Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
231


__ADS_3

Putra Mahkota Yan merasakan getaran baru yang tak terduga dalam hatinya, karena ketika ia jatuh cinta pada teh Boba, tapi segera suara ketukan di pintu membuat dia segera siaga.


"pergi"


Dengan cepat,penjaga bayangan melesat ke depan dan menghilang tanpa jejak .


"Masuklah," kata tabib dengan tenang setelah yakin tidak ada ancaman lagi. Ia membuka pintu dan di hadapannya berdiri tiga orang dengan sikap yang hormat dan berjarak aman.


Dengan langkah mantap, tiga orang ini langsung berlutut dan memperkenalkan diri, "Yang Mulia Putra Mahkota Yan yang Agung, kami adalah tiga ketua partai pengemis dari Provinsi X."


Putra Mahkota Yan terkejut mendengar nya.Tapi mereka mau melakukan tindakan yang sesuai dengan status jadi putra mahkota yang ini sedikit berjaga-jaga namun sebenarnya sedikit rileks.


Setelah perkenalkan diri tiga orang ini segera duduk agak jauh, memperlihatkan rasa hormat mereka terhadap putra mahkota yang berkedudukan tinggi.


Tidak ingin terlalu lama dalam ketegangan diam, Putra Mahkota Yan akhirnya memulai percakapan, "Sangat menarik. Namun, Pangeran ini belum pernah mendengar tentang Partai Pengemis sebelumnya. Apa itu sebenarnya?"


Dengan suara pelan,salah satu dari tiga orang itu menjawab, "Partai Pengemis adalah sebuah komunitas yang mayoritas anggotanya berasal dari kalangan pengemis. Namun, kami telah bertransformasi menjadi usahawan dan berbagai profesi lainnya. Kami memiliki struktur tingkatan dan nilaian kejujuran yang tinggi. Tujuan kami adalah menjaga kesejahteraan anggota kami. Kami memuja dan mendukung Putri Peipei, yang memiliki gelar sebagai Putri Istana Kecil."


Putra Mahkota Yan mengernyitkan kening dmendengar penjelasan mereka. Dia tidak pernah menduga akan ada kekuatan sebesar itu di luar istana.Dan pemilik dari mereka sebenarnya adalah seorang wanita.


Hum sepertinya ada sesuatu yang tidak diketahui olehnya dari Dayun ini.


"Jadi, kalian datang untuk berbicara denganku?" tanyanya sambil tersenyum sinis. "Apa yang bisa dilakukan oleh tiga orang dari Partai Pengemis?"


Salah satu dari pemimpin Partai Pengemis, yang berbicara dengan tenang m, "Yang Mulia Putra Mahkota, kami datang karena kami mengetahui niat Anda. Kami ingin menegaskan bahwa kami tidak mendukung atau membenarkan rencana apapun untuk mencaplok tanah Dayun."


Putra Mahkota Yan terkekeh dengan meremehkan. "Dan apa yang bisa kalian lakukan? Jika aku benar-benar ingin mengambil tanah Dayun, terutama Provinsi X, apakah kalian pikir kalian bisa mencegahnya?"


Salah satu pemimpin Partai Pengemis tersenyum lembut. "Yang Mulia, kami sadar bahwa Anda memiliki kekuatan dan otoritas yang besar. tapi ketika terjadi perang akan ada banyak nyawa dan juga harta yang dihabiskan oleh kedua belah pihak. karena itu kami datang untuk agar putra mahkota segera memikir ulang rencana ini "


Namun, sebelum Putra Mahkota Yan bisa menjawab, salah satu dari tiga pemimpin itu melanjutkan, "Sebenarnya, Yang Mulia, kami ingin memberi tahu Anda sesuatu. Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sudah meminum pil kesetiaan yang dibuat oleh Putri PeiPei."


Kata-kata ini membuat Putra Mahkota Yan terkejut dan kemarahannya mulai memuncak. "Apa yang kalian bicarakan?" katanya dengan suara bergetar oleh emosinya. "Bagaimana mungkin aku meminum pil itu?"


Namun, tiga pemimpin Partai Pengemis tetap tenang dan berkata " Yang mulia sudah meminumnya melalui teh Boba.Jadi silahkan pikir ulang"


Brak...


Dia segera menuju meja dan meja hancur berkeping-keping. amarahnya jelas terlihat ketika dia menataplah 3 orang yang mengaku sebagai pemimpin partai pengemis provinsi X ini.


"berani-beraninya kalian? Penjaga!!"


