
Zhang Fei bener-bener berencana untuk meninggalkan Dayun tanpa bisa diganggu gugat. Gadis Persik sama sekali tidak mengetahui rencana Zhang Fei, di sini dia masih tersenyum dan dengan patuh berjalan di belakangnya.
Seolah-olah dia beneran akan mengikutinya seumur hidup.
Ada begitu banyak prajurit yang berkumpul di istana saat ini apalagi dengan datangnya prajurit dari jenderal Su.
Meski demikian tidak ada yang berani menghalangi Zhang Fei untuk terus berjalan menuju pintu gerbang istana terlarang.
"Ohh kebebasan akhirnya!!"
Zhang Fei tersenyum cukup lebar ketika mengingat dia akan meninggalkan status dan menjadikan segalanya masa lalu.
Setelah ini dia benar-benar orang yang bisa pergi kemanapun dirinya mau. Dunia begitu besar bukan hanya ada Dayun saja.
Tapi ketika dia tiba di pintu gerbang, matanya membulat tidak percaya.
Bayangkan saja saat ini ribuan orang sedang berkumpul di pintu gerbang. Sebuah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika pun terjadi demonstrasi mereka tidak berani melakukan itu di depan pintu istana.
Yang membuat tercengang adalah informasi dari sistem.
("Mereka adalah orang-orang yang sudah menelan pil kesetiaan terlepas dari partai pengemis Paviliun anggrek dan para bangsawan.Say rencana pelarianmu sepertinya akan gagal tuh hahaha")
"Tidak... Bagaimana mereka mendapatkan kabar jika aku akan pergi?"
("Hei pavilion anggrek adalah pusat informasi dengan kecepatan internet kuno. Jangan tanya dari mana mereka tahu oke")
"Apakah mama tahu tujuan mereka datang? Palingan untuk menghalangi aku pergi dari dayunkan?"
("Hem 100 untuk tuan rumah karena sudah begitu pintar")
Melihat sang Pei sudah berdiri tepat di pintu gerbang, tiba-tiba saja ada gerakan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
plop.....
Plop.....
Plop....
Ribuan orang tadi, tiba-tiba berlutut secara serentak dan tujuan mereka berlutut adalah zhang Fei sendiri.
"eh apa-apaan ini?"
Perilaku mereka sangat tidak disukai oleh Zhang Fei. Ini karena dia berasal dari dunia modern di mana tidak pernah ada orang yang berlutut semacam ini.
Dia malah berpikir jika semua orang adalah manusia dan darah mereka juga sama merahnya jadi tidak ada persyaratan untuk berlutut kecuali dengan orang tua.
Mendengar kata-kata sistem, zhang Fei terkejut lagi. Dia tidak akan membuat usianya dipotong hanya karena orang ini berlutut secara sukarela.
"Berhenti...berhentilah berlutut ayo bangun" kata zhang Fei yang ketakutan karena tidak mau usianya dipotong begitu saja.
Tidak ada yang bergerak sama sekali dalam posisi itu. Bagi orang kuno berlutut adalah perilaku untuk menunjukkan jika mereka menghormati orang.
Sama sekali tidak menyangka jika zhang fei ketakutan tapi malah berpikir betapa murah hatinya, putri peipei, yang tidak mengizinkan orang-orang berlutut.
Jika ini dibandingkan orang lain, mungkin itu adalah perintah. Itulah sebabnya banyak orang merasa zhang Fei memanusiakan setiap orang tanpa melihat status.
Memikirkannya saja membuat semangat mereka semakin kuat untuk terus berlutut seperti itu.
"gimana ini mereka tidak mau bangun,mama aku nggak mau mati muda!!"
"hei... apapun permintaan kalian bangkit dan bicarakan jangan berlutuk seperti ini. bukankah ada pepatah yang mengatakan ada emas di lutut seorang pria? bangkitlah dan jangan memalukan dengan berlutut"kata zhang Fei.
Seharusnya tidak apa-apa tapi tiba-tiba saja seseorang menangis dan tangisan itu menular.
"putri kami adalah titisan dari Dewi, tapi sang Dewi sendiri tidak diterima di.oh dewa! Apakah Dayun akan mendapat hukuman?"
