
Di dalam Su Mansion, suasana begitu sibuk dan penuh gerak. Istri Jenderal Su bergerak dengan sigap, mengatur segala sesuatu agar bisa berkemas dengan efisien. Dia mengeluarkan perintah dengan tegas kepada kepala rumah tangga untuk mengurus pelayan-pelayan dengan bijak. Beberapa pelayan diizinkan untuk pergi dengan bebas, sesuai dengan karakter dan keinginan masing-masing, sementara yang lain akan dijual atau diberikan kebebasan.
Di sepanjang lorong-lorong Su Mansion, pelayan-pelayan sibuk mengemas barang-barang dan persediaan yang diperlukan untuk perjalanan. Semua orang bekerja dengan cepat dan terkoordinasi, membantu mempersiapkan segala sesuatu agar bisa berangkat secepat mungkin.
Sementara itu, Jenderal Su dengan penuh perhitungan mengatur pesan-pesan terakhir kepada para penjaga bayangannya. Dia berbicara dengan tenang, tetapi setiap kata yang dia ucapkan membawa keberanian dan kejelasan yang tegas.
Penjaga bayangan mendengarkan dan memahami bahwa ini adalah momen penting yang mengharuskan mereka untuk tetap setia pada tugas dan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Jenderal Su.
Token sudah di serahkan, itu artinya prajurit memiliki tuan baru yang harus mereka layani.
Menjadi prajurit kecil, tidak bisa pergi sesuka hati seperti jenderal Su.Jika mereka melawan artinya mereka sedang berkhianat.
Sementara itu Istri Jenderal Su, dalam kesibukannya, tidak bisa menahan diri untuk tidak merenung. Dia mengingat kembali semua momen indah yang mereka bagikan di Su Mansion sejak pernikahan . Meskipun dalam hatinya merasa sedikit enggan untuk meninggalkan tempat yang begitu dikenalnya, dia telah pasrah dan siap mengikuti suaminya di mana pun dia pergi.
Dalam segala keberisian dan kesibukan ini, Su Mansion menjadi semacam arena kehidupan yang memunculkan semua emosi, kenangan dan persiapan yang penuh makna.
Semua orang bekerja dengan tekun, membantu satu sama lain dalam upaya besar mereka untuk berangkat ke arah yang baru, tanpa tahu persis apa yang akan menanti mereka di sana.
Kembali ke dalam sebuah ruangan yang tenang, dimana Jenderal Su berdiri di hadapan 20 perwakilannya. Wajahnya terlihat tegar, namun terasa berat hati. Dia memandang mereka dengan penuh kenangan berdarah,air mata dan pengorbanan seorang prajurit.Jendral su menyadari bahwa momen ini adalah momen perpisahan yang mengharukan.
Walaupun persaudaraan ini rasanya begitu kental dan sulit untuk melepaskan diri tapi jenderal su ingin menjadi orang egois untuk pertama kalinya.
Seorang jenderal yang mampu menjaga kestabilan negara tapi tidak mampu menjaga keluarga sendiri.
Masih pantaskah dia disebut sebagai laki-laki.
"Dalam beberapa saat ke depan, aku akan meninggalkan pangkat jenderal yang sudah akuemban dengan bangga selama ini," ucap Jenderal Su dengan suara tegas namun penuh dengan emosi. " aku merindukan hari-hari di medan pertempuran, saat kami bersama-sama berjuang untuk negara ini. Tapi jika suatu hari ada masalah yang harus dihadapi, temukanlah aku di desa tempat kami akan menetap."
Jika anda mendengarnya dengan lebih detail dia tidak lagi menyebut dirinya dengan jenderal ,melainkan dengan "aku" yang artinya identitasnya turun drastis bahkan lebih rendah dibanding dengan prajurit yang sedang menatapnya saat ini.
Perwakilan dari bawahannya mendengarkan dengan hening. Mereka adalah para prajurit yang pernah berdiri berdampingan dengan Jenderal Su di medan pertempuran. Meskipun pangkat mereka berbeda, mereka tahu bahwa ikatan antara mereka tidak hanya terjalin oleh hierarki militer tetapi juga oleh persaudaraan yang dalam.
