Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
174


__ADS_3

Sudah lebih satu bulan Paman Pangeran pergi mencari tumbuhan langka untuk Kaisar dan entah kenapa tiba-tiba saja zhang Fei merasakan kehilangan. Apalagi saat ini sedang musim dingin, jadi dia bertanya-tanya apa kabar Paman pangeran di musim dingin ini.


("ibukota berdekatan dengan laut jadi cuaca dingin tidak terlalu menusuk. Berbeda dengan di mana Paman Pangeran berada sekarang.Kau tau, belum ada transportasi musim dingin saat ini bahkan kuda pun tidak bisa berlari sekencang biasanya kan ")


Pada saat itu,puluhan kuda yang dipimpin oleh Paman Pangeran berlari dengan gesit di bawah salju yang membeku. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk melawan dinginnya cuaca dan melanjutkan perjalanan mereka ke ibukota.


Tiba-tiba saja, dua kuda di barisan depan segera jatuh tanpa aba-aba.


Hiiiii kkkk...


Doom.


"Ada apa?"


"Tuan, sepertinya ada kuda yang jatuh di belakang!"kata seorang prajurit terdekat.


Paman Pangeran segera menghentikan perjalanan dan para prajurit segera berusaha memeriksa kondisi kedua kuda tersebut.


Segera Paman Pangeran menyadari bahwa darah di dalam tubuh kedua kuda itu membeku, menyebabkan mereka mati secara mendadak.


"mati beku" kata Paman pangeran pelan.


Para prajurit melihat keadaan yang mengerikan ini dengan kebingungan dan kekhawatiran. Mereka menyadari bahwa suhu sangat ekstrem dan membahayakan, bahkan bagi para hewan yang telah terbiasa dengan perjalanan di bawah salju.


Paman Pangeran dengan cepat melihat ke sekelilingnya dan menyadari bahwa semua prajuritnya memiliki banyak bubuk salju menempel di tubuh mereka. Meskipun mereka mengenakan pakaian tebal, tetapi suhu dingin tetap mampu masuk dan menyengat ke tulang mereka.


Pakaian para prajurit terlihat tebal dengan lapisan bulu dan kain hangat. Mereka juga mengenakan mantel dan selendang untuk melindungi diri dari angin yang tajam. Namun, tetap saja, cuaca yang sangat dingin membuat mereka menggigil dan berkeringat karena mencoba bertahan dalam suhu ekstrem tersebut.


"Kalian segera bersih kan diri dari salju, jangan sampai seperti kuda ini"


Paman Pangeran dengan bijaksana memerintahkan para prajurit untuk segera membersihkan tubuh mereka dari salju yang menempel.


Dia juga memerintahkan mereka untuk bergerak aktif dan menggosok tubuh mereka untuk menghasilkan panas. Para prajurit segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Paman Pangeran, berusaha menghangatkan diri mereka dalam situasi yang sulit ini.


Adegan dimulai dengan Paman Pangeran yang berhenti di tengah salju yang membeku, diikuti oleh puluhan prajuritnya. Udara sangat dingin, dan para prajurit terlihat kelelahan karena perjalanan yang melelahkan dan suhu yang ekstrem.


Merasa jika kondisi cuaca yang tidak mendukung,Paman Pangeran berbicara dengan suara tegas,"Hentikan perjalanan! Kita harus mencari tempat untuk istirahat dan melindungi diri dari dinginnya salju ini"


Segera para prajurit berlari lagi dengan kuda, dua prajurit yang kehilangan kuda tadi terpaksa harus bergabung dengan temannya yang lain.


Tapi karena perintah dari Paman Pangeran mereka harus berlari selagi melihat ke sekitar untuk mencari tempat yang bisa mereka kunjungi untuk berlindung.


Begitu juga dengan Paman Pangeran memandang sekelilingnya, mencari yang tempat yang cocok untuk istirahat. Tiba-tiba saja seorang prajurit melihat sebuah gua besar yang mungkin bisa digunakan sebagai tempat berlindung.


"Coba lihat di sana! Gua itu mungkin bisa menjadi tempat yang cocok untuk kita istirahat. Cepat, mari kita masuk!"


"Baik , ayo pergi "kata paman pangeran dengan tegas.


Para Prajurit segera mengikuti perintah Paman Pangeran dan masuk ke dalam gua.


