Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Hampir Terbunuh Oleh Rudal


__ADS_3

"Jangan ada yang bergerak. Aku jendral Julio dari polisi militer mendapat surat perintak untuk menahan kalian semua karena membuat kelompok tersembunyi dan berindikasi melakukan pembunuhan terhadap puluhan orang." Julio berbicara saat pintu sudah terbuka karena di dibrak. 


 "Bodoh!! Tembak mereka." Para tentara yang menjadi pengawal para pemimpin wilayah, dengan segera menembak dengan membabi buta ke arah pintu setelah mendapatkan perintah. 


Mereka menyadari jika dengan cara halus mereka di tolak saat para oengawal di sana bergerak akan menembak ke arah pintu yang terdapat Arga, Julio dan beberapa prajurit. Dengan cepat Arga menarik Julio untuk berlindung. Karena rencana pertama gagal, mereka mulai menjalankan rencana ke dua. Yaitu memaksa mereka semua Dengan melumpuhkan nya karena mereka sudah mengawali tembakan. 


Saat mereka menembak ke arah pintu, dengan segera bella terjun dari lubang angin dan turun di tengah-tengah semua orang. Dengan penuh resiko, bella yang menggenggam pedang pendek terus melumpuhkan puluhan orang dengan gerakan cepat. Tanpa mempedulikan kawan, pemimpin tertinggal hanya mengintruksikan ke pada semuanya untuk naik ke panggung. 


Setelah memberikan kesempatan tidak sampai 2 detik, pemimpin tertinggi mengarahkan untuk menembak ke arah bella meski di sekitar bella masih banyak orang-orang dari kelompok TP&P. Melihat orang yang berada di atas panggung akan menembak ke arah bella, dengan cepat Arga memberikan aba-aba kepada Julio dan Arga langsung berlari ke arah Bella setelah memberikan aba-aba kepada Julio. 


"Nyalakan sekarang." Pemimpin tertinggi telah menyiapkan rencana yang sangat mengejutkan jika terjadi hal tidak terduga seperti sekarang.


"Tembak." Julio memberikan aba-aba kepada prajuritnya untuk menyerang ke arah panggung, tetapi dengan cepat para pengawal pemimpin tertinggi menangkis peluru dengan papan lipat anti peluru yang berlambang kenegaraan Amerika. 


** Bersamaan dengan perintak 'nyalakan sekarang' dari pemimpin tertinggi. **


"Berita terkini. Rapat yang di pimpin oleh Presiden sebagai kepala negara di serang oleh orang yang tidak di kenal. Akan tetapi jika di lihat dari seragam yang di kenakan, mereka adalah Polisi Militer dan ada seorang sipil yang kita ketahui dengan nama Arga Litohu. Mereka secara membabi buta menyerang rapat yang di lakukan oleh militer beserta kepala negara." Siaran di seluruh jaringan televisi, kini menyiarkan secara langsung penyerangan yang di lakukan oleh Arga Litohu, Julio dan yang lainnya. 


Sontak berita tersebut menghebohkan seluruh negara. Semua masyarakat yang tidak mengetahui konspirasi yang di bangun, menganggap Arga dan lainnya adalah pemberontak. Dengan segera militer di Chicago di kerahkan menuju tempat rapat untuk mengamankan kepala negara. 


** Di dalam gedung hotel **


Aksi saling tembak jarak dekat terjadi di dalam aula yang di gunakan rapat, sedangkan Arga berhasil membawa Bella untuk berlindung karena menjadi sasaran tembak dari puluhan orang. 


"Tuan, kita telah masuk perangkap." Seorang prajurit polisi militer berbicara kepada Julio dan menunjukkan berita yang di siarkan oleh semua stasiun televisi. 


"Apa!! Pemberontak!! Sial. Sebaiknya kita mundur terlebih dahulu. Ini juga sebuah hal bagus nantinya. Mereka telah membuka aib mereka sendiri." Julio meminta semua anak buahnya berkumpul di lobby dan bersiap untuk pergi. 


"Arga..!! Cepat mundur!!" Julio berteriak dan memberikan tembakan perlindungan supaya Arga bisa pergi dari sana. 

__ADS_1


"Arga ayo.." Julio menarik tangan Arga supaya cepat pergi dari sana? 


"Akan kemana? Merak masih di sana." Arga menolak di ajak pergi oleh Julio. 


"Sebaiknya kau lihat siaran berita terkini lewat handphone." Setelah Julio mengatakan hal itu, Arga segera melihat handphone dan melihat berita terkini. 


"Ber*ngsek..!! Kini aku akan menjadi buronan negara." Arga berucap dengan memukul dinding. 