Segera penjaga bayangan itu datang lagi dari tempat yang tidak diketahui. yang jelas mereka muncul dan berdiri di depan Putra mahkota Yan dan langsung menantang 3 pemimpin ini.


Meskipun begitu, tanpa perintah dari putra mahkota, tidak satupun dari mereka yang ingin menarik pedang nya.


"Sekarang katakan di.mana penawar nya"pekik Putra mahkota Yan ini dengan emosi.


Dirinya pasti tidak menyangka jika teh Boba yang tadi disebutnya dengan manis sebenarnya menyimpan racun.


Sialan.


Dia tidak pernah menyangka jika di provinsi X ini, ada kekuatan yang tidak bisa dia tolerir.


Salah satu pemimpin Partai Pengemis dengan tegas menyampaikan, "Yang Mulia, pil kesetiaan sejatinya hanya simbolis. Namun, bagi yang pernah meminumnya, setia berarti tidak akan melawan Dayun selama Putri masih hidup. Bahkan memikirkannya pun akan menjadi pelanggaran."

__ADS_1


Ketika Putra Mahkota Yan mendengar deskripsi ini, raut wajahnya menyiratkan ketidaksetujuan dan perasaan diremehkan. Dia merasa seolah dilecehkan oleh gagasan bahwa sebuah pil kecil, sebenarnya bisa mengontrol niatnya.


Namun, tiba-tiba suasana berubah drastis ketika salah satu penjaga bayangan meledak dengan kekuatan dahsyat.


Boom..


Tubuhnya hancur berantakan, namun pemandangan mengerikan ini tak berlangsung lama, karena serpihan-serpihan daging dan darah secara ajaib lenyap seiring angin. Putra Mahkota Yan terpaku dengan pemandangan ini, terpesona dan terkejut oleh efek yang tak terbayangkan dari pil kesetiaan tersebut.


"A.. apa??"


Sementara Putra Mahkota masih terperangah, pemimpin Partai Pengemis Provinsi X segera menjelaskan, "Seperti yang anda saksikan, Yang Mulia, efek mengerikan ini terjadi jika seseorang yang telah meminum pil berusaha untuk menyerang Dayun. Reaksi ini adalah peringatan keras bahwa kesetiaan kepada Putri PeiPei harus dijaga dengan tulus."


Putra Mahkota Yan merasa menarik diri, kembali ke kursinya dengan tatapan kosong dan keringat dingin di dahinya. Pikiran-pikiran besar yang tadi ada di benaknya tentang mencaplok wilayah Dayun perlahan-lahan menguap, digantikan oleh rasa takut akan efek pil yang mengerikan ini.


Ketika perlahan-lahan realisasi akan dampak pil itu terbenam dalam pikirannya, rasa takut dan keraguan mulai merasukinya. Dia menyadari bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menandingi kekuatan misterius ini. Kehendaknya yang keras kepala dan ambisinya terhadap Dayun kini menemui batas baru yang sangat nyata dan mencekam.


Dalam diam yang mencekam, bahkan tabib yang hadir di ruangan itu mulai merasakan efek pil kesetiaan. Dia merasa tubuhnya menderu dan berdenyut, seolah-olah reaksi mengerikan itu merambat melalui urat nadinya.


"Yang mulia.. akhhhh.."


Boom...


Wajahnya pucat dan penuh ketakutan, dan dengan tiba-tiba, tubuhnya meledak dengan kekerasan yang sama seperti penjaga bayangan tadi.


Akhhhh


Pemandangan ini membuat Putra Mahkota Yan lebih merasakan ketakutan dan keterbatasannya. seumur hidup dia merasa negaranya adalah negara yang paling hebat dan semua negara yang dia inginkan pasti bisa berada di dalam genggamannya.


Tapi baru kali ini dia menyadari jika pikirannya itu hanya seperti kodok di bawah tempurung.


Ketakutan yang jelas tercermin di wajah Putra Mahkota Yan, namun pemimpin-pemimpin Partai Pengemis terlihat tenang dan santai, seolah-olah mereka telah mengantisipasi reaksi ini.


Putra Mahkota Yan akhirnya mengumpulkan keberanian untuk berbicara, suaranya terdengar ragu-ragu, "Jadi, apa yang kalian inginkan? Mengapa kalian datang kepada Putra mahkota ini?"


Salah satu dari pemimpin Partai Pengemis tersenyum lembut dan menjawab dengan penuh keyakinan, "Yang Mulia, Putri tidak memiliki niatan apa pun kecuali keinginan untuk melihat Dayun tetap aman dan damai. Putri juga tidak memiliki keinginan lain selain melihat negeri ini berkembang dengan harmoni."


