
Setelah berpikir keras tentang pilihan-pilihan yang ada di hadapannya. Dan berkat dukungan semua orang,pada akhirnya, jenderal Su memilih opsi satu.Di mana dia akan tetap menjadi seorang jenderal di Dayun.
Seseorang yang memiliki kemampuan besar, kenapa tidak mau kan.Baru beberapa jam ,dia merasa tidak ada harapan lagi untuk Dayun nya.Tapi sekarang dia tau Dayun memiliki seseorang yang tidak akan pernah membiarkan negara ini binasa, siapa pun Kaisar nya.
Kenapa harus pergi, kenapa harus mengganti identitas jika masih hidup sa menjadi dirinya sendiri.
"Jadi kalian semua nya ikut?" tanya jenderal su.
"Ya jenderal, mari kita hidup dan mati dalam kebanggaan.Orang ini adalah orang baik jadi kami akan mendengar nasehat nya di masa depan dan terus mengabdi kepada negara ini"
"Ya jenderal, kupikir orang ini juga adalah seseorang yang menyukai kedamaian alih-alih peperangan.Dengan dia di Dayun, mungkin kita tidak perlu berperang lagi.
"Dan aku akan ikut jenderal kemanapun dia pergi,aku siap"
"Aku juga siap jenderal "
Semuanya berkata dengan berapi api, memberikan rasa kepercayaan diri pada sang jenderal.
"Jenderal," salah satu perwira berbicara dengan hati-hati, "kami semua tahu bahwa ini adalah saat yang berat bagimu. Kami ada untuk memberikan dukungan kami."
Jenderal Su menganggukkan kepala, merasa terharu oleh dukungan yang mereka tawarkan.
" jika begitu....
Tanpa ada rasa ragu,dia menelan pil kesetiaan dan di ikuti oleh yang lain nya satu persatu kecuali Xu tua.
Dengan menelan pil kesetiaan ini,itu artinya mereka akan bertemu dengan tuan yang baru.
"Oke bisakah kita pergi sekarang untuk bertemu tuan yang hebat ini?" kata kata Jenderal su.
Penjaga yang membawa surat itu sedikit mengelengkan kepalanya.Khusus untuk setiap pilihan,dia sudah memiliki jawabannya.
Mungkin karena sudah kebiasaan yang di bawah oleh pengaruh pavilion anggrek, jadi setiap opsi , sudah di pikir kan sebelumnya.
Jadi penjaga bayangan itu , mengeluarkan kan satu surat untuk setiap opsi.
Karena jenderal su memilih nomor satu maka yang lain tidak perlu di baca.
Jendral Su tercengang melihat nya,hei, siapa yang menyangka jika Tuan ini sudah standby dengan jawaban lainnya.
"Hahaha jangan heran ya, Tuan adalah pemilik asli dari pavilion anggrek yang terkenal dengan informasi nya . Setiap informasi aia. detil dan dapat dipercaya sekaligus cepat secepat kuda berlari.Hahaha" kata Xu tua dengan bangga.
"Paviliun anggrek?hah berapa banyak kejutan yang dia punya?"
"tidak banyak, hanya sebagai penulis naskah lepas,apa jenderal tahu penulis anonim yang sudah menghebohkan ibukota?"Kata Xu tua lagi,dia tertawa lagi dan diam setelah ingat jika jenderal Su adalah korban dari buku itu juga.
Suasana jadi hening sesaat tapi setelah nya.
Hahaha.. hahaha.. hahaha.
Jendral tidak marah tapi dia takluk karena sebuah buku, bukan kah ini adalah hal yang aneh.Tapi karena itu dia tahu jika pengeran ke tiga tidak pernah iklas untuk hubungan ini.Dia juga tidak pernah berpikir untuk negara tapi berpikir untuk memiliki negara dalam genggaman nya
Pemimpin semacam itu bukan lah pemimpin yang baik.
Segera saja setelah nya jenderal Su membuka surat untuk opsi satu.
