
Paman Pangeran tersenyum setelah mendengar narasi dari Zhang Fei, tetapi dia tidak bisa terus menerus menunda. Walaupun masih terbawa senyum, dia tahu pentingnya bertemu dengan kaisar segera.
"Putri, aku pergi, jangan tunggu aku dan istirahatlah Hem"Kata paman Pangeran apa ada Zhang Fei yang di peluk nya secara spontan.
Zhang Fei terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu. Tapi kemudian dia membalas pelukan itu dengan hangat.
Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita ,dia masih harus bergantung dengan suaminya.
Jadi dia berharap, segala nya akan baik baik saja.
"Pergi dan aku akan menunggu kabar baikmu Paman pangeran"kata zhang Fei pelan.
Dengan langkah mantap, Paman Pangeran meninggalkan istana kecil dan bergegas menuju gerbong kereta kuda yang telah disiapkan.
Gerbong kereta kuda itu terhias indah dengan ukiran kayu yang rumit dan kain berwarna-warni. Saat Paman Pangeran masuk ke dalam gerbong, langit biru di atasnya terlihat tenang dan damai. Tidak lupa dengan Kasim kepercayaan nya yang ceplas-ceplos itu.
Kuda-kuda yang ditarik oleh gerbong bergerak perlahan-lahan, menciptakan dentingan ringan pada jalanan yang masih di penuhi dengan salju.
Hanya saja saat ini salju mulai menipis kemungkinan besar musim salju akan segera berakhir.
Dalam perjalanan menuju istana utama, Paman Pangeran menatap kotak pil di tangannya dengan perasaan harap-harap cemas. Dia berharap pil penawar racun ini akan bekerja dengan efektif dan membantu Kaisar cepat sembuh. Pikirannya bergejolak, berdoa agar nasib baik berpihak pada kaisar.
Terlepas dari apa yang terjadi mereka memang saudara yang memiliki darah yang sama.
Lupakan semua dendam dan hiduplah tanpa kedengkian , inilah hal yang sudah dia pelajari sejak memakai karakter anak-anak bodoh.
Posisi seorang Kaisar memang menguntungkan dan terlihat cemerlang di mata orang banyak. Namun sebenarnya itu adalah sebuah beban yang akan kau tanggung seumur hidup.
Lihat saja bagaimana Ratu dengan teganya membuat intrik-intrik yang tidak kecil di istana belakang.
Paman Pangeran juga menyadari jika sebenarnya Ratu tidak memiliki sesuatu yang dinamakan kasih sayang dengan Kaisar saat ini.
Menjadi seorang Kaisar hanya cerah dan meriah di permukaan tapi sebenarnya Kaisar juga adalah orang yang malang.
Tidak ada wanita yang benar-benar tulus bersama dengannya, anak-anak juga adalah orang-orang yang akan bersaing merebutkan tahta yang dia miliki. Bahkan Kaisar terindikasi diracun juga karena putranya sendiri.
Jika dipikir lagi apakah ada seorang ayah yang memiliki nasib malang lebih daripada Kaisar saat ini?
Paman pangeran, menatap ke arah luar dan berpikir tentang hal-hal masa depan dan juga masa lalu.
Ketika gerbong akhirnya tiba di istana utama, Paman Pangeran keluar dengan langkah mantap. Tapi karakter orang dewasa dengan IQ anak-anak segera terpasang di wajahnya secara otomatis begitu kakinya melangkah turun dari gerbong kereta.
Dan tentunya Kasim kepercayaan juga mengubah wajah menjadi Kasim yang khawatir dengan kondisi majikannya.
Paman Pangeran melangkah cepat menuju pintu gerbang istana terlarang, tanpa ragu, dia mulai berlari dengan hati yang penuh urgensi. Langkah-langkah cepatnya menghantarkan dia melewati gerbang masuk, membuat langit-langit tinggi dan dinding istana tampak memudar dalam pandangan.
Kasim bo, pelayan setia Paman Pangeran, dengan cemas mengejar dari belakang, seraya berteriak dengan suara khawatir, " Paman pengeran! Paman pengeran! Tunggu sebentar!"
Paman Pangeran tidak menghentikan langkahnya, tetapi tangannya terulur ke depan dalam gerakan mengisyaratkan bahwa dia sedang sangat terburu-buru.
