
Beberapa bangsawan sedang berkumpul di depan sebuah gedung. mereka seharusnya masuk ke dalam gedung itu tapi perjalanan tertahan karena beberapa pengemis berdatangan dan mengatakan jika anonim menulis buku baru.
sudah ada tiga buku yang tersebar sebelum ini dan semua orang sudah menanti-nanti buku yang ke-4. Beberapa bangsawan bahkan bertanya kepada pengemis .Seandainya ada informasi mengenai buku anonim yang terbaru, mereka diminta untuk datang mengabari terlebih dahulu.
Dan inilah yang dilakukan oleh para pengemis saat ini.
"Dapatkah kalian membawakan buku itu? bangsawan ini ingin membacanya segera!"kata seorang bangsawan dengan cepat.
"Tuan saya membawanya untuk Anda. Ini adalah salinan dari "Bayangan di Bawah Tuan Guru" yang sedang heboh diperbincangkan"kata pengemis itu dengan memperlihatkan sebuah buku.
sepertinya pengemis ini memang sudah bersiap mengemas buku tersebut untuk dia jual.Maklum lah,dia kan ada di jaringan partai pengemis juga.
Bangsawan itu melirik buku tersebut sekilas dan membaca penulisnya , memang itu adalah anonim.
"Berapa banyak biayanya? bangsawan ini siap membayar berapapun untuk mendapatkan buku itu!"dia merogoh kantongnya sebentar dan menyerahkan beberapa koin untuk mengemis itu.
Tapi kejadian itu membuat bangsawan lain yang berada di sekitar juga tertarik. Di zaman ini tidak ada yang namanya meminjam buku .Jika seseorang menginginkannya maka belilah .Jika tidak maka anda akan malu seandainya masalah buku populer ini di bincangkan.
Para pengemis segera pergi untuk mengambil buku dan kembali dengan cepat. Mereka memberikan salinan buku tersebut kepada para bangsawan yang dengan cepat membayarnya dengan suka cita.
Bangsawan Pertama segeramembaca judul buku dengan penuh rasa ingin tahu "Bayangan di Bawah Tuan Guru"... Ini pasti buku yang menarik!"
"jika semua orang penasaran apa yang ada di dalamnya. Setelah ini, mari kita membahas buku ini bersama-sama"
Bangsawan yang lain segera setuju."Sepakat! Kita bisa bertukar pendapat tentang buku ini dan melihat apa yang bisa kita pelajari darinya"
Mereka setuju untuk pergi ke rumah teh membahas tentang buku tersebut sekaligus bersantai.
***
Di kerajaan xxx hidup seorang menteri terkemuka dan dihormati bernama Peng Rui. Dia adalah Guru Besar Negara yang bertugas mengajari para pangeran dengan bijaksana dan memberikan nasihat kepada raja tentang kebijakan negara. Di mata rakyat, Peng Rui adalah sosok yang mulia dan penuh kasih, terutama karena dia mendirikan sebuah tempat amal yang membiayai anak-anak yatim piatu dan yang tidak memiliki orang tua.
Tempat amal itu menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak yang tidak beruntung dan Peng Rui selalu merawat mereka dengan penuh kebaikan dan kasih sayang. Dia menghabiskan banyak waktunya untuk mengajarkan mereka pelajaran-pelajaran dasar dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan serta menginspirasi mereka untuk meraih mimpi mereka.
Namun di balik ketulusan dan kedermawanan yang ditunjukkan di depan publik.Ada bayangan gelap yang menghantuinya. Peng Rui memiliki kelainan psikologis yang membuatnya memiliki kecenderungan menyukai anak-anak sebagai pemuas nafsunya. Dia mencari kesempatan untuk berhubungan dengan mereka dengan dalih memberi bimbingan dan dukungan, padahal tujuannya adalah memanfaatkan kelemahan mereka.