"Bawa lah keluarga untuk jalan jalan ke luar kota , kembali dalam kurun waktu satu bulan lagi.Korban kan reputasi Su jiayou dengan heli"
Setelah di baca, surat di bakar di tempat.Jendral Su dan yang lainnya tahu apa yang harus di lakukan.
"Ya kalau gitu, Ayo liburan "kata jenderal Su.
"Oke liburan,ahh aku ingin pulang ke tanah kelahiran ku.Sudah lama sekali kan.Tapi Xu tua katakan lah bagaimana caranya kita bertemu dengan Tuan.Sebelum pergi aku ingin melihat dia secara langsung "kata salah satu dari mereka.
Xu tua tidak nyaman untuk mengatakan jika Tuan itu sebenarnya adalah seorang wanita. Sosok yang tidak akan pernah mereka pikirkan sama sekali. Tapi akan lebih baik jika mereka melihatnya secara langsung.
__ADS_1
Tapi Putri mungkin sedang tidur saat ini jadi...
"Besok.. besok pagi singgah lah dulu di kediaman nya bagaimana Hem?" katanya.
"Oke besok pagi"
Oh jenderal, kami juga akan pulang untuk bersiap-siap hahahaha jarang sekali bisa menemukan liburan panjang kan hahaha"
Segera sekelompok orang membubarkan diri dengan menghilang di tempat.Sementara sang jenderal di tinggal sendirian.
Segera saja dia juga pergi untuk mengatakan rencana baru pada istri nya.
Tapi tidak, jika dipikir lagi lebih baik jangan mengatakan nya saja.Istri adalah wanita yang lembut dan tidak tahan banting karena itu biarkan saja dia di dalam kegelapan.
beberapa waktu kemudian dia sudah sampai di kamar di mana adiknya sedang dirawat.
Di sana dia melihat adik perempuan tersayangnya terbaring lemah tanpa daya dengan wajah yang membiru dan begitu banyak luka.
Dia mendekat di ranjang dan duduk di sana beberapa menit tanpa bicara.
Seorang gadis yang dulu nya ceria dan banyak tersenyum.Sekarang sudah belajar untuk bertarung di istana belakang.
Ah benarkah adik perempuan yang ingin mencoba meracuni selir Mei?
"Suamiku?"
Chen Mei Li baru masuk dan dia melihat suaminya duduk di sana dengan wajah tertekuk.
"Hem apa kata Tabib?" tanya nya tanpa bergerak.
"Hem tidak apa apa,dia hanya perlu istirahat saja .Dan tidak akan ada bekas luka di sana setelah pengobatan"
"Hem apakah kau sudah siap?"
"Tidak apa-apa, katakan pada pengurus rumah tangga, urusan pelayan akan aku selesaikan sendiri. kita akan pergi besok pagi dan para beberapa prajurit akan mengurus segala sesuatunya di sini. tidak perlu merepotkan diri Ayo pergi dan lupakan segalanya"
Dia mengatakan itu agar pelayan tidak dipecat karena mereka akan kembali lagi di sini nantinya.
Karena istri tidak tau, dia hanya setuju dengan cepat dan berpikir para prajurit pasti akan bekerja lebih kompeten daripada dirinya.
Perlu beberapa waktu untuk menjual sejumlah pelayan di rumah ini.Ah juga ada begitu banyak hal yang sayang untuk dijual sebenarnya .Tapi mereka tidak mungkin membawanya ke kampung halaman bukan.
Mungkin para prajurit bisa membantu mereka membawanya sedikit demi sedikit di masa depan.
Mereka berbicara sebentar tentang masalah hari esok. Pada akhirnya pasangan suami istri ini ,kembali ke kamar mereka sendiri dan beristirahat.
Namun sebenarnya tuan yang dipikirkan oleh sang jenderal tidak bisa istirahat seperti yang dia inginkan.
Ini karena Paman pangeran sudah pulang.
Paman pangeran pulang malam itu , tanpa ada kata sambutan dan tanpa ada kemerahan, dia langsung masuk ke dalam kamar tidurnya di mana zhang Fei sedang berbaring.