Tidak ada yang meminta Tapi beberapa orang segera pergi untuk membawa beberapa kayu bakar dan menyalakannya di dalam gua untuk memberikan cahaya dan kehangatan.


Mereka juga meletakkan kayu bakar yang lebih banyak di depan api untuk memastikan api tetap menyala.


"Bagaimana keadaanmu, Zhang Ming? Apakah kamu baik-baik saja?"tanya Paman Pangeran kepada seorang prajurit.


Zhang Ming adalah seorang prajurit yang tadi kehilangan kudanya. sama seperti prajurit yang lain dia juga memiliki kulit yang sedikit biru mungkin karena dinginnya cuaca.


"Saya baik-baik saja, tuan .Sedikit kedinginan, tapi itu bisa diatasi dengan api ini"


Paman pangeran menepuk bahu Zhang Ming dan berkata."Bagus, pertahankan semangatmu. Kita akan segera sampai di ibukota dan menyelesaikan tugas kita"

__ADS_1


Yang tidak disebutkan oleh Paman pangeran di sini adalah dia ingin cepat kembali dan bertemu lagi dengan zhang fei.


Sudah lebih 1 bulan dia meninggalkan istana kecil.Entah apa yang terjadi di sana saat ini. Tapi yang pasti Paman Pangeran tahu jika sang Putri mungkin sudah melihat apa yang terjadi pada dirinya. Karena dia memiliki sesuatu untuk mempermudah dia mengetahui segalanya.


"aku juga penasaran tentang kabar Pangeran ke-4 apa yang sedang dia lakukan sekarang?" gumam Paman pangeran di dalam hati.


Saat ini dia begitu jauh dari ibukota tapi juga tidak bisa pergi untuk mengunjungi provinsi x. Bahkan dalam perjalanan seperti ini bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan informasi tentang pangeran keempat.


Para Prajurit tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Paman Pangeran. Tapi sekarang mereka semua sedang berusaha mencari tempat duduk yang nyaman di sekitar api unggun.


Beberapa menghangatkan tangan mereka dengan menggenggamnya di atas api, sementara yang lain berusaha untuk menyingkirkan salju yang melekat pada pakaian mereka.


" Segera selesaikan makanan kita. Kita harus beristirahat dengan cukup agar dapat melanjutkan perjalanan besok pagi"


"Baik tuan "


Para Prajurit segera mengeluarkan makanan dari bekal mereka dan mulai makan dengan lahap. Makanan tersebut terdiri dari roti kering dengan isian daging dan sayuran, serta sup beku yang tinggal di panas di panas kan saja di atas panci.


Paman pangeran sudah membeli beberapa perbekalan ketika mereka melewati pedesaan sebelum ini. Karena musim dinginnya ekstrem semuanya menjadi beku .Untung saja masih ada panci kecil yang dibawa serta.


Tinggal masukkan semuanya ke dalam panci dan letakkan di atas api unggun. setelah semuanya mencair sup bisa dimakan lagi.


Tidak butuh waktu lama satu panci sup sudah jadi dan orang pertama yang diberikan tentu saja adalah paman Pangeran sebagai pemimpin dari kelompok ini.


Paman Pangeran juga tidak menolak dan mengambilnya,dia mencelupkan roti kering ke dalam sup panas.


Dalam sekejap, paman pangeran ingat tentang menu di istana kecil,pasti panas dan nyaman dengan sang putri yang bersandar di bahunya kan.


"kalian semua, istirahat yang baik,akan ada perjalanan berat lagi besok"kata Paman pangeran.


Para Prajurit mengangguk dan melanjutkan makan mereka dengan pelan.Tidak tau sampai kapan mereka akan terperangkap di dalam gua ini.


Salju akan semakin intens saja nanti, mereka hanya bisa menunggu salju sedikit reda sebelum melanjutkan perjalanan lagi.


Dalam hatinya, dia merenung tentang Zhang Fei, putri keempatnya yang kini berada di istana kecil. Dia membayangkan wajah cantik Zhang Fei, dengan senyum manisnya yang selalu menghangatkan hatinya.


Paman Pangeran berbisik pada angin dingin." Putri apa yang sedang kau lakukan saat ini? Aku berharap kau baik-baik saja di istana kecil"


Dia merenungkan tentang keadaan Zhang Fei di tengah musim dingin yang keras ini. Zhang Fei adalah sosok yang kuat dan cerdas, tetapi tetap saja dia merasa khawatir tentang keadaannya di istana.