Putra Mahkota Yan sedikit tercengang oleh kata-kata itu, merasa ada semacam penekanan pada kata "harmoni." Dia mendengarkan dengan seksama ketika pemimpin Partai Pengemis melanjutkan, "Kami ingin memberitahu Anda bahwa Kaisar dari negara Yue juga telah meminum pil kesetiaan ini dengan sukarela. Tindakan ini telah membawa kemajuan dan perkembangan bagi negara mereka, berkat bantuan Putri PeiPei yang bijaksana."


Pemimpin Partai Pengemis menjelaskan lebih lanjut, "Putri PeiPei sebenarnya menginginkan kedamaian dan ketenangan. Pil kesetiaan diciptakan untuk mencegah serangan dari negara lain terhadap Dayun. Dia tidak berminat dalam campur tangan terhadap urusan luar negeri. Kami hanya ingin meminta Anda, Yang Mulia, untuk mundur dan kembali ke negeri Anda. Ingatlah bahwa pil ini tidak hanya berlaku pada diri Anda, tapi juga keturunan Anda. Selama Putri masih hidup di Dayun, negara ini tidak akan bisa diserang atau diambil alih. Jika Anda melanggar ini, tidak ada yang bisa menjamin nasib anda atau keturunan Anda."


Putra Mahkota Yan merasakan rasa ketakutan yang lebih mendalam. Dia merenung tentang implikasi dari semua ini, tentang bagaimana dia harus mempertimbangkan ulang keinginannya terhadap Dayun. Sekaligus, dia merasa tercengang oleh kekuatan Putri PeiPei yang begitu besar hingga mampu mempengaruhi nasib negara-negara.


Namun, dalam hatinya masih ada rasa perlawanan. "Tapi apa yang membuat kalian berhak mengatur langkah-langkahku? Mengapa aku harus tunduk pada kehendak Putri PeiPei?"


Pemimpin Partai Pengemis tersenyum dengan bijaksana, "Putra Mahkota Yan, kami datang dengan niat baik dan hanya ingin menjaga perdamaian. Kami tidak berkeinginan mengaturmu, melainkan memberimu pilihan yang bijaksana. Kesetiaan pada Putri PeiPei adalah jaminan akan kedamaian dan kestabilan bagi negeri Dayun. Tapi jika putra mahkota menolak, jangan salahkan jika kaisar yan tidak akan pernah mendapatkan mayat dari putra mahkota"


Putra Mahkota Yan merasa dilematis di antara ambisinya yang kuat dan ancaman nyata yang dihadapinya. Dia merasa terperangkap dalam pertarungan antara keinginannya dan konsekuensi yang lebih besar.


"kami tidak ada yang ingin disampaikan lagi jadi izinkan kami untuk mundur"kata partai pengemis yang mundur secara teratur.


Putra mahkota dari negeri ini tidak begitu mendengar percakapan itu tapi fokus pada apa yang terjadi di depan matanya.


Dia ingin provinsi..eh jangan pernah berpikir apapun tentang Dayun lagi.Dayun bukanlah negara yang bisa kau singgung sesuka hati.


Jadi pada hari itu ,sebenarnya putra mahkota negara Yan . Memerintahkan semua pasukannya yang bersembunyi di negara dayun mundur dan kembali ke kerajaan mereka.

__ADS_1


Dan kejadian ini adalah kejadian 3 hari yang lalu. Di mana pada waktu itu Kaisar sendiri belumlah wafat.


Jadi sebenarnya Pangeran ke-4 meninggal 2 hari sebelum Kaisar sendiri mangkat.


Kabar ini tidak sempat diberitahukan oleh zhang fei kepada Paman pangeran Karena waktu itu Paman Pangeran masih disibukkan dengan beberapa hal mengenai Kaisar.


Dan sekarang juga sudah terlambat untuk memberitakan hal itu.


Namun begitu arti sebenarnya dalam kejadian ini negara Dayun benar-benar kehilangan semua pangerannya yang menyisakan hanya Pangeran keempat saja.


Tapi itu bukanlah masalah karena dekrit yang dikeluarkan juga menyangkut masalah yang sama.


Jadi Pangeran ketiga yang saat ini di lemparkan dalam penjara sebenarnya mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.


Bukan saja membantu bahkan mereka mundur terang-terangan.


putra mahkota negara yang tidak pernah menceritakan masalah negara Dayun yang memiliki naga tersembunyi. tapi kelak ketika dirinya menjadi Kaisar, dia juga akan mengeluarkan dekrit tentang pelarangan menyerang Dayun selagi Putri masih hidup. dan melanggar dekrit itu adalah dosa besar.


tapi itu adalah kisah nanti.


