnya merenung tentang takdir dan kompleksitas hubungan di antara anggota keluarga kerajaan.
" Semoga Pangeran Pertama menemukan kedamaian di alam lain. Dan semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang keterbatasan hidup dan pentingnya memperhatikan satu sama lain"Renung nya.
Paman Pangeran menghela nafas dalam-dalam, merapalkan doa singkat dalam hati. Dia memutuskan untuk menerima berita ini dengan hati yang lapang, menyerap pelajaran yang ada dalam situasi ini.
seperti biasanya ada 3 hari dari hari kematian sampai menuju hari perkebumian almarhum. Paman pangeran sudah terkenal dengan kebodohannya Jadi jika dia membuat alasan agar tidak datang hari ini maka itu tidak masalah.
Paman pangeran masih sedang memikirkan beberapa hal yang harus dilakukannya atas kejadian hari ini. jadi dia begitu di sibuk kan dengan pemikiran itu.
Tentu saja Zhang Fei dengan cepat setuju dengan ide ini. Lagi pula dia bukanlah seorang gadis yang senang berlutut sepanjang hari.
Tidak ada yang pergi ke istana besar tapi sekali lagi istana kecil dimeriahkan dengan pernak-pernik berwarna serba putih yang mengisyaratkan mereka juga sedang berduka.
Dengan cepat 3 hari berlalu dan tibalah hari di mana pangeran pertama akan dikebumikan secara layak di pemakaman khusus kerajaan.
Nanti tabel namanya juga akan diambil dan diletakkan di pelataran keluarga Kerajaan untuk dihormati pada waktu-waktu tertentu.
Dalam suasana yang hening dan terisi dengan kepedihan yang mendalam, acara pemakaman Pangeran Pertama dimulai. Seluruh istana dipenuhi dengan suasana yang sedih dan suasana haru. Para hadirin, yang terdiri dari keluarga kerajaan, bangsawan, dan para pelayan istana, berkumpul di dalam aula peringatan yang dirancang secara indah.
Di tengah aula, terdapat panggung terangkat yang dipenuhi dengan bunga-bunga putih dan dupa yang harum. Di tengah panggung itu terbaring dengan tenang jasad Pangeran Pertama, yang telah meninggalkan dunia ini. Ratu, ibu kandung Pangeran Pertama, berlutut di sampingnya dengan wajah yang penuh kesedihan dan air mata yang mengalir deras.
Ratu dengan pakaian serba putih masih berteriak sambil menangis."Anakku... anakku tercinta... Mengapa takdir harus begitu kejam padamu"
Isak tangis Ratu yang sedih memenuhi aula, menyirami hati setiap orang yang hadir. Tatapan mata penuh kesedihan dan kehilangan terlihat jelas pada wajahnya yang pucat. Dia memeluk tubuh Pangeran Pertama dengan erat, seolah tidak ingin melepaskan pangeran pertama.
Kaisar, dengan langkah perlahan dan wajah yang sedikit muram, memasuki aula pemakaman. Dia berjalan dengan tenang, tetapi dalam diam, terlihat bahwa hatinya juga diliputi oleh kesedihan yang mendalam. Dia menghormati kepergian Pangeran Pertama, yang merupakan putra darah dagingnya sendiri.
Dalam momen yang menyedihkan itu hanya Paman pangeran saja yang mencebir kehadiran kaisar sangat ini. Dia sangat mengetahui apa yang dirasakan oleh saudara beda ibu ini.
Jatuhnya para pangeran satu persatu adalah momen yang menyakitkan tapi juga membuat semangat kaisar saat ini bergejolak.
Bukankah ini yang sudah diharapkan selama ini.
__ADS_1
Hehehe munafik.
Acara peringatan pemakaman berlangsung dengan khidmat, menghantarkan Pangeran Pertama ke peristiahatan terakhirnya. Meskipun kata-kata tidak diucapkan, rasa kehilanan dan penghormatan yang mendalam terasa dalam setiap detik. Kerajaan telah kehilangan seorang pangeran yang tercinta, dan kesedihan itu menyelimuti hati setiap individu yang hadir.
Dalam suasana yang hening dan terisi dengan kepedihan yang mendalam, acara pemakaman Pangeran Pertama dimulai. Seluruh istana dipenuhi dengan suasana yang sedih dan suasana haru. Para hadirin, yang terdiri dari keluarga kerajaan, bangsawan, dan para pelayan istana, berkumpul di dalam aula peringatan yang dirancang secara indah.
Sementara suasana perkebumian yang sepi dan haru terus berlangsung, ada beberapa orang yang berani berbisik-bisik dengan hati-hati tentang keadaan yang terjadi di kerajaan. Mereka berusaha mencari jawaban atas serangkaian kematian pangeran yang terjadi dalam waktu singkat.
"Apakah ini hanya kebetulan atau ada sesuatu yang lebih besar terjadi di balik kematian para pangeran?"
" Sudah 2 bulan, dan kami kehilangan tiga pangeran dengan penyebab yang berbeda-beda. Apakah negara ini sedang menghadapi karma?"
