
apa yang tidak dikatakan oleh sistem gosip sebenarnya adalah informasi prajurit pemberontakan sudah menyebar di beberapa orang.
Ini juga terkait dengan penjaga bayangan dan sejumlah prajurit lain yang secara tidak sengaja sudah menelan pil kesetiaan.
Mengikut pengaturan dari pil kesetiaan, tidak akan terjadi masalah seandainya sang Putri tidak disinggung atau dilukai oleh orang yang menelan pil tersebut. Atau juga jika mereka berpikir untuk melukai sang Putri.
Takut terkena imbasnya, orang-orang ini mengatur agar mereka masih tetap dalam posisi masing-masing .Hanya saja mereka perlu menghindar untuk tidak bentrokan langsung dengan istana kecil.
inilah perbedaan zaman.
Prajurit ini benar-benar tidak ingin bertarung atau tidak pernah berniat untuk memberontak hanya saja mereka selalu ditekankan untuk setia kepada pemimpin.
Namun harus diingat pemimpin ini sebenarnya bukanlah Kaisar Tapi orang yang memimpin mereka yang terindikasi memegang token khusus.
Contohnya seseorang yang memiliki token dengan tanda khusus, walaupun mereka tidak mengenal pemiliknya. Tapi melihat dari Token itu saja mereka harus tunduk kepada perintah orang yang memegang token.
Intinya token adalah sesuatu yang penting.
Dan itu juga melambangkan kesetiaan bawahan dengan pemimpin.
Sekarang pemilik token atau pemimpin dari prajurit ini berpihak kepada Pangeran ketiga. Mau tidak mau mereka juga harus mendengarkan pengaturan dari pangeran ketiga.
Jadi pada dasarnya mereka tidak setuju memberontak tapi terpaksa ikut memberontak.
Kasusnya sama ketika Jenderal Su memberikan token miliknya kepada Pangeran ketiga, yang artinya kepemimpinan sudah berpindah tangan kepada Pangeran ketiga.
Sebenarnya itu memang kejadian asli hanya saja Zhang Fei memiliki intrik tersendiri untuk mengganti token tersebut dengan yang palsu sementara yang asli dikembalikan lagi kepada jenderal su.
Nah pada saat prajurit ini memberontak dengan perintah Pangeran ketiga, prajurit yang berada di bawah Jenderal su tidak ikut campur.
Pangeran ketiga tidak tahu hal ini yang dia tahu adalah para prajurit ini berada jauh dari ibukota dan keberadaan mereka sulit dideteksi jika pun mereka bisa dikumpulkan itu akan memakan waktu yang banyak.
Jadi dia tidak terlalu memusingkan Token tersebut dan akan menggunakannya ketika dirinya menjadi Kaisar.
Sebenarnya ini adalah sebuah rencana yang bagus. Tapi sayangnya dia tidak pernah berpikir jika masih ada pihak lain yang bisa berkontribusi dalam menahan laju pemberontakan .Dan itu adalah sosok-sosok yang tidak pernah dipikirkan sama sekali.
Sekelompok pengemis.
("Oh sayang, lihat wajah-wajah prajurit pemberontak itu hahaha mereka terkejut jika mengetahui pengemis pun tidak bisa mereka kalahkan dengan mudah hahaha.hei baru sekarang mama mengerti jika ini ide bagus untuk mengajar para pengemis itu ilmu bela diri ")
"Ohh mama, jangan banyak bicara, ayo jelaskan lagi bagaimana.ah Jika saja aku memiliki kemampuan untuk bertarung ,aku juga ingin melihat secara langsung . Kisah di televisi itu hanya sebuah trik tapi sekarang adalah siaran langsung yang real dan live hah, sayang sekali Mama tidak memiliki fitur itu Hem ")
Kata zhang Fei yang hanya bisa membayangkan pergerakan-pergerakan kungfu dari ahli bela diri yang sebenarnya sudah bertempur di depan rumahnya sendiri.
Tapi sayang, dia hanya bisa mendengar tapi tidak bisa melihat.
("is masih saja enggak bersyukur, tapi dengar ya say.....")
Dalam keterkejutan yang terbaca jelas di mata prajurit pemberontak, pertarungan yang tidak seimbang tersebut memicu rasa ingin tahu dan ketidakpercayaan.