"Kami mungkin memiliki pangkat yang berbeda, tapi saat kami berada di medan pertempuran, kami adalah saudara. Kami berbagi kesetiaan dan tekad untuk melindungi negara ini," kata Jenderal Su dengan penuh kehangatan. " aku akan merindukan momen-momen itu. Tapi aku sudah memutuskan untuk mengakhiri keterlibatan dalam politik yang menjijikkan ini."
Wajah-wajah para perwakilan menjadi cemas dan sedih mendengar keputusan jenderal mereka. Mereka mengerti bahwa politik bisa menjadi sesuatu yang penuh intrik dan kepentingan, sesuatu yang mungkin tidak cocok dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh Jenderal Su.
Saat semuanya hampir beranjak meninggalkan ruangan, seorang penjaga bayangan maju. Dia memiliki raut wajah yang serius dan penuh pertimbangan.
"Mohon izinkan saya berbicara," kata penjaga bayangan dengan suara tegas.
Jenderal Su mengangguk dan memberi izin. "Silakan."
Dengan langkah mantap, penjaga bayangan itu maju dan berkata, "Saya memiliki informasi yang mungkin akan membuat Anda berpikir ulang, Jenderal."
Perwakilan yang hadir mengamati penjaga bayangan ini dengan heran. Tidak banyak yang berani berbicara begitu di depan Jenderal Su, terlebih dalam momen seperti ini. Tapi penjaga bayangan ini tampaknya memiliki sesuatu yang penting untuk diungkapkan.
Plop...
Dia berlutut di lantai dan ini sangat mengejutkan sekali.
"Jendral, sulit untuk mengatakan hal ini tapi karena persaudaraan kita. Aku mengatakan yang sejujurnya.Aku dan hampir ratusan prajurit sebenarnya sudah menemukan Tuan yang baru lebih awal"
"Apa? Xu tua,apa kau sedang membelot?kau berhianat pas negara mu sendiri?"
"Xu tua?kau ..kau..
Beberapa perwakilan maju untuk memarahi pria yang berbicara itu. Jendral su juga marah dengan kejadian ini tapi dia ingin mengetahui hal ini lebih lanjut.
"Diam semuanya ,biarkan dia berbicara!"
Segera suasana menjadi diam dan hal ini dimanfaatkan oleh jenderal su untuk menatap langsung kepada Xu tua yang masih saja berlutut di lantai dingin.
__ADS_1
"Xu tua lanjutkan lah dengan berdiri" katanya.
"Terimakasih jenderal "katanya yang berdiri tegak lagi.
Di bawah tatapan semua orang dia mulai membuka mulut nya.
" tuan ku, adalah seseorang yang bijaksana. apakah kalian melihat ribuan merpati terbang di ibukota akhir-akhir ini?"
Semua orang mengangguk ,tapi beberapa langsung menebak inti dari pembicaraan namun tetap menuntut mulut karena ingin mendengar secara keseluruhan.
" Sebenarnya ada kejadian lucu di balik ini, Kaisar sudah mencurigai dia tapi dia buru-buru ingin mengirimkan merpati terbang ke sebuah tempat. secara sengaja Dia meminta orang-orang yang setia untuk menerbangkan satu burung merpati pada jam yang sama. ini bukanlah pemaksaan , siapa yang bisa Oke dan siapa yang tidak bisa juga tidak masalah"katanya dengan senyum.
Mendengar itu semua orang termasuk jenderal su menjadi pucat. Kau tahu jumlah yang diterbangkan hari itu lebih dari ribuan ekor.
Bukankah ini artinya orang yang setia terhadap Tuan yang sama di ibukota, jumlahnya adalah sebanyak burung itu.
Oh ini mungkin tidak benar, karena ada juga orang-orang yang tidak menerbangkan burung mereka.
Artinya, orang ini memiliki kemampuan di luar nalar.
"orang lain tidak tahu tujuan dari pelepasan burung itu tapi aku sebagai penjaga bayangan, tau hanya saja tidak akan mengabarinya. aku setia kepadanya sampai mati"
Jenderal Su sudah berkata untuk mengundurkan diri dan bahkan tidak menyebut dirinya sebagai jenderal lagi. Tapi mendengar seseorang yang mengatakan dia setia kepada orang lain selain daripada Kaisar, hatinya tidak tahan.