"Dayun... Dayun akan tamat tanpa Putri, Huhuhu "
Yang menangis jelas rata-rata adalah wanita, namun tidak ada satu pria pun yang mencoba menghentikan tangisan dan teriakan itu. Bagi mereka itu malah mewakili apa yang ingin mereka katakan saat ini.
"Putri jangan tinggalkan Dayun...!"
"putri jika kau pergi bawa kami bersama...!"
"Putri langkahi dulu mayat kami sebelum kau pergi meninggalkan Dayun!"
__ADS_1
Slogan-slogan semacam itu diteriakkan dengan keras, meski demikian tidak satupun diantara mereka yang mencoba bangun dari berlutut yang membuat jadi pusing mendadak.
Dirinya pusing mungkin karena kondisi hati yang sedang tidak nyaman ditambah dengan panas. Tapi zhang fei berpikir mungkin ini adalah simbol dari berkurangnya usia karena orang-orang yang berlutut tadi.
"Oke mari kita bicara tapi ayo bangun dulu, jika tidak bangun , jangan salahkan jika putri ini pergi sekarang juga"
Segera semua orang diam lagi dan entah siapa yang memulai tapi mereka secara bertahap, segera berdiri tegak.
ribuan Orang yang berkumpul di pintu istana terlarang hanya berdiri dan diam seolah-olah menunggu sang Putri berbicara.
Bukan apa-apa, di tahun ini belum ada yang namanya loudspeaker atau toa. Jadi jika orang berisik mana mungkin mereka bisa mendengarkan apa yang disebutkan oleh zhang fei.
Yang tidak diketahui oleh zhang fei adalah, kehadiran ribuan orang di pintu masuk istana terlarang sudah sampai di telinga Paman pangeran dan juga orang-orang yang berdiri di aula pertemuan termasuk dengan pangeran keempat.
Khawatir terjadi pemberontakan lanjutan, pangeran ke-4 yang merasa dia sudah benar-benar menguasai situasi istana. Segera memerintahkan para prajurit untuk maju melihat situasi.
Dia yang begitu percaya diri dengan statusnya sebagai calon Kaisar selanjutnya, berjalan dengan pakaian berkibar penuh keagungan dan rasa percaya diri.
Di satu sisi Paman pangeran keempat sekarang tapi dia juga tidak berdaya. Sekarang ada ribuan orang sedang berkumpul di gerbang istana.
Dia juga ingin melihat, pemberontakan macam apa yang ada, sementara dia masih di dalam istana.
Dengan begitu, kecuali prajurit dari jendral su yang memang sudah berjalan ke pintu gerbang.Sekerang ada ribuan prajurit lagi sedang menyusul yang dipimpin oleh pangeran ke-4.
Akibatnya ada suara berderak mengiringi perjalanan ribuan prajurit tadi.
Sementara itu di saat yang sama Jenderal Su dan prajuritnya, sudah tiba di pintu gerbang. Tapi mereka dihadapkan dengan pemandangan yang paling menakjubkan yang pernah mereka.
Jadi jendral su tidak bergerak hanya berdiri di tempat untuk menyaksikan spektakulernya kejadian di depan.
Jika diperhatikan lagi pintu gerbang istana ada ribuan manusia yang berdiri di sana dengan posisi berlutut, sementara zhang Fei dan pelayan maharnya berdiri di depan dan meminta semua orang untuk bangun.
Di belakang zhang Fei pula, ada ribuan pasukan lagi yang dipimpin oleh jenderal.
Awalnya Jenderal su berpikir orang ini pasti ingin memberontak atau melukai sang Putri tapi siapa tahu mereka hanya berlutut dan menangis.
Setelah dipaksa oleh sang putri mereka bersedia untuk bangun dari posisi berlututnya.
"Jendral? seumur hidup aku baru melihat kejadian ini di mana ada begitu banyak rakyat yang memohon kepada putri agar tidak pergi dari dayun. ini memang bagus tapi apakah bisa mencegah perginya putri dari Dayun?"kata seorang prajurit elitnya yang setengah berbisik.
