Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Meninggalkan Kota McAllen


__ADS_3

Setelah semua bis yang mengangkut para imigran keluar dari kantor imigrasi untuk mengantar para imigran ke negara asalnya. Notifikasi di layar transparan kembali keluar. 


(Baru saja menyelamatkan 1762 imigran. Sisa saldo $999.896.425.362.936.) 


(1762 poin skil baru di dapatkan)


(Total 1762 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 60) 


(Kecerdasan 72) 


(Kecepatan 90) 


(Kekuatan otot 60) 


(Akurasi 30)


Terlihat senyum bahagia menghiasi wajah Arga. Terbayang skil permanen yang luar biasa akan Arga miliki. Kini Arga mengajak semua pengawalnya yang selamat untuk menuju ke restoran besar di kota McAllen. 


****


"Apakah semua sudah datang?" Terlihat raut wajah capek dan sedih dari semua pengawal Arga. 


"Hanya ini yang selamat tuan." Salah satu pengawal Arga menjawab pertanyaan Arga. 


Terlihat hanya 20an pengawal Arga yang datang ke restoran. Dari 90an pengawal yang Arga minta datang ke McAllen, kini hanya tersisa 20an pengawal. 


"Tusle, aku ingin kau membagi masing-masing 10jt dollar kepada semua keluarga korban yang meninggal dan masing-masing 1jt dollar untuk kalian yang ada di sini. Tusle Berikan handphonemu." Arga menunjukkan salah satu pengawalnya yang masih selamat untuk membagikan kompensasi kepada keluarga pengawal Arga. 


"Bagaimana dengan mancini tuan?" Tusle bertanya kepada Arga. 


"........................." Arga terdiam meneteskan airmata dan menundukkan kepala saat mengingat Mancini. Sebab mancini tewas saat bersama dengan Arga. 


"Mancini masih memiliki orang tua. Carilah di Jl Sansiro belakang cafe stefan. Kau akan menemukan rumah orang tua Mancini di sana." Mancini menjawab setelah dapat menenangkan dirinya. Setelah mendapat jawaban dari Arga, Tusle memberikan Handphonenya. 

__ADS_1


Setelah Arga memegang handphone Tusle, dengan segera Arga mengirimkan sejumlah uang agar Tusle dapat membagikannya. 


(Baru saja mengirim sejumlah uang sebesar $789.000.000. Sisa saldo $999.895.636.362.936.) 


(0 poin skil baru di dapatkan)


(Total 1762 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 60) 


(Kecerdasan 72) 


(Kecepatan 90) 


(Kekuatan otot 60) 


(Akurasi 30)


****


"Apa kamu bisa menerbangkan helikopter?" Arga bertanya kepada Bella saat mereka berjalan keluar restoran untuk mencari taxi. 


"Aku rasa aku bisa, aku sering memperhatikan Mancini menerbangkan Helikopter." Bella menjawab dengan santai. 


"Aku rasa? Kau tidak yakin?" Arga bertanya dengan nada sedikit terkejut karena dari suara jawaban Bella seolah menggambarkan jika Bella tidak yakin bisa. 


"Bagaimana aku bisa yakin, aku belum pernah menerbangkan helikopter. Aku juga belum mencobanya." Bella menjawab kembali dengan nada suara dan gaya manjanya. Hal yang selalu Arga ingat saat Arga mengetahui Bella tewas. 


"Baiklah, kau coba dulu nanti. Lalu bagaimana bisa kamu tiba-tiba ada di sini?" Arga menanggapi pembicaraan Bella. 


"Nanti saja aku beri tahu." Bella menjawab dengan berbisik lalu mendahului Arga dan Adline untuk menaiki taxi dan duduk di kursi belakang pengemudi. Melihat Bella duduk di belakang kemudi, Arga berinisiatif untuk duduk di depan sebelah pengemudi. 


Mengapa kau akan duduk di kursi depan? Kau harusnya duduk dengan pengawal pribadimu di belakang." Bella berucap saat Arga yang akan menaiki kursi depan. Arga juga mendapatkan tarikan dari Adline saat Arga akan naik di kursi depan sebelah pengemudi. Sehingga Arga mengurungkan niatnya untuk duduk di depan saat mendapat protes dari Bella dan Adline juga menarik tangannya menghalangi Arga duduk di kursi depan. 


"Seharusnya pengawal pribadi duduk di kursi depan, bukan duduk di kursi belakang bersama tuannya." Adline berbicara kepada Bella dengan menggenggam tangan Arga. 

__ADS_1


Mendapati perkataan demikian dari Adline, Arga mengeluarkan kepalanya dari pintu mobil yang terbuka lalu menarik kuat tangan Arga supaya duduk di kursi belakang. Mendapati tarikan yang kuat, Arga tertarik dan terduduk di kursi belakang. Melihat Arga sudah duduk di kursi belakang, Adline ikut duduk di kursi belakang dengan mendorong Arga supaya ke tengah. Kini kursi belakang di duduki tiga orang dengan Arga di tengah. 


