
Paviliun anggrek sudah di sibukkan dengan pemilihan calon pengantin untuk zhang muhua.
Tidak da yang tidak tertarik dengan proposal ini.Hanya saja pemilihan nya agak ketat karena ini akan jadi kakak ipar langsung dari sang pemilik.
Tahap pertama jatuh pada usia dan melek huruf.Tidak perlu pintar yang penting bisa baca dan berhitung dengan bagus.
Pada tahap ini saja, beberapa pemuda sudah jatuh.Walupun begitu semua orang tidak kecewa karena mereka tahu diri.Malahan menganggap ini sebagai sebuah hiburan semata mata
Suara tawa dan ledakan ejekan di sana sini bikin suasana pavilion anggrek jadi ribut.
Untung saja wilayah pavilion anggrek sangat luas sehingga tidak menggangu kegiatan di aula depan.Di mana beberapa pembeli informasi berada.
Di paviliun anggrek,ada dua taman kecil.Salah satunya di peruntukkan bagi orang yang datang dan yang lain bisa di gunakan secara langsung oleh penghuni Paviliun anggrek.
Di taman ada beberapa gazebo yang nyaman di mana anda bisa menunggu giliran.
jika pertanyaan Anda adalah pertanyaan nomor tiga dengan harga paling murah,maka anda tidak perlu menunggu lama dan akan langsung di layani oleh pegawainya.
Tapi jika ini adalah pertanyaan komplit maka harga nya akan sangat tinggi tapi anda akan langsung di layani oleh ketua dua dengan beberapa perawatan seperti makan siang dan beberapa camilan.
Zhang Fei di kabari oleh sistem siapa saja yang berniat untuk menemukan pavilion anggrek.
Terkadang orang ini berniat untuk pergi tapi juga terhalangi dengan beberapa hal.
Jadi pelanggan seperti ini tidak selalu datang sesuai jadwal yang disebutkan oleh sistem.
Mengenai pertanyaan juga zhang Fei harus selalu memberikan apa jawaban lengkap. Tapi nanti akan dibagi menjadi tiga bagian.
Ketika tamu datang maka tanyakanlah dulu apa yang kau mau.
Seperti yang sudah diketahui sistem adalah sistem gosip yang mengetahui pembicaraan orang karena sifatnya adalah mengintip.
Tapi sekali lagi sistem ini hanya sistem gosip yang tidak bisa membaca apa yang diinginkan oleh orang lain. Karena itu sifat berjaga-jaga juga harus dikedepankan jika tidak ingin terganggu dengan permasalahan para pelanggan.
Hari ini ada lebih dari sepuluh dokumen yang di berikan oleh zhang Fey,tapi yang tiba hanya sembilan orang saja.
Siang ini sembilan orang benar benar menginginkan layanan komplit yang mahal.Jadi sembilan tamu di bawa ke taman untuk bersantai sejenak selagi melepaskan penat.
Secara tidak sengaja penampakan di taman yang lain begitu menarik perhatian pengunjung.
"Pelayan apa yang terjadi di sana kenapa sepertinya ada sesuatu yang heboh?" tanya seorang pemuda dengan pakaian bangsawan.
Biasanya orang-orang yang bertanya di sini tidak akan menunjukkan jati diri mereka walaupun sebenarnya tidak perlu.
Memang pemuda di depannya ini memiliki pakaian sederhana. Tapi tetap saja menunjukkan jika dirinya bukanlah orang yang biasa.
Pelayan budak yang membawa baki tersenyum badan berkata," ada permintaan dari pelanggan besar, ini untuk pemilihan menantu dari pintu ke pintu. Mereka adalah orang-orang yang ingin mengikuti pemilihan itu"
"Ohh begitu kah, apakah acara sebesar itu masih bisa diadakan di sini? pemilihan menantu dari pintu ke pintu, menarik" katanya dengan mata menyipit kecil.
Yang dia tahu Paviliun anggrek adalah tempat di mana anda bisa menemukan sebuah jawaban yang ingin anda cari.