Jendral su menatap ke depan dan berkata, " dia bukanlah orang yang gila hormat, Lihatlah bagaimana dia meminta semua orang berdiri. Bangsawan mana yang bisa melakukan itu? bahkan Kaisar sekalipun tidak akan pernah meminta seperti itu ,mereka cenderung menyukainya"
Setelah semua orang berdiri, zhang Fei berkata,"mungkin kalian semua sudah mendengar kabar jika aku tidak lagi bergelar seorang putri. Aku bahkan bukan seorang istri, kalian tidak pantas melakukannya"
Ketika zhang Fei mengatakan dia bukan seorang istri ada sebuah pisau yang menusuk ke dalam jantungnya. Memang tidak berdarah tapi lukanya begitu menyakitkan dan dalam sekali.
"Putri...
"kataku aku bukan Putri lagi"
Seseorang yang berani maju dan berkata,"mungkin gelar bisa dicabut tapi di hati kami, kau selamanya adalah Putri, putri Dayun.Tolong jangan minta kami menghapus gelar itu.Hanya itulah kehormatan yang kami miliki"
"Ohh ahh baiklah terserah kalian saja. tapi sekarang aku tidak bisa tinggal di Dayun. Jika aku tinggal maka aku akan dieksekusi karena tuduhan pemberontakan dan anak yang aku kandung juga tidak akan selamat.Jadi jangan halangi aku untuk pergi"
"Ahh apa?"
Tiba-tiba saja ruangan yang tadinya sunyi menjadi heboh ketika zhang Fei dituduh melakukan pemberontakan. Jika benar situasinya seperti itu , maka tidak baik ,seandainya mereka masih memaksa Putri untuk tinggal di Dayun.
Plop
Seorang wanita tua tiba-tiba jatuh dalam posisi berlutut lagi yang membuat zhang Fei jantungan.
"jika tidak bisa tinggal pergilah tapi bawalah anak cucuku, aku sudah tua tidak perlu pergi dan bisa mati kapan saja tapi anak cucuku tidak"kata wanita tua itu dengan berurai air mata.
Zhang Fei bergidik melihat wanita tua itu berlutut dan ingin memerintahkan dia bangun tapi siapa sangka, ada berapa orang yang melakukan hal yang sama.
Berlutut....
Berlutut ....
Berlutut....
"Putri bawa kami juga, mari kita cari tempat di mana kau bisa menjadi ratunya"
"Putri, jangan tinggalkan kami...!"
__ADS_1
"Putri atas bimbinganmu kami tidak lagi dingin di musim dingin dan tidak lagi kepanasan di musim panas. atas bimbinganmu kami juga tidak khawatir kelaparan di jalan. Ayo Putri ,aku masih memiliki cukup uang untuk membawa mu keluar dari Dayun"
Padahal tadi dia sudah berhasil membuat orang-orang ini berhenti berlutut.Tapi sekarang mereka melakukannya lagi.
Ohh separuh nyawaku hilang guys.
Saking ngerinya ,zhang Fei segera berbalik ingin masuk kembali ke dalam istana
Tapi dia tidak pernah menduga sama sekali jika di belakang, masih ada Jenderal su dan ribuan prajurit lainnya. Meskipun tidak ada setengahnya namun kebanyakan dari prajurit ini adalah orang-orang yang sudah menelan pil kesetiaan.
Yang membuat terkejut bukanlah keberadaannya tapi gerakan jendral su yang melakukan hal yang sama.
Berlutut....
Berlutut....
Berlutut.
dimulai dari jendral su, pada akhirnya para prajurit yang tidak lagi menggunakan atribut perang. Satu persatu mereka segera berlutut di saat yang sama.
Melihat ini zhang Fei mundur lagi dua langkah .Karena dia merasa jantungnya akan jatuh ke tanah dengan jumlah orang yang berlutut saat ini.
"oh dewa, mati aku, ini Jenderal Su, orang yang memiliki pahala berlipat-lipat. Dia bukannya berlutut tapi memohon kematianku ,oh dewa bagaimana ini??"
Zhang Fei serta merta menjadi pucat. Ada begitu banyak jalan untuk mati. Mati keracunan ,mati bunuh diri atau mati dalam kondisi sakit.Tapi siapa yang pernah percaya Zhang Fei saat ini, bisa mati hanya karena orang yang nekat berlutut secara sukarela.
