Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
138


__ADS_3

Suasana pagi di istana kecil begitu tenang dan sunyi. Matahari perlahan naik di ufuk timur, menerangi langit dengan cahaya lembut. Halaman istana yang luas terhampar di depan, dipenuhi oleh kehijauan rerumputan yang segar dan beberapa pepohonan yang rimbun.


Paman pangeran berdiri di tengah halaman, menatap langit yang cerah. Di tangannya, ia memegang seekor burung merpati yang telah diikat kaki dengan sebuah pesan terbungkus rapi. Burung merpati tersebut merupakan kurir khusus yang akan membawa pesan penting kepada prajurit sisipan pangeran keempat.


Tidak ada orang lain yang hadir di halaman itu, kecuali Paman pangeran yang mengawasi proses pelepasan burung merpati dengan penuh perhatian. Dalam kesunyian yang hampir magis, Paman pangeran melonggarkan ikatan tali yang mengikat kakinya, membebaskan burung merpati itu untuk terbang menjauh.


Burung merpati dengan lincah terbang tinggi di langit pagi yang cerah, membawa pesan yang ditujukan kepada prajurit sisipan. Paman pangeran memperhatikan dengan penuh harapan, berdoa agar pesan itu sampai dengan selamat kepada penerimanya.


Halaman istana kecil terasa sepi dan hening, seperti menunggu kehadiran orang-orang yang akan datang. Suara langkah kaki Paman pangeran terdengar seakan-akan melangkah di atas permadani halus. Angin pagi berhembus lembut, membawa aroma bunga-bunga dari taman di sekitarnya.


Pemandangan istana kecil juga terlihat indah dalam cahaya pagi. Arsitektur yang elegan dan penuh dengan detail artistik memberikan kesan kerajaan yang megah meski dalam skala yang lebih kecil. Pintu-pintu besar dan jendela-jendela tinggi menambah keanggunan bangunan ini.


Pohon-pohon di sekitar istana memberikan naungan yang nyaman, menambah kesan sejuk dan damai di halaman tersebut. Beberapa burung berkicau riang di atas dahan, menciptakan melodi pagi yang menyenangkan.


Meski tidak ada orang lain di halaman saat itu, suasana pagi di istana kecil ini membawa getaran yang menjanjikan. Setiap sudutnya memancarkan keindahan dan misteri yang menarik, menunggu kehidupan dan aktivitas yang akan mengisi harinya.


Paman pangeran mengamati burung merpati yang semakin menjauh di langit. Dia berdoa agar pesan yang dibawanya sampai ke tujuan dengan selamat.Dan semoga prajurit nya menerima instruksi yang diberikan dengan baik.


Setelah merasa semuanya selesai Paman pangeran di jalan masuk lagi ke dalam ruangan di mana zhang Fei berada.


Di sana para pelayan budak dengan cermat mempersiapkan Putri istana setelah mandi. Zhang Fei duduk dengan anggun di depan cermin besar, menikmati sentuhan lembut dari para pelayan yang berusaha membuatnya terlihat cantik.


Saat ini zhang Fei mengenakan pakaian yang indah, terbuat dari kain sutra yang halus dengan warna yang lembut dan mewah.


Gaunnya memiliki potongan yang ramping dan elegan, mengikuti lekuk tubuh Putri dengan sempurna. Banyak hiasan sulaman emas dan pernak-pernik indah yang memperindah gaun itu, mencerminkan status dan keanggunan sang Putri.


Para pelayan budak dengan hati-hati memasangkan perhiasan kecil di atas rambut Putri, berusaha menciptakan tampilan yang memukau. Mereka memilih jepitan rambut yang terbuat dari emas dengan ukiran yang rumit dan berkilauan. Di atas jepitan rambut itu, mereka ingin menambahkan perhiasan berlian dan mutiara yang akan memancarkan kilauan yang mempesona.


Di dalam kamar yang nyaman, Zhang Fei duduk sendirian di dekat jendela, menikmati sinar matahari yang memancar masuk melalui kain tipis tirai. Dia merasa damai dalam kesendirian tersebut, sejenak melupakan segala kewajibannya sebagai seorang putri istana.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka oleh ulah Paman pangeran.Mereka tampak terkejut dan sedikit malu ketika melihat Paman pangeran yang tak terduga berdiri di ambang pintu. Dalam sekejap, mereka menyingkirkan diri mereka dengan canggung dan cepat meninggalkan kamar tersebut.