Kasim bo berteriak dengan napas tersengal-sengal."Paman pangeran, tunggu sebentar! Mohon hentikan langkah Anda!"
Paman Pangeran seperti tidak mendengar,dia terus melaju, meskipun dia menoleh sejenak untuk memberi tahu Kasim bahwa dia tidak bisa memperlambat perjalanannya.
"Cepat lah, kakak Kaisar sedang menunggu permen ku!!"
"Paman pangeran,huf..huf..a..apa yang Anda rencanakan? Mohon berhenti sejenak dan dengarkan saya!"
Sementara mereka berdua berlari menuju pintu gerbang istana, tiba-tiba saja seorang penjaga muncul di depan mereka, menghadang jalannya. Paman Pangeran dan Kasim terpaksa menghentikan langkah mereka secara tiba-tiba, nafas mereka terengah-engah karena usaha mereka yang mendadak dihentikan.
"Heh, paman pangeran ini ingin ketemu kakak Kaisar, minggir"katanya dengan nada kekanak-kanakan sesuai dengan karakter nya saat ini.
__ADS_1
Agar lebih mendukung, dia juga bercekak pinggang dengan arogannya.
Tapi anehnya, penjaga itu tidak tergerak seperti biasa nya.Dia malah tidak mengangap Paman pangeran sebagai seorang bangsawan sama sekali.
"Berhenti Paman pangeran! Istana ini sedang ditutup dan tidak ada yang diizinkan masuk atau keluar tanpa perintah langsung dari Kaisar" katanya dengan menarik tombak penjaga nya.
" Penjaga bodoh,ini adalah Paman Pangeran, kami harus segera bertemu dengan Kaisar. Jika kau tidak mau minggir,akan ku laporkan pada kakak kaisar ku, biar di penggal kau nanti "
Entah bagaimana caranya, Paman pangeran sekarang memiliki jejak kesedihan di matanya dan bertindak seolah-olah dia kan menangis sebentar lagi.
Tapi penjaga itu tetap berdiri dengan tegas." Saya minta maaf, Paman pangeran,tetapi aturan tetap berlaku. Tanpa perintah langsung dari Kaisar, Paman pangeran sekalipun tidak bisa masuk"
Paman Pangeran menatap penjaga dengan frustrasi dan kekhawatiran yang semakin bertambah. Dia tahu waktu berlalu begitu cepat dan situasi semakin mendesak.
Melihat bagaimana penjaga ini menghentikan dia,ini seperti nya sudah bagian dari rencana pemberontakan pangeran ketiga.
Karena itu Paman pangeran harus putar otak untuk bisa masuk.
"eh..eh paman pangeran..."
Penjaga itu segera menjadi ketiga Paman Pangeran tidak mengindahkan peringatan.
Paman Pangeran terus berlari dengan kencang, menggeliat dan berkelit dengan lincah di antara pilar-pilar istana. Setiap gerakan yang dia lakukan adalah upaya untuk mengecoh penjaga pintu yang mengejarnya. Dia memutar, meluncur dan melompat untuk membuat penjaga itu terkecoh.
Di saat yang sama, Kasim bo, pelayan Paman Pangeran, memutuskan untuk mengambil risiko. Dia berlari cepat, mencoba mengejar tuannya, tetapi dalam kegugupan, kaki Kasim tergelincir. Dengan kerasnya, dia jatuh ke depan penjaga yang tengah berusaha mengejar Paman Pangeran.
Saat Kasim jatuh, Paman Pangeran melihat peluang. Dia berlari secepat kilat, memanfaatkan kekacauan yang terjadi dan masuk ke dalam istana kaisar dengan cepat. Namun, penjaga yang terjatuh dan tergagap mencoba untuk berdiri kembali.
Penjaga terengah-engah, sambil mengulurkan tangannya, dia berteriak pas teman nya yang lain."Berhenti! Hentikan Paman pengeran!"
Paman Pangeran jelas akan mengabaikan permintaan penjaga dan berlari lebih cepat.
Di belakang mereka, Kasim mengangkat dirinya dari lantai dan berusaha untuk menahan napas sesaat. Tiba-tiba, dia mendekati penjaga dengan wajah penuh penyesalan.