Ini adalah negaranya dan orang yang paling tinggi di negara ini adalah Kaisar tidak boleh ada orang yang melampaui hal itu.
Dengan cepat dia melayangkan tinjunya ke perut Xu tua. Pria itu tidak melawan sedikitpun hanya menerima dan muntah darah akibat tinju yang berat.
Namun begitu masih ada senyum di bibirnya.
"Xu tua, kau penghianat! Kaisar adalah orang yang dipilih dari surga dan orang yang harus kita lindungi sedapat mungkin tapi apa yang kau buat sekarang? menemukan Tuan baru dan setia kepadanya sampai mati.bah, kurang ajar"
Sekali lagi dia melayangkan tinjunya namun kali ini tinju itu ditahan oleh Xu tua dengan senyuman.
Jendral Su dan yang lain sedikit kesal tapi juga bingung dari mana datangnya rasa kekaguman dan kesetiaan itu.
Mereka sudah cukup lama berteman dan mengerti karakter dari Xu tua ini.
Karena itu mereka mendengar pembicaraan yang lebih lanjut meskipun merasa itu tidak mungkin.
Seseorang yang memiliki kemampuan tapi tidak memiliki ambisi untuk menjadi orang yang tertinggi di sebuah negara.Ah omong kosong.
Xu tua sudah memperkirakan mereka akan tertarik mendengar narasinya.
Tanpa ada tekanan apapun dia langsung menceritakan kisah "seseorang ".
Dengan jujur dia mengatakan perkenalan pertamanya dengan orang ini adalah melalui pil kesetiaan. Karena takut mati dia terus mengikuti perintah untuk mencari dua anggota baru dan itulah kenapa saat ini di dalam kelompok mereka ada ratusan pengikut setia lainnya.
Lalu dia melihat dia mendengar jika ada penjaga bayangan yang ingin mengundurkan diri menjadi rakyat biasa dan itulah yang dilakukan oleh "orang" tersebut.
Orang ini diberikan identitas dan sekarang menjadi orang biasa dia sendiri pernah melihat orang ini bergaul dengan identitas barunya di tempat yang baru.
Jika kau tidak bisa tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri maka kau tidak akan pernah percaya.
Semua orang termasuk jenderal Sunter henyak mendengarnya, seorang penjaga bayangan ditakdirkan tidak memiliki identitas bahkan tidak memiliki akar.
Tapi orang ini mampu memberikan identitas itu, siapa dia sebenarnya.
Jelas Xu tua setia karena pemaksaan lewat pil kesetiaan kan.
Sebuah pil? apakah ada hal yang sehebat itu?
__ADS_1
"Xu tua, kau mengatakan ini kepada kami apakah kau tidak takut mati karena pil itu akan meledak?"tanya seseorang dengan heran.
"Tuan ku, ada seseorang yang memiliki akal sehat. tujuan sebenarnya dari pil kesetiaan ini bukanlah untuk memperbudak. Tapi untuk menjamin agar kita tidak pernah menyentuhnya sama sekali. Jika dia adalah orang yang berambisi dan berpikiran buruk .Itu akan berbahaya untuk negara tapi dia adalah seseorang yang murni, polos dan juga baik hati. hanya dengan berbekal tampil ini dia bahkan bisa menaklukkan negara ini kapan saja dan hanya dalam hitungan detik. Tapi dia tidak melakukannya. ini jelas membuktikan jika hatinya murni dan tulus "
Xu tua jelas mengatakan jika hari ini dia tidak melanggar hati nuraninya maka itu tidak akan meledak.
Semua orang dibuat bingung lagi ,siapa orang yang hebat ini.
Tapi bisakah sebuah pil menaklukkan sebuah negara? itu tidak benar bukan.
Memang tidak tapi ketika Xu tua memberikan contoh hidup, mereka semua terkejut dan menjadi kagum di saat yang sama.
Negeri Yue memiliki kaisar baru, orang-orang yang bergerak di bidang politik juga mengetahui hal ini. Tapi siapa sangka kaisar baru itu, naik hanya gara-gara menjadi orang yang juga setia kepada nya.