Zhang Fei yang awalnya terkejut oleh kedatangan Paman pangeran, tidak dapat menahan senyumnya saat melihat reaksi canggung pelayan budak. Dia mengenali rasa malu dan rasa tidak nyaman mereka, namun juga merasa senang dengan kehadiran Paman pangeran yang memberikan suasana berbeda dalam kesendirian mereka.


Dalam momen itu Paman pangeran mengambil langkah maju, menutup pintu dengan lembut di belakangnya. Dia tersenyum nakal dan melangkah mendekati Zhang Fei dengan langkah-langkah perlahan.


" Putri tidakkah engkau merasa terhibur dengan kepergian mereka?" tanya Paman pangeran sambil tersenyum lebar.


Zhang Fei merasa pipinya memanas, merasa canggung dengan situasi ini. Dia memperhatikan permainan cahaya matahari yang menari di sekitar mereka, mencoba menyingkirkan kecanggungan dalam dirinya.


Zhang Fei menatap Paman pangeran dengan pandangan campuran antara malu dan candaan. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakan, tetapi pada saat yang sama, dia merasa tertarik dengan kelakuan Paman pangeran yang menggodanya di depan mata para pelayan budak.


"Kamu memang suka membuat orang-orang malu, Paman pangeran" ujar Zhang Fei dengan suara lembut, berusaha menyembunyikan kecanggungannya.


Paman pangeran hanya tertawa, melangkah lebih dekat ke arah Zhang Fei. Dia menggenggam tangannya dengan lembut menciptakan kontak yang hangat di antara mereka.


"Zhang Fei, apakah kau melupakan perjanjian kita saat kau menjadi istriku?" bisik Paman pangeran dengan penuh gairah.

__ADS_1


Zhang Fei tersipu, merasakan denyutan yang cepat dalam dadanya. Meskipun merasa canggung dengan kehadiran Paman pangeran, dia juga merasa terpesona oleh sikap perhatian dan romantisnya.


"Belum, Paman," jawabnya dengan lirih. "Tapi jangan mencoba untuk terus menggoda saya di depan pelayan budak lagi."


Mereka berdua tertawa, menikmati momen kebersamaan di dalam kamar yang sunyi.


Saat para pelayan budak hampir meninggalkan kamar, Paman Pangeran memperhatikan bahwa sanggul Zhang Fei belum selesai. Dia tersenyum dan merasa terpanggil untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.


Dalam cahaya lembut yang masuk melalui jendela, Paman Pangeran memandang Zhang Fei . Dia melangkah ke arahnya, tangannya yang kuat mulai merapikan rambut yang terurai dengan penuh keahlian. Gerakan tangannya lembut dan lincah, seperti seorang seniman yang membentuk karya indah.


"Saya ingin menyelesaikan sanggulmu, putri" bisik Paman Pangeran dengan penuh kelembutan.


"Hahaha bayangkan saja jika ada orang yang mengetahui apa yang Paman Pangeran lakukan hari ini. pasti orang-orang akan berpikir jika Paman Pangeran memang sudah gila"Kata zhang Fei.


Dikatakan selain kaki ,hal yang paling dihindari oleh para laki-laki adalah rambut dari para wanita.


Seorang pria yang paling mencintai istrinya pun tidak akan pernah menyentuh rambut dari pasangannya ini. paling banyak mereka hanya mengagumi keindahan sanggul dan hiasan kepala. Tapi untuk layanan untuk sanggul seperti yang dilakukan Paman Pangeran hari ini adalah hal yang benar-benar tabu untuk dilakukan seorang pria.


Katanya ini membuat lambang jika pria itu statusnya lebih rendah daripada sang istri. Jadi bayangkan saja apa yang dipikirkan orang luar jika mereka melihat apa yang sudah dilakukan oleh Paman Pangeran hari ini.


"Putri , kita adalah pasangan. kita juga berbagi tubuh dan juga berbagi kehidupan. jadi apa masalahnya dengan rambut Hem"Kata Paman pangeran lagi.


Zhang Fei hanya bisa tersenyum dan mengangguk, menyerahkan rambutnya pada Paman Pangeran. Dia merasakan sentuhan lembut Paman Pangeran saat mengatur helai rambut yang indah dengan penuh perhatian.