Di panti asuhan itu,anak anak memang memiliki kehidupan lebih baik dari jika mereka hidup di luar nanti asuhan.
Tapi itu hanya di permukaan saja, jika anak-anak ingin lebih dari pada makan roti kukus maka mereka harus mau melayaninya dengan imbalan pakaian bagus dan makanan yang lebih baik.
Jadi ketika anak-anak mendengar peng Rui datang, mereka akan segera mengelilingi nya seperti wanita bordir yang membuat si tua itu senang.
Dalam buku ini juga di katakan alamat lengkap dan nama anak anak yang menempati panti asuhan itu.
Bahkan di tulis juga tanggal anak mana yang melayani pak tua dari satu minggu terakhir.
Contoh nya ,li San yang berlari tanpa pakaian ketika peng Rui datang atau tong an yang bersedia menari telanjang untuk nya.
Yang lebih mencengangkan lagi,ada tanggal yang tepat nya adalah tadi malam .Di mana gadis usia sembilan tahun hampir pingsan di sodok oleh nya sepanjang malam demi janji untuk makan enak selama seminggu penuh.
Bangsawan yang membaca itu tidak bisa berkata-kata lagi, kisahnya terlalu vulgar dan penuh dengan kata-kata porno.
Mereka ingin membahas buku tersebut Tapi setelah membaca isinya tidak ada yang bisa berkomentar.
Bahkan ada yang menelan ludah.
__ADS_1
Di tulis di sini jika peng Rui itu kaki nya agak timpang dengan punggung lurus.Ada juga tahi lalat di pinggang yang menyatakan jika dia cukup mampu di ranjang.Bahkan ukuran ***** nya 30cm dengan warna agak gelap.
Karakter ini cocok dengan seseorang yang mereka kenal tapi masalahnya tahi lalat dan ukuran *****, tentu tidak bisa dikonfirmasi.
Hanya saja dia kuat di ranjang,eh apa benar begitu?
Mau tidak mau mereka semua berfantasi aneh tentang karakter orang yang hidup.
"Eh ehem-ehem,apa..Hem pelayan, teh nya habis"kata bangsawan tadi gugup.
Dikatakan buku di era ini jarang sekali berbicara tentang pornografi.Jika pun nada itu hanya nyerempet doang, Yang paling keren adalah sebuah buku bergambar.Tapi jika di bandingkan dengan buku berkonten 21 di era modern.Mungkin ini tidak bisa di sebut sebagai genre 21 sama sekali.
Tapi apa yang ditulis pada buku anonim kali ini, isinya lebih detail dan ini membuat pembacanya penasaran sekaligus panas dingin.
Kata kata seperti sodok dan yang lain juga tidak pernah di tulis orang.Tapi penulis anonim berani melakukan itu.
Sial ,siapa dia sebenarnya.
Selagi mereka semua diam dalam keadaan yang canggung, tiba-tiba saja pengemis yang sudah memberikan mereka buku tadi datang lagi.
kali ini mereka datang dengan buku baru.
"Bangsawan, pengemis ini tidak tahu apa yang terjadi tapi ada buku lain yang diterbitkan dan penulisnya masih anonim. Hanya saja ada gosip yang mengatakan jika buku ini adalah peniru"kata pengemis itu dengan suara rendah.
"Eh ada lagi?apa itu peniru?"
Pengemis yang ditanya seperti itu hanya menggarukkan kepalanya yang memang tidak dicuci selama 2 hari.
"para bangsawan pengemis ini tidak tahu membaca tapi hanya mendengar ada gosip seperti itu di luar sana. seseorang menulis sebuah kisah tapi juga menuliskan anonim pada kolom penulis"
Dan buku yang baru beredar adalah buku anonim yang asli. pantas saja isinya agak berbeda dan.. hehehe.
Berpikir seperti itu bangsawan ini bergegas meminta pengemis tadi membeli buku tersebut dengan imbalan beberapa keping perak.