Semakin banyak uang yang diberikan maka apabila akan memberikan jawaban yang memuaskan.
Tapi dia sendiri tidak pernah menyangka jika Paviliun ini juga menyediakan jasa pencarian menantu dan pintu-pintu.
Jika dipikir lagi ini memang aneh tapi sepertinya menjadi daya tarik tersendiri pada pavilion anggrek.
Pria ini mengeluarkan satu perak dan langsung diletakkan di atas baki kemudian dia bertanya lagi,"kriteria macam apa yang dicari oleh wanita itu?"
Sebagai seorang pengemis profesional, yang memang sudah lama mendambakan banyak uang .Mata pelayan budak langsung berkilat menatap perak. Dengan cepat dia mengambil dan menyimpannya di balik saku.
Kata putri,ini adalah tips.
Selagi pertanyaannya tidak menjurus ke arah penghianatan maka semua hal diperbolehkan.
"seorang pemuda di awal 20-an memiliki wajah bagus tanpa penyakit melek huruf dan tahu sedikit ilmu bela diri. Dia juga harus orang yang tidak punya keluarga atau juga jauh dari keluarga.Masih bersedia di tempatkan di perbatasan"
__ADS_1
"Hem, kira-kira siapa wanita ini jika boleh tahu?" katanya lagi yang mengirim satu perak lagi.
Namun sayang pelayan budak ini menggelengkan kepala dan mengirimnya kembali. tentu dia tahu jika ini adalah masalah kakak perempuan dari pemilik. Jika rahasia ini dibongkar bukan tidak mungkin sebentar lagi dia hanya akan menjadi genangan darah.
Siapa yang mau mati hanya demi satu perak saja.
Melihat pelayan itu tidak mau dia mengulurkan beberapa perak sekaligus. kiranya ini bisa mengambil hati pelayan budak. Gaji macam apa yang bisa didapatkan di paviliun anggrek jika dibandingkan dengan membuka sedikit rahasia.
Tapi sayang lagi-lagi pelayan budak itu hanya menggelengkan kepala dan mengatakan "maaf Tuan, pelayan ini memiliki banyak pekerjaan di belakang"
Ketika pelayan budak itu pergi menjauh, pria tadi hanya memandang beberapa perak yang belum sempat dikirimkannya.
Dia tidak menyangka jika pelayan rendah hal ini juga memiliki rasa kesetiaan.
Rupanya masih ada pelayan budak yang menolak uang.hehe pelayan ini bagus karena sifat kesetiaannya.
kemudian pikirannya jatuh lagi pada pemandangan di depan bagaimana orang-orang yang mendaftar itu tertawa bahkan memperlihatkan tubuh mereka.
Karena begitu jauh tidak dia tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan. Yang jelas mereka seperti sedang membandingkan tubuh siapa yang bagus di antara yang A dan yang B.
Pemandangan di depan itu tidak membuat bosan. Tapi malah seperti sebuah pertunjukan langsung yang bisa anda nikmati tanpa gerakan yang dibuat-buat.
Jika bisa menunggu dia ingin melihat jalan pemilihan ini dan mencari tahu sosok yang bagaimana bisa lolos.
Tapi kemudian dia segera didatangi oleh seorang pria tua dengan janggut panjang.
Bukan nya menyapa, tapi pria ini langsung berlutut di tengah dan menyapanya ,"yang mulia"
pemuda ini segera mundur dan menatap pria tua itu dengan pandangan yang heran.
"dari mana kau tahu?"tanyanya setelah meminta pria tua itu berdiri. Pria tua ini adalah ketua dua di mana dia melayani para pelanggan di paviliun.
"rendahan ini tidak tahu apa-apa tapi majikan kami mengetahui segalanya. rendahan ini baru saja membaca informasi dan identitas yang mulia diketahui dari situ" kata ketua dua.
"Hem begitu, seperti yang diharapkan dari sebuah Paviliun.Ini bagus sekali hahaha"baru kemudian pria ini merasa dia sudah memasuki tempat yang tepat.