Dia terengah-engah, berusaha untuk memahami apa yang baru saja dia saksikan. Dengan langkah ragu, dia bertanya pada pengemis tua yang masih menahan tongkatnya dengan mantap.
"Siapakah kalian sebenarnya? Apa tujuan kalian?"
pengemis kurus itu kembali pada posisi santainya, dia menatap prajurit yang bertanya dan berkata dengan lugas.
"Kami hanyalah pengemis miskin yang tidak bisa lagi melihat ketidakadilan merajalela di ibukota ini. jika kalian berniat untuk masuk ke istana kecil maka, langkahi dulu mayat kami "
Pengemis tua itu memandang prajurit pemberontak dengan mata yang penuh makna. Dia mengerti keraguan yang dirasakan oleh prajurit itu.
"aku sendiri tidak percaya jika aku mampu mengalahkan prajurit itu hanya dengan jurus tongkat pengemis pemukul anjing. jika aku sendiri tidak percaya bagaimana prajurit ini bisa mempercayainya hahaha "pikir pengemis itu di dalam hati sambil sesekali melihat tangannya yang menggenggam tongkat.
"Sial kalian tidak mungkin hanya seorang pengemis kalian pasti mata-matanya dikirimkan untuk menghancurkan negara Dayun.huh Tapi itu tidak akan mudah sama sekali"kata prajurit itu dengan meludahkan darah kental ke tanah.
Hanya sekelompok orang pengemis yang bersiap ingin mati.
"Oh terserah tapi tidak akan pernah mudah bagi kalian yang ingin masuk ke istana kecil"
__ADS_1
Tanggapan pengemis tua itu menciptakan pertimbangan dalam pikiran prajurit pemberontak. Pengemis tua itu telah membuktikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan tekad yang luar biasa.
pengemis dua itu mencoba untuk membujuk para prajurit pemberontak dan mengatakan jika mereka dulunya adalah pahlawan bagi negara Dayun dan sekarang mengapa berubah menjadi pemberontak yang lebih keji daripada bandit gunung.
Selagi mereka berbicara sebenarnya zhang Fei mulai mengutuk di istana kecilnya.
"ah ini nih kesalahan kalau membuat film, banyak bicara banyak melongo tanpa aksi.Ah hantam sajalah ,kenapa banyak ngomong sih"kata nya.
Satu mangkok popcorn sudah habis dan dia memerintahkan gadis Persib untuk membuat satu mangkok lagi.
Meski popcorn nya sudah habis, para pengemis masih berbicara berbicara lagi untuk membujuk prajurit pemberontak.
Gimana nggak kesel coba.
Sistem gosip ,hanya bisa memutar matanya melihat reaksi dari zhang Fei tidak sabar untuk melihat pertarungan.
Dalam sekejap arena pertempuran yang semakin gemuruh, puluhan prajurit pemberontak dan para pengemis tua dengan tongkatnya saling berhadapan. Teriakan dan dentingan senjata mengisi udara, menciptakan suasana pertarungan yang mendebarkan.
Prajurit pemberontak mengambil langkah mantap, menyuarakan perkataan yang penuh dengan rasa tekad.
"Para pengemis, kalian tidak akan lolos dari akibat tindakan kalian. Kalian akan menyesal telah mencampuri urusan kami!"
"baru saja tahu satu jurus ,kalian sudah memandang tinggi diri sendiri, hahaha hari ini kalian akan tahu tinggi rendahnya langit"
Sementara para prajurit pemberontak bersiap untuk pertarungan, beberapa di antaranya tidak bisa menahan diri untuk menyuarakan kata-kata yang merendahkan kepada para pengemis.
"Siapa yang berpikir kalian bisa membuat perbedaan? Pengemis seperti kalian tidak ada apa-apanya di sini!"
"Mereka mengira tongkat kayu mereka bisa mengalahkan prajurit berpengalaman? Sungguh menggelikan!"
Namun, para pengemis tidak tergoyahkan oleh kata-kata hinaan tersebut. Dengan sikap tegar, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi prajurit pemberontak yang jelas meremehkan kemampuan mereka.