Tentu saja pengemas itu senang dan dia kabur dengan cepat.
"buku ini terlalu tidak etis untuk dibaca, hei pantas saja rupanya bukan milik dari anonim yang asli"
"Ya kau benar, ini bukan buku dari anonim, pulang dari sini mungkin aku akan membakarnya"
Semua bangsawan mengatakan hal yang sama.Tapi siapa yang ingin membakar buku dengan genre itu, ditambah lagi harganya juga tidak murah.
Tapi jika disimpan untuk referensi masih baik-baik saja.
Namun begitu bangsawan mana yang ingin menyebutkan ide ini secara langsung. Mereka akan melakukannya secara diam-diam dan mungkin tidak perlu menyebarkannya lagi apa lagi membahas dan mengulik isinya.
yang terjadi di rumah teh ini sebenarnya juga terjadi di setiap sudut ibukota.
Zhang Fei sudah menerbitkan bukunya lebih awal karena dia memang siap lebih awal daripada milik Kaisar. Dia memang menerbitkan buku itu hanya sekitar 3 jam sebelum buku Kaisar sendiri diterbitkan.
Zhang Fei hanya ingin para pembaca membandingkan kedua buku itu. Yang mana memiliki kebenaran dan mana yang memiliki kepalsuan.
Tidak lama kemudian buku sampai benar-benar ludes dibeli oleh sejumlah bangsawan yang memang penasaran. Tapi 3 jam kemudian para pengemis yang sama juga mengedarkan buku dari Kaisar sendiri.
Berbanding terbalik dengan buku dari Zhang Fei ,harga yang dikenakan Kaisar lebih rendah. Jadi bisa dipastikan tentang kualitas dari buku tersebut.
__ADS_1
Begitu buku buatan dari Kaisar ini diterima, para bangsawan ini berebut untuk membacanya.
Siapa yang bisa menduga jika kisah dari buku itu hanyalah sebuah kisah versi terbaik dari karakter yang sama.
Di sini,Peng Rui adalah seorang Menteri Agung yang bijaksana dan penuh kasih di negara Dayun. Dia adalah seorang pria yang sangat peduli dengan kesejahteraan anak-anak, terutama mereka yang kurang beruntung. Peng Rui memiliki tekad untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak yang tidak memiliki orang tua dengan membangun sebuah panti asuhan yang aman dan penuh kasih.
Suatu hari, Peng Rui menyaksikan kesulitan yang dihadapi anak-anak yatim di negaranya. Mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak dan kesempatan untuk pendidikan yang memadai. Peng Rui merasa bahwa ini adalah panggilan hati untuk membantu mereka dan memberikan cinta dan perhatian yang mereka butuhkan.
Dengan semangat tulus dan ikhlas, Peng Rui memutuskan untuk menggunakan sebagian besar harta pribadinya dan dana negara yang dia miliki untuk membangun panti asuhan yang indah dan nyaman. Dia ingin menciptakan lingkungan yang penuh cinta, di mana anak-anak yatim dapat merasa aman, dihargai, dan berkesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Peng Rui bekerja keras untuk merancang dan membangun panti asuhan dengan fasilitas terbaik dan penjagaan yang profesional. Dia mengajak para pekerja sosial dan pendidik yang berpengalaman untuk bergabung dalam proyek ini, membantu memberikan perawatan dan pendidikan yang tepat bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, Peng Rui juga melibatkan masyarakat setempat untuk mendukung panti asuhan ini. Dia meyakinkan para pengusaha dan dermawan untuk memberikan bantuan dan sumbangan.
Dari sumbangan itu, dia bisa membantu anak-anak di panti asuhan demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik, makanan yang cukupbdan perlengkapan yang diperlukan.
Setelah beberapa bulan berjalan,panti asuhan Peng Rui menjadi tempat yang luar biasa. Anak-anak di dalamnya merasa seperti memiliki keluarga baru. Mereka mendapatkan kasih sayang, perhatian dan bimbingan dari para pengurus dan guru di panti asuhan. Mereka juga memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas, membuka peluang untuk masa depan yang lebih cerah.