Untung nya , zhang Fei sudah begitu mengantuk dan tidak ingat untuk pergi ke kamar kos.
Jadi dirinya berbaring dengan jujur di kamar yang biasa ditempati oleh Paman Pangeran juga.
Paman Pangeran membuka pintu kamarnya dengan hati-hati, usai perjalanan panjang yang melelahkan. Langkah kakinya yang lembut menghampiri ranjang tempat sang Putri berbaring. Cahaya redup dari beberapa lilin mengungkapkan kehadiran gadis itu, menyoroti wajahnya yang teduh dan tenang.
Saat Paman Pangeran memandanginya, rasa kerinduannya terasa begitu dalam. Hatinya seperti terasa dipenuhi oleh kekosongan selama dia berada jauh dari istana. Dalam setiap langkah yang dia ambil, dalam setiap perjalanan yang dia jalani, selalu ada bayangan dan ingatan akan Putri yang mengiringinya.
Wajahnya yang tampan dan penuh perhatian merenung sang Putri yang tertidur dengan lelap. Kerinduannya tumbuh lebih dalam saat dia melihat ekspresi damai di wajahnya, merenungkan betapa dia merindukan setiap momen yang bisa dia habiskan bersamanya. Dia merasa bagai kehilangan sepotong dirinya selama berpisah.
Paman Pangeran meraih tangan sang Putri dengan lembut, merasakan sentuhan hangatnya yang membangkitkan perasaan yang lama terpendam. Dia ingin sekali berbicara padanya, ingin sekali menyampaikan betapa dia merindukannya, tapi dia memutuskan untuk tidak mengganggu tidurnya yang tenang.
Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang nyaman, dia berbaring di samping Zhang Fei, yang terlelap dalam tidurnya. Hatinya berdebar-debar karena akhirnya bisa berada dekat dengan orang yang sangat dia rindukan.
__ADS_1
"Putri...!"Bisik Paman pangeran.
Dengan gerakan lembut, Paman Pangeran meraih Zhang Fei dan memeluknya . Dia merasakan kehangatan tubuh istri nya ini dan tersenyum .
Zhang Fei merasa sesuatu yang hangat dan nyaman di dalam pelukannya saat dia masih setengah terjaga. Namun, perlahan-lahan kesadarannya mulai datang dan dia membuka matanya secara perlahan. Dan begitu dia melihat sosok yang berada di dekatnya, rasa kaget dan bahagia campur aduk di hatinya.
"Paman Pangeran?!
Paman Pangeran sekarang tengah menatap nya dengan tersenyum lembut "Ya, Putri. Akhirnya aku kembali"
Zhang Fei balas menatap nya dengan mata yang bersinar bahagia." Aku tidak percaya ini! Kapan kau pulang? Apakah kau sehat-sehat saja? Bagaimana perjalanan kembalimu?"
" Tenanglah, Putri. Aku sehat-sehat saja, dan perjalanan kembaliku lancar. Terimakasih atas kereta luncur salju nya.Jika tidak ada itu, mungkin aku harus terjebak di salju lebih lama.Aku tidak ingin mengganggumu, jadi aku memilih untuk masuk dengan diam-diam"
Zhang Fei memeluk Paman pangeran lebih erat lagi dan membenamkan wajahnya di dada nya yang hangat." Aku sangat merindukanmu, Paman. Lebih dari satu bulan kau pergi ,ini membuatku khawatir"
Paman Pangeran mengelus rambut zhang Fei yang ter urai itu."Maafkan aku, Putri. Aku juga merindukanmu dengan sangat."Dia menjawab sambil memeluknya erat.
Zhang Fei merasakan kehangatan dalam pelukan Paman Pangeran dan dia merasa begitu nyaman dan aman. Beberapa kali Paman Pangeran bahkan menciumnya dengan penuh rasa sayang dan rindu.
Zhang Fei tersenyum malu-malu tapi mau "Paman pengeran, setiap saat tanpamu terasa seperti ada yang hilang"
" Putri setelah ini,aku berencana untuk selalu ada di sisimu dari sekarang. Kita tidak akan lagi terpisah"
Sekarang dia memang harus berada di ibukota paling tidak sampai kaisar bisa disembuhkan.
