
'Jika memang mereka tidak ingin di hargai dengan kehidupan yang baik dan benar. Maka aku akan memberikan apa yang mereka inginkan asalkan aku bisa mendapatkan poin skil." Arga kembali membatin di dalam hatinya.
"Tarif ku 1 hari $10.000 apa kau tetap akan membayarnya? Aku akan mengikuti semua perintahmu jika kau benar bisa membayarnya." Riris berbicara dengan sangat yakin sambil memberikan handphone miliknya supaya Arga memberinya saldo.
Tanpa berkata, arga mengambil handphone Riris dan dengan segera menambahkan saldo pada uang digital Riris. Setelah memberi Riris uang yang dia inginkan, Arga mencari tahu cara agar Arga memulangkan para wanita pemuas nafsu tersebut ke negaranya.
Karena sudah mendapatkan apa yang Riris inginkan, Riris memberitahukan segalanya kepada Arga. Semua yang di katakan Riris dari awal semua sama dengan cerita Riris. Bahwa wanita penghibur di sini memang benar karena keinginan mereka sendiri untuk bekerja demikian. Bahkan Riris mengaku jika dirinya telah menjadi wanita penghibur dari usia 16 tahun. Usia yang di katakan di bawah umur. Kini usianya 21 tahun, usia yang sangat muda. Tetapi telah merasakan ratusan batang yang berbeda.
"Jika demikian, bagaimana caraku supaya aku bisa memulangkan mereka?"
"Tentu saja uang, jika kamu cukup kaya. Sebab, selain kamu harus membayar kepada para wanita. Kamu juga harus menebus kami dari pengelola. Sebab, mereka yang menanggung semua transportasi awal kami. Mereka juga yang membayar kami di perbatasan." Riris memberitahu Arga tentang permasalah utamanya. Uang… Permasalahan signifikan yang selalu dibutuhkan semua orang.
"Baiklah, bawa aku menemui pengelola." Dengan santainya Riris menerima permintaan Arga dan bersedia membawa Arga ke tempat penampungan para wanita malam. Kini mereka keluar dari kamar Arga dan mendapati Bella sedang berdiri di pintu kamarnya yang terbuka.
"Begitu cepatkah permainan kalian?" Bella berbicara sesaat Riris melewatinya bersama Arga yang mengikuti di belakang.
"Laki-lakimu tidak menyentuhku, mungkin di dalam hatinya selalu teringat kecantikanmu." Riris menjawab asal dengan terus berlalu berjalan memandu Arga.
Degh.. Jantung Bella seolah berhenti berdetak mendengarkan kalimat yang di ucapkan Riris. Tubuh Bella juga terasa panas dingin. Antara perasaan senang dan sedih yang kini di rasakan Bella secara bersamaan.
__ADS_1
"Apakah yang diucapkan wanita j*lang itu benar? Eeeeerrrrkkkhhh… mengapa aku memiliki perasaan ini. Tugasku hanya melindungi pemilik sistem. Aku tidak akan terjebak oleh perasaan ini. Sakit ini harus aku tahan. Aku memang di ciptakan untuk menahan segala macam sakit." Bella berbicara kepada dirinya sendiri untuk memberikan semangat tanpa memikirkan perasaannya. Tubuh Bella memang di buat untuk bisa terus bertambah kuat. Kulit mulus lembut di luar, tetapi keras di dalam. Sehingga membuat kulit Bella tidak mudah terluka. Tetapi perasaan dan hati Bella tetaplah seorang perempuan yang tidak dapat menguat dengan penambahan poin skil.
Perasaan yang dimiliki Bella tetap saja sama seperti pada wanita umumnya. Lemah dan selalu butuh kasih sayang. Bella terpaksa menempa perasaannya sendiri demi tugas pelindung yang dia miliki.
"Kau hanya akan berdiam diri di sana?" Arga berkata kepada Bella yang masih berdiri melamun di pintu kamarnya. Teguran Arga dengan sekejap menghilangkan lamunan Bella dan dengan segera mengikuti Arga yang sudah berlalu beberapa meter darinya.
****
"Kau membawa siapa? Mengapa kau mengajaknya kemari?" Seorang pria tegap berbicara kepada Riris yang mendahului masuk ke sebuah ruangan kerja. Sedangkan Arga dan Bella masih menunggu di luar.