Peng Rui sangat bahagia melihat perubahan positif dalam kehidupan anak-anak panti asuhan. Dia merasa puas karena telah mampu membantu mereka dan memberikan cinta yang mereka butuhkan. Peng Rui menyadari bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbuat baik dan memberikan manfaat bagi orang lain.
di dalam buku ini juga dijelaskan jika penguin bermaksud untuk membuka panti asuhan yang sama di kota yang berbeda.
Ada juga kisah perjuangannya bagaimana dia mencari sumbangan dari para orang kaya di ibukota. Perjuangan yang tercatat di situ membuat orang-orang yang membacanya menjadi takjub dan kagum di saat yang sama.
Tidak lupa di dalam buku itu juga disebutkan penghargaan apa yang diperoleh oleh peng Rui sejak dia masih muda sampai sekarang.
Singkat nya,kisah Peng Rui menjadi inspirasi bagi banyak orang di negara Dayun. Keikhlasan dan dedikasinya untuk membangun panti asuhan telah menciptakan perubahan positif dalam kehidupan anak-anak yatim di negaranya. Dia adalah contoh nyata tentang bagaimana seorang pemimpin yang baik dapat berbuat baik dan mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik dengan kasih sayang dan perhatian.
begitu buku selesai dibaca semua orang diam lagi. keheningan hanya terganggu ketika seseorang membuka mulutnya.
"menurut kalian buku mana yang asli?"
Pertanyaan ini begitu membingungkan, tapi beberapa orang segera memikirkan tentang tiga buku sebelum ini.
"melihat dari cara penulisan kupikir itu adalah buku pertama, Hem meskipun sedikit nyeleneh tapi untuk kasus buku yang ketiga dia juga meletakkan alamat tempat kejadian. bukankah dia juga melakukannya pada buku ini?"kata seorang bangsawan yang langsung berargumen.
Buku terakhir membuat semua orang bergegas pergi ke lokasi kejadian. Itu membuat semua orang yakin jika karakter yang ditulis di dalam ini adalah karakter orang yang masih hidup.
pada buku anonim yang pertama kali mereka beli bagi ini, ada juga alamat tertera bahkan lengkap dengan nama para gadis-gadis di dalamnya.
Tapi hal yang sama tidak terjadi pada buku yang kedua, meskipun keduanya memiliki nama penulis yang sama. Tapi inti dari buku itu , jelas sekali ada perbedaan.
"buku anonim yang terakhir ini, menceritakan sebuah karakter yang baik. tidak ada sebuah keburukan keburukan pun di dalamnya. tapi jika mengingat 3 buku sebelumnya, bukankah ini sangat bertentangan?"seorang bangsawan mengagumkan kepalanya dan seolah-olah mendapat pencerahan dari situ.
Perlahan namun pasti banyak orang menganggap buku yang mereka beli pertama kalinya di pagi hari adalah buku asli dari anonim. Sedangkan buku kedua atau yang terakhir mereka beli itu ada buku peniru.
Tiba-tiba saja seorang bangsawan bergerak ingin mengundurkan diri. Ketika ditanya dia hanya menjawab dengan santai.
"mari buktikan dengan mencari alamat yang tertera.Jika nama gadis di dalam buku ini cocok maka itulah buku asli dari anonim"
"Oke , aku ikut hehe pengen lihat pemilik 30 cm itu "
Mereka semua tertawa dan pergi meninggalkan rumah teh. Yang tidak diketahui oleh mereka adalah hampir semua pembaca di pagi hari benar-benar ingin membuktikan kebenaran dari dua buku tersebut.
Mereka juga pergi mencari alamat yang tercantum di dalam buku.
__ADS_1
Juga penasaran dengan gadis kecil yang katanya sempat pingsan.