"Kita sebaiknya pergi terlebih dahulu. Ada hal yang sebelumnya kita tidak ketahui. Tetapi berita tersebut akan menjadi bumerang sendiri bagi mereka." Arga pun mengikuti ucapan Julio. Sebab Arga pun sadar, jika mereka tetap berada di aula, Arga tidak mungkin bisa mengatasi mereka dengan selamat meski ada bella. Dengan banyaknya orang yang mengenakan senjata api dan berada di sebuah ruangan, akan mempersulit Arga ataupun bella. Berbeda halnya jika di ruang terbuka, Arga dan bella pasti bisa mengatasi mereka semua. 


Saat sampai di lobby, anak buah Julio terhenti di lobby hotel karena gedung hotel sudah di kepung oleh polisi ataupun militer. Kini mereka bingung cara melarikan diri dari sana. 


"Jendral, di balkon terdapat helikopter." Salah seorang prajuritnya berbicara kepada Julio. 


"Bagus, Bella bisa menerbangkannya." Arga berucap kepada semuanya. Dengan cepat mereka bergerak menuju balkon hotel. 


****


"Tuan, di bawah sudah banyak polisi dan militer yang mengepung bangunan ini."


"Bagus.. Jika begitu, tunggu apa lagi? Cepat kejar Arga Litohu. Ini adalah kesempatan kita untuk membunuhnya. Semakin lama dia semakin kuat. Cepat bergerak." Dengan segera, para prajurit dan sebagian pengawal pemimpin tertinggi bergerak untuk membunuh Arga. 


Rombongan Arga sudah menaiki lift menuju lantai atas. Mereka menggunakan 2 lift untuk menuju balkon. 


"Setidaknya kini aku tau siapa orang di balik setiap penyerangan kepadaku." Arga berbicara kepada semua yg mendengarkannya. 


"Mereka hanya melemparkan bumerengnya sendiri. Aku kemari dengan surat resmi penangkapan. Aku juga memiliki bukti rekaman jika mereka menyerang terlebih dahulu. Aku akan menjebloskan mereka semua ke penjara." Julio juga memberikan pernyataannya sendiri terhadap kegagalan ini. 


Kini mereka telah sampai balkon dan bella mulai menghidupkan mesin helikopter. Mereka semua naik dengan penuh sesak. Sebab kursi di helikopter hanya ada 21 kursi. Sedangkan mereka ada 32 orang. Dengan keadaan darurat, bella menerbangkan helikopternya. 

__ADS_1


****


"Tuan, mereka telah lari menggunakan helikooter." Seorang prajurit berbicara kepada pemimpin tertinggi tersebut atau lebih di kenal dengan sebutan presiden oleh masyarakatnya. 


"Kerahkan F-16. Jatuhkan mereka. Jangan sampai mereka ada yang selamat. Sebab akan membahayakan kita semua."


"Siap tuan."


****


Setelah belasan kilometer mereka terbang, tiba-tiba alarem di helikopter berbunyi dan menandakan jika mereka telah terkunci oleh rudal udara ke udara. 


"Sial, cepat turunkan helikopternya di tanah lapang." Bersamaan dengan Julio berbicara kepada bella, sistem helikopter memberi peringatan, dua menit sebelum erkena rudal. 


Dengan cepat Bella mencari tanah lapang sesuai dengan arahan Julio. Terlihat di depan ada sebuah lapangan golf, dengan segera Arga mengarahkan helikopter ke sana untuk mendarat. 


"Satu menit tiga puluh dedik lagi sebelum rudal sampai." Suara dari peringatan helikopter mengingatkan. Kini mereka sudah proses untuk turun. 


"Satu menit sebelum rudal sampai."


"Kenapa cepat sekali, bukankah ini belum tiga puluh detik?" Bella berbicara sendiri. 


"Tadi adalah perhitungan jika kita dalam kondisi jalan. Kini kita dalam posisi diam." Julio menjelaskan atas pembicaraan Bella. 


Semua di dalam helikopter harap-harap cemas. Semua merasa khawatir meski helikopter berhasil turun sebelum rudal sampai, tetapi mereka tidak sempat lari terlalu jauh. Mereka takut jika mereka terkena dampak ledakan rudal. 


"Kalian cepat lari terlebih dahulu, lariku lebih kencang dari kalian." Bella mengingatkan kepada yang lain agar tidak menunggunya mematikan mesin. 


Helikopter masih berjarak 1 meter dari tanah, mereka telah membuka pintu dan mulai melompat lalu lari sekencang-kencangnya. Bella dan Arga menyusul turun terakhir dari heli kopter. Rudal telah terlihat dari atas kejauhan. Dengan kecepatan yang dimiliki Arga dan Bella, mereka bisa mendahului prajurit-prajurit yang lain. 

__ADS_1


Boooommmm… Duuuuaaarrrr… Suara ledakan menghancurkan helikopter. 


__ADS_2