Ketua dua menganggukkan kepalanya tapi dia berkata," pavilion kami tidak bisa menjawab pertanyaan yang akan berkaitan dengan politik dan jual beli manusia.Lagipula anda adalah pangeran dari negara lain jadi maaf yang mulia"
"yang mulia ini akan membayar mahal harga atas jawaban itu. sebut saja angkamu "kata pemuda ini yang sebenarnya diakui sebagai seorang pangeran di negeri sebelah.
"Maaf yang mulia"kata ketua dua.
Situasi politik di negara sebelah memang sedang hangat. Kabarnya terjadi pemberontakan dari seorang jenderal.
Beberapa pangeran diburu untuk memutuskan keturunan kaisar. kaisar yang berkuasa saat ini adalah kaisar boneka yang tidak memiliki kekuatan apapun di tangannya.
Ditambah lagi dengan para menteri yang juga berkolusi dengan jenderal. Ada beberapa pangeran dan para putri yang berada di bawah lutut kaisar saat ini.
Para pangeran itu semuanya bersabar ke beberapa negara yang tidak diketahui untuk bersembunyi dan mencari selamat.
Seperti pangeran ini misalnya.
Awalnya dia kabur bersama dua saudari satu ibu.
Sulit untuk membawa wanita dalam pelarian seperti ini tapi ini adalah permintaan selir ibunya sebelum beliau meninggal. Jadi dia memaksakan diri membawa dua Putri ini bersama-sama.
Satu saudari sudah meninggal dunia terlebih dahulu dalam perjalanan. Dan satu saudari lagi hilang tanpa jejak.
Adapun kenapa dia datang ke papilin anggrek saat ini untuk menemukan di mana saudari itu. Walaupun dia tidak optimis dengan hasilnya tapi dia hanya memiliki mental coba-coba.
Pertanyaan yang lain juga berkaitan dengan negara, apakah negara Dayu memiliki hubungan kerjasama dengan jenderal yang memberontak.
Paviliun anggrek bisa saja menjawab pertanyaan pertama. Tapi pertanyaan yang kedua sama sekali adalah hal yang di luar wewenang.
Untuk beberapa waktu pangeran terbuang ini berdiam diri di tempat. Pada akhirnya dia harus menerima jika hanya pertanyaan pertama saja yang bisa dijawab.
Jadi dia segera membayar sejumlah uang untuk pertanyaan pertama dan berniat pergi setelah itu.
__ADS_1
Adapun identitasnya sebagai pangeran terbuang ini pasti tidak akan pernah dibuka oleh pavilion anggrek setelah mengetahui pengaturan dari Paviliun ini.
Dia adalah seseorang tanpa keluarga dan juga tanpa latar belakang saat ini. uang yang dibayarkan pada Paviliun anggrek adalah keseluruhan uang yang dia miliki.
Sekarang di tubuhnya hanya ada beberapa giok berharga. Mungkin Giok ini juga tidak akan bertahan dan dijual pada akhirnya.
Putri bisa di temukan tapi apa jadinya setelah itu.
Seseorang datang dari jauh dan langsung mengirimkan sebuah dokumen kepada ketua 2. Ketua 2 mendengar bisikannya dan tiba-tiba membukakan matanya dengan heran.
Belum selesai keterkejutannya tiba-tiba pangeran terbuang ini membalikkan badan dan berkata,"kupikir aku bisa masuk dalam kriteria menantu dari pintu ke pintu.Apakah aku layak?"
"Yang mulia "pria yang baru datang juga berlutut dan menundukkan kepalanya dengan hikmat. Sebenarnya dia adalah penjaga satu yang mengirimkan berkas langsung dari putri istana.
Dia juga tidak tahu isi dari berkas itu tapi katanya berkas harus langsung diberikan kepada orang yang terkait. Memang begitu Putri juga sempat mengatakan identitas orang ini.
"apa kata majikan mu?"tanya pangeran yang terbuang.