"Jenderal apa yang kau lakukan ?bangkit dan minta prajuritmu untuk tidak melakukan hal yang tidak berguna ini" kata zhang Fei.
Siapa yang tidak kenal dengan jendral Su, seorang jenderal yang keras kepala tapi selalu menang ketika dia sudah masuk ke medan perang.
Strategi perangnya mampu meminimalisir korban dari prajurit. ini adalah prestasi yang sulit dijangkau oleh 6 jendral sekalipun.
Di hadapan Zhang Fei dia berlutut dan menolak untuk bangkit.
" aku su dama, tidak lagi menjadi seorang jenderal di Dayun. Begitu juga dengan prajuritku ,mereka tidak dipaksa untuk berhenti menjadi prajurit. Tapi aku sebagai pribadi mengatakan kesetiaan kepada Putri. Jika putri ingin pergi dari Dayun maka aku akan menjadi pengawal mu. Putri ,aku siap diperintahkan kapan dan ke mana saja"
"kami bukan lagi prajurit kami setia kepada Putri"teriak ribuan prajurit ini dengan keras yang membuat dinding dinding istana terlarang jadi bergetar.
"apa apaan ini apa mereka gila??"
("karena mereka tidak gila lah mereka melakukan itu. Hanya orang bodoh yang ingin mengikuti kaisar yang membawa mereka ke dalam jurang maut")
Pangeran ke-4 bahkan tidak sebaik Pangeran ketiga dalam pelatihan militer. Begitu juga dengan pelatihan sastra ,nilainya hanya rata-rata.
Saat ini dia dinobatkan sebagai kandidat Kaisar selanjutnya. Namun sebenarnya dia tidak memiliki kualifikasi ke arah itu.
Selain di karenakan nilainya yang tidak cukup bersinar, Pangeran keempat juga tidak memiliki dukungan di belakang punggungnya.
Keluarga selir ibunya tidak memiliki kemampuan nyata selain dari ribuan penjaga bayangan yang hanya memiliki kemampuan rata-rata.
Tapi sekarang keluarga dari ibunya juga sudah tidak ada lagi. Jadi Pangeran ke-4 benar-benar tidak memiliki dukungan bahkan juga tidak memiliki kualifikasi.Dia juga tidak memiliki ilmu politik yang memadai.
Dukungan nyata yang dia punya saat ini adalah kenyataan .Jika dialah satu-satunya pangeran yang ada di Dayun, seorang pria yang memiliki darah almarhum Kaisar.
Selain itu dia juga memiliki Paman pangeran yang memiliki sumber daya tidak kecil.
Tapi hanya itu saja dukungan yang dia punya selebihnya adalah zonk.
("bukan itu saja Pangeran ke-4 juga tidak pandai menilai dan membaca karakter orang. wajar jika orang-orang pintar berpikir Dayun akan musnah jika dirinya menjadi Kaisar di masa depan")
" Paman Pangeran pasti akan membantu kekuatan paman Pangeran itu tidak sedikit. Dia pasti bisa menjadi kaisar yang bertanggung jawab atas dukungan Paman pangeran" bisik zhang Fei.
("iya sih tapi sebuah cermin yang sudah retak itu pasti tidak akan sama lagi. setiap kali dilihat pun masih tetap akan ada cacatnya,say, kasihan Dayun tanpa kaisar yang hebat, Ckckck ")
Sementara Zhang Fei sedang putus asa, gadis Persik yang berdiri di sisinya malah merasa bangga sudah memilih orang yang tepat sebagai majikan.
Di antara orang-orang yang berlutut tentu saja bergabung partai pengemis dan Paviliun anggrek. Sejak awal mereka sudah berkata ingin membuat status dari Zhang Fei lebih tinggi dari semua wanita di Dayun.
Jika dipikir ulang status apa yang lebih tinggi daripada wanita.
Ratu...
Ya , akhir-akhir ini Zhang Fei jarang sekali memeriksa apa yang terjadi di paviliun anggrek .
Sejujurnya mereka membuat rumah-rumor terkait Paman pangeran, karena ada tujuannya.
__ADS_1
Jika Pangeran ke-4 bukanlah kandidat yang cocok menjadi Kaisar di masa depan.
Maka mereka akan memilihkan Kaisar Dayun secara pribadi.