"Kami mungkin pengemis, tapi kami tidak akan menyerah begitu saja. jelas tidak akan mudah untuk kalian mengalahkan kami"
" Ayo para Pengemis,kita akan menunjukkan bahwa semangat juga bisa mengimbangi segala kekurangan."
Dengan perkataan-perkataan yang terlontar, pertarungan pun dimulai lagi. Dentang senjata dan hantaman tongkat berbunyi seiring pergerakan para prajurit pemberontak dan pengemis dalam pertempuran yang semakin intens.
Dalam keadaan pertempuran yang sedang berkecamuk, di tengah hiruk-pikuk dan suara dentingan senjata, tiba-tiba perhatian semua orang tertuju pada sosok yang baru muncul di area pertarungan. Sebuah momen ketenangan singkat melanda saat semua mata memandang ke arah orang yang baru datang.
Sosok itu adalah seorang pria tampan, memiliki wajah yang menawan dengan mata yang tajam penuh dengan tekad. Meskipun penuh dengan pesona, pakaian lusuh yang melekat pada tubuhnya dan jejak-jejak debu yang tampak di kulitnya .Menyiratkan bahwa dia bukanlah seseorang dari kalangan berkecukupan. Pakaian itu, meskipun lusuh, tetap terlihat terawat dan tidak ragu-ragu dalam menggambarkan identitasnya sebagai anggota pengemis.
Saat langkahnya melangkah maju ke dalam arena pertarungan, pria itu menghadap semua orang dengan ekspresi yang serius. Dalam keheningan yang tercipta, suaranya tiba-tiba bersuar.
"Semua pengemis, mundur sejauh mungkin."
Perintah tegas yang diucapkan oleh pria tampan itu menggema di udara. Semua pengemis, baik yang tengah bertempur maupun yang baru saja datang, melihat ke arahnya dengan perhatian.
Atas perintah tegas dari ketua partai pengemis, suasana di arena pertarungan berubah drastis. Para pengemis mundur dengan tertib, meninggalkan pertempuran yang hampir membuat mereka tenggelam dalam lautan senjata dan serangan.
Langkah mundur mereka diarahkan dengan koordinasi yang mengejutkan, membentuk koridor kosong di antara pertarungan yang sedang berlangsung.
Sementara para pengemis mengikuti perintah dengan patuh, prajurit pemberontak yang telah mengalami pertarungan intens segera menyadari adanya sosok yang berdiri di tengah-tengah area pertarungan.
Ketua partai pengemis itu , jelas memiliki tampilan yang berbeda dari pengemis lainnya. Tidak ada lagi pertempuran yang memecah konsentrasi mereka, semua mata tertuju pada sosok-sosok itu.
"Siapa kau?"
Prajurit pemberontak yang bertanya-tanya segera mendapat jawaban.
" aku adalah ketua dari partai pengemis. jika dulu kalian adalah pahlawan tapi hari ini kalian adalah pecundang"
Prajurit pemberontak tercengang oleh pengakuan ini. Sang ketua partai pengemis, seorang pria tampan yang baru saja memerintahkan pengemis mundur, dengan tegas mengakui identitasnya sebagai pemimpin mereka. Tidak hanya itu, dia berbicara dengan suara yang penuh dengan otoritas dan wibawa. Namun, ada sentilan keheranan di wajah prajurit pemberontak ketika dia mengeluarkan pertanyaan yang terlintas di benaknya.
"Kau adalah ketua partai pengemis? Mengapa kalian, para pengemis miskin, juga memiliki partai?"
"Hei dunia sepertinya sudah gila, hah pengemis juga punya partai hahaha"
__ADS_1
"Hahaha "
Pertanyaan sinis prajurit pemberontak ini membuat suasana tegang sejenak. Namun, ketua pengemis itu hanya tersenyum, menerima pandangan sinis dengan sikap yang tenang.
"jangan salah anak muda ,walaupun kami adalah pengemis tapi kamu juga manusia yang memiliki hak untuk hidup sama seperti kalian"
Jawaban ketua pengemis ini memancarkan pesan bahwa pertarungan mereka tidak hanya terjadi di medan fisik, tetapi juga dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
Dengan tatapan tajam dan niat yang bulat, prajurit pemberontak secara serentak bergerak cepat ke arah ketua partai pengemis. Keyakinan mereka dalam kemenangan terletak pada angka jumlah yang ada di pihak mereka.