Untuk saat ini Pangeran ketiga hanya menanti bantuan yang tidak kunjung tiba.


Tapi zhang fei sudah berlutut beberapa jam di bawah matahari. Dia bukan saja berkeringat tapi juga menangis beneran karena lututnya sakit.


Waktu telah beranjak siang, dan matahari terik menyinari aula tempat pertemuan tadi. Semua orang yang sebelumnya berlutut dan menangis, sekarang diberi izin untuk berdiri dan melanjutkan lagi setelah makan siang.Wajah-wajah pucat dan lelah memperlihatkan perasaan kelelahan setelah hampir 5 jam berlutut di bawah terik matahari.


Di antara mereka, Zhang Fei masih berlutut dengan kepala tertunduk. Kepalanya terasa berat dan tubuhnya merasa kaku setelah berlama-lama dalam posisi itu. Dia merasa kelelahan fisik dan emosional yang begitu besar. Matahari yang tak kenal belas kasihan telah membuat kulitnya merah dan terbakar.


Saat itulah, Gadis Persik dengan lembut mendekatinya. Dengan ekspresi sedih di wajahnya, dia meraih lengan Zhang Fei dengan penuh kelembutan, memberinya dukungan untuk bangkit. Sementara tangannya menggenggam lengan Zhang Fei, dia berbicara dengan lembut, " Putri ,waktunya untuk bangkit dan pergi. putri telah cukup berlutut dan menderita."


Zhang Fei dengan perlahan mengangkat wajahnya, matanya merah dan bengkak akibat tangisan yang terus menerus. Dia merasakan sakit yang menusuk-nusuk di lututnya saat ia berusaha berdiri. Gadis Persik membantunya, memberikan dukungan yang diperlukan.


Dengan setetes air mata yang masih tersisa di mata, Zhang Fei akhirnya berhasil berdiri tegak. Dia merasa sedikit gemetar, tetapi dengan bantuan Gadis Persik, dia mulai berjalan keluar dari aula. Setiap langkah yang dia ambil terasa seperti perjuangan.


"Oh lutut ku, gadis persik, sepertinya bantalanmu tidak bekerja. pergi buat yang lebih tebal"Bisik zhang Fei pelan.


Mereka meninggalkan aula dengan langkah perlahan, menuju tempat di mana Zhang Fei bisa istirahat dan pulih dari cobaan yang begitu berat.


"Oh mama, ini baru hari pertama.Ampun deh mah, mana panas lagi mah, nihh pakaiannya juga tebal.Bisa bisa aku mati berlutut kali mah "keluh zhang Fei dalam hati.


("Ya say, terima nasib aja lah kan.Tapi sore hanya dari jam 02.00 sampai jam 05.00 kan. Tapi hehehe say, dekrit pertama Almarhum Kaisar ,akan dibacakan di sore hari.Apa ini bisa menghilangkan rasa lelahmu?")


"Eh begitu kah, hahaha oke,eh tapi di mana ratu berlutut,kok nggak ada di sini?" tanya zhang Fei.


(" Ratu menyebarluaskan berita jika, malam itu Pangeran ketiga melakukan pemberontakan dan membuat Kaisar meninggal tapi Ratu juga terluka karenanya. Dengan begitu dia bebas tidak berlutut dengan alasan sakit")


Ratu saat ini mungkin tertawa dan berpikir putranya bisa naik tahta tapi dia sama sekali tidak mengetahui jika sang putra sebenarnya sudah meninggal lebih awal dibandingkan dengan Kaisar.


pada saat kejadian semua penjaga bayangan meninggal di tempat hanya beberapa orang yang terluka. pada waktu itu mereka ingin masuk ke ibukota untuk menyampaikan kabar tersebut dengan Ratu .Tapib ibukota buru-buru ditutup karena pemberontakan Pangeran ketiga .Karena itu kabar meninggalnya Pangeran keempat tidak sampai ke telinga Ratu.


Zhang Fei tidak berpikir seperti itu yang dia pikirkan, bagaimana pintarnya Ratu untuk menghindari acara berlutut ini.


"Oh masih bisa begitu? jadi sebaiknya aku juga akan membuat alasan sakit agar tidak berlutut kan?" katanya dengan tersenyum.


("Hehehe sayang, itu terserah tapi sepertinya dekrit kedua benar-benar akan membuat kau sakit hahaha")

__ADS_1


Mama...


__ADS_2