Sambil bekerja pada sanggul, Paman Pangeran terus berbicara dengan hangat. Dia berbagi cerita tentang rencana pembuatan buku selanjutnya dan melibatkan Zhang Fei dalam percakapan tersebut.


"Sanggul ini akan sempurna dengan hiasan ini," kata Paman Pangeran sambil memilihkan hiasan yang cocok untuk sanggul Zhang Fei. Dia memilih dengan hati-hati, mempertimbangkan pakaian yang dipakai oleh Zhang Fei hari itu.


"Kamu terlihat lebih cantik hari ini, Zhang Fei," puji Paman Pangeran dengan penuh kagum. "Sosokmu seindah sebentuk lukisan dan kulitmu yang sebening giok membuatmu semakin mempesona."


Zhang Fei tersenyum malu, merasa bahagia mendengar pujian dari Paman Pangeran.


Namun begitu zhang fei tidak sepenuhnya percaya begitu saja dengan mulut manis laki-laki .Mereka terutama dengan paman Pangeran hari ini.Dia benar-benar bergantung dengan dirinya yang memiliki kemampuan untuk mencari informasi secara akurat.


Biasanya para lelaki yang membutuhkan tenaga wanita tentu akan memujinya setinggi langit. Tapi setelah membosankan dan tidak memiliki nilai guna lagi, mereka akan di hempaskan sampai berderai dan pecah sehingga tidak bisa terbentuk lagi.


" oh putri, bisakah kamu melihat apa yang sedang dilakukan oleh kaisar saat ini? sebelum ini aku terkadang bertanya-tanya sebenarnya Pangeran mana yang sedang didukung olehnya secara tulus. ditambah lagi dekrit yang dikeluarkannya benar-benar membuat orang bingung"kata Paman kaisar.


Saat ini dia sudah menyelesaikan sanggul.


Paman Pangeran memandang dengan seksama pakaian yang dipakai oleh Zhang Fei hari itu. Setelah mempertimbangkan dengan teliti, dia memutuskan untuk mencari hiasan sanggul yang cocok dengan pakaiannya.


Dia berjalan perlahan menuju meja kecil yang terletak di dekat jendela, di mana terdapat beberapa kotak kecil berisi perhiasan. Paman Pangeran membuka kotak-kotak tersebut satu per satu, memilih dengan hati-hati setiap ornamen yang mungkin cocok dengan sanggul Zhang Fei.


Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, matanya tertuju pada hiasan sanggul yang terbuat dari emas. Hiasan itu terlihat megah, dengan ornamen yang indah dan detail yang halus. Berkilauan di bawah sinar matahari, hiasan sanggul tersebut memancarkan keanggunan dan kemewahan yang memikat.


Hiasan sanggul terdiri dari rangkaian motif bunga yang terukir dengan sempurna, menggambarkan keindahan dan kemurnian. Di bagian tengahnya terdapat permata biru langit yang memancarkan kilauan yang menawan. Kilauan emas yang lembut dan gemerlapnya menambah pesona hiasan tersebut.

__ADS_1


Paman Pangeran membawa hiasan sanggul tersebut dan dengan penuh hati-hati meletakkannya di atas meja. Dia memastikan bahwa hiasan itu bersinar dengan sempurna, menyesuaikan cahaya ruangan. Kemewahan dan keanggunan hiasan sanggul tersebut sejalan dengan keindahan dan keanggunan Zhang Fei.


"Dengan hiasan ini, sanggulmu akan menjadi lebih sempurna, Zhang Fei," kata Paman Pangeran dengan penuh kekaguman. "Warna emas dan ornamen yang indah akan menambah pesonamu, sejajar dengan keanggunanmu sebagai seorang putri."


Zhang Fei, yang melihat hiasan sanggul tersebut, tersenyum bahagia. Dia merasa sangat beruntung memiliki seorang suami yang penuh perhatian dan peduli dengan setiap detail penampilannya. Hiasan sanggul yang indah itu adalah simbol dari cinta dan keindahan yang terus berkembang di antara mereka.


Paman Pangeran meletakkannya dengan cermat di sanggul Zhang Fei. Dia memastikan bahwa hiasan itu ditempatkan dengan sempurna, menambah pesona dan keanggunan penampilan sang putri.


Zhang Fei mencoba menggelengkan kepalanya di depan kaca. Dalam pantulan cermin ini dirinya benar-benar menjadi wanita yang terintegrasi dengan era saat ini.