Ketua partai pengemis tiba-tiba mengambil sikap kuda kuda. Mengumpulkan kekuatan misterius di sekitar dirinya. Elemen-elemen kotor dari lingkungan sekitar mulai bergerak menuju tubuhnya, berkumpul di sekitar perutnya, dan membentuk tumpukan yang semakin besar dan lebih padat.
Dalam momen yang mencekam, tekanan tumbuh lebih besar dan elemen-elemen ini akhirnya dilepaskan dan....
Breerttt....
Di sekitar area pertarungan yang meluas, sekitar 20 meter persegi dari ketua partai pengemis, dampaknya langsung terasa. Suasana berubah drastis saat bau yang mengerikan menyebar dengan cepat, mengguncang prajurit pemberontak dan menyebabkan beberapa dari mereka mulai panik.
"Ew, apaan ini?! Bau apa sih?"
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa bau seperti ini?"
"Ah hu..huek,bau banget "
"Sialan,dasar pengemis bau,hu ..huek.."
Seruan dan suara muntah terdengar di mana-mana, menciptakan kekacauan di antara prajurit pemberontak yang tidak bisa melawan bau yang tidak terkatakan ini.
"Astaga, rasanya seperti racun! Seseorang tolong bantu aku!"
"Huek... akkhh...
Prajurit-prajurit yang lebih kuat secara fisik berjuang untuk menahan mual yang mendalam, sementara beberapa yang lebih lemah tumbang karena dampak dari bau yang mematikan ini.
"Tolong... apa yang terjadi padaku? Saya merasa pusing..."
Dalam momen ini, jurus pengemis bau yang aneh ini berhasil mengganggu dan menghancurkan keseimbangan mental dan fisik prajurit pemberontak.
Perlu diingat dengan jurus inilah dia berhasil memenangkan posisi sebagai ketua partai pengemis. Namun pada saat itu jurus ini tidak setinggi sekarang.
Dengan terus-menerus mempelajari jurus tersebut, sekarang dia juga sudah mampu menyerap elemen kotor di sekitar area.
Bau bukan saja bau tapi bisa menjelma mirip seperti ribuan jarum yang langsung masuk ke dalam pori-pori lawan.
Dengan begitu jarum bau ini mampu merusak organ-organ penting di dalam tubuh.
Buktinya orang yang lemah, bukan hanya pingsan tapi juga akan mengalami kegagalan fungsi organ tubuh mereka. Sehingga berdampak kejang-kejang dan mati tidak lama kemudian.
Kekuatan dari elemen kotor dan bau yang menyerang begitu cepat dan mematikan, meninggalkan mereka yang terkena dampak terguncang dan terkejut.
Sementara itu beberapa pengemis yang tadinya menghindar melihat reaksi dari jurus bau tersebut.
Mereka langsung kagum dan beberapa orang berniat untuk mengolahnya juga.Dulu mereka sedikit jijik dan meremehkan jurus ini.Tapi sekarang mereka tergila-gila dan berencana untuk mempelajari nya.
"Hebat, kupikir jurus ini hanya akan membuat aku muntah tapi rupanya masih bisa membunuh orang"
"Hohoho aku akan mempelajari jurus ini juga, palingan bau dikit lah hahaha"
"Ketua, aku tidak berani lagi meremehkan jurus pengemis, sebenarnya jurus pengemis ada sembilan ,oh aku akan mempelajari nya segera setelah ini"
Beberapa pengemis mulai mengagumi jurusan ini karena melihat efektivitasnya. Namun tidak ada yang menyadari jika sebenarnya zhang Fei, orang yang mengasaskan jurus pengemis ini. Sebenarnya menganga lebar dan sampai saat ini tidak bisa menutup mulutnya.
"Ini...mama ini kan cuma kentut kenapa bisa membunuh orang sih mah?"
("Hahaha say, kentut bukan sembarang kentut tapi kentut ini kentut beracun hahaha")
Zhang Fei masih terkejut dengan kenyataan jika kentut juga bisa membunuh mu.
__ADS_1
Bisakah kau percaya itu.