"Maafkan , penjaga ,aaya tergelincir dan membuat anda terjatuh.Tapi paman pangeran tidak pernah di hentikan sebelum nya jadi harap mengerti "katanya dengan gugup.
Melihat lagi dari segi status sebenarnya status Kasim ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan status penjaga pintu ini.
Tapi dari mulutnya tadi dia mengatakan jika perilakunya berdasarkan dengan perintah Kaisar.
Karena nya, melanggar itu artinya Anda mengabaikan perkataan Kaisar dan hukuman yang akan didapatkan tidak kecil.
Jadi tindakannya dalam meminta maaf itu memang sebuah keharusan terlepas dari status mereka.
Sambil membantu penjaga untuk berdiri, Kasim melihat ke arah pintu istana dengan harap-harap cemas. Dia tahu Paman Pangeran akan terus berlari dan mungkin akan mempertaruhkan segalanya demi misinya yang mendesak.
Di sisi lain,paman Pangeran merasa tekanan semakin bertambah saat dia mendekati pintu masuk kamar Kaisar yang dijaga ketat. Dia tahu bahwa langkah berikutnya harus cerdas dan cepat. Dengan cepat, dia melihat batu besar yang tergeletak di dekatnya, dia meraih batu tersebut dan melemparkannya jauh ke arah koridor lain.
Brak..
Ketika batu besar itu mendarat dengan suara gemuruh di lantai, para penjaga yang berada di dekatnya langsung mengalihkan perhatian mereka.
"Apa itu tadi?"
"Entah, ayo lihat!"
Dua penjaga pintu yang memegang senjata tombak segera berlari menuju suara tersebut, berusaha untuk memahami apa yang sedang terjadi.
Paman Pangeran melihat momen tersebut sebagai peluang yang sempurna. Dengan gerak perlahan,dia masuk ke dalam kamar Kaisar.
Dia memandang sekeliling, melihat Kaisar yang terbaring lemah di tempat tidur, dikelilingi oleh tabib dan pelayan yang sibuk merawatnya.
__ADS_1
Paman Pangeran segera menghela napas lega." Akhirnya aku di sini"
Dia berjalan perlahan mendekati Kaisar, melambai pada tabib dan pelayan yang tahu siapa dia. Meskipun situasinya serius, dia tidak bisa menahan senyum tipis yang terukir di wajahnya.
Tiba-tiba, suara langkah kaki cepat terdengar di luar pintu. Dia mengangkat telunjuknya ke bibir, memberi isyarat kepada tabib dan pelayan untuk tetap diam. Mereka mengangguk dengan penuh pengertian, toh paman pangeran bukan sebuah ancaman kan,dia adalah pria bodoh.
Sebenarnya para tabib ini tidak mengetahui kondisi di luar. Mereka tetap di kamar itu dan hanya pergi keluar untuk merebus ramuan obat. Tapi istana Kaisar ini lengkap ,ada juga dapur kecil di sini.Karena itu mereka tidak keluar dari halaman istana utama ini.
Melihat paman pangeran yang masuk ke secara diam-diam mereka juga sudah terbiasa dan tidak ada satu orang pun yang mencoba menghentikan Paman pangeran.
Paman Pangeran naik ke atas ranjang dengan hati-hati, duduk di samping Kaisar yang sedikit lemah. Kaisar mendengar pergerakan itu dengan mata yang terpejam, tetapi dia masih memiliki kekuatan untuk berbisik dengan suara lemah.
" Paman...
"kakak Kaisar, bagaimana keadaanmu hari ini? Apakah perasaanmu sedikit lebih baik? apakah kau masih minum obat yang pahit itu?" tanya Paman pangeran yang terdengar cemberut.
" Sedikit. Tapi, Paman...,uhuk uhuk ..
Paman Pangeran mendengus dan menggelengkan kepala dengan kasar "Oh, Kakak Kaisar. Kamu selalu mendengar kan kata Tabib bodoh.Mana bisa sembuh dengan air hitam yang pahit itu. Ya, ya, permen ini yang membuatmu sangat bersemangat.Ini manis dan tidak pahit tau kakak Kaisar "
Kaisar cukup terhibur dan dia segera tertawa ringan " Paman pangeran... kamu selalu... seperti anak-anak. Tapi dengarkanlah... tabib, obat tidak pahit "
Paman Pangeran menggumam sambil menggeluh."Kakak Kaisar Penjaga... selalu membuatku... kesal.Dia tidak memperbolehkan aku masuk,apa ini yang kau minta?aku kan adik mu kakak kaisar,masak tidak bisa datang, benci nya.Kakak Kaisar cepat sembuh dan bunuh mereka untuk ku Hem!!"