Riasan sanggul yang dibuat oleh karena pameran barang-barang cocok dengan hiasan sanggulnya.Zhang Fei puas melihat gambar dirinya di dalam cermin besar ini.


Oh Untung saja dia sudah bisa memproduksi cermin yang ukurannya besar sehingga bisa melihat postur tubuhnya dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.


Jika orang luar mengetahui Putri saat ini memiliki cermin sebesar ini mungkin mereka akan muntah darah.


Harga yang dikenakan untuk cermin campuran telapak berkisar dua puluh lima perak tidak kurang.Jadi bayangkan itu.


"Mama , yuk intip Kaisar saat ini kira-kira dia lagi ngapain ya?"kata zhang Fei di dalam hati.


("Oke say, tunggu sebentar ,ganti channel dulu ya")


"Hihi Mama emangnya siaran televisi apa , pakai ganti channel segala .Hem?"


(" ah sayang, siaran radio juga harus dicari channelnya dulu apalagi Mama kan, hadei itu aja nggak tahu")


Zhang Fei tidak memasukkan kata-kata sistemnya itu di dalam hati. Tapi dia mulai menjelaskan kepada Paman Pangeran tentang apa yang dikatakan oleh sistemnya.


Ini terkait dengan kondisi Kaisar saat ini.


Di hlaman istana yang luas terbentang di depan Kaisar, dengan pemandangan yang megah dan mengagumkan. Pepohonan yang rindang dan bunga-bunga yang bermekaran menghiasi sekelilingnya, menciptakan suasana yang alami dan indah. Di tengah halaman terdapat sebuah arena yang telah disiapkan khusus untuk latihan pedang Kaisar.


Kaisar berdiri dengan tegap di tengah arena, mengenakan pakaian yang mencerminkan kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi. Wajahnya yang serius menunjukkan keberanian dan ketegasan, tidak ada sedikitpun keraguan dalam dirinya saat ini. Pada tangan kanannya, Kaisar memegang pedang yang memiliki kilauan yang mempesona, melambangkan kekuasaan dan keterampilannya dalam seni bela diri.


Lawan berlatih pedang Kaisar adalah seorang jenderal berpengalaman yang memiliki usia yang sama dengannya. Pria itu memiliki postur yang kokoh dan tatapan tajam yang menunjukkan keberanian dan ketegasan yang serupa dengan Kaisar. Keduanya saling menatap dengan penuh rasa hormat, siap untuk memulai pertarungan yang intens.


Dengan gerakan yang cepat dan lincah, Kaisar dan jenderal mulai saling berhadapan dalam adegan latihan pedang ini. Keduanya menggunakan teknik dan strategi yang terampil, saling menyerang dan bertahan dengan keahlian yang luar biasa. Suara tepukan pedang terdengar di sekeliling, menciptakan ritme yang menghentak.


Meskipun latihan ini adalah pertarungan yang serius, ada keanggunan dalam gerakan mereka. Keduanya dengan lincah menghindari serangan lawan, melengkapi satu sama lain dalam gerakan yang harmonis. Setiap serangan dan blok dilakukan dengan presisi dan kekuatan yang luar biasa, menunjukkan keahlian tinggi dalam seni bela diri.


Kaisar tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Setiap gerakan pedangnya menggambarkan kekuatan dan keberanian yang luar biasa. Matanya yang tajam terus memperhatikan setiap gerakan lawan, siap untuk merespons dengan cepat dan tepat.


Perkelahian mereka berlangsung dengan intensitas yang tinggi, menciptakan aura kekuatan dan ketegangan di sekeliling mereka. Meskipun latihan ini hanya simulasi, tetapi semangat dan keahlian mereka menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.


"Oh jadi pria tua itu masih sempat untuk latihan pagi rupanya.Ah sebenarnya sulit membaca hati Kaisar saat ini"Kata Paman pangeran.


"Hem hati manusia itu sedalam lautan. Untuk mencari tahu rahasia hati seorang pria ,itu sama seperti mencari sebatang jarum di tumpukan jerami"Guman zhang Fei serius.

__ADS_1


Paman pangeran hanya tertawa renyah dan dia tidak pernah memikirkan arti dari kata-kata tersebut. bagaimana mungkin dia menyadari jika sebenarnya ada artian yang begitu dalam di sebalik kata-katanya.


Paman Pangeran hanya tertawa dan menggandeng sang Putri untuk keluar mencari sarapan pagi.


__ADS_2