" Semoga kau selalu dalam perlindungan para dewa dan roh nenek moyang. Aku berharap kau tetap hangat dan sehat di sana"


Dia merenung dalam sejenak, seolah-olah dia bisa merasakan kehadiran Zhang Fei di sisinya. Senyumnya pun tak terhindarkan ketika dia membayangkan wajah cantik putri keempatnya itu.


Paman Pangeran tanpa bdi duga , segera mengambil pedangnya. Dengan cekatan dan bergerak dengan anggun di antara pohon-pohon yang tertutupi salju. Setiap gerakan pedangnya tampak cantik dan elegan, seolah-olah dia menari dengan aliran angin yang dingin.


Dengan penuh konsentrasi, Paman Pangeran memotong beberapa pohon dengan ketepatan dan kecepatan yang luar biasa. Kayu-kayu yang telah dipotongnya disusun dengan cerdik dan teratur, membentuk sebuah lambang hati. Meskipun terlihat acak bagi orang awam, bagi Paman Pangeran, itu adalah cara bagus untuk mengekspresikan perasaannya.


Ketika lambang hati itu mulai terbentuk, Paman Pangeran tersenyum puas. Dia tahu bahwa jika Zhang Fei melihatnya, dia akan tahu bahwa lambang hati itu adalah simbol dari perasaan cintanya dan kepeduliannya terhadap sang Putri.


Setelah menyelesaikan karya seninya, Paman Pangeran kembali masuk ke dalam gua dengan senyum bahagia di wajahnya. Dia merasa senang bisa mengekspresikan perasaannya dengan cara yang indah dan elegan seperti itu.


ketika Paman Pangeran masuk ke dalam gua suasana dingin di luar tadi berubah menjadi hangat karena api unggun yang masih menyala.


Namun hanya Paman pangeran yang mengetahui jika saat ini kehangatan yang lebih terasa itu berasal dari dalam hatinya.


Sungguh sebuah perasaan yang belum pernah ada sebelum ini.


Seperti yang dipikirkan oleh Paman Pangeran anak sebenarnya aksi yang sudah dia lakukan benar-benar dilihat oleh sistem dan langsung menyebutkan itu kepada Zhang Fei.


Awalnya Zhang Fei cuma meminta sistem untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Paman Pangeran. Rupanya mereka sedang mengalami musibah dengan dua ekor kuda yang jatuh mati karena pembekuan darah.

__ADS_1


Lalu dia merasa tertekan dan melihat lagi apa yang dilakukan oleh mereka kemudian mengikuti aksi dari Paman Pangeran untuk berdiam diri di dalam gua dengan api unggun.


Itu biasa sih, tapi yang tidak biasa adalah ketika Paman Pangeran membuat gerakan tidak terduga dengan memotong kayu dan membuat sebuah simbol.


("Ahhh putri,hahai, apa Kau melihatnya Putri wow romantis banget.hehe , itu gambar love lho Putri, love.Hei sejak kapan dia tahu, jika itu simbol love.ohh Putri sayang rupanya kau sudah ketiban lotre hahaha")


"Ma.. mama nggak bohong kan.ah bisa-bisa aja Mama nambahin gosip"kata sampai yang tidak percaya tapi jantungnya sudah terlanjur deg-degan gitu.


("Ahh memang sih Mama nggak bisa ngirimin video atau foto tapi, apa masih kurang say? ini so sweet loh, kau tau. pada zaman ini mana ada orang yang tahu apa itu cinta mereka hanya melakukan pernikahan karena kebutuhan saja. tapi aku melihat benih-benih cinta itu sudah ada loh untuk paman pangeran.ahh Putri kau beruntung banget deh ih")


("tadi aja dia itu memandang ke langit lo. tapi sepertinya dia bukan memandang bintang tapi sedang membayangkan Tuan Putri di sana,uuuu hahaha, so sweet deh pake banget ")


Zhang Fei yang diolok-olok oleh sistemnya ini , segera memerah dengan cepat tapi dia tidak akan pernah mengakuinya.


Ini sangat memalukan tapi entah kenapa hatinya jadi bahagia.


Di kehidupan sebelumnya juga dia tidak pernah jatuh cinta bahkan tidak pernah berpikiran untuk mencari seorang pasangan hidup.


Bukan saja menikah untuk mencari pacar pun dia sepertinya ogah.