Sambil bercakap-cakap, Paman Pangeran mengambil kotak kecil dari dalam pakaiannya. Dia membukanya perlahan dan mengeluarkan sebuah pil kecil. Pil itu terlihat kecil dan berkilauan dalam cahaya redup kamar. Dengan cermat, dia mengangkatnya dengan ujung jari dan memasukkan langsung pada mulut Kaisar.
" Nah, Kaisar, Ini adalah permen manis yang lezat, buatan dari putri istana kecil.Tidak seperti permen biasa, ini akan membantumu merasa lebih baik.Oh manis kan ?"
Kaisar tidak sengaja menelan pil penawar racun yang Paman Pangeran berikan, yang menurutnya adalah permen. Dia merasa pil itu meluncur begitu saja melewati tenggorokannya, dan saat itulah perubahan yang tak terduga mulai terjadi.
Dalam hitungan detik, Kaisar merasa tubuhnya mulai berdenyut-denyut dengan lebih kuat. Rasanya seperti aliran energi yang tiba-tiba memenuhi setiap serat otot dan syarafnya. Matanya yang tadi agak kabur seketika menjadi jelas dan tajam, seolah tirai kabut yang menghalangi pandangannya tadi telah terangkat.
Dia merasakan detak jantungnya berdenyut lebih cepat, tetapi bukan dengan kekhawatiran. Ini adalah denyut kehidupan yang datang kembali, mengisi setiap sudut tubuhnya dengan semangat yang baru. Kaisar merasa seakan-akan berada di bawah cahaya matahari yang cerah, walaupun kamar itu redup dan penuh dengan kecemasan sebelumnya.
Dia merasakan getaran hangat di telapak tangannya dan kakinya, sebagai tanda bahwa darahnya kembali mengalir dengan lancar. Dia mengangkat tangannya ke depan wajahnya dan mengamati setiap detail dengan kagum. Warna-warna dan kontur-kontur yang tadinya kabur kini menjadi jelas dan tajam.
Kaisar merasakan kekuatan kembali mengalir dalam dirinya, seperti puluhan energi yang diberikan oleh pil penawar racun tersebut.
Dia mengalihkan pandangannya ke Paman Pangeran yang masih duduk di samping tempat tidur.
"Paman pangeran... kaisar ini merasa lebih baik. Apa ini... apa yang telah kau berikan pada kaisar ini?"
Paman Pangeran tersenyum puas, dia pikir pasti obat nya sudah mulai bekerja , jika tidak kenapa pernafasan kaisar sudah terlihat lebih lega.
"Ohh Itu adalah permen khusus yang aku dapatkan dari putri istana kecil. Kakak kaisar tahu, kadang-kadang, jika sakit, makan saja permen manis,ini pasti sembuh "
"Putri istana kecil, putri peipei kah?"kata kaisar yang suaranya sudah mulai bertenaga lagi.
Dia di kejutkan dengan reaksi obat dari sesuatu yang katanya hanya permen. jika obat ini memang diberikan oleh putri istana kecil ini artinya Gadis itu bukanlah gadis yang biasa.
Karena jelas yang diberikan olehnya bukn lah permen melahirkan sebuah obat yang meringankan penderitaannya.
"Ohh permennya sungguh manis, Paman Pangeran apa kau masih memilikinya lagi?"
"Kenapa , apa kakak Kaisar menyukainya? Hahaha pasti begitu hahaha "
Gaya bicara Paman Pangeran jelas mengejek Kaisar Jika dia sedang meminta permen dengan anak-anak. Untuk sesaat telinga Kaisar memperlihatkan rona merah yang sudah tidak terlihat lagi beberapa tahun ke belakang ini.
Ini karena kaisar memang sedang malu.
Karena dia akan minta permen dengan paman pangeran.
__ADS_1
Ini hanya sebuah permen saja