Tentu saja semua orang masih mengingat bagaimana caranya kaisar saat ini naik tahta. Dia naik hanya karena beberapa mantan pangeran juga meninggal dengan beberapa permasalahan yang tidak dapat di terang kan.
" Ingat, pangeran ke-6 jatuh dari danau dan tenggelam. Pangeran ke-7 meninggal karena demam yang tak kunjung sembuh. Dan sekarang, pangeran pertama yang telah menderita sejak lahir juga telah pergi. Apakah ada pola di balik ini semua?" bisik yang lainnya.
" Tampaknya ada kekuatan misterius yang menghantui kerajaan ini. Apakah ini sebuah kutukan"
Namun, semua pembicaraan itu hanya disampaikan dengan bisikan lembut, tidak ingin mengganggu suasana peringatan pemakaman yang sakral. Meskipun mereka bertanya-tanya, tidak ada yang berani mengungkapkan dugaan-dugaan mereka dengan jelas, karena takut akan konsekuensinya.
Dalam diam, pertanyaan tentang penyebab kematian pangeran-pangeran tersebut tetap menghantui pikiran beberapa orang yang telah menyaksikan serangkaian tragedi ini. Mereka terus merenungkan apa yang mungkin menjadi penyebab di balik peristiwa yang mengejutkan ini, tetapi tidak ada yang dapat memberikan jawaban yang pasti.
Kerajaan ini masih menyelimuti misteri yang belum terpecahkan, dan hanya waktu yang akan mengungkapkan kebenarannya. Sementara itu, peringatan pemakaman pangeran pertama berlanjut dengan keheningan yang dalam, memberikan penghormatan terakhir kepada putra mahkota yang telah pergi.
Dalam aula yang penuh dengan isak tangis dan kesedihan, suara doa yang terucap melingkupi ruangan. Para pelayan istana yang bijaksana dan imam kerajaan menyampaikan penghormatan terakhir kepada Pangeran Pertama, berharap dia mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian di dunia lain.
Acara peringatan pemakaman berlangsung dengan khidmat, menghantarkan Pangeran Pertama ke peristirahatan terakhirnya. Meskipun kata-kata tidak diucapkan, rasa kehilangan dan penghormatan yang mendalam terasa dalam setiap detik. Kerajaan telah kehilangan seorang pangeran yang tercinta, dan kesedihan itu menyelimuti hati setiap individu yang hadir.
Zhang Fei sendiri sudah memiliki dua kali pengalaman dalam menghadiri upacara pemakaman seorang pangeran. Ini adalah pengalamannya yang ketiga jadi dia tidak lagi merasa berat seperti di awal.
Tapi tetap saja dia berpikir ingin pulang lebih awal, tubuhnya sudah remuk redam karena kejadian tadi malam. Bukankah seharusnya dia istirahat. Tapi sekarang masih harus menghadiri upacara semacam ini.
Hei bersabar lah, sedikit lagi.
Sementara itu dalam istana yang penuh dengan kerumunan dan suasana yang serius, para Menteri berkumpul secara rahasia di sudut ruangan untuk berdiskusi tentang masa depan kerajaan. Mereka berbicara dengan suara yang pelan, waspada agar tidak didengar oleh telinga yang tidak diinginkan.
"Keadaan ini semakin memprihatinkan. Tanpa putra mahkota, masa depan kerajaan kita mungkin akan terancam"
"Sudah tiga pangeran yang meninggal dalam waktu singkat. Apakah ada kutukan yang menghantui keluarga kerajaan kita?"
"Kita perlu mengambil tindakan cepat. Sebagai menteri, kita harus mencari pengeran yang tepat sebagai putra mahkota"
"Hanya tiga pangeran tersisa, yaitu pangeran ketiga, pangeran ke-4, dan pangeran kedua. Masing-masing memiliki keunikan dan kemampuannya sendiri"
Di sini semua menteri berbicara di dalam hati tentang siapa yang ingin mereka dukung tapi tidak mungkin mengatakan di luaran karena ini adalah masalah prinsip.
Menteri Pertama: Saya mendukung pangeran ketiga. Dia memiliki kepemimpinan yang kuat dan pandangan yang jelas tentang masa depan kerajaan ini.
Para Menteri terus berdiskusi dengan hati-hati, berbagi pendapat dan pandangan mereka. Masing-masing menteri memiliki pegangan pribadi tentang pangeran yang mereka dukung sebagai putra mahkota. Mereka menyadari bahwa pilihan mereka akan memiliki dampak besar pada masa depan kerajaan ini.
Namun, mereka juga menyadari bahwa keputusan akhir tentang siapa yang akan menjadi putra mahkota haruslah diperhitungkan secara matang, dengan pertimbangan semua aspek yang relevan. Keputusan ini tidak boleh diambil dengan sembrono, karena masa depan kerajaan dan stabilitasnya bergantung padanya.
__ADS_1
Dalam kesunyian, para Menteri berjanji untuk melanjutkan diskusi dan mencari keputusan yang terbaik untuk kerajaan mereka. Mereka menyadari bahwa saat ini adalah saat yang kritis, dan masa depan kerajaan membutuhkan pemimpin yang mampu membawa stabilitas dan kemakmuran.