Mendapati perlakuan demikian dari dua wanita cantik, Arga menjadi serba salah dan bingung untuk bersikap. Arga meminta sopir taxi melajukan mobilnya ke bandara. Sedangkan sang sopir taxi hanya tersenyum sendiri melihat penumpangnya dan melajukan mobil sesuai permintaan Arga. 


****


"Kau benar-benar akan memintanya menerbangkan helikopter ini?" Adline bertanya kepada Arga dengan menoleh kesana kemari. Berharap ada seorang pilot datang menuju helikopter yang akan mereka naiki. 


"Ya… kenapa tidak?" Arga menjawab dengan santai. Meski sebenarnya Arga juga khawatir. Tetapi hal ini memang harus Arga lakukan. Karena Arga memiliki rencana setelah ini. 


Ketiganya kini sudah berada dalam helikopter dengan Bella duduk di kursi pilot bersama Arga yang duduk di kursi co-pilot. Sedangkan Adline duduk di kursi penumpang paling depan dan dekat dengan kursi pilot maupun co-pilot. 


"Apa kau yakin? Jika kamu tidak yakin, aku akan menyewa seorang pilot dan akan aku suruh dia untuk mengajarimu juga." Arga berbicara saat Bella masih duduk dengan memandangi tombol-tombol yang begitu banyak. Bella seolah tidak menghiraukan ucapan Arga dan mulai menekan tombol-tombol yang berada di dasbor helikopter. 


Bahkan tombol-tombol yang seharusnya di siapkan oleh co-pilot, Bella tekan sendiri dan di atasi sendiri layaknya Mancini saat mengoperasikan helikopter ini. Kini mesin helikopter sudah menyala, Bella mulai menekan berbagai tombol lagi yang seharusnya co-pilot tekan. Bella juga mengecek semua tekanan dalam keadaan normal sendiri tanpa bantuan Arga. 


Setelah semua siap, kini Bella mulai mengangkat badan helikopter. Sangat terasa jika Bella tidak terbiasa dengan kendali helikopter. Sehingga helikopter terasa seperti oleng ke kanan kiri, depan belakang. Hal itu membuat Arga dan Adline sedikit mual karena helikopter sedang bergoyang. Helikopter terus naik dengan terus bergoyang, meski sudah dalam ketinggian cukup, helikopter belum juga melaju. 


Menara pengawas sampai menghubungi helikopter yang di tumpangi oleh Bella, Arga dan Adline. Mereka menanyakan apa semua baik-baik saja. Sebab menara pengawas melihat helikopter naik dengan cara yang tidak seharusnya. Karena setau menara pengawas, pilot helikopter adalah laki-laki, maka Bella meminta supaya Arga yang menjawab dan mengatakan semuanya baik-baik saja. 


Argapun menuruti permintaan Bella dan melaporkan jika semua baik-baik saja. Kini Bella mulai melajukan helikopter mengarah ke Sacramento. Sebab Arga berencana mengantar Adline ke rumahnya, sebelum Arga kembali ke San Diego. 


"Kita akan kemana?" Adline yang mengetahui arah terbang helikopter yang tidak mengarah ke San Diego, mencoba bertanya kepada Arga mengenai tujuan terbang mereka. 


"Kita akan ke Sacramento. Aku akan mengantarmu pulang."


"Memangnya siapa yang ingin pulang? Aku tidak pernah mengatakan jika aku ingin pulang. Yang aku katakan, aku bersedia mengikuti dirimu kemana saja." Adline berbicara dengan melipat tangannya di depan dada. Menandakan sebuah protes keberatan dengan hal yang akan Arga lakukan. 


Mendengar jawaban Adline, Arga menggaruk-garuk kepalanya meski tidak gatal. Lalu menoleh ke arah Bella, tetapi Bella hanya mengangkat kedua bahunya dan memajukan bibir bawahnya. Hal itu menandakan jika Bella tidak tahu dan terserah Arga akan menjawab bagaimana. 


"Aku.. Aku saja akan memberhentikan semua pengawalku. Sebab, kemungkinan kedepannya akan ada sesuatu yang lebih sulit daripada di McAllen." Arga bingung cara menjelaskan kepada Adline. 


"Memangnya aku peduli? Terserah… Meski kamu akan memecat semua orang di dunia, yang penting aku bersamamu." Adline menjawab dengan acuh. 


"Meski kamu telah sampai di rumahku, sampai kapanpun aku tidak akan turun jika tidak bersamamu. Aku akan mengikutimu kemanapun." Adline kembali berbicara sebelum Arga menanggapi. 


"Aaa… … Aaaa… … ah.. Terserah lah… Aku bingung.. Kita ke San Diego saja dulu. Aku sudah ingin beristirahat di ranjang empuk ku." Arga yang merasa bingung harus bagaimana, akhirnya memutuskan untuk ke San Diego terlebih dahulu. 

__ADS_1


__ADS_2