Ah paman Pangeran ingin bertanya kepada sang putri mengenai informasi Kaisar saat ini .Tapi dia pikir ini masih bisa menunggu besok.
Lagipula, putrinya ini terlihat kantuk berat.
Sementara itu zhang Fei tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Paman Pangeran tapi dia terus menatap wajah Paman pangeran,zhang Fei masih berpikir apakah ini mimpi atau nyata.
Wajah tampan Paman Pangeran terlihat dalam pandangan Zhang Fei, terang benderang di bawah cahaya lembut dari lampion dan lilin. Matanya yang tajam dan hangat seolah-olah menembus hati Zhang Fei dan senyumnya yang penuh kasih membuat hati Zhang Fei meleleh.
Dalam pelukan Paman Pangeran, Zhang Fei merasa begitu beruntung dan bahagia. Semua kerinduannya akhirnya terobati dan dia merasa seperti sedang berada dalam pelukan kebahagiaan yang tak terhingga.
Tapi seperti mana orang-orang yang sedang jatuh cinta tidak bertemu satu bulan. Terkadang rasa kantuk itu menghilang dengan cepat dan tergantikan dengan situasi yang panas dan ambigu.
Jadi inilah mengapa zhang Fei ditakdirkan tidak bisa tidur sepanjang malam.
Kira kira jam empat pagi, barulah zhang Fei di lepaskan oleh paman pangeran.Sungguh malam yang panjang bagi keduanya.
Suasana pagi di istana kecil begitu segar dan hidup. Cahaya matahari perlahan-lahan menyinari langit timur, menerangi taman dengan lembut. Bunyi kicauan burung-burung kecil memenuhi udara, menciptakan melodi alam yang menenangkan. Tetesan embun di atas dedaunan dan bunga-bunga melayang di angin pagi, memberikan keharuman yang menyegarkan.
Di dapur istana, para koki sibuk mengatur bahan-bahan makanan yang segar untuk persiapan sarapan. Aroma sedap dari masakan yang dimasak menguar, mengundang selera. Beberapa pelayan budak sedang bekerja merapikan taman dengan cermat, menggeser tiang-tiang bambu untuk payung teduh, dan menjaga agar semua jalan dan area bersih dan rapi.
Di tengah keramaian tersebut, Gadis Persik terlihat sibuk memerintahkan pelayan-pelayan lain. Dia memegang secarik kertas dan melihat daftar menu yang disiapkan untuk hari ini. Dengan tegas, dia memberikan instruksi tentang apa yang harus disiapkan dan bagaimana cara menyajikannya. Beberapa pelayan dengan sigap bergerak, membawa alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan.
"Baik, kita akan menyiapkan hidangan ini untuk hari ini. Pastikan semuanya sempurna"
"Tentu, Nona Persik. Kami akan bekerja keras"
" Aku tahu kalian pasti bisa melakukannya. Oh ya, jangan lupa menyediakan air panas untuk mandi dan pakaian untuk sang Putri. Dia akan bangun sebentar lagi"
Gadis Persik melihatke arah langit yang semakin terang."Hari ini akan menjadi hari yang indah. Pastikan semuanya berjalan lancar"
Sementara itu, suasana pagi yang cerah dan segar terus menyelimuti istana kecil. Semua orang bekerja dengan semangat, dan keharuman bunga serta aroma makanan yang lezat membuat pagi hari terasa begitu menyenangkan.
Gadis Persik pergi ke halaman putri,dia tidak berani masuk tapi mengetuk pintu kamar dengan pelan.
Biasanya jika sudah dipanggil seperti ini sang Putri tentu akan menyaut lambat lawan tapi baru ketukan pertama pintu sudah terbuka dengan begitu gadis Persik mundur satu langkah sebagai langkah kesopanan.
Tapi betapa terkejutnya dia ketika menyadari yang membuka pintu bukanlah sang Putri melainkan Paman pangeran.
Kapan Paman pangeran pulang .
__ADS_1