"Aku membawa tamu. Aku mengajaknya kemari karena uang dan sepertinya juga akan menjadi ladang uang barumu." Riris berbicara kepada pria tersebut.
"Arga Litohu… Ha.. Ha.. Ha.." Dengan segera pria tegap tersebut mengenali Arga sesaat Arga memasuki ruangan. Pria yang juga pernah Arga lihat sebelumnya. Pria berdasi yang sebelumnya Arga lihat di luar dengan kontainer.
"Kau mengenalku?" Mendapatkan sapaan seperti orang yang mengenalnya, Arga menjadi bingung karena Arga belum pernah bertemu sebelumnya.
"Ha… Ha… Ha… Ha… Siapa yang tidak mengenalmu, wajahmu selalu viral di media sosial akhir-akhir ini. Kau juga cukup terkenal di kalangan jalur gelap." Dengan wajah sumringah seperti orang senang pria tersebut berbicara kepada Arga.
"Apa yang kau inginkan dari tempat ini. Reputasimu tidak cukup baik bagi golongan sepertiku." Kini pria tersebut kembali berbicara, tetapi raut wajahnya seketika berubah menjadi waspada. Pria tersebut berbicara dengan memberikan kode kepada orang-orangnya. Dengan seketika, orang-orang di ruangan tersebut menodongkan pistolnya kepada Arga dan Bella.
__ADS_1
"Apakah harus seperti ini sambutanmu? Aku ke sini untuk menawarkan kerja sama." Arga berbicara kepada pria yang berada di depannya.
"Kau akan bekerja sama dengan orang sepertiku!! Aku rasa tujuan kita saja berbeda. Terlebih cara kita, sangat bertentangan. Tidak mungkin terjadi kerjasama di antara kita. Lagi pula, mayatmu sangat berharga. Aku bisa mendapatkan uang banyak dari mayatmu." Pria berdasi berucap.
"Dalam ruangan seperti ini, aku bisa menangani mereka dalam sekejap." Bella berbisik kepada Arga di saat pria tersebut mengoceh. Arga menyetujui keinginan Bella, dan dalam sekejap setelah pria tersebut berbicara. Bella bergerak dengan kecepatan maksimalnya yang bergerak seperti sebuah angin.
Tidak sampai 2 detik, semua senjata yang ditodongkan kepada Arga telah berhasil direbut dan mereka semua sudah terjatuh di lantai. Dalam 2 detik tersebut, ada 1 tembakan sempat meletus ke arah Arga berdiri, beruntung Bella telah mengantisipasi dengan menarik Arga terlebih dahulu sebelum merebut senjata orang ke tiga. Sehingga tembakan dari orang ke enam tidak mengenai Arga.
Melihat ke enam anak buahnya terjatuh dalam sekejap, pria berdasi tersebut hanya dapat terdiam menganga hingga beberapa detik sebelum dia dapat menerima keadaan. Setelah pria berdasi menyadari keadaan tidak mendukung padanya. Dengan segera dia menyembah dan bersujud kepada Arga meminta pengampunan.
"Aku akan membantu tuan. Kerja sama seperti apapun akan aku sepakati tuan. Tapi aku mohon ampuni aku." Pria berdasi tersebut telah menerima kerja sama apapun asal tidak di bunuh.
Reputasi Arga di kalangan pebisnis gelap sangat terkenal. Bahkan desas-desus yang beredar di kalangan pebisnis gelap, bahwasanya Arga dan pengawalnya sangat teramat kejam. Terutama tentang menguliti orang agar dia mau berbicara.
"Baikalah, sekarang laksanakan perintah pertamaku. Ikat ke enam orang-orangmu, baru kita mulai berbicara lagi." Arga hanya tidak ingin saat Arga berbicara jadi terganggu dengan hal-hal yang di luar dugaan. Dengan segera pria tersebut mengikat orang-orangnya satu persatu.
Sedangkan Riris hanya terdiam terpaku melihat semua kejadian di ruangan tersebut. Terlebih ketika dirinya melihat gerakan Bella yang dapat melumpuhkan 6 orang bersenjata dengan mudah dan cepat.
🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH...