Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
2 wanita


__ADS_3

"Apakah kita sepakat?"


"Ya, dengan senang hati… tetapi bagaimana aku menyiapkan segalanya jika aku dalam kondisi terikat seperti ini."


"Lepaskan mereka." Arga berbicara kepada pengawalnya. Kini Arga merasa lega dengan keadaan ini. Arga bukan hanya menyelesaikan permasalahan Siska. Tetapi Arga mendapatkan cara untuk menggunakan uangnya dengan nominal fantastis. 


Dengan segera, pengawal Arga melepaskan ke enam petinggi perusahaan Hard Rock Group. Setelah mereka semua dilepaskan, mereka saling berbincang dengan suara sangat pelan seperti orang yang sedang berbisik. 


"Apakah bapak yakin akan menjual aset kita di San Diego?"


"Ya pak, apakah akan baik-baik saja jika bapak menjualnya? Sedangkan kita kemari dengan tujuan untuk memberi pelajaran kepada manajer bapak di sini dan laki-laki yang dibantu olehnya." Beberapa petinggi perusahaan Hard Rock Group mempertanyakan keputusan tersebut kepada Thomas. 


"Apakah kalian bodoh atau sudah kehilangan kesadaran? Apa ada aset seperti ini yang dapat dijual dengan harga 15 milliard dollar? Gunakan otak kalian. Persetan dengan sakit hati Sein anak dari pamanku Jika aku mendapat keuntungan fantastis dari penjualan aset ini. Bahkan ayahku akan bangga dengan hasil penjualan ini. Dengan hasil penjualan ini, perusahaan dapat membangun 2-3 hotel seperti ini lagi di San Diego." Thomas berbicara dengan suara yang ditekan. Tetapi tetap dengan suara pelan seperti orang berbisik. 


"Lalu bagaimana dengan wanita tadi? Apakah kita tidak dapat menidurinya?"


"Bodoh!!" Thomas berbicara dengan tangan melayangkan tamparan ke kepala salah satu petinggi perusahaan Hard Rock Group yang masih saja memikirkan tubuh seksi Siska. 


"Bajingan tengik. Berani sekali dia memukulku. Jika bukan karena ayahmu sebagai pemilik saham tertinggi di perusahaan ini. Jabatan yang kau miliki  akan jatuh kepadaku. Karena hanya aku yang layak menduduki jabatan sebagai direktur utama." Petinggi perusahaan Hard Rock Group yang di pukul oleh Thomas membatin di dalam hatinya. 

__ADS_1


"Apakah mata dan otakmu sudah buta dan bodoh karena tubuh wanita itu? Sebaiknya kita menjauh dari wanita itu jika kita ingin selamat." Thomas kembali berbicara setelah memukul kepala salah satu petinggi perusahaan Hard Rock Group yang masih saja memikirkan tubuh seksi Siska. 


"Apa kau tidak dapat melihat!! Laki-laki itu dapat membeli aset perusahaan tanpa menawar sedikitpun. Kamu kira dia melakukan untuk apa? Jika dia mau, dalam kondisi kita saat ini. Dia dapat memaksa kita untuk menjual aset ini dengan harga murah. Apa kamu paham dengan penjelasanku sampai di sini!!" Meski dengan suara pelan. Sangat nampak dari ekspresi wajah Thomas jika dirinya sedang marah. 


"Apakah semua baik-baik saja? Apakah kalian tidak sepakat dengan penjualan ini? Atau kalian masih mempermasalahkan karena kalian sudah di pukul oleh pengawalki?"


"Tidak..Tidak.. Kami sangat sepakat dengan penjualan ini. Kami juga tidak mempermasalahkan kejadian pemukulan yang di lakukan oengawalmu." Mendapati pertanyaan seperti itu dari Arga, dengan cepat Thomas mengelak dan mengatakan mereka semua sangat setuju dan dalam kondisi baik-baik saja. 


"Jika kalian setuju, mari kita membuat MoU dari transaksi ini dengan disaksikan  di depan Notaris." Arga berbicara sambil mempersilahkan tim notaris untuk membuatkan MoU jual-beli aset. 


Beberapa saat kemudian, kedua belah pihak saling menandatangani perjanjian awal jual-beli aset dari hotel Hard Rock Hotel Valent Stand. 


"Ya lebih cepat lebih baik. Semua surat-surat kepemilikan aset ini berada di kantor pusat di New York. Kapan kita akan menyelesaikan ini?"


"Tentu saja hari ini. Aku sudah menyiapkan jet pribadi agar kita dapat terbang ke New York saat ini juga."


"Gila, dia benar-benar sudah gila. Aku suka bertransaksi dengan orang gila ini." Thomas membatin di dalam hatinya ketika mendapati jawaban dari Arga. 


"Ke New York? Untuk apa kau akan ke New York bersama mereka?" Siska yang sudah dapat berjalan meski dengan gontai, memaksakan diri menuju Arga yang sedang bersama ke enam petinggi perusahaan. Sedangkan Siska hanya mendengar sebagian percakapan mereka ketika memasuki ruangan lalu bertanya kepada Arga.

__ADS_1


"Nanti akan aku ceritakan ketika sudah sampai New York, kau masih lemah. Sebaiknya kau duduk terlebih dahulu. Kau harus ikut ke New York tetapi kau harus beristirahat saat kita terbang nanti." Mendapati Arga berbicara penuh dengan perhatian, Siska hanya menganggukkan kepala dan menuruti permintaan Arga. Kini Siska merasa memiliki hutang budi karena telah menyelamatkan harga dirinya. 


Setelah mereka melakukan beberapa percakapan. Kini mereka semua menuju ke bandara untuk menuju New York dengan jet pribadi yang sudah Arga sewa sebelumnya. Setelah sampai di bandara, Arga dengan cepat menuju ke maskapai Elena air dan meminta yang lain untuk menunggu di ruang tunggu penumpang bandara. 


Ketika Arga baru memasuki kantor maskapai, Elena yang berada di kursinya. Dengan sigap berdiri dan menyambut kedatangan Arga dengan senyum malu-malu. Arga meminta Elena untuk menyiapkan penerbangan saat ini juga menuju ke New York. Mendapati permintaan Arga, dengan senang hati Elena menyanggupi dan meminta Arga untuk menunggu sekitar 30an menit. 


Setelah semua proses untuk penerbangan telah selesai. Elena pergi menuju Arga dan memintanya untuk mengikuti Elena menuju jet pribadi yang akan dinaiki Arga. 


"Kini aku dapat melanjutkan perjalananku yang tertunda bersama Arga. Bagaimana aku harus bersikap nanti? Aku sangat bingung bagaimana aku bersikap setelah kejadian dan perhatian yang Arga berikan sebelumnya." Elena membatin dalam hatinya saat memandu Arga yang akan menuju pesawat. 


"Elena, saat ini aku membawa rombongan lebih banyak, kita harus menjemput mereka terlebih dahulu." Dengan senyuman manis, Elena mengangguk tanpa bersuara menjawab perkataan Arga. 


Dari kejauhan, Siska yang sedang duduk di ruang tunggu penumpang, melihat Arga sedang berjalan dengan seorang pramugari cantik dan terlihat melakukan percakapan yang sangat dekat dan akrab. Melihat hal itu, kepala Siska seolah mendidih. Tetapi Siska menahan hal itu karena tidak ingin membuat Arga malu atau lain sebagainya. 


"Bagaimanapun, Arga adalah milikku, tidak ada wanita yang boleh mendekati Arga saat ini. Meski aku dalam keadaan hampir tidak sadar tadi. Aku sangat jelas mendengar Arga berbicara jika aku adalah wanitanya. Hmmm senang rasanya jika aku kembali mengingat Arga mengatakan hal itu." Siska berbicara dalam hati dengan pandangan tajam tertuju pada Elena. 


"Sayang, kamu kenapa lama sekali? Kepalaku masih sangat pusing. Kamu jangan lama-lama meninggalkanku. Meski hanya sebentar, aku sangat merindukanmu." Dengan cepat Siska berdiri dan meraih tangan Arga serta memeluk tangan Arga supaya menggandengnya. Siska juga berbicara dengan suara manja kepada Arga dengan tujuan menunjukkan kedekatan mereka kepada Elena. 


Elena sampai menganga melihat tingkah centil Siska yang tiba-tiba saja berdiri dan memeluk tangan Arga. Sedangkan Arga, langsung salah tingkah mendapati Siska yang tiba-tiba terlihat sehat. Padahal ketika Arga sedang berjalan berdua dengan Elena, Arga menyempatkan merayu Elena dengan memuji kecantikan Elena. Tetapi setelah Siska melakukan hal demikian, lidah dan mulut Arga seolah kaku tanpa bisa berkata-kata. Arga juga pura-pura tidak melihat ekspresi dari Elena. Sebab Arga tidak memiliki keberanian melihat wajah Elena setelah Siska memeluk tangannya. 

__ADS_1


"Kini aku akan terbang penuh dengan siksaan batin selama 5jam kedepan." Arga membatin di dalam hatinya. 


__ADS_2