Itu membuktikan jika pil itu memang benar-benar bisa menguasai negara seperti yang disebutkan oleh Xu tua.
"tapi tuanku tidak menginginkan apapun. perjanjian awal dengan kaisar yue adalah selagi dia hidup negara yu tidak boleh menyerang kekaisaran Dayun. Bahkan dia harus membangun hubungan kerjasama lewat perdagangan dengan kita. Jadi jenderal bukankah Tuanku itu baik?"
Jenndral su sempat kagum tapi dia menggelengkan kepalanya dengan lemah. Ada begitu banyak intrik politik yang tidak kita ketahui dan mungkin ini adalah intrik yang belum pernah didengar sebelumnya
"Tapi dari mana dia mengatakan hatinya baik. jika baik bagaimana mungkin dia menebarkan begitu saja pil kesetiaan ke segala arah dan dengan orang-orang yang acak"kata nya dengan lugas.
Dia tidak lagi bisa berdiri tapi pergi mencari kursi untuk duduk, demi mencerna informasi yang baru saja dia dengar.
"jenderal sedang meremehkan tuanku karena jenderal tidak tahu apa-apa. pergilah ke luar sana. dan kau akan bertemu dengan seorang pengemis tanyakan padanya , apakah dia juga menelan pil kesetiaan" katanya.
Sekarang jenderal mau tidak mau menganga dengan lebar ,bukan saja prajurit andalan seperti mereka tapi para pengemis pun tidak terlewati.
Oh sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh orang ini.
Apakah dia ingin menguasai negara bahkan dari hal-hal terkecil.
"para pengemis sebenarnya dikumpulkan dengan satu bendera yaitu partai pengemis, jendral. Tujuannya bukan untuk menaklukkan negara tapi untuk mengubah hidup dari pengemis tersebut"
Dari sini xu tua mengungkapkan jika para pengemis banyak yang kembali ke tempat kelahiran mereka masing-masing untuk menjadi pedagang.
Menjadi pedagang juga akan memperkaya negara karena para pedagang membayar lebih banyak pajak daripada yang lain.
bukan itu saja dia bahkan memberikan jurus aneh untuk para pengemis. bukan tujuan menguasai dunia tapi untuk mengingatkan diri mereka sendiri jika mereka berasal dari kelompok di bawah dan tidak akan pernah melupakan hal itu seumur hidup.
Itulah kenapa para pengemis diwajibkan untuk mengemis setiap 1 bulan sekali Jika kau melanggar maka meledaklah dia.
Hahaha bukankah ini hebat.
Ketika berbicara rasa kekagumannya meningkat dengan tajam.Xu tua juga mengatakan bukan saja para pengemis bahkan beberapa bangsawan juga sudah terlibat dalam hal ini.
Jika terjadi makar maka itu yang disebut dengan kesuksesan dalam hitungan detik.
Tapi tuan pemilik pil kesetiaan tidak pernah melakukannya. Karena benar-benar tidak ingin menaklukkan negara di bawah kakinya.
Dia hanya ingin bersantai sejenak tanpa khawatir dengan gangguan-gangguan yang tidak penting.
"Jika dia mau Kaisar pun bisa dia kendalikan bukan? Hah apa itu Pangeran ketiga? Dia tidak ada apa-apanya di bawah Tuan ku hahaha"
Sama seperti jendral su ,semua orang mencari tempat untuk duduk dan mengunyah lidah masing-masing.
Jika apa yang disebutkan oleh Xu tua tadi ,maka pandangan mereka terhadap dunia benar-benar seperti katak di dalam tempurung.
Di atas Kaisar sebenarnya masih ada orang yang lebih tangguh. ibarat kata di atas langit masih ada langit yang lain.
Kekuatan orang ini jika dimiliki oleh kaisar bukankah Kaisar akan berniat untuk memiliki seluruh dunia.
__ADS_1
Tapi dia tidak menginginkannya ,hanya ingin bersantai dan tidak ingin diganggu dengan urusan apapun.
Ah masih adakah orang yang sebodoh itu?