Tapi di kehidupan ini dia diberikan pasangan yang bloonnya minta ampun tapi tampannya wow.


Nggak begitu bodoh sih tapi kuat tampan dan..eh.


Ahh kenapa sih jadi kangen.


("uluh uluh, tuan rumahnya jadi meleleh kan hehehe ')


"Mama, nggak mungkin lah ma. Orang dia mungkin lagi cari kayu untuk buat api unggun,kan dingin tuh di sana.ahh Mama sih nggak ada kemampuan apapun selain daripada ngoceh. Coba bisa untuk aku ngirimin barang ke sana kan bagus"


("hei jangan salahkan mama ya, udah sistemnya kayak gitu. Walaupun cuma bisa cuap-cuap tapi kan bisa menghasilkan cuan loh. Nggak bersyukur banget jadi tuan rumah.Ah males ah")


Sistem sepertinya akan mengnonaktifkan diri sendiri tapi kemudian dia tiba-tiba hidup lagi dan langsung mengatakan sesuatu yang membuat Zhang Fei merasa ingin pingsan.


(" hehehe ceileh, ada yang mulai perhatian.ohh jangan-jangan... jangan jangan ...")


"Mama...


Zhang Fei berteriak beberapa kali tapi tidak ada suara apapun rupanya sistem juga sudah menonaktifkan diri sendiri.


Tapi pergi nya sistem, membuat Zhang Fei mengenang sosok itu di benak nya.


Paman Pangeran adalah sosok yang tampan dan karismatik. Dia memiliki wajah yang gagah dengan raut muka yang tegas namun hangat. Matanya yang tajam dan berwibawa selalu menarik perhatian orang yang melihatnya. Rambutnya yang hitam pekat dan panjang, disisir rapih, memberikan kesan kemewahan dan keanggunan.


Tubuh Paman Pangeran juga atletis dan berotot, mengisyaratkan bahwa dia adalah seorang pria yang kuat dan tangguh. Posturnya yang tegap dan tinggi semakin menambah daya tariknya sebagai seorang bangsawan. Tidak heran jika banyak wanita yang terpesona dengan kehadiran Paman Pangeran.


Jika saja Paman Pangeran tidak memiliki karakter pria yang bodoh mungkin ini bukan giliran dari Zhang Fei untuk menjadi istrinya.


Tapi Paman Pangeran adalah sosok yang selalu mampu menggetarkan hati gadis manapun di ibukota.


Entah kapan sampai mulai merasakan sebuah keberuntungan. Keberuntungan itu karena Paman Pangeran dinilai memiliki karakter pria bodoh yang membuat keluarga wanita enggan menjodohkan dirinya dengan Putri mereka.


Tapi Zhang Fei sekarang merasa agak aneh.Ketampanan dan kepribadian Paman Pangeran membuat Zhang Fei tersipu-sipu setiap kali berada di dekatnya. Tatapan tajamnya yang mengarah kepadanya bisa membuat wajah Zhang Fei memerah karena malu. Setiap kali Paman Pangeran tersenyum padanya, hati Zhang Fei berdegup kencang, seolah-olah dunianya berputar hanya untuk sosok tampan di hadapannya.


Ketika Paman Pangeran berbicara, suaranya yang berwibawa dan lembut sekaligus membuat Zhang Fei merasa tersanjung. Dia menyukai cara Paman Pangeran memperlakukannya dengan penuh perhatian dan penghormatan. Setiap kalimat yang diucapkan oleh Paman Pangeran kepada Zhang Fei menjadi pujian tersendiri bagi gadis itu.


Kesederhanaan Paman Pangeran dan sikapnya yang rendah hati juga membuat Zhang Fei semakin terpesona. Dia merasa beruntung bisa dekat dengan seorang pria seperti Paman Pangeran yang tidak hanya tampan, tetapi juga memiliki hati yang baik dan tulus.


Semua hal tersebut membuat Zhang Fei tak bisa menghindari perasaan malu dan terpesona ketika berada di dekat Paman Pangeran. Wajahnya yang sering kali memerah dan matanya yang sering kali berbinar menjadi tanda betapa Paman Pangeran begitu berarti bagi dirinya.


Ahh apakah aku benar benar sedang jatuh cinta,eh ini..

__ADS_1


Tidak mungkin kan.


Ahhh mama...


__ADS_2