"majikan berkata jika pangeran berkenan pangeran juga bisa mengikuti sayembara"kata penjaga satu yang masih berlutut di tanah
"Hahaha tiba-tiba saja aku berpikir majikan kalian itu adalah seorang peramal. tapi apakah dia juga bisa melihat masa depan?" tanyanya menerawang ke atas.
"Tidak tahu, yang kami tahu majikan adalah orang yang berbakat"jawab penjaga satu yang masih berlutut karena tidak ada perintah untuk bangun.
pangeran terbuang ini merasa dia bukanlah siapa-siapa lagi dan identitas yang dia miliki juga bukanlah hal yang penting jika sudah di negara orang lain.
Dia juga tidak memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan militer demi menyerang balik jenderal penghianat.
Sedangkan kekayaan dia juga sudah hampir menghabiskannya. Dia memiliki sejumlah kekayaan tanah dan beberapa harta lainnya dari seluruh ibu .Tapi itu berada di negaranya sendiri bukan di negara dayun.
Namun begitu pangeran terbuang ini percaya jika harta itu juga sudah berpindah tangan.
Berpikir begitu pangeran terbuang segera berbalik dan duduk lagi di gazebo. Paling tidak dia di sini masih dihormati oleh beberapa orang dan masih berpikir jika dirinya adalah seorang pangeran.
Entah kenapa pangeran terbuang merasa kertas yang di tangannya begitu berat. Ini adalah masalah masa depannya.
Ada dua dokumen di sini yang tertutup dengan dua amplop.
Penjaga satu mengatakan dua amplop ini mewakili dengan dua pilihan. pangeran bisa memilih salah satu diantaranya, jadi bakar saja amplop yang tidak diinginkan.
Pada berkas 1 tertulis , Paviliun anggrek bisa memberikan identitas baru pada pangeran terbuang ini dan juga menemukan putri yang hilang.Namun begitu mereka adalah orang Dayun dari sejak itu dan sampai kapanpun.
Identitas pertama adalah menantu dari pintu ke pintu untuk zhang muhua dan dia akan ditempatkan di perbatasan dengan menjadi pegawai rendah.
Dia boleh membawa adik perempuannya bersama-sama tinggal di perbatasan dengan zhang muhua nantinya.
Sedangkan identitas yang kedua seorang pemuda desa di mana terjadi banjir bandang tahun lalu. Ada banyak identitas yang bisa dipilih di sini dan identitas ini juga bisa dipilih sendiri oleh pangeran terbuang.
Persyaratan untuk amplop ini adalah kesetiaan tanpa berbelah bagi. Zhang muhua hanya bisa menjadi istri sah dan tidak diperbolehkan mengambil selir sampai mati jika pangeran terbuang memilih identitas pertama.
Pangeran terbuang ini menatap dan membaca berkas ini sekali lagi. Tiba-tiba dia saja dia merasakan identitas dari sang muhua bukanlah identitas yang biasa.
"siapa itu Zhang muhua?"Tanya pangeran terbuang.
"dia adalah Nona zhang yang kedua Tuan zhang yang biasa di panggil menteri kanan. bulan ini direncanakan dirinya akan menikah dengan pedagang tua yang sudah memiliki cucu. jadi nona zhang kedua meminta bantuan pavilion anggrek"kata penjaga satu dengan wajah serius dia diizinkan untuk mengatakan identitas asli Zhang muhua pada semua pelamarnya.
Ini dilakukan karena tidak ada tidak ingin ada rahasia yang akan membuat masalah di masa depan.
Lalu penjaga ini juga mengatakan jika para calon akan langsung dipilih oleh Zhang muhwa malam ini.
Pangeran terbuang ini tersenyum sinis tapi juga merasa tertarik dengan ideologi dari Paviliun anggrek.
Tidak ada persyaratan apapun yang digunakan untuk pihak pelamar,hanya meminta kesetiaan saja.
Jika sebuah kesetiaan itu sangat mudah didapatkan lalu kenapa dia harus meninggalkan negara sendiri.
Apakah pemilik Paviliun anggrek ini adalah seorang yang naif.
__ADS_1
Tapi ini menarik.